Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Perubahan sikap


__ADS_3

Pangeran Wiraka yg terjatuh karna Dewi pun segera bangkit. Ia merasa sakit dihatinya.. Ternyata adik kesayangannya telah membencinya karna perlakuannya waktu itu yg gegabah.


"Maaf dinda.. ini memang salahku yg hampir menyakitimu,dan perlakuan kasarku sebelumnya aku pantas mendapatkannya.. Tapi aku harap kau jangan membenciku".


"Dinda.. Kenpa kau izinkan dia membuka segel kekuatanmu..? Dengarkan aku... usiamu belum genap 17 tahun, kekuatanmu akan tidak stabil. Lihat kau hampir mencelakai ka..ah em aku" katanya terputus-putus,ia hampir mengatakan "kakakmu sendiri", pada adiknya itu, karna ia ingat rahasianya dengan sang ibu,dia tidak jadi mengatakannya karna takut rahasia ini akan terbongkar pada ayahnya dan akan kehilangan adik perempuannya.


"Hampir saja aku membongkar identitasnya"


Dewi menjadi sebal dan merasa dipermainkan dengan perlakuan pangeran Wiraka yg tiba-tiba baik padahal tadinya kasar sekali pada dirinya.


"Lalu kenapa..? apa urusannya denganmu?,dan kenapa kau tau tentang segel kekuatanku dan usiaku? siapa yg memberitahumu?" kata Dewi yg marah karna pangeran Wiraka sok tau padanya.


"Aku..emmm lupakan.. yg pasti kau harus bisa mengontrol kekuatanmu kalau tidak kau akan di kuasai kekuatan itu dan tak terkendali" kata pangeran Wiraka yg bingung harus mengatakan maksutnya,tapi dia khawatir kekuatan adiknya tidak bisa di kendalikan saat ia marah,dan dia juga tidak mungkin membongkar identitas adiknya,apalagi di depan pangeran Candra yg sangat ia benci.


"Apa sebenarnya rencanamu kenapa tiba-tiba kau peduli padaku? bukankah kau sebelumnya membenciku?" tanya Dewi penuh selidik.


Pangeran Candra hanya diam saja dengan perdebatan keduanya, karna dia juga penasaran dengan perubahan sikap pangeran Wiraka pada gadis kecilnya itu.


"Tidak ada rencana apapun..aku hanya... emm Hanya saja ada suatu hal yg tidak boleh aku sampaikan pada siapapun.. dan aku tidak membencimu.. maaf.. atas perlakuan kasarku sebelumnya.. Jangan membenciku" jawab pangeran Wiraka yg membuat keduanya menjadi semakin penasaran.


Walaupun ia berkata halus di depan adiknya di hati pangeran Wiraka sangat geram melihat adik kesayangannya dekat dengan orang yg di benci olehnya.


"Awas kau Candra.. kali ini aku lepaskan kau karna telah melindungi adikku dan aku juga tidak mungkin membawa dinda Hanindya kembali ke istana,jalan satu-satunya aku harus merelakanmu sementara waktu untuk menjaganya.. jika aku tau kau macam-macam pada adikku,, kau akan merasakan akibatnya".


Kira-kira Itu yg di katakan dalam hati pangeran Wiraka pada pangeran Candra.


Setelah ia pikir-pikir karna ia. Ia memutuskan untuk pergi karna melihat adiknya baik-baik saja. dan kekuatannya terkendali untuk saat ini.


"Baiklah.. aku akan pergi sekarang.. Kau harus berhati-hati.. ada seseorang yg mengincar nyawamu,dan kamu (sambil menatap pangeran Candra dengan tajam).....Dengarkan aku Candra.. kali ini kau boleh bersamanya, tapi suatu hari nanti aku akan mengambilnya darimu" kata pangeran Wiraka penuh penekanan seraya meninggalkan mereka ber dua, setelah ia berkata demikian kemudian menghilang dalam sekejap mata.


Pangeran Candra dan Putri Hanindya Dewi yg melihat kepergian pangeran Wiraka saling memandang satu sama lain karna saking herannya.

__ADS_1


"Ada apa dengan orang itu?" tanya Dewi yg penasaran sambil mengalihkan pandangannya dari pangeran Candra karna agak sedikit gugup.


"Entahlah.. apa dinda pernah bertemu dengannya setelah waktu itu?" tanya pangeran Candra penuh selidik karna cemburu.


"Tidak pernah.. dan ini pertemuan ke duaku dengan orang aneh itu". kata Dewi lagi.


"Kejamnya kamu dinda.. mengataiku orang aneh". batin pangeran Wiraka di tempat lain.


"Mencurigakan.. sepertinya Wiraka tau sesuatu tentang dirimu atau identitasmu yg sebenarnya,baru kali ini aku melihat dia lembut dengan seseorang.. atau mungkin dia menyukaimu? Dan dia juga mengatakan ada yg mengincar nyawamu,,,seperti ada suatu hal yg ia sembunyikan dengan sikapnya barusan,,dan sepertinya dia juga serius dengan perkataannya" kata pangeran Candra.


"Jangan bercanda ..! Mana ada hal seperti itu bukankah dia membenciku dan mengataiku sangat buruk kemarin.. ". kata Dewi yg cuma terfokus dengan kata-kata pangeran Candra bahwa pangeran Wiraka menyukainya.


"Tapi-tapi mungkin dia benar-benar tau sesuatu tentangku..". kata gadis itu tiba-tiba.


"Sudahlah.. jangan memikirkannya lagi.. yg terpenting jaga dirimu baik-baik,dan sepertinya dinda harus berlatih mengendalikan kekuatanmu seperti kata Wiraka tadi,kata-katanya juga masih sedikit masuk akal,kekuatanmu tak terkendali mungkin kau bisa melukai seseoran tanpa sengaja jika tak di kendalikan dengan baik".


"Ya tadi aku tak sengaja mengeluarkan kekuatanku". kata Dewi membenarkan kata pangeran Candra.


"Apa maksudnya itu? aku jarang bersama orang lain juga" jawab Dewi santai.


"Aku tidak suka kau bersama pria lain.." kata pangeran Candra pelan.


"Hah.. apa..?" tanya Dewi terbelalak.


"Tidak ada.. Lupakanlah.."


"Apa tadi katanya? hmmmm.."


Setelah berdiam-diaman beberapa waktu akhirnya Dewi mengingat sesuatu.


"Kanda terima kasih sudah merawatku sejak aku pingsan.." dengan kepala menunduk dan pipinya memerah.

__ADS_1


Dewi sangat malu jika mengingat dia waktu pingsan.. pasti dia sangat merepotkan sekali tadi.


"Ya.. jangan sungkan.. Kalau bukan karna aku sembarangan membuka segel kekuatanmu mungkin kau tak akan mengalaminya". jawab pangeran Candra.


.


.


.


.


.


Di istana ular putih..


"Dinda.. apa kau tau ahir-ahir ini kemana putramu itu...? Sepertinya kanda jarang melihatnya.." Tanya raja Arya pada Ratu Anjani.


"Entahlah kanda.. dia memang sering keluar istana untuk bertapa.. dia sekarang memiliki dunianya sendiri.. sedang Andini.. ntahlah dia mungkin bersama teman-temannya.." jawab sang ratu.


"Ternyata istana ini sepi sekali tanpa canda tawa Andini dan Candra kecil.. mereka sudah sangat besar sekarang.. Kapan kita menimang cucu dan mendengar tawa anak kecil lagi..hmmm..?" keluh raja.


"Kanda.. bukankah kemarin memarahi mereka karna bercanda dalam istana.. kenapa sekarang malah merindukan masa itu?? huh.." kesal ratu Anjani sedikit tidak terima putra putrinya di hukum.


"Dinda.. mereka sudah tidak pantas berlarian kejar-kejaran seperti anak kecil seperti itu kan??" kata raja.


"Bagaimana jikalau kita jodohkan Candra dengan putri di kerajaan kita?" sambung raja.


"Tidak bisa kanda.. aku tidak mau putraku bersama orang yg tidak ia cintai.. dinda tidak ingin Candra tidak bahagia dengan pernikahannya nanti.. biarkan dia mencari jodohnya sendiri". ratu Anjani menjadi marah dengan perkataan suaminya karna ia akan menjodohkan putranya. Karna putranya sangat penurut dia takut walaupun ia tidak menyukainya akan tetap menerimanya.


"hmmm... baiklah-baiklah dinda... tapi kau harus membujuknya untuk segera menikah.. status itu tak penting.. yg terpenting ia berbudi luhur dan benar-benar gadis yg baik". kata sang raja menyetujui kemauan ratu dengan syarat.

__ADS_1


"Ya.. aku akan membujuknya segera asalkan kanda tidak menjodohkannya saja". jawab ratu Anjani..


__ADS_2