
Nenek Galuh bertanya pada Dewi yg sedang melamun,namun Dewi tidak mengetahui kedatangan neneknya sehingga Dewi terkejut dengan kehadiran sang nenek..
"Apa yg kau fikirkan nak? tidak biasanya kamu melamun begini sampai-sampai tidak mengetahui keberadaan nenek yg sudah disini sejak tadi" keluh sang nenek yg hawatir dengan cucu kesayangannya yg sedari tadi hanya melamun saja.
"Aku harus mengatakannya.. aku tidak mau selalu kepikiran terus soal ini.. bisa-bisa nenek kecewa jika aku tidak mengatakan terlebih dahulu dari sekarang dan secara tiba-tiba melihatku berubah menjadi ular.. aku yakin seperti kata kanda Candra kemarin,, pasti nenek tidak akan membenciku jika aku menceritakan semuanya.."
Sedangkan Nenek Galuh yg bertanya pada cucunya jadi tambah hawatir Karna yg di tanyai lagi-lagi malah bengong. Nenek Galuhpun mengernyitkan dahinya.
"Haish... segitu beratnyakah yg ia fikirkan hingga lagi-lagi bengong tidak menjawab pertanyaan neneknya ini"
Setelah beberapa lama memantapkan hatinya, Putri Hanindya memutuskan untuk menceritakan identitasnya pada sang nenek,Dewi pun membuka pembicaraannya dengan sedikit gugup.
"Nenek.. jika aku bukan manusia apa kau akan membenciku dan meninggalkanku?" kata Dewi yg sukses membuat neneknya bingung dengan perkataan cucunya itu.
"Kamu bicara apa sih nak..? kalau bukan manusia terus apa? kalajengking gitu? hahahaha ada-ada saja kamu nak" timpal sang nenek.. dikiranya cucunya itu sedang mengajaknya bercanda. ia terkekeh-kekeh dibuatnya.
"Nenek.. Aku serius lho.." kata Dewi lagi di sela tawa sang nenek dengan nada dan tatapannya yg penuh keseriusan yg membuat neneknya diam seketika.
"Apa ini yg difikirkan anak ini?? Tapi kenapa malah sesuatu yg aneh.. Apa maksudnya itu.."
Nenek Galuh bertanya-tanya di hatinya setelah cucu kesayangannya bicara demikian. Ia tak habis pikir dengan apa yg di dengarnya, Namun nenek Galuh juga sadar dengan raut wajah Dewi yg kalut penuh dengan kesedihan,sehingga pembicaraan cucunya pastilah serius.
"Nak.. meskipun kau bukan manusia atau apapun itu.. nenek tidak mempermasalahkannya.. nenek menganggapmu seperti cucu nenek sendiri.. nenek tidak akan membencimu meskipun kau seorang monster sekalipun". kata nenek Galuh yg perlahan mendekati cucunya dan memeluknya untuk menenangkan kesediahan cucu kesayangannya.
Seketika itu juga Dewi menjadi terharu dan menangis dalam pelukan sang nenek.
"Huaaa nenek.. terima kasih sudah menerimaku apa adanya meski aku adalah seorang monster hiks hiks hiks" tangis Dewi meraung-raung karna terharu membuat nenek Galuh penasaran dengan sikap cucunya itu yg tiba-tiba aneh menurutnya.
__ADS_1
"Tunggu-tunggu nak.. sebenarnya ada apa denganmu kenapa malah mengatakan dirimu seorang monster..? nenek kan hanya mengandaikan kenapa jadi kau anggap serius nak??" kata nenek Galuh penasaran sambil melepaskan pelukannya dan menatap wajah cucunya itu dengan intens.
Dewi yg melihat neneknya yg ternyata malah jadi kebingungan tak mau mengulur waktu untuk bercerita lagi ia mengatakan intinya langsung.
"Nenek.. sebenarnya aku adalah jelmaan ular putih.. aku bukan manusia nek.. aku punya ekor huhuhu.." tangis Dewi lagi lagi.
"Ha..? lagi-lagi anak ini bicara apa? mana ekornya? tidak ada kok.." batin sang nenek sambil melihat penampilan cucunya dari atas kebawah dengan polosnya.
"Haisss.. sudahlah meskipun ekormu panjang sekali atau apalah itu cucu nenek tetap yg paling Cantik kok". kata sang nenek yg masih bingung dengan perkataan cucunya itu.
"Aduh... susah sekali untuk berkata jujur.. gimana caraku buktikan ya.. aku kan belum bisa mengendalikan kekuatanku.. kalau tidak di butuhkan saja kadang bisa berubah,pas lagi penting gini malah gak bisa". kesal Dewi
"Aku harus mencobanya.. tapi apa yg harus aku lakukan...? baiklah.. aku akan membayangkannya saja dulu siapa tau berhasil.." kemudian ia memejamkan matanya dan membayangkan ia adalah seekor ular.
"oh tidak.. ini sangat sulit,,aku akan mencobanya lagi,fokus,fokus,fokus,,," batinnya lagi,
Karna masih belum berhasil merubah dirinya ia meyakinkan neneknya lagi agar ia tidak buang-buang waktu dan menjadikannya lebih rumit kedepannya.
"Kamu bicara apa nak kekacauan apa lagi sih nak?"
"Kalau tidak percaya dengan perkataanku aku akan buktikan itu.". jelas Dewi lagi dan lagi karna neneknya sepertinya tidak mengerti juga dengan perkataannya.
Setelah Dewi mencoba yg ketiga kalinya ia berhasil.. Nenek Dewi yg melihat cucunya berubah,,mencoba menenangkan hatinya agar tidak kaget dan membuat cucunya sedih. Ia menata exspresinya senatural mungkin. Ia tau cucunya itu belum bisa menerima kenyataannya sekarang.
"Jadi ini yg kamu maksud punya ekor? tak apa nak... walaupun kau berubah menjadi seekor ular,,wujut ularmu sangatlah cantik.. tak kalah cantik dengan wujud manusiamu" hibur sang nenek sambil menyembunyikan keterkejutannya. Nenek galuh mengusap pucuk kepala jelmaan cucunya itu.
Sedang Dewi bingung lagi bagaimana cara ia kembali ke wujut manusianya..
__ADS_1
"Haiyaaa bagaimana caraku berubah lagi sekarang? batin Dewi.
"Jadi ular yg hampir nenek pukul itu adalah jelmaan seseorang juga??" setelah ia melihat cucunya yg berubah menjadi ular putih.
Kemudian Dewi melakukan cara yg sama untuk merubah tubuhnya menjadi manusia lagi ternyata ia berhasil,sekarang ia bisa mengendalikan wujutnya.
"Ia nek.. dia adalah pangeran Candra dari kerajaan ular putih yg berada di kedalaman hutan disana(Sambil menunjuk arah hutan),dan orang yg mengajariku bela diri adalah dia.." kata Dewi.
"dann sekarang apa nenek takut padaku??". ucap Dewi ragu-ragu.
"Sekarang nenek percaya kan?" kata Dewi sedih.
"Baiklah..nenek percaya padamu.. Kenapa nenek harus takut dengan cucu nenek yg imut dan menggemaskan ini???" kata nenek Galuh.
".. Jangan bersedih.. itu bukan masalah besar sayang.. sekarang kau harus berlatih lagi agar mampu menguasai kekuatanmu,,,mungkin pangeran Candra yg kau ceritakan itu dapat membantumu.. jangan takut nenek tidak akan membencimu,,masalah tetangga soal gampang kan,,nenek yakin mereka jarang melihatmu dan kamu juga jarang berbaur dengan mereka,, jadi rahasiamu aman" kata nenek Galuh menenangkan cucunya.
"Baiklah nek.. aku akan mendengar nasehat nenek.. terimakasih nek.. karna nenek tidak membenciku dan tidak takut padaku" kata Dewi atau lebih tepatnya Putri Hanindya.
Nenek Galuh hanya tersenyum dan mengangguk mendengar perkataan cucu kesayangannya itu.
"Fyuuuhh... ahirnya aku berhasil menceritakannya pada nenek.. semoga tidak akan ada masalah kedepannya"
Begitulah setelah penuh dengan drama ahirnya Dewi berhasil mengatakan kebenarannya pada sang nenek. Putri Hanindya menjadi lega sekarang.
* Bagaimana ceritanya temen-temen??? seru nggak? boleh kasih tips kok..
* Maaf kalau ceritanya gak menarik,,
__ADS_1
* Yg pengen kasih saran boleh ya
* Makasih udah mampir di karyaku๐๐