
"Diam kau Yana..!! Jangan berbicara lagi.. Ingat ini,, Dia benar-benar adalah seorang putri dan dia adalah keponakanku sendiri yg sangat aku sayangi,aku tahu kepribadian dia,aku tahu orang tuanya dan aku tahu bahwa dia adalah gadis yg tepat untuk putraku Candra..!!! Jangan mengajari aku.. kau tidak pantas untuk itu..!!!" teriak yang mulia raja karna geram dengan perkataan putri Yana yg selalu menghina keponakannya sedari tadi.
"Apaaa..???" Putri Yana tersentak hingga membuatnya membuka mata lebar-lebar, dalam benaknya bertanya-tanya apa benar yg di katakan oleh yang mulia Raja barusan. Setelah mendengar perkataan sang raja nyalinya jadi menciut. Dia tidak habis fikir jika gadis itu adalah keponakan sang raja sendiri.
"Sial..!! Ternyata dia keponakan paman Raja,pantas saja paman sangat tidak suka aku menjelek-jelekannya"
"Tapi tunggu dulu.. Siapa orang tuanya..? setahuku paman tidak memiliki seorangpun adik atau kakak bahkan bibi ratu juga aku tidak mengetahuinya,, Pasti ada rahasia di balik ini semua,,aku harus mencari tahu kebenarannya!! Siapa tahu ini akan mempermudah langkahku selanjutnya untuk mendapatkan tahta Ratu fufufu,,kau memang hebat Yana**"
Putri Yana terdiam beberapa saat karna kaget setelah mendengar penjelasan sang raja. Dia berfikir keras dari perkataan yang mulia Raja itu. Namun tiba-tiba dia menyeringai puas saat memiliki cara baru dalam menjalankan kelicikannya lagi untuk merebut tahta.
"Sungguh sial.. gara-gara terdesak oleh emosi, aku membeberkan rahasia ini pada orang yg kurang tepat. Semoga saja Yana tidak merencanakan hal yg tidak di inginkan jika dia mengetahui hal yg sebenarnya"
Sementara itu sang raja yg keceplosan karna sudah muak dengan hinaan putri Yana pada keponakannya itu sangat menyayangkannya.
Entah kelicikan apa lagi yg akan dilakukan oleh putri Yana setelah mengetahui fakta tersebut.
Putri Yana memilih untuk diam membisu setelah sang Raja mengatakan hal itu. Dia hanya menunggu apa yg akan sang Raja katakan padanya. Dan dia berharap dapat terbebas dari masalah ini dan akhirnya bisa menjalankan rencana selanjutny.
"Apa kau masih ingin mengatakan gadis pilihan putraku Candra adalah gadis antah brantah dan tidak tahu malu sekarang..??" Tanya yang mulia Raja kemudian.
"Tidak paman.. Aku mengaku salah. Aku salah tidak menyelidikinya dahulu sebelum berkata. Dan aku salah telah lancang berbicara omong kosong pada paman Raja,, Aku harap paman mau memaafkan aku.." jawab putri Yana menunduk takut-takut.
Karna tidak dapat di pungkiri dia tidak mungkin melawan yang mulia Raja begitu saja,meskipun ilmu putri Yana tidak dapat di bandingkan dengan orang lainnya. Kekuatannya masih jauh di bawah Raja ataupun pangeran Candra sekalipun.
__ADS_1
"Kau harusnya meminta maaf pada putriku Hanindya,bukan padaku. Jika dia bisa memaafkanmu, hukumanmu akan berkurang..!!" Tegas sang Raja penuh penekanan.
"T-tapi paman.." protes putri Yana agak kesal dengan perintah sang Raja itu.
"Itu terserah kamu..!! Jika tidak ingin meminta maaf terima hukumanmu dan jangan harap ada keringanan apapun lagi" tegas Raja lagi.
"Huuffftt menyebalkan sekali,,kenapa aku harus minta maaf dengan gadis tidak tahu malu itu??? Dimana harga diriku??"
"Tapi jika aku tidak meminta maaf padanya hukumanku akan sangat berat"
Putri Yana berfikir sangat lama. Dia menimbang-nimbang keputusan mana yg menguntungkan untuk dirinya sendiri nantinya.
"Ya,,aku akan melakukannya,, dan setelah aku mendapatkan kesempatan,aku akan membalas penghinaannya kali ini,dan tidak akan ada yg boleh lari dari pembalasanku nanti"
"Baiklah paman..Aku akan meminta maaf pada putri Hanindya atas kesalahanku sebelumnya" ucap putri Yana sambil menunduk.
"Bagus.. Tapi ingat..!!
Kau akan tetap mendapatkan hukumanmu setelah itu.. Karna ulahmu sudah sangat keterlaluan dan hampir merusak masa depan seseorang. Bahkan itu sebenarnya tidak akan pernah bisa di maafkan oleh siapapun juga termasuk Hanindya"
"Hisshh kalau bukan karena tepaksa,aku tidak akan mungkin mau merendahkan diriku pada gadis ingusan itu" Batin putri Yana yg tersungut-sungut dengan kesalnya.
"Lakukan dengan tulus..!! Aku tidak ingin sahabatku terus-terusan menahan malu karna ulah licikmu itu" tegas raja lagi dengan menahan amarah.
__ADS_1
Raja benar-benar di buat marah karna ulah putri Yana tersebut. Dia tidak tega saat melihat sahabatnya,Rendra memohon-mohon maaf sambil menahan malu yg tidak terkira di hadapannya tadi.
Flash back on
Sebelumnya , Rendra atau ayah putri Yana menghadap yang mulia Raja dengan penuh penyesalan dan rasa malu karna ulah putrinya yg tidak tahu diri itu.
"Hormat Hamba yang mulia Raja.." Ucap Rendra dengan wajah kacaunya seraya menyentuh kaki sang Raja.
"Apa yg kau lakukan Rendra..?" Tanya sang Raja kaget saat melihat sahabatnya bersimpuh di kakinya.
Perlahan yang mulia Raja menyentuh pundak sahabatnya itu dan menuntunnya untuk di sampingnya dan mengatakan apa penyebab kegelisahannya itu.
"Kemarilah.. Aku bukan tuhan,, jangan kau lakukan itu lagi padaku di kesempatan selanjutnya.." Ucap Raja.
Namun Rendra tidak bergeming untuk beranjak dari bawah kakinya.
"Yang mulia.. maafkan aku.. aku belum bisa mendidik putriku dengan benar sehingga hampir mencelakai yang mulia putri. Aku sangat menyesal.. Karna aku telah gagal mendidiknya. Ku harap yang mulia dapat menghukumnya sebagaimana mestinya agar dia jera. Aku sangat malu benar-benar malu yang mulia" ucap tuan Rendra hampir menangis karna menahan malunya yg teramat sangat.
Jika bisa dia ingin bersembunyi saja hingga tidak ada satu orang pun yg mengetahui keberadaan dirinya.
"Bangunlah sahabatku..!! Kau tak perlu seperti ini.. ini bukan salahmu juga. Aku tahu kau telah mendidiknya dengan baik. Mungkin itu karna dia belum bisa berfikir dewasa saja dan hanya mementingkan egonya. Jangan hawatir aku akan lakukan yg terbaik padanya.. Bukankah dia juga aku anggap seperti putriku sendiri..?? Aku tidak akan membeda-bedakannya dengan putra putriku lainnya.. jika dia salah maka aku juga akan menghukumnya sesuai hukum yg berlaku.. Namun sebaliknya juga,jika dia butuh pertolongan aku juga akan membantunya sebisaku.. Kau tenangkanlah hatimu Rendra.." ucap raja yg tidak tega melihat sahabat karipnya itu menangis.
Setahu yang mulia raja, selama ini sahabatnya itu tidak pernah menangis karna hal apapun. Dia adalah seorang pria tegar dan keras namun berhati baik. Baru kali ini raja melihat Rendra menangis hanya karna ulah putrinya yg tidak tahu malu itu.
__ADS_1
Namun yang mulia Raja tahu bagaimana perasaan sahabatnya itu sekarang. Beliau memakluminya. Pastinya saahbatnya itu sangat malu dan putus asa. Nama baiknya seakan tercoreng sangat buruk di mata seluruh rakyat di kerajaan itu.