
Pangeran Candra menjelaskan tentang identitas kekasihnya pada ayah dan ibunya,seketika raja,ratu dan putri Hanindya terkejut.
"Apa..??" kata sang raja dan ratu tidak habis fikir.
Raja memang pernah mendengar ramalan itu,tapi raja Arya tidak menyangka jika adik sepupunya akan benar-benar memiliki seorang putri seperti yg di ramalkan.
Setelah mendengar pernyataan pangeran Candra,seketika tubuh putri Hanindya terasa lemas dan gemetar,ia jatuh tak berdaya,tak sanggup menopang tubuhnya,dan air matanya lolos begitu saja,karna mendengar kenyataan pahit itu.
Bruk..
"Dinda.." teriak pangeran Candra hawatir,ia berjongkok seraya merengkuh untuk memeluk gadis itu sangat erat sekali untuk menenangkannya.
"inilah yg sangat aku takutkan,dinda tidak akan sanggup mendengar ini semua,karna memang sangat menyakitkan untukmu..
Bahkan aku dapat merasakan kepedihan di hatimu dinda...!" ujar sang pangeran di telinga putri Hanindya yg terisak-isak pilu.
"J-jadi aku adalah putri yg di buang dan akan di bunuh oleh ayahku sendiri??" kata putri Hanindya sambil menahan tangisnya.
Dadanya begitu sesak,seakan tak mampu bernafas lagi,saat ini itulah yg di rasakan putri Hanindya.
Sedangkan raja dan ratu yg melihat itu semua segera menghampiri gadis itu,mereka sangat prihatin dengan nasip keponakannya yg malang. Jika bisa di ulangi lagi ia memilih tak akan mengatakannya lagi,biarkan menjadi rahasianya seumur hidup. Namun semua sudah terlambat. Mereka hanya bisa mencoba ikut menguatkan keponakannya itu.
"Maaf dinda.. kanda baru mengatakannya padamu,karna kanda tidak sanggup melihatmu seperti ini" kata pangeran Candra lagi sambil mengusap kepala sang putri. Tangis sang putri tidak dapat ia bendung lagi. Ia sangat kecewa mendengar kenyataan yg sebenarnya.
Begitu menyakitkan sekali rasanya. Orang yg selama ini ia cari, ternyata hanya mengincar nyawanya,hanya demi sebuah ramalan yg tidak pasti benar adanya.
"Kenapa kanda..? kenapa harus seperti ini..? hiks hiks" tangis putri Hanindya.
"Tenanglah putriku.. kau tidak sendiri,janganlah bersedih,anggap kami juga orang tuamu.."
"Aku sebenarnya adalah pamanmu,,anggaplah aku sebagai pengganti ayahmu yg biadab itu". kata sang raja ikut menenangkan keponakannya.
"Ia putriku.. janganlah bersedih lagi.." kata ratu Anjani seraya ikut memeluk putri Hanindya.
__ADS_1
"Kau tak benar-benar di tinggalkan sayang.. masih ada banyak orang yg menyayangimu.. jangan bersedih lagi oke.." kata sang ratu lagi tak henti-hentinya menghibur keponakannya itu.
Namun putri Hanindya sudah sangat terpukul hingga tak sanggup mendengar apapun di sekitarnya,hanya dekapan pangeran Candra yg membuatnya sedikit tenang,ia masih menangis dan terus menangis di pelukan pangeran Candra hingga akhirnya ia tidak sadarkan diri.
Pangeran Candra menjadi panik karna tangis putri Hanindya sudah tak terdengar.
"Ayahanda,ibunda.. sepertinya dinda Hanindya pingsan." ujar pangeran Candra dengan raut paniknya.
"Bawa dia ke dalam untuk beristirahat,pasti dia lelah sekali,telah menempuh perjalanan jauh,aku tau kalian berjalan kaki hingga sampai di istana,, dan ketika sampai malah mendengar hal yg sangat menyakitkan hatinya seperti ini,maaf putraku..." kata sang raja menyayangkan hal itu.
"Ya ayahanda tak apa,meskipun ayahanda tidak mengatakannya,suatu hari dia juga akan mengetahuinya entah dengan cara apa. Mungkin lebih baik ia tau sekarang saja.." jawab pangeran tak mempermasalahkan hal itu.
"Baiklah.. tenangkan dan jaga dia putraku..!" imbuh sang ratu.
"Baiklah ibunda,ayahanda.. kami mohon undur diri" ujar pangeran Candra seraya berpamitan pada orang tuanya.
Kemudian pangeran Candra mengangkat putri Hanindya yg sedang pingsan ke dalam sebuah ruangan.
Dan ia letakkan tubuh kekasihnya yg lemah itu di atas sebuah ranjang. Dan ia duduk di tepi ranjang itu untuk menemaninya.
"Maaf dinda.. bukan maksudku menyembunyikan itu semua darimu,aku sangat hawatir jika kau akan terpukul dengan kenyataan ini,dan ternyata apa yg aku hawatirkan benar-benar terjadi.. kumohon sadarlah..! jangan membuatku takut" kata pangeran Candra lirih.
"Putraku ternyata benar-benar sangat mencintai kekasihnya itu,untung saja kanda tidak langsung menikahkan Candra dengan Yana waktu itu. Mungkin hanya bencana yg akan terjadi di kerajaan ini jika semua itu terjadi.."
"Ibunda harap kalian akan bahagia nantinya"
Ternyata ratu Anjani memperhatikan putranya di balik pintu ruangan itu sedari tadi. Karna ia tak melihat putranya keluar dari ruangan itu dari kemarin maka dia memutuskan untuk melihatnya.
"Bagaimana ananda? apa putri Hanindya masih belum sadar? tanya sang ratu yg tiba-tiba sudah berada di dekat putranya.
"Belum bunda.. Dia masih belum siuman". kata pangeran Candra lesu.
"Baiklah.. biarkan bunda yg menjaganya,kau istirahatlah sekarang" kata sang ratu hawatir dengan putranya karna menunggu kekasihnya sangat lama.
__ADS_1
"Tidak ibunda.. aku akan tetap di sini bersamanya. Mungkin dia sebentar lagi akan segera sadar" kata pangeran Candra menolak tawaran sang ibu.
"Baiklah.. terserah olehmu saja.. ibunda akan keluar dulu.." kata sang ibu pasrah dengan ke'inginan putranya.
"Ibunda.." panggil pangeran Candra.
"Ada apa putraku..?" jawab sang ratu lembut seraya membalikkan tubuhnya.
"Aku mohon jaga rahasia ini baik-baik.. jangan sampai ada yg mengetahuinya,aku mohon.." kata pangeran Candra memohon pada sang ibu.
"Ibunda tau itu sayang.. Jangan hawatir.. ayahanda dan ibunda akan menyimpan ini semua dengan rapat" jawab ibunda ratu dengan senyum tulusnya, seraya pergi meninggalkan putranya.
Setelah beberapa waktu putri Hanindya menggerakkan tangannya,ia sadar dari pingsannya.
"Dinda.. kau sudah sadar sekarang.. Syukurlah kau baik-baik saja.." kata pangeran Candra sambil mencium tangan putri Hanindya dengan senangnya.
"Kanda.. apa aku masih ada di istana..?"tanya putri Hanindya sesaat setelah pandangannya melihat sekitar.
"Iya dinda.. kau tidak sadarkan diri setelah menangis sangat lama" kata pangeran Candra menjelaskan.
"Berapa lama aku tidak sadarkan diri?? pasti nenek sangat hawatir" Kata putri Hanindya lemah.
"Sudah sehari semalam dinda.. bahkan ini sudah hampir malam lagi.. Jangan hawatir.. aku telah mengirim seseorang untuk menjaganya,dan mengatakan kau baik-baik saja di sini. Bagaimana apa yg kamu rasakan??" Kata pangeran Candra. Yg ternyata telah memikirkan kemungkinan apa yg akan di hawatirkan kekasihnya itu.
"Terima kasih kanda.. Aku baik-baik saja,hanya saja kepalaku sangat berat sekali.." jawab putri Hanindya seraya berusaha untuk duduk.
"Pelan-pelan dinda" kata pangeran Candra sambil membantu sang kekasih untuk bangun.
**Bersambung dulu ya..
** Semangat untuk hari ini...
** Jangan lupa like and coment ya temen-temen..
__ADS_1
** Makasih yg udah setia menunggu ceritaku meskipun kadang kurang atau bahkan tidak menarik iniππ