Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Nenek yg konyol


__ADS_3

Matahari telah beranjak pergi untuk menyembunyikan sinarnya. Putri Hanindya berencana ingin kembali karna risih dengan kelakuan pemuda itu. Ia yg sudah muak lalu berpamitan untuk kembali pulang.


"Hmmm.. Matahari sudah hampir tenggelam.. aku akan pulang dulu.." pamitnya pada pemuda itu,seraya berlalu pergi.


"Tunggu...!! Siapakah namamu Adik?" karna penasaran pemuda itu menanyakan nama gadis itu lagi.


Sambil menoleh putri Hanindya menjawabnya


"emmm namaku Dewi.." kata putri Hanindya sambil menebar senyum manisnya yg sebenarnya adalah kepalsuan semata.


"Sungguh gadis yg sangat cantik" batin pemuda itu sambil membalas senyuman itu,ia merasa tersanjung dengan senyumannya.


"Baiklah.. Sampai jumpa Dewiku.. semoga kita akan berjumpa lagi..! Namaku Brata semoga engkau akan mengingatnya". ucap pemuda itu puas karna telah mengetahui nama gadis cantik barusan.


Dewi hanya berlalu pergi tanpa menoleh lagi. Ia merasa risih dekat dengan pemuda tadi. Tatapannya sangat aneh dan mencurigakan.


"*Cih.. masa bodoh dengan namamu..


rencana ingin menjernihkan fikiran malah bertemu pria genit..


Untung gak di culik*". Batin putri Hanindya memikirkan hal konyol.


Sementara itu,si pemuda tadi masih memandang putri Hanindya dengan lekat. Hingga fikiran-fikirannya tak terkendali.


"Aku harus mendapatkan gadis ini apa pun Caranya.." kata pemuda itu dengan seringaian liciknya.


Diam-diam ia mengikuti putri Hanindya agak jauh untuk mengetahui tempat tinggal gadis itu.. Namum putri Hanindya tidak mengetahuinya.


"Oh.. jadi disini tempatmu tinggal Dewi-ku,, baiklah.. tunggu aku gadis cantik.. aku pastikan kau akan jadi milikku nantinya" Kata pemuda itu penuh percaya diri.


Setelah pemuda itu mengetahui dimana gadis itu tinggal,ia merasa puas dan pergi meninggalkan kediaman putri Hanindya. Entah apa yg telah di rencanakan oleh pemuda itu pada gadis cantik yg baru saja ia temui.


Malam harinya pun tidak ada kejadian apa-apa, aman, tentram dan damai seperti yg di harapkan.


Hanya ada gadis cantik yg termangu. Ia bimbang karna esok akan bertemu dengan ayahanda dan ibunda dari pangeran Candra. Ia sangat grogi alias gugup,takut melakukan sesuatu yg memalukan saat didepan calon mertuanya.


Saking asyiknya ia membayangkan apa yg akan terjadi esok,hingga membuatnya susah untuk tidur.


"Ya gustiii.. Aku sangat gugup..!"

__ADS_1


"Aku akan bertemu seorang raja dan ratu besok.. aku yg rendah ini berhadapan dengan orang yg berkedudukan besar dan tinggi seperti raja,, dan akan menghadap sebagai calon menantunya...


Oh tidak..!! Apakah aku sanggup menghadapi hari esok yg penuh teka-teki".


Begitulah kira-kira yg ia fikirkan.. hingga menjelang pagi Putri Hanindya baru bisa tertidur.


Belum nyenyak ia tidur ternyata sang fajar telah menyingsing akan memperlihatkan sinarnya. Putri Hanindya yg masih mengantuk mendengar bunyi ayam jago berkokok bersahut-sahutan hingga ia terbangun dari tidurnya yg pendek itu.


"Astagaa.. Baru saja aku bisa terlelap,,kenapa sudah pagi saja..!" Protesnya kesal.


Mau tak mau ia harus bangun dan menghadapi hari ini walaupun tanpa semangat dan kepercaan dirinya.


Setelah ia selesai berberes dan mengerjakan kesibukan lainya ia akhirnya membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian.


Ia memakai baju yg sederhana,namun masih terlihat anggun dan pastinya sopan. Kan mau ketemu camer hehe.


Dari Balik pintu sang nenek memperhatikan cucu kesayangannya yg sedang berdandan.


"Nak.. sedang apa.. Kenapa lama sekali dandannya? tidak seperti biasanya saja.. padahal juga dandanannya tidak ada yg berubah.. aih.. mencurigakan..!" kata sang nenek yg menggoda, karna tidak seperti biasanya cucunya itu bertingkah seperti itu.


"Ah nenek..??" Kata putri Hanindya dengan suara lemas.


"Hah.. kesambet apa.. cucuku ini" batin nenek Galuh yg masih memegang tangan cucunya itu.


"Nenek mau bawa Dewi kemana??" kata putri Hanindya dengan nada santai.


"Kemari nak..!(sambil menepuk-nepuk tempat duduk di dekatnya meminta cucunya untuk duduk) Apa yg sedang kau fikirkan? kenapa seperti orang gugup mau ketemu calon mertua saja" kata nenek Galuh menggoda.


"Ya emang mau ketemu calon mertua nek.. aku gugup sekali ini" kata putri Hanindya tanpa basa basi.


"Astaga nak.. apa kau berhalusinasi??" kata nenek Galuh penasaran sekaligus tak percaya,karna setahunya cucunya itu tidak pernah memiliki seorang kekasih.


"Aduh nenek... Sepertinya nenek makin tak mempercayaiku ya.. akhir-akhir ini.. Dewi jadi sedih hiks hiks" kata Putri Hanindya manja.


"Memangnya benar yg barusan kamu bilang itu??" tanya nenek Galuh lagi yg masih belum yakin dengan pernyataan cucunya itu.


"Aih aih... katanya Dewi disuruh cari suami biar ada yg jagain,sekarang Dewi bicara seperti ini malah nggk dipercaya" kata putri Hanindya kesal.


"Baiklah-baiklah.. siapa calon cucu menantu nenek? jangan-jangan beneran orang utan?? kan kamu mainnya cuma ke hutan terus hahaha.." kata nenek Galuh mengejek.

__ADS_1


"Bukan orang utan nek..!! Tapi ular.." kata putri Hanindya kesal.


"Hahaha nggk jauh-jauh.." timpal nenek Galuh menertawai tingkah cucunya yg konyol.


"Nenek...! Dewi serius tau..! nenek malah bikin Dewi kesal terus". protes putri Hanindya yg tambah kesal.


"Baiklah.. baiklah.. Jadi kapan calon suamimu kemari?" kata nenek Galuh mulai serius melihat cucunya yg sudah kesal dibuatnya.


"Sekarang nek.." jawab putri Hanindya santai.


"Apa..? kenapa mendadak sekali?? kenapa baru bicara sekarang?" Nenek Galuh mulai panik.


"Ya abis nenek sih,, kalau Dewi bicara pasti di buat bercanda terus.. jadinya Dewi malas mau bicara sama nenek" kata putri Hanindya santai lagi-lagi.


"Yah.. kamu kalau bicara seperti tidak masuk akal,," jawab nenek galuh yg masih terkejut dengan perkataan cucunya itu.


"Terus..??" tanya nenek Galuh tidak jelas sehingga membuat putri Hanindya bingung.


"Terus apanya nenek???"


"Terus kenapa tidak cepat bersiap-siap sekarang?" lanjut nenek Galuh lagi.


"Dewi kan udah siap ini nek.. tinggal hatinya yg belum.. Dewi kan masih kecil.. masih pantas minta di gendong sama nenek.. masa iya Dewi sudah mau menikah sekarang huhuhu.." kata Dewi manja pada neneknya itu.


"Aiaaa.. siapa juga yg mau gendong kamu..?? minta gendong pangeran ular kamu sana" Kata nenek Galuh asal karna ingat kata cucunya tadi bahwa calon suami cucunya adalah ular.


Sedangkan dari luar Pangeran Candra datang dan mendengarnya.


"Nenek apa-apaan sih..?? tuh lihat orangnya datang..!" kata Putri Hanindya berbisik pada neneknya.


"Hah..?? mana..?" kata nenek Galuh dengan polosnya sambil lihat kanan kiri.


"Astaga.. nenek.." kata putri Hanindya yg kesal dengan sang nenek yg sangat konyol itu.


* sekian cerita hari ini semoga berkesan di hati para pembaca..


* jangan lupa like and coment ya😉😉


*makasih yg dah mampir😘😘

__ADS_1


__ADS_2