
Tak terasa hari mulai gelap,matahari telah menyembunyikan sinarnya sangat lama. Terlihat gadis kecil yg cantik sedang terbuai di alam mimpi.
Rambut indahnya tergerai hingga sebagian menutup wajah cantiknya itu.
Sesosok pangeran tampan berjalan mendekatinya. Perlahan ia duduk di sisi sang gadis dan menyibakkan anak rambut yg menghalangi pandangannya pada wajah gadis tersebut.
Senyumnya mulai mengembang pada bibir pria itu. Dan perlahan bibirnya mendarat di kening sang gadis.
cup
"Tidur yg nyenyak gadis kecilku" kata pangeran itu padanya seraya beranjak pergi.
Ketika pangeran hendak beranjak pergi tangan mungil Dewi meraih lengan pria itu.
"Tolong Jangan pergi tinggalkan aku..
"ku mohon tetaplah disini" kata gadis itu.
Tangan mungil itu menahan lengan pangeran dengan eratnya. Pria itu sepontan menoleh pada gadis di sampingnya dikiranya gadis itu bangun.
"Hmmmm... mengigau rupanya"
"..Baiklah aku akan tetap disini menemanimu. jangan takut". ucap pria itu.
Pria itu perlahan duduk kembali disisi tempat tidur,ia menggapai lagi tangan gadis itu dan menciumnya lembut.
"Sungguh aku tak pernah bosan memandang wajahmu,wahai gadisku". Tangan kirinya menggapai wajah Dewi dengan lembut ia meletakkan tangannya di pipi gadis itu.
"Bolehkah aku memilikimu untuk selamanya? aku tak rela jika suatu saat nanti kau dimiliki orang lain.. kau hanya akan menjadi milikku meski kau berengkarnasi berapa kalipun kau akan tetap milikku. Karna aku akan terus mengejarmu hingga ke ujung dunia"(🙄🙄sungguh pria yg posesifðŸ¤ðŸ¤)
Malam semakin larut hingga hanya suara binatang malam yg terdengar. Mereka melewati mimpi yg indah bersama.
__ADS_1
Pangeran mengubah wujutnya menjadi seekor ular putih dan tidur di samping gadis itu, karna tak mau mengejutkan gadis kesayangannya jika dalam bentuk manusia. Nanti di katain pria mesum lagi,pikirnya.
******
Matahari telah menampakkan sinarnya dengan malu-malu.
Dewi terbangun dari tidurnya karna mendengar suara ayam jago yg saling bersahutan.
Direntangkan kedua tangannya keatas sambil meregangkan ototnya.
*krek krek
suara gemertak tulang gadis itu.
"Hoooam"
"Tidur yg sangat nyaman,mimpi yg sangat indah"
Saat iya tersenyum-senyum sendiri tanpa sengaja matanya melihat kearah ular putih di sampingnya.
Karna Pangeran Candra tidur terlalu larut hingga keduluan Dewi yg sudah terbangun lebih dulu.
"Lhoo si putih,sejak kapan kau tidur di sampingku? perasaan saat aku mau tidur tidak ada di sini". Gadis itu terheran-heran melihat ular yg di tolongnya tidur di sampingnya.
"Ternyata dia masih ingat padaku" fikir Dewi terharu.
Dari luar nenek Galuh masuk kamar Dewi, ia hedak membangunkan cucunya itu yg dikira masih tidur.
Seketika nenek Galuh kaget saat melihat seekor ular di sisi cucu kesayangannya,ia sangat panik dibuatnya tanpa bertanya pada Dewi tentang ular itu. Setaunya cucu kesayangannya itu sangat takut dengan ular.
Dengan buru-buru nenek Galuh mengambil tongkat pukul perlindungan diri yg di gantungkan di sisi pintu untuk memukul ular itu.
__ADS_1
Sebenarnya tongkat ini digunakan untuk melindungi diri jika ada maling atau penjahat yg masuk rumah untuk mencelakainya.
Nenek Galuh memukulkan tongkat itu dengan penuh tenaga. Saat tongkat itu hampir mendarat di tubuh sang ular,gadis itu berteriak menghentikan sang nenek sambil menjulurkan tangannya di atas tubuh ular itu untuk melindunginya.
"Nenek hentikan..!!! jangan pukul dia..!!!" namun sayangnya nenek Galuh sudah tak bisa menghentikan pukulannya.
*tak
"Ahhk..." Pekik Gadis itu kesakitan,hingga membuat pangeran Candra terbangun dari tidurnya.
Pangeran Candra yg masih mode ular kaget melihat gadisnya terluka karna melindunginya.
"Apa...? demi aku dia rela tangannya terluka?" kenapa aku terlambat bangun sih... b***h,b***h,b***h. maafkan aku gadis kecil,aku membuatmu terekena masalah".
Pangeran Candra merutuki dirinya sendiri karna telah membuat gadis kecil kesayangannya terluka.
"Nak,kenapa kau melindunginya? bukankah kau takut dengan ular makanya nenek mau pukul dia karna terlalu dekat denganmu,mfkan nenek,nenek takut kau akan dilukai olehnya"
"..maafkan nenek nak.." sesal nenek Galuh.
"Tak apa nek.. dia baru saja sembuh dari lukanya,kemarin aku menemukannya di hutan sepertinya dilukai binatang lain" jawab dewi pada nenek Galuh sambil menahan sakitnya.
"hah??? sejak kapan cucuku tidak takut ular dan malah menolongnya??
batin sang nenek.
"Tunggu sebentar.. nenek akan mengambil obat dan mengoleskan pada lukamu" nenek Galuh bergegas mencari persediaan obat tradisional miliknya.
Dewi melihat ular putih itu dan tersenyum manis padanya. Dewi lega karna ular itu tidak terkena pukulan neneknya meskipun sekarang dia yg terluka.
Entah mengapa ia merasa ular itu spesial baginya hingga ia rela mengorbankan dirinya sendiri agar si ular tidak terluka.
__ADS_1