Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Tidak tahu malu


__ADS_3


"Apa kau akan bergantung pada manusia rimbamu itu setelahnya..? Mending kau bersamaku.. tidak akan pernah hidup susah dan kita bisa mengembangkan bisnismu ini bersamaku.. Bagaimana..??


Jika kau mau menjadi wanitaku aku tidak akan menghancurkannya.." kata Brata dengan congkak.


Sang putri yg tidak terima kekasihnya lagi-lagi di katakan orang rimba oleh pemuda sombong itu darahnya terasa mendidih,telinga dan wajahnya terasa panas dan matanya memerah menahan amarah.


Dia juga tidak terima jika usaha neneknya yg beliau rintis sejak masih muda di hancurkan oleh pemuda sombong itu. Apalagi menjadi wanita pemuda sombong itu,, dia benar-benar jijik hanya mendengarnya saja.


"Hahaha.. mimpi saja.. Dasar pemuda sombong..!!" Kata putri Hanindya dengan seringainya.


"Jika kau berani menghancurkan usaha nenek,kau tidak akan bisa pulang saat ini juga..!!" Kata putri Hanindya penuh amarah.


"Hahaha ternyata kau sangat takut jatuh miskin ya..?? Apa kau mau aku menghancurkan restoran nenekmu ini sekarang juga gadis cantik..???" tanya Brata dengan angkuh.


"Hmmm.. apa kau berani menghancurkannya sekarang..??


Jika kau berani,, aku pastikan kau akan kehilangan fungsi tanganmu itu.." kata sang putri dengan ancamannya.


"Benarkah.?? wanita lemah sepertimu bisa apa..??? aku fikir kau hanya bisa memohon ampun jika itu terjadi dan berlutut di hadapanku untuk menjilat sepatuku.." Seringai sombong pemuda itu.


"Ku lihat kau tidak membawa pengawal satu pun hanya budak bodohmu itu yg ada bersamamu.." ejek Brata.


Dayang Aru yg mendengar perkataan Brata naik pitam. Dia tak tahan lagi dengan hinaan-hinaan pemuda sombong itu pada junjungannya.


"Tutup mulutmu tuan muda sombong.. Kau perlu mencuci mulutmu dengan kembang tujuh rupa untuk menghilangkan bau busuk mulutmu itu yg bak bangkai..!!" geram sang dayang.


"Hahaha.. lihatlah budakmu saja sudah ketakutan sekarang,,sampai-sampai dia memperlihatkan taringnya.." ejek Brata.


"Ya memang benar mulutmu sangat bau.. cepat cuci mulutmu sana..!! jangan sampai para pengunjung kedai nenekku ingin muntah karna kau masih terus berbicara..!!" sahut sang putri membenarkan perkataan sang dayang.


"Kurang ajar kalian gadis keparat.. lihat saja apa yg akan aku lakukan" kata Brata.


Prok prok..


Suara tepukan tangan Brata,isyarat untuk memanggil anak buahnya.


Munculah beberapa orang dengan badan yg berotot menghadap pemuda sombong itu menunggu perintah.


Seketika orang-orang yg membicarakan keburukan Brata terdiam ketakutan. Berbeda dengan putri Hanindya dan dayangnya Aru. Dia masih terlihat santai tanpa beban.


"Ya tuan muda.. apa tugas kami kali ini..?" tanya salah satu dari mereka,para anak buah yg di bayar Brata.

__ADS_1


"Hancurkan tempat ini..!! Kita lihat apakah gadis ini masih bisa berdiri dengan bangga setelahnya.. hahahaha..." tawa puas Brata


"Baik tuan muda..!!" jawab mereka serentak.


"Apa yg kamu lakukan pria sombong..?? Kau sungguh cari mati dengan tuan putri..!!" Teriak Aru saat melihat sikap Brata yg sudah sangat keterlaluan.


"Hahaha.. tuan putri..???" ejek Brata karna Aru memanggil putri Hanindya tuan putri,,karna keceplosan saking menahan amarahnya yg meluap-luap.


"memohonlah jika kalian tidak ingin aku hancurkan tempat ini..!! Dan bersedialah untuk menjadi wanitaku..!" ejek Brata.


"Cih.. Omong kosong macam apa itu..?? sampai kapanpun aku tidak akan mau menjadi budak nafsumu.. Lakukanlah..!! jika kau sanggup.." kata putri Hanindya kesal penuh amarah.


"Baiklah..


Hancurkan sekarang juga..!!!" Teriak Brata.


"Baik tuan muda.." jawab anak buah Brata serentak.


Para anak buah Brata sudah bersiap-siap menghancurkan kedai milik nenek Galuh,para pengunjung mulai lari berhamburan.


Baru saja anak buah Brata akan memulainya,tubuh mereka terhempas jauh entah kemana,karna kibasan tangan putri Hanindya.


Bruaakk


Semua yg melihat kejadian itu melongo tidak habis fikir. Mereka terbengong ria tak terkecuali pengurus kedai itu.


Brata tidak tahu jika itu di lakukan oleh putri Hanindya. Dia kira ada orang lain yg berilmu tinggi yg melakukannya di belakang putri Hanindya.


"Apa-apaan ini..???


Siapa yg ikut campur dan merecoki pekerjaan anak buahku..???" teriak Brata dengan penuh amarah.


"Hahaha... Apa itu keahlian anak buahmu yg kau banggakan tuan muda Brata..? hanya tertiup angin saja sudah terbang jauh dari kedai nenek.." tawa renyah putri Hanindya membuat Brata semakin memanaskan amarahnya.


"Siapa yg membantu di belakangmu..??" tanya Brata dengan mata memerah.


"Membantuku..???


kau fikir aku lemah sepertimu yg kemana-mana harus di kawal berpuluh-puluh orang..???" Sindir sang putri.


"Puwahahaha.. ya benar nona.. Dasar lemah..!!" ejek dayang Aru.


Dayang Aru yg mendengar perkataan sang putri sudah tidak kuat menahan tawanya sedari tadi dan akhirnya pecah juga.

__ADS_1


"Apa katanya..? apa benar tidak ada yg membantunya..? aku tidak melihat gadis sialan itu melakukan apapun tapi kenapa semua anak buahku tertarik mundur seperti di hempaskan oleh sesuatu yg kuat..???" batin Brata bingung.


"Apa kalian bilang..??? kalian berani menantangku..??" teriak Brata yg tidak terima di katai lemah oleh dua gadis itu.


"Kenapa..? apa kau ingin terbang lagi seperti dua hari yg lalu menyusul anak buahmu di sana itu atau ingin lebih jauh lagi ke hutan dan jadi orang rimba di sana..???" ejek dayang Aru.


"Kurang ajar kau budak jelek..!! berani-beraninya kau seorang budak menantangku..?? aku belum membuat perhitungan denganmu waktu itu. Sekarang lihat saja..!" tantang Brata yg tidak mau kalah.


"Silahkan..!" kata dayang Aru.


"Baiklah... kau yg bilang..!"


"Hei kalian anak buah tak berguna.. serang mereka berdua tanpa ampun..!!" Teriak Brata memerintahkan anak buahnya yg tadi terjatuh jauh.


"Cih.. tidak tahu malu..!!" kata dayang Aru meremehkan.


"Apa yg kau gumamkan budak jelek..??" tanya Brata.


"Hahaha.. Anak buahmu yg lemah itu kau suruh mengroyok kami sekarang?? lihatlah jalan saja sudah sempoyongan hanya karna terkena kibasan tangan dari nonaku.. dan kau ingin mereka melawan kami lagi..? Sungguh pemimpin yg payah..!!!" ledek Aru.


Brata yg geram memanggil semua anak buahnya.


"Keluar kalian semua..!! serang dua gadis sombong ini..!" teriak Brata lagi.


Keluarlah berpuluh-puluh orang berbadan besar yg memakai pakaian hitam dan memakai topeng. Hingga tempat itu penuh sesak.


Tanpa berbicara apapun para bawahan Brata segera menyerang putri Hanindya dan dayang Aru.


Hyaakk..


Sring.


Dengan sigap putri Hanindya menggiring semua anak buah Brata keluar dari kedainya dengan menyerang mereka menggunakan pedang. Para anak buah Brata yg tidak menyangka akan keahlian gadis itu mundur ke tempat yg lebih luas agar mereke bisa menghindar dengan libih leluasa pikirnya.


** Skip dulu ya friend..


** Jangan lupa like and comentnya..


** Mampir juga di karya baruku yg judulnya CINTA BEDA ALAM


** Aku tunggu loh..! dan kasih saran apa yg kurang di ceritaku ya..


** Love you all...😘😘

__ADS_1


__ADS_2