
Setelah mengetahui kebenaran itu,akhirnya yang mulia Raja membuat keputusan untuk putri Yana. Sebelumnya dayang Utari juga sudah menjelaskan apa yg terjadi secara rinci dan jelas apapun yg telah di lakukan oleh putri Yana sebelum-sebelumnya.
"Aku akan tetap menghukumnya tanpa pandang bulu. Siapa pun pelakunya. Karna masalah ini bukan masalah kecil.. Ini menyangkut kehormatan dan nama baik Putriku. Tidak ada satu orang pun yg boleh menyakiti keluarga kerajaan dan bahkan menyakiti siapapun dengan sengaja. Siapapun yg bersalah akan tetap mendapatkan ganjarannya" kata sang raja yg sudah menetapkan keputusannya itu.
"Syukurlah.. Kanda memang yg terbaik..!" Kata ratu Anjani sambil mencium pipi suaminya.
cup
Raja membelalakkan matanya kaget saat sang ratu mencium pipinya. Tidak biasanya istrinya itu mau menciumnya di tempat umum. Hati raja berbunga-bunga karnanya.
"Lumayan dapat ciuman gratis" Batin Raja sambil tersenyum puas.
"Aaarrrggghh... bunda menyebalkan sekaliii...!!! Lihatlah.. putri kecilmu ini masih di sini..!! Andini kan belum cukup umur untuk melihatnya.. Huh.. sebal..!!" kata putri Andini kesal karna melihat tingkah mesra ayah dan ibunya itu.
"Belum cukup umur apanya..? Kau ini lebih tua dari adikmu Hanindya, Andini.. Kelakuanmu saja yg tidak pernah dewasa.." Kata sang raja lagi.
"Ayahanda selaluuu saja menyebalkan.." kata putri Andini sambil cemberut.
"Hahaha.. Yunda.. sepertinya kau harus segera mencari kekasih..! Sebagai penangkal.." kata putri Hanindya yg tiba-tiba ceria lagi.
Mungkin dia sudah lebih baik sekarang. Semua orang di ruangan itu di buatnya terkejut dan melongo melihat ke arah putri Hanindya,ternyata putri kecil itu sudah jauh lebih baik perasaanya setelah melihat adegan mereka. Mendengar tawa ceria putri Hanindya lagi sangat melegakan bagi mereka semua.
"Haaah..? Sejak kapan dia sudah kembali normal lagi seperti biasanya..?" Batin beberapa orang di tempat itu.
"Fyuuh.. ternyata aksiku berguna juga.. Syukurlah..Meski harus menahan malu di depan banyak orang,,semuanya terbayarkan" Batin sang ratu sambil tersenyum bahagia.
Ratu Anjani juga lega karna akhirnya suaminya telah tersadar dari tipu daya putri licik Yana dan telah menetapkan keputusannya untuk tetap menghukum putri Yana dengan seadil-adilnya.
Semua berharap tidak akan ada lagi orang yg mengacaukan kerajaan ular putih lagi.
.
.
.
.
.
Setelah itu tanpa menunggu waktu lama,yang mulia raja memerintahkan putri Hanindya untuk menghadap padanya. Ia ingin tahu,apa motif dari perbuatannya itu.
__ADS_1
"Hormat hamba yang mulia.." kata putri Yana saat menghadap raja.
"Ya.." jawab raja datar.
"Sial.. biasanya paman raja tidak suka aku beri hormat dan selalu tersenyum ramah padaku.. Kali ini pasti karna gadis sialan itu lagi penyebabnya**!!!" Sungut putri Yana yg kesal karna perubahan sifat raja padanya.
"Apa kamu tahu kenapa kau aku perintahkan menghadap padaku Yana..?" tanya raja tidak bersahabat.
"T-tidak yang mulia.." Jawab Putri Yana gugup dan menutupinya.
"Apa-apaan ini.. sekalipun paman tidak pernah memanggil dengan namaku.. dia selalu memanggilku putrinya sebelumnya..!! Kenapa sekarang tidak seperti itu lagi..?"
"Apa paman benar-benar membenciku sekarang..?" Batin putri Yana yg lagi-lagi di buat terkejut dengan perubahan yg mulia raja padanya.
"Apa kau tahu kamu salah..?" Tanya raja lagi.
"Eh.. emm hamba tidak mengerti yang mulia.." jawab putri Yana menunduk.
"Yana..!!!" bentak raja Arya keras yg membuat putri Yana tersentak kaget.
"I-iya yang mulia..?" jawab putri Yana masih pura-pura tidak tau apa-apa dan memasang wajah lugunya.
"Katakan sendiri atau aku yg akan membuka mulutmu dengan paksa..?" bentak raja geram.
"Ooh.. ternyata kau tidak akan semudah itu mengaku salah ya... Ingin aku membuka mulutmu dengan cara apa..?" Tanya raja lagi geram.
"Apa yg harus aku lakukan sekarang..? menyebalkan sekali**!!!" Batin putri Yana dalam diamnya.
"Masih diam saja..??" Sang raja menekannya berkali-kali agar putri Yana berbicara jujur padanya tanpa harus menggunakan kekerasan. Namun putri Yana tetap membungkam mulutnya dengan rapat.
"Prajuriit..!!!" panggil sang raja
"Ya yang mulia..?" dan dua prajurit pun segera menghampiri mereka.
"Cambuk dia dengan 100 kali cambukan..!! Sampai dia mengaku salah..." kata raja tegas.
"T-tapi yang mulia??" tanya prajurit yg ragu-ragu.
Para prajurit kebingungan,biasanya yang mulia raja selalu menyayangi putri Yana dan tidak akan pernah menghukumnya meski putri Yana berbuat apa pun juga.
Tapi itu sebenarnya karna yang mulia Raja tidak tahu dan karna di kelabuhi juga oleh kelicikan putri Yana tersebut.
Bahkan sang Raja tidak segan-segan menghukum putrinya sendiri saat itu menyangkut putri Yana.
__ADS_1
Namun hari ini berbeda,Raja tidak termakan lagi dengan kepalsuan putri Yana itu,yg membuat para prajurit sedikit ragu. Karna mereka takut berbuat kesalahan nantinya.
"Apa yang mulia Raja sudah sadar jika putri Yana itu sebenarnya licik??" Batin para prajurit yg menghadap.
"Tunggu apa lagii..?? Cepat..!!!" bentak sang raja lagi-lagi.
"Baik yang mulia.." Kata prajurit itu serempak sambil meringkus putri Yana untuk memberi hukuman untuknya.
"Tidaak...!! Pamaan.. Aku salah apaa..? Kenapa kau tiba-tiba berubah terhadapku..?" Teriak putri Yana meronta.
Raja tidak habis fikir jika putri yg selama ini ia bangga-banggakan mengakui kesalahannya saja tidak mau,dan dengan topeng keluguan dan kepolosannya menutupi kesalahannya itu.
"Apa kau belum sadar jika kau ini bersalah Yana..? Kau hampir saja mencelakai seseorang dan mempermalukannya.. Dan hampir mempermalukan nama baik kerajaan kita juga" bentak raja dengan geram.
"Paman.. aku melakukannya karna aku mencintai pangeran Candra.. aku terpaksa. Tolong ampuni aku.."
"Bagus.. sekarang kau mau mengakuinya. Kalau begitu.. kenapa tadi kau pura-pura bodoh dan tidak mengetahui apa yg aku maksud..??"
"Dengar..!! Aku sangat tidak menyukai orang yg suka berpura-pura Yana.. Seharusnya kau sudah tahu hal itu kan..?" Kata raja dengan nada ejeknya.
"Aku.. aku.. Maafkan aku paman.. Aku hanya tidak terima dia menjadi pendamping pangeran Candra. Bukankah paman telah menjodohkan pangeran padaku waktu itu..?" jawab putri Yana tanpa fikir panjang.
"Astagaaa.. Kenapa aku keceplosan..?" batin putri Yana terbelalak sambil menutup mulutnya.
deg
"Apa kau bilang Yana..?" tanya raja kaget.
"T-tidak paman.. aku.."
"Siapa yg mengatakannya..???" tanya raja tanpa mendengar alasan putri Yana.
"Aku... mendengar sendiri paman mengatakannya pada bibi ratu.." jawab putri Yana menunduk takut.
"Jangan-jangan yg membuat isu beberapa waktu lalu adalah Yana juga.." batin raja.
"Jadi kamu yg menyebarkan isu bahwa aku menjodohkanmu dengan putraku..??" tanya sang Raja geram..
** Hai hai.. maaf ya man teman updatenya lamaaa..
** Author sangat sibuk akhir-akhir ini.. mohon maklum.
** Semoga bisa menjadi pengobat kerinduan para pembaca.
__ADS_1
** Love you all 😘