Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Hari yg melelahkan


__ADS_3

"Tidurlah nak,tenangkan dirimu,hari sudah malam,beristirahatlah segera". Nenek galuh tersenyum dan mencium kening dewi.


"Baik nek,aku akan istirahat sekarang,nenek juga ya.." jawab Dewi.


"Baiklah nenek juga akan beristirahat sekarang". kata sang nenek.


Dewi pun mengangguk sambil tersenyum dan kembali kekamarnya.


.


.


.


.


Beberapa saat telah berlalu,ular putih jelmaan pangeran Candra itu telah berada di istananya,ia merubah dirinya dari ular ke wujud manusianya lalu,ia bersemadi untuk menyembuhkan luka-luka di tubuhnya itu.


Pangeran Candra adalah pangeran tampan pewaris tunggal tahta kerajaan ular putih. Umur pangeran masih sangat muda,ia baru berumur 20 tahun. Namun sebenarnya dia tidak terlalu tertarik untuk menjadi raja.


Dia lebih suka kehidupan yg sederhana,hidup dengan bahagia tanpa ada masalah-masalah rumit kerajaan yg mengganggunya.


Namun apalah daya dia adalah satu-satunya putra raja ular putih itu. Dia harus mampu memimpin kerajaannya mampu melindungi rakyat dan harus memiliki ilmu tinggi,baik kecerdasan maupun kanuragannya.


Walaupun ia masih memiliki seorang adik perempuan adiknya tidak atau belum cocok untuk menjadi penguasa karna sifat manjanya yg berlebihan.


Dia lebih suka bermain-main. Dan kadang kekanak-kanakan,suka jahil dan belum juga mengerti tentang pemerintahan, kekuatannya pun belum bisa di andalkan agar bisa melindungi seluruh kerajaannya.


Karna tanggung jawab yg terlalu besar untuk menjadi seorang penguasa yg penuh dengan ancaman marabahaya. Karna hanya Pangeran Candra lah yg pantas untuk menggantikan ayahnya maka raja memaksa Pangeran Candra untuk menjadi Canlon raja selanjutnya.


Karna di masa itu masih menganut keturunan rajalah yg boleh dan pantas menggantikan raja sebelumnya.


.


.


.


Ayah pangera Candra bernama raja Arya. Ia hanya memiliki satu istri yaitu permaisuri atau ratu Anjani, dan di karuniai 2 orang anak, anak pertama adalah Pangeran Candra dan yg kedua atau putri bungsu saja yaitu putri Andini, Adik pangeran Candra ini berumur 17 tahun lebih tua satu tahun dari umur Dewi.


Karna Raja sangat mencintai permaisuri Anjani maka ia tidak mengangkat satu selir pun. Raja Arya adalah raja yang bijaksana dan juga selalu adil pada rakyatnya. Namun ia juga seorang raja yg tegas. Semua rakyat dan para pejabatnya takut dan tunduk padanya. Namun ia juga sangat disegani rakyat dan para pejabat dan petinggi kerajaan.

__ADS_1


Raja Arya adalah raja yg sangat kuat namun berhati lembut pada keluarganya,dia bukan raja yg seram tapi juga ditakuti karna kekuatannya yg tinggi itu.


Maka dari sebab itu kerajaannya menjadi kerajaan yg makmur dan selalu damai.


Sedangkan Pangeran Candra tidak jauh berbeda dari sifat sang ayah,namun pangeran Candra adalah seorang yg dingin pada wanita,tidak suka banya berbicara,kecuali dengan orang-orang yg ia sayangi dan wanita yg ia cintai.


*******


Pangeran Candra yg telah selesai bersemedi segera membersihkan tubuhnya,yg tadinya penuh dengan luka sekarang sudah semakin pulih.


Setelah selesai membersihkan diri ia mengenakan bajunya,lalu merebahkan tubuhnya di ranjang, ia sangat jarang tidur, sekarang iya putuskan untuk mengistirahatkan tubuhny yg kehabisan tenaga karna telah diserang oleh orang dari kerajaan ular hitam tadi.


Hari ini sungguh hari yg sangat panjang baginya,ia harus bertempur dengan klan ular hitam saat berburu di hutan, orang dari kerajaan ular hitam sangatlah bar-bar dan tanpa ampun,dia tak peduli seseorang salah atau tidak,jika merasa terganggu ia akan menyerangnya walaupun cuma melintas di depannya saja.


Walaupun begitu kerajaan ular hitam memiliki Ratu yg cantik,baik hati dan lembut,sebenarnya ratu kerajaan ular hitam dari golongan kerajaan ular putih,ia masih memiliki kekerabatan dengan Raja Arya. Namun entah mengapa raja kerajaan ular hitam selalu memusuhi kerajaan ular putih.


.


.


.


Tanpa sadar ia teringat dengan gadis penolongnya,wajah gadis itu selalu hinggap di fikiran pangeran tampan itu.


"Sungguh gadis yg sangat cantik dan baik hati,walaupun ia takut dengan ular,dia mengesampingkan rasa takutnya untuk menolong ku".


"Tapi aku rasa dia tidak takut denganku sama sekali".


"Aku sungguh sangat beruntung bertemu dengannya". Lamunan pangeran entah kemana mengingat gadis itu.


"Hmmm gadis kecilku sedang apa dia sekarang". Kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkannya".


"Kami baru saja bertemu tapi rasanya kerinduanku tak bisa terbendung".


"Apa aku jatuh cinta dengannya?".


"... entahlah yg pasti aku akan mendapatkan hatinya entah itu kapan".


"Tunggu aku gadis kecil".


Tanpa ia sadari hatinya yg sedingin es perlahan menghangat karna kehadiran gadis itu.

__ADS_1


Ia masih terbayang gadis itu hingga tak bisa tidur,dia membolak balikkan tubuhnya mencari kenyamanan agar bisa terlelap,namun sedetikpun ia tak bisa memejamkan matanya. Hingga ia lelah dan kemudian tertidur dengan sendirinya.


.


.


.


.


Di sisi lain setelah Dewi selesai makan malam bersama neneknya dan berbicara tentang hal sebenarnya tentang masa lalu Dewi,ia pun menuju kamarnya hendak meng istirahatkan fikiran dan tubuhnya.


Bruuk


Dewi menjatuhkan badannya di tempat tidur,dan memejamkan matanya. Terngianglah apa yg di katakan oleh nenek galuh tadi.


Dewi membuka matanya lagi dan melihat kalung pemberian nenek Galuh.


"Sungguh kalung yg sangat indah,siapakah orang tuaku yg sebenarnya?"


"Ayah,Ibu,kenapa kau meninggalkanku di hutan? apa kalian membenciku? apakah aku menyulitkanmu dalam suatu hal?"


Tanpa sadar air matanya menetes. "Atau mungkin kah ada yg mencelakai kalian? dan kalian terpaksa meninggalkan ku di pinggir hutan agar aku selamat"


"Semoga kalian baik-baik saja,semoga cepat atau lambat aku bisa tau tentang kebenarannya". Dewi mengusap airmata yg jatuh di pipinya.


tiba-tiba Dewi teringat ular yg ia tolong tadi dan mencarinya,seketika ia bangun dan mencari di setiap sudut kamarnya.


"Fyuuhh tidak ada dimanapun" Dewi menggeleng-gelengkan kepalanya,"mungkinkah dia kembali kedalam hutan,dengan badan penuh luka seperti itu,bagaimana kalau dia dimangsa hewan lain".


Tanpa ia sadari dirinya menghawatirkan ular putih tersebut. "atau mungkinkah dia masih ada di sekitar sini? ah sudah lah... aku harap dia baik-baik saja.. badanku sudah sangat lelah hari ini".


kreek..


Dewi merenggangkan otot-otot tubuhnya hingga berbunyi sangat ramai.


"Waduh,macam patah semua tulang-tulangku,"


"...sudah lah mending aku segera tidur,badanku rasanya remuk semua,hari ini sungguh hari yg melelahkan" dia bergumam sendiri di kamarnya itu.


Dewi kembali merebahkan tubuh di ranjangnya,ia masih menggenggam erat kalung dari nenek Galuh dan memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2