
Pangeran Candra dan ratu Anjani masih membahas tentang gadis yg disukai pangeran Candra..
Ratu Anjani heran kenapa gadis pujaan hati pangeran Candra tidak ketahuan identitasnya yg seorang bangsa ular padahal hidup di antara manusia karna sangat mustahil menyamarkan dirinya,,lalu pangeran Candra menjawab pertanyaan sang ibu.
"Tidak seperti itu ibunda.. karna semua kekuatan dan auranya telah disegel seseorang,, bahkan ia dimantrai untuk takut pada ular.." jelas pangeran Candra lagi.
"Pantas.. jika seperti itu berarti ia tak ada bedanya dengan manusia biasa saat itu.. tapi kenapa dia tidak takut padamu nanda...?" belum sempat pangeran Candra menjawabny ratu Anjani sudah memotongnya.
"Mencurigakan.. sepertinya ada yg sengaja menjauhkannya dari keluarganya" kata ratu Anjani penuh dengan kecurigaan.
"Sepertinya memang begitu ibunda.. dan keponakanmu Wiraka mencoba mendekatinya,,, pada awalnya dia memusuhi gadis itu hingga hampir mencelakainya namun tiba-tiba tanpa tau apa sebabnya ia jadi perhatian padanya dan memperingatinya untuk berhati-hati karna ada seseorang yg mengincar nyawanya,dan sepertinya Wiraka sangat bersungguh-sungguh dengan kata-katanya,aku yakin dia terlibat dan mengetahui identitas gadis itu ibunda.. tentang kenapa dinda Dewi tak takut padaku ananda juga tidak mengetahuinya". Kata pangeran Candra menjelaskan panjang kali lebar.
"Ternyata nama gadis itu Dewi.. hmmm.."
"Oh.. jadi seperti itu.. baiklah cari waktu yg tepat bawa dia kemari Ibunda sangat ingin bertemu dengannya,,,,. Lalu kita akan bahas bersama-sama,, rencana mencari keluarganya ibunda akan ikut membantu.. karna bagaimanapun ibunda tidak mau jika putri Yana menjadi pendampingmu kelak,dan Ibunda yakin pilihanmu itu yg paling tepat,karna Ibunda juga tau Putra ibunda sangat pandai menilai seseorang,,, ananda tidak perlu cemas atau takut jika ayahandamu akan menentang pilihanmu,ibunda akan membantumu juga dalam hal ini" kata sang ratu menenangkan kecemasan putranya itu.
"Baiklah ibunda.. aku akan secepatnya membawa dia untuk menemuimu". kata pangeran Candra sangat gembira.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Di istana pangeran Wiraka.
"Ananda.. bagaimana keadaan adikmu?? apakah dia baik-baik saja? Ibunda sangat mencemaskannya.." tanya ratu Pradita pada pangeran Wiraka.
"Ibunda.. tenanglah.. dinda baik-baik saja.. kekuatannya telah diredam oleh Candra walaupun kadang saat dinda marah tanpa sengaja kekuatannya akan keluar. Aku yakin Candra bisa mengatasinya.. walaupun sebenarnya ananda tidak rela dinda Nindia bersama Candra b*d*h itu". pangeran Wiraka menjelaskan pada ibundanya.
"Hah syukurlah.. Ibunda sangat merindukan adikmu,Putraku.. kira-kira dia seperti apa sekarang..?" keluh sang ratu sangat sedih.
"Bersabarlah ibunda.. ngomong-ngomong dia sangat cantik,,mirip sekali dengan ibunda. dia sangat pemberani,,waktu pertama kali aku bertemu dengannya walaupun dinda tak memiliki kekuatan apapun dia berani menghadapiku yg menindasnya.. Aku sangat menyesal ibunda... sekarang dinda membenciku meskipun aku mencoba merubah sikapku.."
"Maka dari itu.. mulai dari sekarang jangan menjadi orang yg kasar dan suka menindas.. ibunda tidak suka itu.. Kau anak baik putraku.. jangan berbuat buruk lagi karna suatu saat perbuatan itu akan mencelakaimu.. Ibunda mohon berubahlah..". kata sang ibu memohon pada pangerang Wiraka.
"Wiraka.. Apa kau ingin terus dibenci adikmu atau juga dibenci ibunda sekalian?
Dengar putraku.. umurmu sudah cukup untuk menikah tapi apakah ada yg menyukaimu karna takut dengan sikap kejammu itu?" ancam ratu.
"Tidak-tidak.. ibunda orang yg paling menyayangiku aku tidak mau ibunda dan dinda Nindi terus membenciku.. baiklah aku akan berusaha berubah semampuku,tidak masalah soal cinta itu urusan nanti.. yg terpenting ibunda tidak membenciku,,itu saja sudah cukup.." Kata pangeran Wiraka sambil tidur di pangkuan sang ibu dengan manjanya.
"Ternyata putraku masih sangat menggemaskan walaupun di luar istana ia sangat kejam namun saat bersamaku dia sangat penurut. Semoga ia segera dapat merubah sifat buruknya,," dalam hati ratu Pradita,,ia tersenyum sambil mengusap-usap kepala putranya itu.
Ternyata pangeran kedua atau pangeran Mahendra mendengar kakaknya mengatakan hanya ibunda yg menyayanginya,,namun ia tidak mendengar seluruh perkataan mereka ber dua. lalu pangeran Mahendra menghampiri kakaknya dan memeluknya..
"Kakanda ngomong apa sih? Mahendra juga menyayangi kanda.. jangan hawatir.. bukan cuma ibunda yg sayang dengan kanda Wiraka.." sambil merangkul kakaknya dengan sayang.
__ADS_1
"Benarkah??"
kata pangeran Wiraka mengacak kepala adiknya dengan sayang,,pangeran Mahendra hanya tersenyum mendengarnya tanpa jawaban. namun pangeran Wiraka tau jika adik laki-lakinya itu benar-benar sangat menyayangi dirinya.
"Mahendra... kau harus berlatih bela diri dengan tekun sekarang.. maafkan kanda yg mengekangmu,, sekarang kanda tau bela diri sangat penting untukmu.. kanda tidak mungkin selalu ada di dekatmu.. jika terjadi sesuatu padamu.. kanda tidak mungkin selalu bisa menjagamu.." sesal sang kakak.
"Kau harus bisa menjaga dirimu sendiri seperti adik kecil kita dinda Nindia, Mahendra.. dia seorang putri yg malang tanpa penjagaan,tanpa kekuatan namun dengan keberaniannya ia mampu menjaga dirinya sendiri dengan baik.. aku salah telah mengekangmu menjauhi bahaya dan mengurungmu di istana,,ternyata kelak itu akan menyulitkan dirimu saat tanpa kekuatan dan pengalaman di hadapkan dengan bahaya".
Pangeram Wiraka sadar setelah melihat adik kecilnya yg penuh dengan keberanian tanpa kekuatan mampu bertahan tanpa kehadiran keluarganya yg melindunginya,,adik kecilnya itu juga berusaha melatih kekuatannya. Sedang yg ia lakukan pada adik laki-lakinya atau pangeran Mahendra malah mengekangnya dan melarangnya berlatih,ia tidak sadar bahwa ia suatu saat pasti memiliki kesibukannya sendiri dan tidak sempat lagi menjaga adik kesayangannya itu.
"Benarkah aku boleh berlatih sekarang? terima kasih kanda.. Aku sangat menginginkannya sejak lama". kata pangeran Mahendra dengan girang.
Pangeran Mahendra menjadi pria yg kurang tegas karna perlakuan kakaknya yg selalu memanjakannya,kelakuannya jadi lebih mirip seorang wanita yg gemulai.
"Aku beruntung memiliki dua putra yg selalu rukun seperti ini.. andaikan putriku juga ada disini akan seperti apa suasananya sekarang"
Sang ratu yg melihat kedua anak laki-lakinya menjadi semakin merindukan putri bungsunya, ia memeluk kedua putranya dan menangis..
"Putra-putraku.. Selalulah rukun seperti ini.. Ibunda sangat menyayangi kalian". kata ratu Pradita kemudian mencium kening mereka masing-masing sambil menahan tangisnya.
"Ibunda sangat sedih melihat kami bersama mungkin dia merindukan dinda Nindi,, mf ibunda.. ananda belum bisa menjemput dinda Hanindia"
Pangeran Wiraka tau bahwa Ibundanya sangat merindukan putrinya saat melihat kedua putranya bercanda tawa bersama seperti ada yg kurang sehingga tak kuasa menahan tangisnya itu.. namun mau bagaimana lagi ayahnya sangatlah kejam hingga hampir membunuh adik kesayangan mereka,hingga tak ada pilihan lain sekarang.
"Jangan menangis ibunda.. Kita akan selalu rukun selamanya" kata pangeran Mahendra yg tidak tau apa-apa tentang kesedihan sang Ibunda.
__ADS_1