Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Aku mohon bersedialah bersamaku


__ADS_3

Hari ini pangeran Candra berencana akan membawa gadis pujaan hatinya untuk bertemu ayahanda dan Ibundanya.. Ia keluar istana denga hatinya yg gugup.


"Aku harap dinda berkenan untuk ikut denganku untuk menemui ayahanda dan ibunda". harap pangeran Candra saat hendak melangkahkan kakinya keluar istana.


Sedangkan Putri Hanindya atau Dewi sudah berada di hutan.. ia melatih kekuatannya dan ia juga bermain pedang seperti yg sudah di ajarkan oleh pangeran Candra beberapa bulan lalu.. Ternyata tidak terasa mereka sudah mengenal satu sama lain begitu lama.


Mereka saling memiliki perasaan satu sama lain tapi mereka hanya diam menyimpan perasaannya masing-masing.


Entah apa yg di fikirkan pangeran Candra hingga ingin mengambil gadis kecil itu untuk menjadi pendamping hidupnya secara tiba-tiba. Padahal pangeran Candra sendiri belum pernah menanyakan bagaimana perasaan sang gadis itu sendiri dan juga belum mengatakan perasaannya padanya.


Namun pangeran Candra sangat berharap gadis itu juga memiliki perasaan yg sama pada dirinya.


.


.


.


.


Putri Hanindya masih sibuk dengan latiannya tanpa ia sadari seorang pemuda menghampirinya..


"Dinda.."


sapa pemuda itu dengan senyum khasnya yg lembut. Pemuda itu menghampiri Putri Hanindya.


"Kanda ada apa menemuiku.. kemarin kita tidak janjian untuk berlatih hari ini seingatku masih hari esok" kata Putri Hanindya penasaran dengan kedatangan pangeran Candra.


"Aku memang sengaja menemuimu hari ini.. bukan untuk melatihmu tapi ada sesuatu yg sangat penting yg ingin aku katakan padamu" Kata pangeran Candra serius.


"Hal apa yg ingin kanda sampaikan padaku?" tanya putri Hanindya penasaran.


"Dinda.. aku ingin mengajakmu menemui orang tuaku. Maukah?" kata pangeran Candra penuh harap.


"Apa maksutnya ini?? apa kanda Candra ingin mengenalkanku pada orang tuanya?? apa kita sudah sedekat itu..?? Aduhhh.. pasti aku akan sangat gugup" batin putri Hanindya berkecamuk bimbang.


"Tapi.. untuk apa kanda ingin membawaku ke istana?" tanya gadis itu pura-pura bingung untuk memancing pangeran Candra berbicara padanya apa maksudnya.


"Dinda.. Aku mencintaimu.. aku ingin kau menjadi pendampingku untuk seumur hidupku.. apakah kau bersedia? aku ingin mengenalkan dinda sebagai kekasihku pada ayahanda dan ibunda". Kata pangeran Candra.

__ADS_1


deng...


Jantung Dewi rasanya ingin melompat mendengar pernyataan pangeran Candra..


"*Dia melamarku..?


Tapi aku benar-benar tak merasa pantas bersanding dengannya*"


Kata putri Hanindya dalam benaknya dengan lesu.


Sebenarnya putri Hanindya sedikit banyak tau tentang perasaan pangeran Candra padanya yg selalu penuh perhatian saat bersamanya,tapi ia sadar diri bahwa ia tidak pantas bersanding dengan seorang pangeran yg memiliki kedudukan tinggi jauh dari posisinya yg hanya seorang tanpa identitas.


Putri Hanindya menunduk sangat lama. Ia bingung harus berkata apa. Di satu sisi ia juga mencintai pangeran Candra,tapi di sisi lain ia juga tidak memiliki keberanian untuk bersamanya. Tanpa terasa air matanya mengalir di wajah cantiknya.


Pangeran Candra yg melihat gadisnya menangis jadi bingung dengan apa yg di fikirkan gadis kecilnya itu.


"Apa dinda tak mencintaiku.. kenapa ia menangis? apa karna setatusnya?"


"Dinda.. kenapa kau menangis? apa aku telah menyakiti hatimu dengan perkataanku? katalanlah apa yg ingin kau katakan? aku akan mendengarkannya". Hibur pangeran Candra pada gadis pujaan hatinya sambil mengusap air mata putri Hanindya yg jatuh di pipinya.


"Kanda.. aku tidak pantas untukmu,aku hanya rakyat jelata dan kau adalah calon raja. Aku tidak mungkin diterima oleh orang tuamu". Jawab Putri Hanindya yg belum tau identitas dirinya yg sebenarnya.


"Tapi kanda,, aku belum siap sekarang beri aku waktu untuk berfikir.." jawab putri Hanindya.


"Baiklah... aku akan menunggumu" jawab pangeran Candra.


"Tapi Dinda.. aku ingin tau perasaanmu padaku.. apa kau juga mencintaiku? aku tidak akan memaksamu jika kau tidak memiliki perasaan padaku" Kata pangeran Candra sendu.


"Aku.. aku juga mencintai kanda". jawab putri Hanindya masih dengan kepala menunduk karna malu dan juga suara yg sangat pelan hingga nyaris tak terdengar.


"Dinda.. tataplah mataku.. aku ingin melihatmu mengatakannya sambil menatapku dengan suara keras,, aku tidak mendengarnya tadi karna suaramu sangatlah pelan hingga tak terdengar olehku" kata sang pangeran dengan menyangga kedua pipi sang putri untuk menatapnya.


Sebenarnya pangeran Candra mendengarnya tapi ia ingin gadis kecilnya itu mengulanginya lagi,ia sangat bahagia dengan pengakuan dari gadis kecilnya itu.


"Sangat tampan.."


Itu yg dikatakan Dewi dalam benaknya,ia mengagumi pemuda di hadapannya, ia memiliki mata yg sangat indah dengan bulu mata yg panjang,dan alisnya yg tegas.


Putri Hanindya sangat malu di buatnya.. wajahnya memerah dan panas,ia sangat gugup sekali.

__ADS_1


"Katakan dinda.." pinta pangeran Candra lagi dengan senyum lembutnya,ia menanti pengakuan gadis kecilnya itu sambil menatap mata gadis kecilnya yg indah.


"Aku.. mencintai Kanda.." kata gadis itu masih dengan suara pelan.


"Katakan yg lebih keras.. kanda tidak mendengarnya" kata pangera Candra menggoda.


"Kanda aku juga mencintaimu" jawab Dewi dengan suara keras karna kesal dipermainkan oleh pujaan hatinya.


Cup


Pangeran Candra mencium bibir Gadis kecilnya itu dengan lembut.. ia sangat bahagia mendengarnya.


Sedang Dewi mungkin sudah hampir kena serangan jantung di buatnya,karna tanpa aba-aba pangeran Candra menciumnya.


"astagaa.. mimpi apa aku semalam..? kenapa kanda Candra menciumku tiba-tiba.. aku menjadi sangat gugup" batin Dewi saat pangeran Candra mencium bibirnya.. matanya terbelalak terkejut hingga tak tau harus merespon apa.


Pangeran Candra melepas ciumannya dan berkata pada gadis kecilnya


"Terima kasih dinda,,kau sudah membalas perasaanku.. aku sangat bahagia mendengarnya.. maaf jika kanda baru menyatakan ini padamu.." kata pangeran Candra.


"Ya.. aku juga sangat bahagia kanda" kata putri Hanindya dengan senyumnya yg menawan,hingga pangeran Candra terpana dibuatnya. Hingga tanpa sadar ia mengatakan..


"Sangat Cantik". dengan suara pelan sekali.


"Ada apa kanda??"tanya Dewi saat mendengar pangeran Candra bergumam lirih.


Pangeran Candra terbalak dibuatnya..


"Emmm tidak ada.." katanya sambil tersenyum.


"Oh.." kata Dewi singkat.


Setelah itu mereka diam tanpa kata untuk sejenak,pangeran Candra mengatakan sesuatu pada putri Hanindya tentang rencana sang raja yg menjodohkannya kemarin.


"Dinda dengarkan aku.. sebenarnya ayahanda ingin aku segera menikah.. jika aku tidak memiliki kekasih,, ia akan menjodohkanku dengan seseorang.. Aku memilihmu dan aku tidak meinginginkan gadis lain.. jadi aku mohon bersedialah bersamaku untuk selamanya.." kata pangeran Candra jujur.


** Makasih buat temen-temen yg dah mampir di karyaku..


** Mohon tips dan sarannya ya..

__ADS_1


** moga semuanya dapat terhibur..😘😘😘


__ADS_2