Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Gadis Licik


__ADS_3

"Sial.. kenapa pangeran Candra lebih membela dia...? padahal aku yg mengenalnya lebih dulu.. sedangkan dia hanya orang baru sudah mendapatkan perhatian pangeran Candra sampai seperti ini...


Ini semua tidak adil**..!"


Dalam benak Putri Yana tidak terima,karna ia merasa lebih dulu mengenal pangeran Candra,dan juga karna kedekatan ayah putri Yana dan yang mulia raja yg membuat dirinya merasa lebih berhak memiliki pangeran Candra. Kemudian ia berusaha membela diri bahwa ia tidak bersalah.


"Tidak pangeran.. aku tidak melakukannya.. dia telah mengejekku lebih dulu dan mengancamku agar aku menjauhimu.. padahal aku hanya bilang kalau aku adalah temanmu,dan pangeran sendiri juga tahu kan jika dia yg mencekikku tadi hingga aq tak bisa bergerak.. "


Ucap putri Yana membela diri dan berusaha mendapatkan kepercayaan pangeran Candra lagi.


"Hahaha kau sangat pintar menata lidahmu untuk berbohong ya Yana.. apa kau fikir aku akan percaya padamu seperti ayahanda raja..? kau salah Yana.. aku sudah mengerti sifatmu yg sebenarnya..jadi jangan coba-coba menipuku lagi". Kata pangeran Candra sinis.


Mungkin jika putri Hanindya dalam keadaan sadar dia akan terheran-heran dibuatnya. karna selama ini pangeran Candra tidak pernah menunjukkan sikap yg seperti itu saat bersamanya.


"Padahal aku selalu bisa mengelabuhi semua orang.. tapi kenapa kali ini pangeran Candra tidak bisa mempercayaiku..?? Ini pasti kerjaan nenek peot itu... aku harus memberinya pelajaran nanti..


Apakah rencanaku akan gagal begitu saja...?? tidak..!! aku harus bisa mengambil hatinya..!!"


"Pangeran Candra.. maafkan aku.. aku hanya hilaf,,tolong jangan marah padaku.. aku hanya tidak rela kau bersama gadis lain.. aku sungguh mencintaimu.." kata putri Yana memohon.


"Jangan membual Yana..!! Aku tau kau tidak memiliki cinta untukku,, yg kau katakan itu hanya omong kosong bukan???"


Pangeran Candra tidak habis fikir bahwa putri Yana mengatakan cinta padanya,padahal obsesinya hanyalah kekuasaan semata.


"Tidak pangeran... aku bersungguh sungguh.. aku benar-benar mencintaimu.." kata putri Yana memelas.


"Dengar Yana..! Aku tidak memiliki perasaan padamu.. aku tidak ingin menyakiti hati orang lain karna perasaan yg di paksakan itu bukankah tidak akan berakhir bahagia..?"


"Tapi pangeran.. bukankah paman raja telah menjodohkan kita.. aku sudah mendengarnya.. jadi aku harap kita bisa menjalani perjodohan ini,,bukankah kita bisa menjalaninya dahulu..? Seiring dgn berjalannya waktu mungkin perasaan itu akan tumbuh.. iya kan..?"

__ADS_1


Bujuk rayu putri Yana yg ia buat-buat sedemikian rupa agar pangeran Candra luluh. Namun ia tidak sadar bahwa itu malah membuat pangeran Candra ingin muntah.


"Masalah perjodohan aku sudah memilih Dinda Dewi sebagai kekasihku dan pendampingku untuk seumur hidupku.


Jadi janganlah berharap aku akan bersama dengan gadis licik sepertimu... Aku tau kau hanya mengincar kedudukanku saja Yana"


Pergilah...!! jangan kau fikir aku akan memaafkanmu karna telah membuatnya terluka seperti ini,," Kata pangeran Candra dengan penuh amarah karna jengkel pada Putri Yana yg selalu berpura-pura.


"Tapi pangeran..."


"Pergi...!!!"


Ia sudah muak dengan apa yg di katakan Putri Yana,pangeran Candra membentaknya untuk pergi.


Baru kali ini putri Yana melihat pangeran Candra marah.. sangat mengerikan sekali. ia pun segera pergi dari hadapan mereka dengan Wajah murung karna gagal meyakinkan pangeran candra.


"Baiklah.. mungkin kali ini aku gagal,tapi aku tidak akan menyerah Candra.. Lihat saja nanti,apa yg akan aku lakukan atas penghinaanmu ini..!"


"Sepertinya Candra benar-benar mencintai dinda. Baru kali ini aku melihat Candra marah. Baguslah.. meski aku membenci dia tapi walau bagaimanapun dinda mencintainya. Aku akan beri kamu kesempatan Candra.."


Dalam benak pangeran Wiraka. Ia sedari tadi hanya diam saja mendengar perdebatan antara pangeran Candra dan putri Yana.


"Apa yg kau lakukan disini Wiraka..? katamu kau peduli padanya,,kenapa kau malah membiarkannya lepas kendali seperti ini.. bukankah kau sendiri yg bilang jika hal itu terjadi akan sangat membahayakannya" teriak pangeran Candra penuh amarah.


"Apa-apaan kau Candra.. kekuatanku berbeda dengan dinda Hanindya.. dya ular putih dan aku ular hitam.. kekuatanku sangat bertentangan padanya aku tidak mungkin meredamnya dengan kekuatanku.. itu akan sangat berbahaya padanya juga,,kau tau..??" jelas pangeran Wiraka dengan penuh amarah juga.


"Sialan kau Candra..!!


Yahh.. itu karna aku sendiri sebenarnya tidak mampu untuk menghadapi tekanan dari aura dinda Hanindya.. tapi masa iya aku harus mengakui itu di depan musuh bebuyutanku.. aku tidak mau direndahkan oleh Candra lah....

__ADS_1


hahaha sungguh memalukan.. pantas saja ada ramalan seperti itu tentang dinda"


"Kau kan bisa menggunakan cara lain..?


Tunggu.. Kenapa kau memanggilnya dengan nama lain..? siapa itu Hanindya?" tanya pangeran Candra yg heran karna pangeran Wiraka menyebut nama Hanindya pada kekasihnya.


"Hah... sepertinya aku keceplosan.. mungkin lebih baik dia tau tentang rahasia ini.. aku yakin dia sangat mencintai dinda Nindy.. jadi pastinya ia akan menjaganya dan juga rahasia ini..


baiklah...!! sudah diputuskan"


Pangeran Wiraka berfikir untuk berbagi rahasia pada pangeran Candra. toh dia tau pangeran Candra akan dapat melindungi adiknya dan menjaga rahasianya dengan baik kelak,maka ia memutuskan untuk mengatakannya, toh dia sendiri tidak mampu menjaganya sekarang.


"Ketahuilah Candra.. dia adalah adik perempuanku,,kembaran dari Mahendra,dan namanya adalah Hanindya,nama itu di berikan oleh ibuku sewaktu dia lahir..


Karna adanya ramalan sialan yg mengatakan adanya bencana yg dibawa oleh putri dari ayahanda dan ibunda yg mewarisi kekuatan ular putih,,dengan terpaksa ibunda menyelamatkannya dengan cara membuangnya di pinggir hutan agar ada manusia yg menyelamatknnya kelak.


Jadi kau jangan macam-macam padanya,hidupnya selama ini sudah sangat menderita.. jika aku melihat selir-selir lainmu menindasnya lagi aku tidak akan mengampunimu Candra..!!


Jaga dia dengan baik dan jangan biarkan orang lain mengetahui rahasia ini.. kalau sampai ayahanda raja Darma mendengarnya pasti dia akan membunuhnya.


Camkan dan selalu ingat kata-kataku ini..!!". Kata pangeran Wiraka panjang kali lebar dan kemudian menghilang dari hadapan mereka berdua.


Jeng jeng seketika pangeran Candra terkejut dengan pengakuan pangeran Wiraka yg tidak masuk akal menurutnya.


Ia fikir pangeran Wiraka mendekatinya hanya untuk mengambil mustika milik putri Hanindya atau karna ia juga menyukai gadis kecilnya itu,tapi tidak disangka-sangka olehnya ternyata Pangeran Wiraka adalah kakak kandung dari gadis yg ia cuntai itu.


Cukup lama pangeran Candra diam membisu masih dengan memeluk putri Hanindya di dekapannya. Mungkin dia masih syok kali ya..


* Hai hai... temen-temen yg cantik manis and ganteng.. Jangan lupa like atau komen ya..

__ADS_1


* Dukunganmu sungguh sangat berarti bagiku 😘😘


*Makasih yg udah mampir😉😉


__ADS_2