Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Menolong


__ADS_3

Setelah itu Dewi segera merapikan tempat tidurnya yg seperti kapal pecah karna ulahnya tadi dan langsung bergegas ke pemandiannya dan membersihkan tubuhnya.


Ia telah selesai membersihkan diri kemudian mengenakan pakaiannya yg di berikan oleh nenek Galuh sewaktu neneknya itu pulang dari menengok usahanya di kota sebelah.


Setelah Dewi menyelesaikan semua rutinitas paginya,Dewi segera berpamitan dengan nenek Galuh untuk membantunya membeli beberapa keperluan dapur mereka.


Dewi mencari keberadaan neneknya itu kemudian..


"Nenek,aku akan segera berangkat,,apa saja yg harus Dewi beli di pasar nanti..?" Tanya Dewi pada sang nenek. Gadis itu tersenyum menghampiri nenek Galuh sambil membawa keranjangnya.


"Pergilah nak,kau harus hati-hati dan cepatlah pulang,,ini simpanlah".nenek galuh mencium kening Dewi dengan sayangnya. sambil memberikan secarik kertas daftar belanjaan dan koin secukupnya.


"Baiklah nek,,,". Dewi kemudian berangkat ia naik kereta kuda karna hanya itulah tumpangan yg tersedia di desa itu. karna jarak dari rumah ke pasar cukup jauh untuk mempersingkat waktu ia harus mengendarai kereta kuda.


*****


Mengenang kehidupan lampau nenek Galuh


Nenek Galuh tidak pernah pusing memikirkan biaya hidupnya. Dimasa muda ia adalah seorang pebisnis handal sebelum ia menemukan Dewi di hutan.


Sampai sekarang usahanya masih sangat lancar di kota besar (kota Sabat). Usaha itu ia rintis bersama dengan mendiang suaminya dulu,, Usahanya maju pesat hingga sekarang karna ia selalu mengembangkan usahanya itu dengan ketekunannya.


Dulu sewaktu ia masih tinggal di kota bersama-sama dengan sang suami tiba-tiba ada seseorang tak di kenal membunuh suaminya,mungkin suruhan dari seseorang yg iri dengan bisnisny yg berkembang pesat pada saat itu,, karna kelengahan mereka ber'2 suaminya terbunuh dengan sia-sia.


Sungguh hidup di kota sangatlah keras,banyak lawan bisnis bahkan penjahat yg mengincar usaha dan nyawa mereka.


Karna kepergian suaminya itu nenek Galuh sangat terpukul dan memutuskan untuk hidup sederhana di desa,ia tidak ingin berhubungan dengan para pebisnis yg licik itu. Dia pergi ke desa dimana ia bertemu pertama kali dengan mendiang suaminya disana.


Usahanya dikota ia percayakan kepada orang kepercayaannya. Orang itu setiap bulannya akan mengirim uang hasil usahanya ke desa Nenek Galuh. Ia akan menengok usahanya ke kota Sabat beberapa bulan sekali saja.

__ADS_1


Walaupun ia memiliki kekayaan yg bisa di bilang cukup mampu,bahkan kaya raya,namun dia adalah wanita yg rendah hati dan tidak hidup dengan berfoya ria. Karna ia tau banyak orang yg lebih membutuhkan daripada harus di hambur-hamburkan karna sungguh sia-sia saja.


Kadang ia akan memberikan sebagian hartanya untuk orang yg tidak mampu dan sangat membutuhkan itu. Sehingga ia banyak disegani dan di hormati di desanya.


Karna ia tidak memiliki seorang putra pun sebenarnya ia sangat kesepian.


Hingga tanpa sengaja suatu hari saat ia berjalan-jalan di pinggir hutan ia mendengar suara tangisan bayi.


"oeee oeeeee"


Nenek Galuh mencari asal suara itu,sebenarnya dia sempat ragu,mana ada di hutan belantara seperti ini ada bayi yg sedang menangis.


Namun karna rasa penasarannya yg memaksa,, ia menghampiri asal dari suara itu,ia terkejut ternyata itu adalah tangisan bayi perempuan yg sangat cantik yg hanya di letakkan di atas rerumputan di bawah pohon besar.


"Bayi siapa ini??? Cantik sekali,kenapa dibiarkan sendirian di hutan selebat ini" kata nenek Galuh sambil menggendong bayi itu.


Bayi itu perlahan diam saat berada dalam gendongannya. Di tubuhnya terdapat sebuah kalung permata hijau yg sangat indah pada tubuh bayi itu ternyata juga ada tato lambang ular di punggungnya,sepertinya orang yg membuangnya ingin kalung itu jadi identitas si bayi. Mungkin orang itu masih ingin mencarinya kelak,, fikir nenek Galuh


Karna ia sudah tua dan tak memiliki keturunan dengan suaminya ia sangatlah senang mendapatkan bayi mungil itu.


Namun ia juga sangat beruntung mendiang suaminya sangat mencintai nenek Galuh dan tidak mempermasalahkan itu semua. Mereka hidup bahagia hingga maut memisahkan,, hingga kejadian dimana suaminya terbunuh.


Nenek galuh yg menemukan Dewi kecil menganggapnya seperti cucunya sendiri, ia sangat menyayanginya,mendidiknya dengan lembut hingga Dewi tumbuh menjadi gadis kecil yg manja namun baik hati. Ia tidak peduli walaupun Dewi bukan cucu kandungnya.


Nenek Galuh sampai-sampai berbohong jika orang tua Dewi meninggal sewaktu Dewi masih sangat kecil saat mengurus bisnis mereka,, karna ia takut Dewi akan meninggalkannya sendiri dan mencari orang tua kandungnya.


Hingga dia merasa tak tega menyembunyikannya lebih lama lagi,karna bagaimanapun juga cucunya memang memiliki hak untuk tau,lama kelamaan dia juga akan tau nantinya,dari pada ia menyesal dan di benci Cucunya karna tidak jujur lebih baik ia ceritakan saja.


Ia merasa lega setelah bercerita dan ternyata cucu kesayangannya itu tidak mempersalahkan kebohongannya.

__ADS_1


"Fyuuhh"


Mengenang kejadian itu nenek Galuh bernafas lega,ia tak merasa takut kehilangan cucu kesayangannya lagi.


Namun ia pasrah jika cucunya akan mencari keberadaan orang tuanya,ia tak mau menghalangi kebahagiaan cucunya dan membuat cucunya sedih karna hal itu.


*******


Dewi telah sampai di tempat tujuannya ia lalu berterima kasih dengan pak kusir yg mengantarnya dan memberikan beberapa keping uangnya.


"Terima kasih tuan" kata Dewi


"Baiklah nona terimakasih kembali semoga harimu menyenangkan" kata kusir itu pada Dewi.


Dewi turun dari kereta kuda dan membeli beberapa keperluan dapurnya. Namun tanpa ia kira dan ia duga ada keributan tak jauh dari tempat ia berbelanja itu..


"buk buk brak"


Dewi mendengar keributan yg sangat keras. Ia melihat seorang wanita paruh baya yg sedang menjajakan sayurnya yg sedang ditindas oleh beberapa pria bertubuh kekar.


Salah satu pria itu menyiksanya tanpa ampun,hingga Dewi tak kuasa menahan amarahnya karna melihat kekejaman itu.


"jangan tuan, kasihanilah saya,jangan hancurkan dagangan saya,saya mohon hiks hiks hiks,ini satu-satunya penghasilan saya,,, tolong ampunilah". kata wanita itu memohon dengan pilunya.


Terlebih tidak ada satupun orang yg membantu wanita paruh baya tersebut. Mereka tampak acuh tak menghiraukannya dan malah menonton dari kejauhan,membuat Dewi semakin geramnya.


"Masa bodoh,jika tidak mau aku hancurkan bayar pajak dong...!!!"


Salah satu pria bertubuh kekar membentak wanita itu sambil ia mengayunkan kakinya hendak menendang wanita itu.

__ADS_1


"Berhentii..!".


"apa yg kalian lakukan padanya..? dasar tidak tau malu.. Teriak Dewi penuh amarah.


__ADS_2