
Putri Hanindya diam sejenak mencerna kata-kata dari kekasihnya itu.
"Jika kanda tidak terdesak,,apakah kanda tidak akan pernah menyatakan perasaan kanda padaku??" tanya gadis itu sedikit kecewa.
"Bukan seperti itu dinda,, jangan salah paham.. aku hanya belum menentukan waktu yg tepat untuk mengatakannya.. karna jujur saat berhadapan denganmu rasanya lidahku kelu dan kata yg akan ku sampaikan padamu tiba-tiba buyar entah kemana karna kegugupanku itu,aku baru bisa mengatakannya sekarang untuk mengakuinya". kata pangeran Candra menjelaskan pada gadis kecilnya itu.
"Benarkah..? kenapa kanda tidak menerima perjodohan itu? apakah ayahandamu tidak akan marah dengan pilihanmu yg belum jelas ini??"
"Aduh aku sungguh sakit mengatakan diriku sendiri belum jelas huhuhu"
"Tidak dinda.. aku hanya ingin bersamamu,ayahanda juga tidak menentang keputusanku.. jadi aku harap dinda mau menemui mereka secepatnya" jelas sang pangeran dengan tatapan seriusnya
"Baiklah.. aku akan memikirkannya lagi,,beri aku waktu hingga besok.. aku ingin mengatakannya dulu pada nenek.." jawab sang putri lagi
"Baiklah.. aku akan menjemputmu esok.. aku akan berbicara pada nenek Galuh juga untuk meminta izin padanya" kata pangeran Candra menyetujui permintaan kekasihnya untuk memberinya waktu hingga esok hari.
"Terima kasih kanda.." kata gadis itu dengan kepala menunduk.. jantungnya terasa tak karuan saat dekat dengan pemuda yg ia cintai itu. Apalagi ia juga akan bertemu dengan orang tua pemuda di hadapannya itu. Ia sungguh belum menyiapkan hatinya dengan baik.
Sedangkan di balik pohon besar yg agak jauh adanya dari mereka ternyata ada seseorang yg mengintai mereka.
"*Oh... jadi itu kekasih pangeran Candra.. tidak ada yg spesial,umurnya juga jauh dariku dan yaahh memang cantik sih..tapi sepertinya ia hanya rakyat biasa tanpa status.. Lihat saja pangeran.. aku akan menyingkirkannya untukmu,dia tidak pantas untuk seorang pangeran sepertimu.
Jangan harap kau bisa bersama dengan pangeran Candra gadis ingusan.. Posisi ratu hanya akan menjadi milikku ufufufufu*...". Kata putri Yana dalam benaknya sambil menyunggingkan seringaian seram.
Ternyata putri Yana telah membuntuti pangeran Candra sejak tadi dan bersembunyi di belakang mereka sekarang. Sedang pangeran Candra yg sedang memikirkan apa yg akan ia katakan pada gadisnya tidak menyadari hal itu sejak tadi.
"Kemampuanmu sudah semakin membaik dinda.. apa masih ingin berlatih? biar ku antar pulang sekarang.." tawar pangeran Candra.
"Tidak kanda.. aku masih ingin disini.. jika kanda ingin kembali,kembalilah.. besok kita akan bertemu lagi bukan??"
__ADS_1
"Oh baiklah.. Masih ada hal yg harus aku lakukan,,jaga dirimu baik-baik dinda,, sampai jumba besok" pamitnya seraya mengusap kepala gadis kecil itu tak lupa menebar senyum khasnya dan berlalu pergi.
Sedangkan Putri Yana masih berada di balik pohon dan mengamati mereka.
"*Seperti bukan pangeran Candra yg kukenal.. sekalipun dia tidak pernah perhatian pada seorang gadis manapun dan sangat dingin.. tapi saat dengan gadis jelata itu dia bisa memberikan perhatian dan senyuman hangatnya.. Sepertinya pangeran Candra benar-benar mencintainya..
Kira-kira apa yg akan terjadi jika gadis kesayangannya itu telah tiada apa dia akan menjadi gila hahaha.. tidak masalah itu akan memudahkanku untuk menguasai kerajaan setelah aku menjadi ratunya aku akan menyingkirkan semua anggota inti kerajaan fufufufu*..."
Putri Yana menyeringai puas dengan rencana jahatnya itu..
Putri Yana sangat dimanja oleh orang tuanya. apapun pasti mereka turuti untuk menyenangkan putrinya itu, sehingga ia sudah terbiasa hingga apapun yg dia mau juga harus menjadi miliknya dan tidak boleh ada satupun orang yg boleh bersaing dengannya.
Ambisinya sangat besar, ia ingin menjadi penguasa satu-satunya sejagat raya.. sungguh mimpi yg terlalu tinggi,namun tidak bisa di pungkiri juga demi ambisi liarnya itu ia berusaha sekuat tenaga mengembangkan kekuatannya,kekuatannya juga tidak bisa di anggap remeh untuk seorang putri seumurannya, ia adalah seorang putri yg licik,ia mampu menyembunyikan semua keburukan hatinya dengan topeng gadis baik dan lemah lembut.
"Hmmm.. Bagus.. sepertinya pangeran Candra sudah pergi jauh.. aku akan memberi pelajaran pada gadis ingusan itu.." batinnya sambil keluar dari persembunyiannya dan menghampiri putri Hanindya yg sedang berlatih.
prok prok prok..
"Siapa wanita ini? aku tidak mengenalnya tapi kenapa dia sepertinya sangat benci padaku dilihat dari raut wajahnya.. untuk apa dia menghampiriku"
Batin Putri Hanindya yg keheranan dengan kedatangan putri Yana.
"Lumayan juga permainan pedangmu gadis ingusan.."
"Tidak kusangka pangeran Candra menolakku,, seorang putri Yana yg Cantik dan cerdas hanya demi seorang gadis desa sepertimu.."
"Apa kamu tau derajatmu tidak sebanding dengan kami bangsa ular wahai gadis jelek..?"
"Menyerahlah.. kau tidak sebanding denganku". Kata putri Yana meremehkan.
__ADS_1
"Oh.. ternyata kamu yg di jodohkan dengan kanda Candra oleh raja ular putih.. Pantas saja Kanda Candra tidak menyukaimu,,hatimu saja sangat bus*k sampai aku ingin muntah di buatnya" kata putri Hanindya membalas perkataan putri Yana.
"Apa katamu gadis ingusan?? besar juga nyalimu,,bisa-bisanya kamu seorang gadis ingusan membalas apa yg aku katakan..kamu hanyalah seorang manusia rendahan dan tak memiliki kekuatan apapun,hanya dengan jentikan jari bawahanku saja kau pasti akan mati ditanganku... hahahaha...
Berani sekali kau menantangku. Kekuatanmu itu tak sebanding dengan kami bangsa ular,,apa kau tau..?".
"Kenapa dia menyebutku manusia biasa? apa kanda Candra telah menyembunyikan auraku lagi waktu itu..? sudahlah biarkan saja.. mungkin ini dilakukan kanda untuk melindungiku"
"Sudah lah.. Aku tidak punya urusan denganmu.. mending urusi saja urusanmu sendiri,,lagian kanda Candra sendiri yg memilihku bukan aku yg memintanya..!" kata Putri Hanindya cuek dan ingin beranjak pergi.
"Mau kemana kamu?? siapa yg memberimu izin untuk pergi gadis ingusan tidak tau diri"
Seketika putri Hanindya membalikkan tubuhnya dan menatap wanita yg mencemoohnya itu dengan tatapan tajam setajam silet.
"Bukannya kau yg tidak tahu diri?? sudah ditolak mentah-mentah masih berharap saja hahaha aduh duh... kasian sekali kamu mbak.." kata putri Hanindya yg tidak terima dengan kata-kata putri Yana barusan.
"Tutup mulutmu..!! aku tidak suka orang lain menghinaku.. hanya aku yg boleh menghina orang lain.. rasakan ini.. hyaa"
Trang..
Suara pedang putri Yana mengenai pedang putri Hanindya. Untung dengan sigap putri Hanindya menangkisnya sehingga tidak terkena serangan mendadak dari putri Yana yg sudah terbakar emosi.
ting ting buk trang
Mereka tidak ada yg mau mengalah satu sama lain.. putri Yana dikalahkan oleh egonya dan putri Hanindya juga tidak terima atas penghinaan dari putri Yana barusan..
* Skip dulu ya man teman.. mohon dukungannya..
* Boleh tips komen saran bebas ya..
__ADS_1
* Makasih yg udah mampir di karyaku 😘😘