Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Penyamaran


__ADS_3


"Aku tidak mungkin membuat keputusan yg terburu-buru. Selain itu.. Putraku Candra pasti dapat memilih seseorang yg tepat untuk dirinya sendiri...Dia seseorang yg bijak dan mampu membedakan mana yg baik dan mana yg buruk,sedangkan putraku juga mencintai putri Hanindya,aku tidak dapat memaksa kehendaknya untuk menikahi orang yg sama sekali tidak ia cintai" Kata sang raja menekankan.


Setelah raja Arya mempersilahkan semua orang untuk mengemukakan pendapatnya ternyata mereka berani menentang kehendaknya dan malah menghina keponakannya.


Raja menjadi semakin geram dan sangat ingin tahu siapa yg menyebar rumor buruk tentang keponakannya yg malang itu.


"Aku ingin tahu.. siapa yg menyebar berita bohong seperti itu tentang calon menantuku???" kata sang raja penasaran.


"K-kami tidak tau yang mulia.. Kami hanya mendengarnya dari si B dan C tadi.." kata salah satu orang yg berani menjawab pertanyaan sang raja.


"Bukankah yg menyinggung tentang asal usul calon menantuku tadi..?" tanya sang raja.


"Ya yang mulia tepat sekali adalah dia" kata salah satu dari mereka.


"Hmmm.. bahkan aku sendiri juga belum pernah mengatakan rencana perjodohan itu pada siapapun. Seharusnya hanya sang ratu yg mengetahuinya. Aku memang pernah membicarakannya pada sang ratu namun aku belum pernah menyampaikannya pada sahabatku Rendra.. Karna ratu tidak ingin putranya kecewa dengan perjodohan yg sama sekali tidak di inginkan olehnya,terpaksa aku harus menyetujui usul sang ratu dan menanyakan dahulu pada pangeran Candra apa dia bersedia atau dia akan memilih orang lain... Karna pangeran Candra sudah memiliki calonnya sendiri maka aku tidak mengatakan perjodohan itu pada Rendra. Kalian boleh menanyakannya sendiri pada sahabatku Rendra atau putrinya Yana.. Benarkan Rendra..?" kata sang raja yg kemudian menanyakan hal itu pada sahabatnya agar para hadirin mendengarnya dengan jelas hal yg sebenarnya terjadi.


Rendra pun mengiyakan perkataan sang raja karna dia sendiri juga memang benar-benar belum pernah merundingkan perjodohan itu sebelumnya.


"Ya yang mulia.. Bahkan aku sendiri baru mendengarnya sekarang ini tentang rumor itu, Karna kita juga belum pernah membahas tentang perjodohan putra-putri kita sebelumnya.. apalagi putriku Yana mana mungkin dia mengetahuinya.. Sungguh aneh sekali.. iya kan putriku.. Apa kau pernah mendengar raja mengatakan hal ini pada ayah atau padamu?? Barang kali ayah yg melupakannya." kata Rendra ayah putri Yana seraya menanyakannya pada putrinya Yana.


"T-tidak ayah..ananda sama sekali belum mendengarnya. Ananda juga bingung kenapa ada rumor seperti ini" kata putri Yana agak gugup.


"Oh ternyata semua hanya rumor saja dan kita juga belum benar-benar mendengarnya dari yang mulia raja. Ternyata kami salah menyebar rumor yg merugikan. Maafkan kami yang mulia raja dan tuan Rendra.." kata salah satu dari mereka yg tadi kekeh ikut usul dengan bodohnya.


"Apa-apaan ini..?? kenapa paman raja tidak mau mengakui aku saja sebagai calon menantunya.. kenapa juga dia memilih orang asing itu,,padahal paman raja sangat menyayangiku seperti putrinya sendiri.. Kenapa perhatiannya padaku bisa di kalahkan oleh si gadis tak tahu malu itu....?

__ADS_1


Ayah tak berguna ini juga membuatku kesal saja.. apa tidak tahu jika putrinya ini sangat mendambakan pangeran Candra... huffft... semuanya sangat menyebalkan..Untungnya aku sudah menyiapkan suatu hal dengan rapi!!". Dengus kesal dalam hati putri Yana sembari menyeringai seram.


Putri Yana pura-pura tidak tahu menahu tentang berita perjodohan itu,padahal tidak lain dan tidak bukan dialah penyebar rumor itu yg sebenarnya,melalui orang suruhannya.


.


.


.


.


"Nah.. kalian dengar sendiri kan..? Sebelum benar-benar jelas jangan menyebar rumor-rumor ambigu seperti ini.. Akan menjadi repot nantinya dan merugikan kedua belah pihak yg bersangkutan bahkan pihak lainnya ikut terseret. Siapa yg mengatakan aku telah menjodohkan putri Yana secara resmi dengan pangeran Candra..katakan?" tanya sang raja lagi merasa ada yg tidak beres dan ia merasa malu pada sahabatnya itu karna telah terseret oleh rumor yg tidak benar.


"Tadi saya mendengar Y yg mengatakan itu tapi Y juga tidak tahu siapa yg mengatakannya yang mulia.." kata X menjelaskan hasil bisik-bisiknya tadi.


"Hamba mendengar itu dari B dan C yang mulia.. Mereka membahasnya sebelum pertemuan di mulai dan kebetulan hamba mendengarnya..??" jawab Y pada sang raja.


"Ya yang mulia kami juga mendengarnya.." kata beberapa orang di aula bagian belakang.


"Kenapa masih B dan C lagi..? di mana dia sekarang..?" tanya sang raja makin geram karna lagi-lagi si B dan si C yg ia dengar. Dan tadi B dan C juga yg memberi pendapat agak pedas tentang keponakannya.


"Oh ya di mana tadi si B dan si C..? apa kau melihatnya..?" Tanya si X pada si Y.


"Entahlah.. tadi seingatku masih di sini bahkan ikut mengajukan pendapatnya tentang putri Hanindya pada yang mulia raja.." kata Y menjawab.


"Kami tidak melihatnya lagi yang mulia raja.." kata X menegaskan.

__ADS_1


"Cari mereka sampai ketemu aku akan menanyakan hal yg sebenarnya pada mereka" titah sang raja pada beberapa prajurit.


"Baik yang mulia.." kata prajurit serentak kemudian pergi memenuhi perintah sang raja.


Beberapa waktu telah berlalu penjaga itu kembali lagi membawa dua pemuda yg memiliki identitas si B dan si C.


"Apa yg bisa kami bantu yang mulia..? kenapa yang mulia memanggil kami..?" kata B dan C santai tanpa beban.


"Kenapa kalian meninggalkan aula sebelum acara selesai..? Katakan..!" Kata sang raja tegas.


Mereka berdua saling melihat satu sama lain karna bingung dengan perkataan sang raja.


"Meninggalkan aula? kami sedari tadi sedang di rumah yang mulia.. ibu hamba sedang sakit jadi kami tidak dapat menghadiri undangan yang mulia untuk pergi ke istana,, Jika yang mulia tidak percaya yang mulia dapat menanyakannya pada prajurit yg yang mulia kirim tadi.." Kata B jujur.


"Benarkah prajurit..? apakah yg mereka katakan benar adanya..?" tanya sang raja heran.


"Benar yang mulia.. Setelah kami tiba di sana mereka sedang merawat Ibunya yg sedangbsakit parah. Sampai-sampai untuk menjaganya karna kami membawa kedua putranya kemari terpaksa kami meninggalkan dua prajurit untuknya di kediaman B dan C" kata prajurit itu menjelaskan.


"Sepertinya ada yg tidak beres.. Ada yg berencana mengacaukan rencana pernikahan pangeran dan mempermalukan sahabatku Rendra dengan menyamar menjadi B dan C.. Ini tidak bisa di biarkan..!


Prajurit..! cari tahu siapa yg telah menyamar menjadi B dan C..! tangkap hidup atau mati bawa ke hadapanku" kata sang raja dengan geram.


"Baik yang mulia.. kami akan pamit undur diri dan mencari orang itu secepatnya" kata para prajurit itu seraya pergi undur diri.


** Sekian cerita hari ini.. tunggu Author update besok lagi ya..😉😉


** Jangan lupa like and coment..

__ADS_1


** Makasih yg udah setia menunggu.. semoga harimu menyenangkan..😘😘


__ADS_2