Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Aku adalah


__ADS_3

Malamnya pangeran Candra menengok gadis kesayangannya itu lagi. Saat Dewi tertidur dengan pulasnya pelan-pelan pangeran Candra melihat tangan gadis itu yg telah bengkak dan membiru.


Ia sangat tidak rela belahan jiwanya terluka,hatinya terasa ter iris bagaikan iris bawang menjadi pedas dimata kemudian berlinang.


"*Maafkan aku Dinda,karna melindungiku kau terluka seperti ini,aku sungguh tak berguna,seharusnya kau tak perlu lakukan itu untukku.


Entah mengapa rasanya dua kali lipat lebih sakit saat melihatmu terluka dari pada aku sendiri yg terluka".


Pria* itu berkata pada Dewi pelan seraya membelai tangan Dewi yg terluka.


"Aku akan menyembuhkannya untukmu,aku harap kau tak akan ter-luka lagi dimasa mendatang,aku akan menjagamu dengan nyawaku di masa men-datang." ucapnya.


Entah mantra apa yg ia bacakan tiba-tiba ia mengarahkan tangannya pada tangan gadis itu yg tengah membengkak dan keluarlah sinar yg menyilaukan mata pada tangan pria tersebut seketika luka itu sembuh tanpa bekas.


cling..


"Akhirnya lukamu telah menghilang dengan sempurna"


Pangeran tersenyum pada gadis yg tengah tidur lelap itu. Sambil mencium tangannya seraya berkata.


"Tidurlah nyenyak Dewiku"


Dalam setengah sadar Dewi mendengar seseorang berbicara padanya. Gadis itu perlahan membuka matanya seraya mengumpulkan nyawanya yg sebagian masih berada di alam mimpi.


Sekilas ia melihat seseorang di sampingnya dan ia merasa tangannya di genggem oleh seseorang itu. Dewi mengedipkan matanya untuk memastikan penghilatannya yg masih agak buram.


"Apa aku masih bermimpi..?" kata gadis itu yg masih setengah sadar.

__ADS_1


seketika ia terkejut pada sosok pria di hadapannya dan menarik tangannya dari genggaman pria itu,sampai-sampai ia lupa dengan tangannya yg sakit saking kagetnya.


Pangeran Candra tersenyum melihat tingkah gadis di hadapannya itu.


"Siapa pria ini..??" batin Dewi agak takut.


"Siapa kamu? kenapa kamu ada di kamarku? apa yg kau lakukan disini?" pertanyaan yg ada di kepala Dewi keluar semua namun pria itu lagi-lagi hanya memasang senyumnya yg menawan saat melihat Gadis itu panik.


"Tenanglah.. Aku hanya ingin berterima kasih padamu karna telah menolongku waktu di hutan,maafkan aku yg tanpa sengaja membuatmu terluka hari ini" kata pangeran Candra menjelaskan dengan ramahnya.


"Sepertinya aku pernah melihat pria ini tapi dimanakah?. batin Dewi bertanya-tanya karna merasa pria itu familiar baginya.


"Menolongmu? apa yg aku lakukan? aku benar-benar tidak ingat". sanggah gadis itu merasa tidak pernah menolong seseorang pun di hutan.


"Apa karna aku pernah menolongnya sehingga aku merasa familiar padanya?" batinnya.


"Tapi aku benar-benar tidak merasa menolong seorang pemuda saat di hutan.." masih meyakinkan hatinya. Dan akhirnya ia menanyakan hal itu agar semuanya menjadi jelas.


"Aku...,aku adalah ular yg kau tolong kemarin dihutan.." jawab pria itu agak ragu namun tetap berkata jujur.


"Mungkin dia akan menganggap aku membual,,tapi aku hanya ingin berkata jujur dan melihat bagaimana reaksinya nanti apa dia akan mempercayai aku,,atau akan takut padaku.." batin pangeran Candra pasrah dan bertekad.


"Aku adalah ular putih yg kau selamatkan tempo hari itu,jadi apa kau akan takut padaku sekarang?" jelas pangeran Candra.


"Apa..? tidak mungkin"


Dewi terkejut mendengar penyataan pria di hadapannya itu yg menurutnya sangat tidak mungkin.

__ADS_1


"Tidak mungkin,kamu jangan bercanda..! Aku belum pernah mendengar seekor ular bisa menjadi manusia kecuali dongeng-dongeng untuk menghibur anak kecil itu". Dewi merasa perkataan pemuda itu tidak masuk akal dan hanya bualan saja.


Pernah dia mendengar cerita demikian tapi ia kira hanya sebuah dongeng belaka untuk menidurkan anak kecil,karna ia mendengarnya dari sang nenek saat ia susah tidur lalu ia diceritakan hal-hal menarik yg menurutnya hanya imajinasi semata.


Namun tanpa ia sangka-sangka ternyata dihadapannya ada seseorang yg mengatakannya bahwa dia adalah jelmaan seekor ular putih,Dewi sangat enggan untuk percaya ia tidak habis fikir dengan apa yg ia alami ini,tapi dia juga penasaran.


Lalu ia memiliki ide untuk menantang pria itu menunjukkan apakah yg dia katakan memang benar atau hanya bualan semata


"Buktikan...!" tantang Dewi, ia berharap pemuda di hadapannya hanya membual,dan menyerah dengan tantangan yg ia lontarkan itu.


"Baik.."


Namun ternyata jawaban yg ia dengar tidak sesuai dengan apa yg ia harap itu. Pemuda itu malah meng-iyakannya.


Kemudian pemuda di hadapannya seketika berubah menjadi ular putih yg sma persis seperti ular yg ia tolongnya tempo hari. namun luka di tubuhnya sudah menghilang.


Seketika iya terkejut melihat perubahan itu dan pangeran Candra lalu merubah dirinya menjadi manusia lagi.


"Putih...! kau benar-benar si putih..? tapi lukanya tidak ada lagi"


Dewi teringat dengan perlakuannya pada ular itu,ia pernah menciumnya,dan ular itu kemarin tidur di sampingnya,wajahnya jadi memerah dan seketika ia menjadi gugup.


Karna Dewi menyebut soal luka pada tubuhnya yg sudah tak nampa,pangeran Candra segera menjelaskannya.


"Se'ekor ular mampu menyembuhkan lukanya sendiri. Jadi luka itu sudah aku sembuhkan" jawab pangeran Candra.


"Jadi bagaimana..? apa sekarang kau akan percaya padaku? kata pria itu.

__ADS_1


"Aku... aku memercayainya..!" sambil memalingkan mukanya..


Gadis itu sangat malu,ia tidak menyangka jika ular putih yg ia tolong adalah jelmaan dari seorang pemuda yg sangat tampan.


__ADS_2