Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Sandiwara


__ADS_3

Plaak


Suara tamparan mendarat di pipi seseorang yg terdengar sangat nyaring


"Aauuhh sakit"


Dayang Aruni dan dayang Utari melenguh secara bersamaan. Karna menyadari rekannya melakukan hal yg sama mereka saling menoleh dan saling pandang dalam kebingungan.


"Apa dia juga tidak percaya dengan kejadian ini dan menganggap ini hanya mimpi sepertiku?" batin mereka berdua.


Putri Hanindya dan putri Yana pun menoleh pada mereka berdua dengan heran.


"Apa yg kalian lakukan??" tanya putri Hanindya.


Ternyata suara tamparan itu berasal dari dayang Aru dan dayang Utari yg menampar pipi mereka sendiri batin putri Yana dan putri Hanindya. Namun mereka tidak tahu jika mereka menampar pipi mereka karna menganggap ini hanyalah mimpi saat mereka benar-benar tidak percaya mendengar perkataan putri Yana barusan yg meminta maaf pada junjungannya itu.


Setahu mereka,putri Yana paling tidak suka di suruh untuk meminta maaf. Karna harga dirinya sangat ia tinggikan meskipun dia berpura-pura baik hati di mata umum sekalipun,dia akan mencari cara agar namanya tetap terhormat dan di pandang baik oleh semua orang.


"Hehehe.. tidak putri.. ada nyamuk tadi yg menggigit kami,,jadi kami memukulnya." jawab mereka bersamaan dengan senyum masam.


"Sakit sekali,,ternyata aku tidak bermimpi.. Pasti ini tidak benar.. Aku bertaruh ular busuk ini hanya berpura-pura meminta maaf saja pada putri Hanindya untuk mengelabuhinya.. Semoga putri tidak termakan omongan ular licik itu" Batin dayang Aru dan dayang Utari.


"Kenapa bisa ada nyamuk yg secara bersamaan mendarat di pipi kalian?? Aneh sekali" sahut putri Hanindya yg heran dengan pernyataan kedua dayangnya tersebut.


"Entahlah putri.. Mungkin karna kami ini sama-sama manis.. He he he.." jawab Aru dengan percaya diri di sertai gurauan.


"Aduh Aruu.. Sejak kapan kau jadi tidak tahu kondisi saat bercanda?? Bagaimana jika putri marah atau mendapat balasan dendam dari putri Yana karna membuatnya kesal" batin dayang Utari takut.

__ADS_1


Sedang dayang Aru memang sengaja mengatakan itu untuk membuat putri Yana kesal.


Benar saja,muka putri Yana semakin suram saja dalam menahan amarahnya. Dia bergumam-gumam dalam hati mengumpat karna sangat kesal sebab dari ulah dua dayang pengikut putri Hanindya tersebut yg mengulur-ulur waktu.


"Dasar dayang kurang ajar. Berani sekali.. Apa kalian ini tidak menganggapku ada?? Ingin sekali aku robek-robek mulut kalian yg bau itu. Awas saja,,perlakuan kalian ini akan aku balas di kemudian hari,tunggulah saja dayang-dayang bodoh sekaligus tuan putri bodoh.."


Putri Yana merasa terabaikan dan tidak di anggap di tempat itu. Namun dia tetap diam menunggu gilirannya demi misinya dan perintah raja yg tidak mungkin dia bantah itu agar raja meringankan hukumannya.


"Hmm.. baiklah terserah kalian saja.. Sekarang aku ingin berbicara dulu dengan putri Yana" jawab putri Hanindya dengan malas pada kedua dayangnya itu,sambil menoleh lagi ke arah putri Yana.


"Jadi.. apa kau akan memaafkanku putri Hanindya??" tanya putri Yana dengan memelas.


"Sial.. Kenapa aku harus meminta maaf padanya seperti ini?? Rasanya ingin muntah di muka boohnya itu saja agar dia akan menyesal karna telah membuatku malu seperti ini. Tapi tidak ada cara lain. Aku harus membujuknya agar dia mau mengatakan pada paman raja untuk mencabut hukumanku" batin putri Yana.


"Apa kau serius dengan pernyataan maafmu tuan putri Yana??" tanya putri Hanindya dengan nada sedikit mengejek.


"Hmmm.. Aku rasa dia sedikit bodoh,,semoga dia percaya dengan perkataanku fufufu"


Putri Yana optimis bahwa putri Hanindya akan mendengar perkataannya dan mengatakan hal baik tentang dirinya pada yang mulia Raja.


"Hmmm.. Jadi karna itu dia mau meminta maaf padaku?? Apa dia menganggapku seperti orang bodoh yg begitu saja luluh dengan pernyataan maaf dari seseorang yg telah mencelakaiku dengan liciknya. Apa dia tidak sadar jika dia hampir saja merusak masa depanku??" Batin putri Hanindya.


Putri Yana tidak tahu bahwa putri Hanindya tidak pernah mempercayainya sedikitpun. Dia bukan orang yg mudah di tindas dan di kelabuhi oleh seseorang.


"Putri,, aku mohon jangan percaya padanya,,aku yakin dia tidak benar-benar akan mengatakan itu. Yg ada pada hati dan fikirannya hanyalah kebencian,dendam dan akal licik saja. Aku harap tuan putri tidak termakan omongannya"


Dayang Utari sangat khawatir jika putri Hanindya akan mmepercayai putri Yana dan terjebak lagi dengan kelicikannya itu.

__ADS_1


Namun berbeda dengan dayang Aru. Dia nampak santai tanpa menghawatirkan apapun tentang junjungannya. Dia tahu bahwa junjungannya akan berfikir dengan logika dan hatinya dan dapat memilih dan menentukan apa yg terbaik dan paling tepat dengan apa yg harus ia lakukan atau ia perbuat pada putri Yana yg licik itu.


"Hmmm.. Putri Yana.. Sesungguhnya aku tau kau tidak benar-benar bersedia meminta maaf padaku. Jadi,,aku akan memaafkanmu jika kau memang benar-benar bisa berubah"


"Namun,jika kau sama sekali tidak bisa merubah sikapmu,maka aku juga tidak akan mungkin memaafkanmu,jangan kau fikir aku ini bodoh putri Yana, aku tahu jika kau hanya berpura-pura baik sekarang.." jawab putri Hanindya santai.


"Fyuuuh,, syukurlah,, putri Hanindya tidak selugu yg aku fikirkan. Aku telah berfikir buruk tentangnya" batin dayang Utari.


Sedangkan ini yg di dalam benak dayang Aru.


"Seperti yg ku harapkan.." Batin dayang Aru dengan seringai puas.


Dayang Aru dan dayang Utari akhirnya tersenyum puas dengan jawaban putri Hanindya itu.


"Nikmatilah hukuman beratmu putri ular busuk" batin keduanya.


"Apa yg kau katakan putri Hanindya..? Aku benar-benar menyesal dan meminta maaf setulus hati,,tapi kenapa kau malah menuduhku yg tidak-tidak?? hiks hiks hiks.. Aku benar-benar tidak sengaja telah melakukan hal itu padamu.. Aku sudah menyesal dan mengakui kesalahanku"


"Hah.. mulai lagi dia" Batin dayang Aru dan dayang Utari.


Putri Yana pun menangis pura-pura menjadi orang lemah yg tertindas. Dia kembali menjalani peran sebelumnya dan memakai topengnya lagi sebagai putri yg lemah lembut dan baik hati.


"Ada apa dinda??" tanya pangeran Candra yg tiba-tiba datang dari luar dan masuk ke ruangan Putri Hanindya.


Putri Yana yg mendengar kedatangan pangeran Candra pun segera menghambur padanya dan mencari perhatian sang pangeran tersebut.


Dia berharap pangeran akan luluh dengan air matanya dan memarahi putri Hanindya karna salah faham.

__ADS_1


__ADS_2