
Dalam kebingungannya,dayang Utari yg mondar mandir di kagetkan oleh suara teguran seseorang di belakangnya.
"Apa yg sedang kau lakukan dayang Utari..???" Tanya pangeran Candra yg lewat di tempat itu dan hendak ke ruangan putri Hanindya.
"Hah.. Pangeran.. Kebetulan sekali..! Tolong selamatkan tuan putri.. Dia dalam bahaya sekarang..! Ayo cepat..!" kata dayang Utari panik, hingga tidak sadar ia menarik tangan pangeran Candra tanpa mendengar keluhan apa yg di katakan oleh pangeran Candra.
"Tuan putri siapa..? Kenapa kau menarikku..!!" kata pangeran agak kesal.
"Ah.. maaf pangeran..!" kata dayang Utari yg tersadar dan merasa telah lancang menarik pangeran Candra dengan tidak sopan. Kemudian dayang Utari melepaskannya dengan perasaannya yg sangat takut.
"Ini sangat genting pangeran.. tuan putri Hanindya dalam masalah.. Kita harus menolongnya sekarang juga..!!" Dayang utari menjelaskan apa sebab dari kegugupannya itu masih dalam keadaan berlari.
"Apa.. dinda Hanindya..? Baiklah...aku akan melihatnya" kata pangeran Candra ikut gugup dan segera menuju ruangan putri Hanindya dengan berlari.
Sebenarnya dari tadi pangeran Candra merasa tidak tenang dan terus terfikirkan kekasihnya,putri Hanindya.
Dan beliau juga ingin ke ruangan kekasihnya itu tadinya. Karna pangeran Candra juga sangat hawatir dengan keadaan kekasihnya dia tanpa banyak bicara mengikuti dayang Utari meski agak bingung dengan apa yg di maksud si dayang itu.
"Cepatlah pangeran..!! Sudah tidak ada waktu lagi...!!" kata dayang Utari gugup.
"......"
Pangeran Candra tidak menjawabnya dan langsung berlari menuju ruangan putri Hanindya.
"Ada apa pangeran..?? dayang Utari..???" Prajurit yg bingung dengan hal itu bertanya pada mereka berdua.
Pangeran Candra diam saja dan ia berusaha secepat mungkin berlari ke ruangan sang putri karna sangat hawatir.
Dan dayang Utari yg tidak ingin membuang waktu lagi untuk menanggapinya,,dia menarik prajurit yg menghadangnya dan pangeran Candra untuk mengikuti mereka berdua ke ruangan putri Hanindya.
Syut..
Dan akhirnya salah satu prajurit di seret oleh dayang Utari hingga yg lainnya ikut mengikutinya.
"Ehh.." gumam heran prajurit yg di tarik oleh dayang Utari itu.
Beberapa prajurit itu pun mengikuti pangeran Candra dan dayang Utari. Para prajurit itu berlarian dengan ekspresi bodoh karna tidak tahu apa-apa dan hanya ikut-ikutan saja.
__ADS_1
"Sebenarnya ada apa ini..?" Batin para prajurit saling pandang memandang sambil berlarian.
Merekapun segera sampai di ruangan putri Hanindya dengan nafas naik turun mereka, alias ngos-ngosan.
"Apa yg di lakukan putri Yana di depan pintu dinda Nindy..?" batin pangeran Candra curiga.
Pangeran Candra yg melihat putri Yana sedang berada di depan pintu ruangan putri Hanindya menjadi curiga. Entah apa yg di lakukan putri Yana di sana mengendap-endap.
Putri Yana yg sedang berada di depan pintu putri Hanindya pun kaget dan membalikkan tubuhnya setelah mendengar langkah kaki banyak orang di belakangnya.
"Gawat.. kenapa pangeran Candra menuju kemari.. Tidak bisa.. aku harus sembunyi..!!" Batin putri Yana yg tersentak kaget.
"Hisss kenapa aku sangat bodoh.. Mereka saja sudah melihatku.. Bagaimana ini..?? Apa aku harus pura-pura bodoh dan bersikap biasa saja untuk mengelabuhi pangeran Candra..??"
"Huufft.. Sudahkah bawahanku yg bodoh itu melakukan tugasnya..?!" Batin putri Yana lagi, dia bingung harus bagaimana karna ia ketahuan mengendap-endap di ruangan putri Hanindya.
"Emm eh pangeran ada apa..?? Kenapa berlarian kemari..??" tanya putri Yana gugup namun sekejap dia mampu mengendalikan kegugupannya. Dan memasang muka senatural mungkin.
"Pangeran.. putri Hanindya telah di jebak dan akan di lecehkan bawahan putri Yana.. Cepatlah.. jangan hiraukan dia..!!" teriak dayang Utari geram dalam kepanikan, sampai-sampai dia tidak peduli dengan rasa takutnya pada putri Yana.
"Pangeran.. apa maksud dari perkatakan dayang Utari itu..? Aku tidak.. Aku hanya..." belum sempat putri Yana menyanggah dengan perkataannya yg sedikit gugup itu, pangeran Candra telah membentaknya.
Putri Yana terkaget-kaget dan ketakutan. Se umur hidupnya tidak ada satupun orang yg berani membentaknya sekalipun itu ayahnya sendiri.
"Sialan kamu dayang bodoh....!! Berani-beraninya kau mengatakannya pada pangeran Candra.. Menyebalkan sekali.. Merusak rencanaku saja.. Awas kau..!!" Batin putri Yana yg sangat kesal.
"Hahaha.. tapi lihat saja pangeran Candra dan dayang bodohku yg sudah ku buang.. Karna kalian akan menyesal, pasti gadis sialan itu sudah di makan oleh bawahanku sekarang fufufu..!!"
Pangeran Candra tau jika dayang Utari orang yg sangat jujur dan dia juga tahu jika putri Yana adalah wanita yg licik dan mengetahui putri Yana telah menyembunyikan sesuatu yg mencurigakan dari gelagatnya itu.
Maka dari itu tanpa basa-basi pangeran Candra mendobrak pintu di hadapannya. Dia takut kekasihnya benar-benar telah di lecehkan oleh seseorang di dalam.
Bruaaak.. buuummp
"Dinda.."
Pangeran Candra kaget,dia tidak habis fikir orang yg sangat ia cintai hampir di lecehkan oleh seseorang yg menyamar menjari dirinya. Dan menurut kata dayang Utari, itu adalah ulah dari putri Yana.
Dia sangat marah hingga darahnya seakan-akan mendidih. Emosinya sangat meluap-luap hingga dia sangat ingin membunuh pemuda yg menyamar menjadi dirinya itu dan juga putri Yana.
__ADS_1
"Dasar bodoh.. Apa yg kau lakukan dari tadi bawahan sialan...!!!"
Sedangkan putri Yana sangat kesal karna kebodohan Bawahannya yg belum menyelesaikan tugasnya dari tadi. Kemudian dia pergi dengan perasaan kesalnya entah kemana.
Flash back off.
"Mungkin bagimu ini tidak seberapa, dayang Utari. Tapi bagiku ini bagaikan hidup dan mati.."
"Jika sesuatu hal terjadi padaku.. mungkin.. aku tidak akan bisa menerima hidupku lagi.." Kata dayang Utari sendu.
"Ssttt... jangan katakan lagi dinda..! Aku tidak akan membiarkan apapun terjadi padamu dinda.." Kata pangeran Candra yg tidak sanggup mendengar keluhan kekasihnya itu.
"Ya putri.. Tenanglah.. Ada pangeran Candra sekarang.." imbuh dayang Utari ikut menenangkan putri Hanindya.
*****
Sedangkan di tempat Putri Yana,Rendra ayah dari putri Yana murka karna ada laporan yg mengatakan rencana penjebakan putri Yana pada putri Hanindya.
"Ada apa ayahanda memanggilku..? Sangat mencurigakan..! Apa ayah tau jika aku melakukan sesuatu..?"
Lewat beberapa saat waktu berlalu setelah kejadian tadi putri Yana kembali ke kediamannya, karna Ayahnya, tuan Rendra tiba-tiba memanggilnya.
"Kenapa ayah memanggilku ke mari..?" tanga putri Yana heran.
Plaakk
"Akh..!! Kenapa ayah tiba-tiba menamparku?? apa salahku ayah..?" tanya putri Yana menahan tangis.
Selama ini ayahnya tidak pernah memukulnya. Dan baru sekarang ini dya mendapat perlakuan kasar dari sang ayah.
"Yana...!! Kamu jangan pura-pura bodoh..! Ayahanda sangat kecewa padamu sekarang..!" Bentak sang ayah.
** Hai hai.. mf ya baru update hari ini.. Author sangat sibuk hehehe..
** Jangan kecewa ya friend..
** Makasih yg sudah menunggu update dari author ya..
** Love you allππ
__ADS_1
** Jangan lupa like and coment..ππ