Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Menjelang pernikahan


__ADS_3

"Terima kasih yang mulia.. Hamba tidak menyangka jika yang mulia masih mau bersahabat dengan seorang yg tidak berguna seperti diriku ini" ucap Rendra terharu dengan kebaikan yang mulia Raja yg sama sekali tidak menyalahkannya dan selalu mendukungnya.


"Sstt sudahlah.. kita sudah lama berteman dan tumbuh bersama kan..? Kenapa kau masih memanggiku yang mulia raja terus-terusan. Aku lebih suka kau panggilku Arya saja, Rendra.." protes sang Raja sambil merangkul sahabatnya dengan hangat.


"Itu sangat tidak pantas yang mulia.. Pasti akan banyak orang yg mencelaku karna tidak menghormatimu.." jawab Rendra.


"Baiklah.. Tapi jika kita berdua seperti ini jangan kau panggil aku yang mulia lagi oke..!" ucap sang Raja sambil melepaskan rangkulannya dan kembali menepuk pundak sahabatnya itu dengan menyunggingkan senyum tulusnya.


"Baiklah Arya,,terserahmu saja.." Jawab Rendra sambil membalas senyum sahabatnya.


"Nah itu terasa lebih akrab kan..?" ucap sang Raja lagi.


"Ya.. Kau benar Arya.." jawab Rendra gembira.


"Nah sekarang aku ingin bertanya.. Ada apa kau kemari dengan keadaan kacau seperti ini..? Apa hanya karna Yana yg berulah itu..?" Tanya sang Raja.


"Ternyata kau sudah mengetahuinya ya..?"


"Ya aku baru saja mengetahuinya.." jawab raja lagi.


"Hmmm.. Ya dia sangat keterlaluan sekali.. Bahkan aku baru mengetahui sifat aslinya hari ini juga.. Aku tidak menyangka putriku yg biasanya manis,penurut dan baik hati itu ternyata hanya di luarnya saja.. Aku benar-benar kecewa Arya.." ucap Rendra penuh sesal.


"Hmmm.. Aku sendiri juga tidak menyangka Rendra.. Apakah kita kurang memperhatikannya hingga kita sama sekali tidak mengetahui hal itu..? Atau apa kita pernah melakukan kesalahan padanya dan membuatnya kecewa kemudian dia memberontak dengan caranya sendiri..??" ucap Raja yg kebingungan dengan sikap putri angkatnya itu.


"Entahlah Arya.. Aku ingin kau hukum dia seperti seharusnya agar dia jera. Karna apapun yg aku katakan tidak ada yg benar-benar dia dengarkan sama sekali dan dia terus membantahnya bahkan tetap mengotot dengan keinginannya. Aku takut dia akan berbuat yg lebih parah lagi. Aku mohon bantu aku untuk menyadarkannya. Mungkin jika denganmu dia akan lebih menakutimu" ucap Rendra yg ingin sahabatnya berbuat sesuatu untuk membuat putrinya jera.


"Baiklah.. kau jangan khawatir.. aku akan melakukan yg terbaik untuk putra-putriku.." jawab Raja dengan senyum tulus yg merekah di bibirnya.


"Terima kasih Arya.. Mungkin sifatnya ini tumbuh karna dia terlalu ku manjakan selama ini,, Aku harap dia akan dapat kau buat jera setelah ini.." ucap tuan Rendra penuh harap.


"Sudahlah.. mari kita perbaiki kesalahan kita sebelumnya.. Semoga dia akan bisa berubah dan menjadi putri yg baik seperti yg kita harapkan.." ujar sang Raja sambil menepuk pundak sahabatnya lagi untuk memberi dukungan dan semangat.

__ADS_1


"Ya.. kau benar sahabatku.. Aku percayakan semuanya padamu sekarang.." kata tuan Rendra dengan senyum ramah.


"Baiklah.. aku akan memerintahkan seseorang untuk mengatakan padanya bahwa dia harus menghadapku setelah ini.. Aku harap aku dapat mengetahui alasan dia melakukan semua ini.. Kau beristirahatlah.. Sebentar lagi akan ada acara pernikahan putraku Candra.. Pasti akan melelahkan nantinya jika kau tidak beristirahat sekarang juga.." ucap raja dengan tersenyum ramah.


"Baiklah... sekali lagi terima kasih Arya.." ucap Rendra sambil menunduk hormat dan segera undur diri dari hadapan sang Raja.


Tak henti-hentinya tuan Rendra mengatakan terimakasih pada yang mulia Raja. Dia merasa sangat bersyukur memiliki seorang sahabat yg sangat royal dan penuh kasih sayang seperti raja Arya.


Setelah tuan Rendra pergi,yang mulia Raja memerintahkan penjaga untuk menyamapaikan perintahnya pada putri Yana untuk menghadap padanya.


"Prajurit..!!" kata raja dengan suara tegasnya yg penuh wibawa.


"Ya yang mulia.." ucap seorang prajurit yg langsung menghadap sang raja setelah mendengar teriakan rajanya itu.


"Katakan pada putri Yana bahwa aku ingin dia menghadap kemari sekarang juga..!!" perintah raja.


"Baik yang mulia Raja!!" kata prajurit itu dengan patuh. Yang kemudian menunduk hormat lalu undur diri untuk melaksanakan perintah sang Raja.


"Ada apa dengan yang mulia Raja?? tidak biasanya dia memanggil putri Yana dengan wajah sangat seram dan menakutkan seperti itu,,! Atau jangan-jangan isu itu benar adanya" batin prajurit itu penasaran.


Tidak berapa lama pun putri Yana datang menghadap pada yang mulia Raja.


Begitulah kejadiannya sebelum putri Yana menemui yang mulia Raja. Tuan Rendra sudah lebih dulu menemui sang Raja dan memintanya untuk membantu menyadarkan ke egoisan putri tunggalnya tersebut.


Flash back off


Setelah putri Yana sudah tidak dapat lagi mencari alasan agar tidak harus meminta maaf kepada putri Hanindya, akhirnya dia menyerah juga.


Dengan berbekal kelicikannya, akhirnya dia merencanakan suatu hal lagi entah apa itu.


Putri Yana pun segera pamit undur diri pada sang Raja kemudian menuju tempat putri Hanindya berada untuk meminta maaf padanya.

__ADS_1


*****


Di sebuah ruangan yg sangat indah, dengan berbagai hiasan yg sudah di tata dengan sedemikian rupa, seorang gadis yg cantik tengah di rias oleh beberapa dayang di sana.


Dia mengenakan sebuah gaun yg sangat indah dengan mahkota cantik menghias kepalanya.


Dia sungguh begitu menawan bagaikan seorang ratu yg penuh keanggunan.


"Putri.. kau sangat cantik sekali.." kata dayang Aruni yg berada di hadapan sang putri sambil membantu tuan putrinya merias diri.


"Benarkah Aru..??" tanya putri Hanindya penasaran.


"Ya sangat cantik bagaikan bidadari yg baru turun ke bumi.." kata dayang Aruni dengan senyumnya.


"Issh kamu.. Memangnya kamu sudah pernah melihat bidadari..?" tanya putri Hanindya sambil memanyunkan bibirnya.


"Hehehe.. yaa.." jawab dayang Aru dengan tawa recehnya itu.


"Di mana..?" tanya putri Hanindya penasaran.


"Ya aku pernah melihatnya.. dan itu adalah tuan putri Hanindya.." ucap dayang Aruni penuh canda dan tawa.


"Apa sih kamu ini..?? Suka sekali meledekku,, bikin aku malu saja.." kata putri Hanindya lagi dengan cemberut.


"Hehe.. tuan putriku memang benar-benar yg paling cantik.. iya dan Utari..??" kata dayang Aruni sambil meminta pendapat dayang Utari tentang tuan putri mereka.


"Ya putri.. Memang putri sangatlah cantik.. Beruntung sekali pangeran Candra mendapatkan tuan putri Hanindya.. sudah cantik.. baik lagi.." kata Utari dengan senyum tulusnya.


"Kalian ini.."


"Hmmm.. baiklah.. Terima kasih.... kalian berdua juga tidak kalah cantik kog.." balas putri Hanindya lagi penuh senyuman.

__ADS_1


"Eh.. masa sih..?" kata dayang Utari sambil memandang dayang Aruni. Dia tidak habis fikir putri Hanindya akan memuji dirinya.


Tidak seperti putri Yana yg selalu mengabaikannya itu.


__ADS_2