
Setelah raja Arya dan ratu Anjani membahas tentang rencana perjodohan putra sulung mereka atau pangeran Candra,, selang dua hari raja memanggil putranya itu untuk menghadap di malam harinya.
Setelah pangeran mendengar ayahnya memanggilnya untuk menghadap padanya pangeran Candra segera bergegas menemu ayahandanya itu.
"Hormat ananda ayahanda,ibunda.." kata pangeran Candra seraya memberi hormat pada raja dan ratu.
"Kemarilah putraku.."
Titah raja pada pangeran Candra yg kemudian pangeran Candra menuruti kata sang ayah untuk duduk dekat dengannya pada tempat duduk yg telah disediakan,di samping kanan sang ayah sedangkan sisi kiri raja adalah sang ratu dan Putri Andini.
Ternyata sang raja juga mengundang putri Yana disana yg duduk agak jauh dari singgasana raja dan beberapa orang lain yg merupakan kerabat intibdi kerajaan.
Putri Yana terlihat sangat gembira dan bersemangat karna sebentar lagi ia akan menjadi calon ratu di kerajaan itu pikirnya.
Setelah pangeran Candra duduk di dekat ayahnya,ia pun segera bertanya apa maksut dari sang ayah sehingga memanggilnya untuk menemuinya.
"Ada hal apa ayah memanggilku dan mengumpulkan para tetua dan kerabat disini?" kata pangeran Candra penuh hormat.
"Aku rasa Ibumu sudah mengatakannya padamu putraku,, Ayahanda ingin kau segera menikah.. kerajaan butuh penerus selanjutnya agar ayah bisa tenang melepaskan tahta padamu nantinya.. melihat kau jarang bersama dengan seorang wanita apalagi mengenalkannya pada ayahanda dan ibundamu,ayah menjadi hawatir.."
Kata sang raja agak sedikit terjeda.. ia menghela nafas beratnya. Dan pangeran Candra masih diam membisu sambil mendengar pembicaraan sang ayah padanya.
"Sebelum itu ayah ingin bertanya padamu,, apa kau sudah memiliki kekasih atau orang yg kau cintai saat ini?" tanya sang raja harap-harap cemas.
Dia tidak mungkin juga jika harus memaksakan kehendaknya untuk menikah dengan seseorang yg tidak di cintai oleh putranya itu. Dia pasti akan kena marah sang istri nantinya,karna ratu Anjani tidak menyetujui jodoh yg ia siapkan pada putranya yaitu Putri Yana.
Sedangkan di kerajaan ular putih mereka sangat menjunjung tinggi cinta dan ketulusan tanpa paksaan. Sedang mereka juga disaksikan beberapa kerabat sekarang ini.
Setelah lama memantapkan hatinya ahirnya pangeran Candra menjawab pertanyaan sang Ayah.
__ADS_1
Putri Yana sangat menanti jawaban dari pangeran Candra,setahunya pangeran Candra tidak dekat dengan seorang gadis manapun sehingga ia yakin pasti akan menerima perjodohan yg di atur oleh sang raja.
Dan beberapa kerabat lainnya juga menantikan jawaban dari calon raja mereka.
"Mohon ampun ayahanda.. Ananda telah memilih seorang gadis dan telah menjalin kedekatan dengannya beberapa waktu lalu.. mohon ayahanda merestui hubungan kami nantinya.. ananda akan menbawa gadis itu untuk menemui ayahanda secepatnya"
jeng jeng...
Pangeran Candra menjawabnya dengan tegas tanpa keraguan,membuat putri Yana menjadi geram dengan jawaban itu. Ia menjadi sangat marah saat mendengar semuanya,rasanya darah putri Yana seakan mendidih karna amarah itu.
"Sial.. kenapa pangeran Candra sudah memiliki kekasih? siapa dia..? setahuku dia tidak pernah dekat dengan wanita manapun selain adiknya yg manja si Andini bo*oh itu,,awas kau Candra.. aku akan menyingkirkan gadis pujaan hatimu itu.. karna posisi ratu hanya akan menjadi milikku dan aku akan menguasai seluruh kerajaan di muka bumi ini dengan kekuatan mustika mutiara ular putih itu hahaha..".
Batin putri Yana dengan geramnya dan perlahan ia tersenyum sinis dengan apa yg ia rencanakan dalam benaknya.
Berbeda dengan putri Andini dalam batinnya ia sangat penasaran dengan kekasih kakaknya itu.
"Ternyata kanda Candra memiliki seorang kekasih.. kukira dia tidak akan pernah memilikinya fufufu.. kanda ternyata sudah dewasa" batin sang adik terkekeh-kekeh dalam hati karna tidak mungkin ia tertawa lepas.. pasti akan di hukum ayahnya bila ia melakukannya di depan banyak orang. Dia akan di katai putri yg tidak tau sopan santun nantinya.
Sang ratu sengaja tidak memberi tahu pada raja bahwa putranya telah memilih seorang gadis,agar raja berfikir bahwa putranya belum memiliki gadis yg ia cintai sehingga ia akan mengundang putri Yana untuk membahas soal perjodohan itu. Sang Ratu sangat menantikan pertunjukan ini sebelumnya.
Para kerabat lainnya hanya manggut-manggut dengan pernyataan pangeran Candra.. mereka memilih untuk diam karna ini adalah masalah pribadi pangeran Candra dalam memilih pasangan. Mereka faham bahwa tidak bisa memaksakan perasaan karna akan berakibat buruk pada ahirnya. sehingga ia hanya menyetujui apapun keputusan pangeran Candra dan menasehatinya jika tidak baik.
Untungnya raja tidak mengatakan perjodohan ini pada sahabatnya Rendra,ayah dari putri Yana, karna ia masih mempertimbangkan keputusan putranya itu. Sehingga Putri Yana tidak bisa mengatakan apapun ataupun protes walaupun ia tau bahwa raja ingin menjodohkan putranya pada dirinya. Karna raja belum mengatakan apapun juga pada putri Yana tentang perjodohan itu,raja hanya mengundangnya untuk makan malam bersama,karna raja juga sangat akrap dengan Putri Yana karna sifat putri Yana yg lembut dan baik hati yg ia jadikan topeng selma ini.
Setelah raja mendengar pernyataan putranya ia lega sekaligus penasaran.. putri dari manakah yg menarik hati putranya yg selalu dingin pada wanita tersebut..
"Baiklah putraku.. aku akan menunggu kedatangannya.. Semoga keputusanmu memang tepat.. Jangan mengecewakan ayah nak" kata sang raja penuh wibawa.
Setelah mereka selesai membahas soal perjodohan pangeran Candra, mereka makan bersama dengan kitmat.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Di kediaman Dewi,
Nampak seorang gadis tengah termenung di dekat jendela kamarnya.. ia sangat bingung dengan keadaannya sekarang yg ternyata adalah bagian dari bangsa ular..
"Bagaimana aku berkata pada nenek.. aku belum siap untuk mengatakannya padanya... tapi cepat atau lambat aku juga akan ketahuan karna belum cukup mampu mengendalikan kekuatanku.. aku takut tanpa sengaja melukai nenek.. bagaimana ini". Lamun Dewi yg sedang bingung-bingungnya.
"Nak.. kau sedang apa?? sedari tadi nenek perhatikan hanya melamun saja.. ada masalah apa nak? coba kau ceritakan pada nenek.. siapa tau nenek bisa membantumu". tanya nenek Galuh yg sedari tadi mengamati cucunya yg terlihat murung.
"Hah.. nenek.." sejak kapan nenek ada di belakangku..?"
Dewi ahirnya terkejut yg tidak tau kalau neneknya tak jauh darinya dan tiba-tiba bersuara saja.
"Astaga naak.. nenek sudah agak lama disini memperhatikanmu ternyata kamu tidak mengetahui keberadaan nenek?" nenek Galuh keheranan.
"Sebenarnya apa yg di pikirkan cucuku ini,,hingga tak mengetahui keberadaanku" batin nenek Galuh.
"Hehehe nenek maaf Dewi benar-benar tidak tau jadi terkejut deh.." kekehnya canggung.
* temen-temen mohon tips dan sarannya ya..
__ADS_1
** jika kurang menarik boleh kasih saran..
*** makasih dah mampir di ceritaku๐๐๐