
Putri Yana hanya diam menunduk dan tenggelam dalam fikirannya melihat kemarahan sang ayah.
"*Sial.. Apa *ayah benar-benar mengetahui sesuatu..?? Siapa yg menantangku..?? Berani-beraninya dia melaporkan apa yg aku lakukan,kepada ayah..? Apa ini ulah dayang Utari lagi.. atau suruhan pangeran Candra..? Aku harus mencari tahu setelah ini..!!" dalam benak putri Yana yg berkecamuk.
"Ayahanda tidak habis fikir,,tadinya ayahanda sangat bangga padamu karna memiliki seorang putri yg memiliki sifat lembut dan baik hati.. Tapi ternyata ayah salah menilai putri sialan sepertimu.. Kau mempermalukan ayah di depan raja dan ratu yg selalu menghormati ayahmu ini sebagai sahabatnya..!! Mau di taruh di mana muka ayah Yana..?? Apa yg kau fikirkan sehingga kau di butakan oleh egomu dan ambisimu itu dan melakukan hal bodohmu itu...!! Ayah benar-benar tidak habis fikir..!"
Ayah putri Yana sangat malu dan marah mendengar kabar itu. Dia tak habis fikir putri yg sangat ia sayangi yg biasanya berperilaku lemah lembut dan sangat baik, ternyata itu semua hanya bohong. Putri yg sangat ia banggakan itu ternyata memiliki kelakuan yg sangat amat buruk dan licik.
"Yana... Yana.. Ayah salah apa padamu hingga kau membuat ayah sangat kecewa dan malu seperti ini..? Ayah harus bagaimana menghadapi raja dan ratu sekarang..??? Coba kau bayangkan..!!" keluh tuan Rendra sambil memegang kepalanya yg terasa pusing.
"Apa-apaan ini.. Ayah sama sekali tidak bisa memahami keinginanku..!! Dia hanya mementingkan air mukanya sendiri di depan sahabatnya saja..!! Apa dia tidak peduli dengan keinginan putrinya..??"
"Baiklah..!! Aku tidak ingin lagi menjadi bunga cantik yg menghias huniannya.. Aku ingin bebas untuk mencapai misiku.. Tidak ada yg bisa menghalangi ke inginanku meskipun itu ayahku sendiri"
Dalam diam fikiran putri Yana berkecamuk hebat. Dan akhirnya dia membuka pembicaraannya karna sudah muak dengan perkataan sang ayah yg masih menyalahkannya.
"Ayah.. aku ini putrimu...! Kenapa ayah tidak membelaku dan malah memarahiku bahkan menamparku.. aku ingin menjadi ratu di kerajaan ini dan memiliki kedudukan yg tinggi dan terhormat ayah..!! Kenapa ayah tidak pernah mengerti sama sekali ke inginanku..???" teriak putri Yana yg sangat kesal dengan sikap sang ayah.
"Oh.. Jadi ini sifat asli dari Yana'ku yg sebenarnya.. Benar-benar mengecewakan..!! Aku adalah ayah yg bodoh tidak tahu sifat asli dari putriku sendiri dan dengan bodohnya aku membanggakannya.. Hahaha.. memalukan sekali..!! Benar-benar memaluakan...!!"
Tuan Rendra tertawa miris dengan apa yg ia lakukan di waktu lalu. Ia menjadi semakin marah dengan apa yg telah di katakan putrinya itu. Dia merasa menjadi seorang ayah yg gagal dan tidak bisa mendidik putri keciknya dan tidak mengerti sifat asli anaknya sendiri dan di bohongi oleh sifat lugu putrinya itu.
__ADS_1
"Hahaha persetan dengan sifat asli atau palsu. Karna apa yg aku inginkan harus menjadi milikku.. Tidak ada seorangpun yg boleh bersaing denganku.. Karna gelar Ratu di kerajaan ini hanyalah milikku.. hanya aku ayah..! Meskipun tanpa dukungan darimu aku akan tetap melakukan apapun demi tujuanku..!" teriak putri Yana dengan tawa liciknya.
"Apa kau sudah gila..? Kau sudah sangat terhormat,Yana.. Kita juga sangat di segani oleh raja,, bahkan kau juga di anggap mereka sebagai putri mereka sendiri.. Bahkan rakyat pun banyak yg menyukaimu dan membanggakanmu. Kurang apa lagi..? Jika seperti ini kau telah mengecewakan semuanya.." Teriak sang ayah semakin terbakar amarah mendengar perkataan putrinya.
"Ayah.. sejak kecil aku ingin menjadi seorang ratu.. aku ingin menguasai dunia.. Aku ingin menjadi kuat dan lebih kuat lagi..!! Kenapa ayah menghalangiku..??" protes putri Yana.
"Cukup..!! Kau bahkan tidak mampu memimpin dirimu sendiri untuk tidak berperilaku buruk.. Bagaimana kau bisa memimpin rakyatmu jika kau menjadi ratu nantinya. Kau sangat egois seperti ini dan hanya mementingkan apa yg kau inginkan..!!"
"Dengar Yana.. Pangeran Candra mampu menilai seseorang dengan baik.. jika dirimu saja memiliki sifat licik seperti ini mana mungkin beliau akan suka padamu sebagai temannya sekalipun..?? Kamu jangan bermimpi yg tidak-tidak.. Kau harusnya bersyukur memiliki segalanya.. Kau bisa lebih kuat tanpa harus menjadi seorang ratu.. Atau jika kau masih memaksakan ke inginanmu dengan segala kebodohanmu,maka kau akan kehilangan semuanya..!!" kata tuan Rendra menasehati.
"Lihat saja apa hukuman yg akan kau terima dari raja nantinya.. Jika kau tidak mau menghiraukan perkataan ayahmu ini maka terima saja nasipmu..!! Jangan harap kau mendapat bantuan dari ayah nanti..!!" kecam tuan Rendra lagi dan lagi. Dia tidak rela putri satu-satunya terjerumus ke lubang kehancuran dan kesengsaraan hanya karna ambisi bodohnya itu.
"Ayah.. kenapa..? Kenapa aku tidak boleh mengejar ke inginanku..? Apa salahku ayah..?? hiks hiks.."
"Kenapa ayah tidak mendukung keinginanku..??? Apa aku benar-benar putrinya..??" gumam putri Yana lirih.
"Hahaha.. sudah seperti ini apa aku akan menyerah..?? Aku sudah terlalu jauh melangkah.. Kalau aku mundur apa yg akan aku dapatkan..? Hahaha sangat konyo..!! ayahku sendiri saja tidak mendukungku.. Akulah yg menjalani hidup.. akulah yg mengerti ke inginanku dan hanya akulah yg dapat mewujutkannya.. Persetan dengan caranya..!!"
"Tidak ada yg peduli padaku terserah saja.. aku akan memperjuangkan ke inginanku sendiri mulai dari sekarang..!!!"
Putri Yana ternyata tidak pernah mau menyerah meski dia tahu resikonya. Yg ia tahu hanyalah bagaimana dia dapat mewujudkan keinginannya itu. Dia juga tidak peduli ayahnya akan mendukungnya atau tidak.
Dia bersikeras ingin memperjuangkan apa yg ia inginkan. Karna dia sudah terlanjur basah. Ya sudah mandi sekalian.
__ADS_1
*****
"Putriku.. Apa yg terjadi..? Apa kau baik-baik saja..?" ucap raja sangat khawatir.
"Iya nanda.. Apa kau baik-baik saja sayang..? Ibunda sangat terkejut mendengar laporan dari prajurit bahwa kau hampir saja terkena masalah.." imbuh ratu Anjani.
Setelah mendengar kabar putri Hanindya,raja dan ratu juga nenek Galuh dan putri Andini langsung ke ruangan putri Hanindya untuk melihatnya. Mereka semua panik sekaligus marah mendengar kabar itu.
"Tidak apa Ayahanda.. Ibunda.. ananda sudah lebih baik sekarang.." jawab sang putri dengan senyum manisnya.
"Syukurlah putriku... Ayahanda dan ibunda sangat lega mendengarnya.." kata ibunda ratu penuh kelembutan.
"Berani-beraninya orang itu mencelakai keluarga kerajaan.. Hukum siapa saja yg terlibat tanpa ampun..!!" perintah raja tegas.
"Tenanglah kanda..!! Apa kanda tahu siapa yg mencelakai putrimu..?" tanya sang ratu agak ragu. Beliau takut suaminya akan kecewa dan tambah marah.
*** Sekian update hari ini.. semoga suka dengan ceritaku.. selamat membaca..😉😉
*** Jangan lupa like and coment ya friends..😘😘
*** Makasih banyak yg selalu hadir di karya author ya
*** Love you all..😘😘
__ADS_1