Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Jati Diri


__ADS_3

Dewi telah sampai di pemandiannya,ia lalu menanggalkan semua pakaiannya dan segera membersihkan dirinya.


Gadis itu berfikir sejenak Dia merasa aneh saat dekat dengan ular itu,ada perasaan yg berbeda namun dia tidak bisa mengartikannya.


"Kenapa aku jadi deg-degan saat dekat dengan ular itu? Hanya ular saja membuat aku jadi merasa aneh...eh sejak kapan aku tidak takut dengan ular? dan kenapa aku merasa akrap dengan ular itu? dan kenapa saat aku menciumnya hatiku menjadi tak karuan seperti ini? seperti mencium seorang pria saja.. sungguh terasa gugup sekali".


"Sebelumnya aku kan takut dengan ular,kenapa kali ini berbeda...?" Batin gadis itu sambil menyiram tubuhnya dengan air.


"Ah sudah lah mending aku cepat bergegas sebelum nenek khawatir dan mencariku ke hutan". Gumam gadis itu pelan.


Dewi bingung dan bertanya-tanya kenapa dia tidak takut dengan ular sekarang. Akhirnya dia tak mau fikir panjang lagi,setelah selesai membersihkan dirinya ia mengenakan pakaian yg telah ia siapkan dan segera bergegas menemui neneknya,karna hari sudah senja dan ia belum menemui neneknya sejak sampai di rumah.


Tadi sewaktu dari hutan Dewi tidak langsung menemui nenek Galuh karna menyembunyikan ular yg dia tolong itu.


Sebelumnya ia kekamar untuk menyisir rambut panjangnya dan merapikannya,dilihatnya tempat tidur dan tidak mendapati ular putih yg ia tolong tadi.


"Kemana si putih pergi..?"


Dia sedikit panik tapi ia berfikir untuk mencarinya nanti setelah ia bertemu neneknya.


"Mungkin dia hanya bersembunyi di sekitar sini saja,lagi pula ia sedang terluka tidak mungkin pergi terlalu jauh..


Huh..!! Baiklah aku akan pergi menemui nenek saja dulu". Fikir gadis itu.


Padahal ular itu sedah pulang ke tempat di mana ular itu tinggal.


Dewi mencari-cari dimana nenek Galuh berada,ternyata dia sedang menyiapkan makan malam mereka.

__ADS_1


"Nenek.. Dewi sudah pulang" kata Dewi sambil menghampiri neneknya.


"Cucuku Darimana saja kamu nak? Nenek sangat khawatir,nenek kira kau tersesat di hutan hingga tidak tau jalan pulang". kata Nenek Galuh sambil memeluk cucu kesayangannya.


"Hehehe Tidak nek aku tadi hanya keasikan bermain di hutan hingga lupa waktu,maaf nenek jadi mengkhawatirkan ku". jawab Dewi.


Ia tak berani bercerita tentang ular yg ia temukan,takut neneknya akan khawatir dan panik. Karna Dewi tau bahwa neneknya sangat mengerti jika dirinya sangan takut seekor ular.


"Sudahlah tak apa yg penting kau baik-baik saja sekarang". Nenek galuh tersenyum pada Dewi sambil melepaskan pelukannya.


"Baiklah makanlah terlebih dahulu,nenek sudah memasak masakan kesukaanmu.. pasti kau sudah lapar karna seharian di hutan". kata Nenek Galuh.


"Waw.. nenek baik sekali,masakan nenek memang yg terbaik". kata Dewi dengan riangnya karna mendapatkan masakan kesukaannya dari sang nenek.


"Kamu ini... paling suka memuji masakan nenek,, baiklah habiskan nak..! kalau perlu nenek akan membuatnya lagi untukmu" nenek itu tersenyum seraya mencubit pipi cucunya dengan gemas.


"hehe terima kasih nenek" jawab Dewi.


setelah beberapa saat mereka telah selesai makan malam,kemudian mereka berbincang-bincang sejenak sebelum mengistirahatkan tubuh mereka di ranjang masing-masing.


"Cucuku kemarilah,ada hal penting yg ingin nenek katakan padamu". kata Nenek galuh yg kemudian menbuka pembicaraannya.


"Ada hal apa nek?" Dewi perlahan mendekati neneknya karna penasaran. "tumben nenek berbicara serius, biasanya ia banyak bercanda.. hmm.. nenek tidak ada bakat berbicara dengan serius" batin Dewi yg heran dengan sifat neneknya yg tiba-tiba berubah.


"Tak apa,mendekatlah nak" ia menghela nafas dengan beratnya seakan enggan untuk mengatakan yg akan ia sampaikan.


Namun ia tetap harus menyampaikannya pada cucu kesayangannya itu. Agar tidak mengganjal di fikirannya.

__ADS_1


Perlahan nenek Galuh berbicara pada Dewi.


"Cucuku.. Nenek sudah tua,nenek takut akan menyesal jika tidak segera menceritakannya padamu,, nenek takut tidak punya banyak waktu jika terus menyembunyikan ini darimu lebih lama lagi". Katanya pelan


sebenarnya nenek menemukanmu dihutan. Pada saat itu nenek berjalan-jalan di sekitar hutan, dan nenek tanpa sengaja mendengar suara tangisan bayi, nenek mencari asal suara itu dan menemukanmu bersama dengan kalung permata hijau. Kalung itu tepat di atas tubuhmu,nenek membawamu pulang dan merawatmu hingga sekarang.


Maaf nak nenek baru menceritakan semua ini padamu sekarang". sesalnya


Nenek Galuh kemudian mengambil sebuah kotak yg di dalamnya terdapat sebush kalung dengan permata hijau yg begitu indah.


"Ambil kalung ini nak..! Simpan baik-baik. Kelak kau akan menemukan jati dirimu yg sebenarnya Dewi". Kata nenek Galuh sambil memberikan Kotak tersebut.


Dewi menerima kalung itu,tanpa terasa airmatanya menetes,ia menangis ter isak-isak di pangkuan nenek Galuh,ia tak percaya orang yg selama ini mengasuhnya dengan penuh kasih sayang ternyata bukanlah nenek kandungnya.


Bahkan dia tidak tau siapa orang tua kandung yg sebenarnya. Dia berfikir apakah orangtuanya telah membuangnya? Apakah orangtuanya membencinya? Banyak sekali pertanyaan yg terlintas dalam fikirannya itu. Namun Dewi berusaha menerima segala kenyataan yg ada dengan iklas.


Dengan berderai air mata ia bicara pada nenek Galuh. "Nenek tak usah meminta maaf,walaupun nenek bukan nenek kandungku, aku sudah menganggap nenek seperti nenekku sendiri, di dunia ini nenek adalah satu-satunya keluarga yg aku kenal. Selama ini, terima kasih yg telah merawatku tanpa mengeluh dan membesarkanku dengan penuh kasih sayang melebihi orang tua kandungku. Sungguh Dewi merasa sangat beruntung memiliki nenek yg sangat baik padaku,nenek adalah orang yg hebat.. maafkan cucumu ini yg selalu merepotkanmu selama ini nek". kata Dewi dengan berderai air mata.


"Jangan menangis sayang,nenek tidak keberatan menjagamu selama ini". Nenek galuh menghibur Dewi seraya menghapus air mata yg berlinang di pipi cucunya itu


"Maafkan nenek yg membohongimu bahwa orang tuamu telah meninggal,nenek sebenarnya takut kau akan marah dan membenci nenek jika nenek berterus terang tapi kamu juga punya hak untuk tau tentang kebenaran ini".


"Mungkin suatu saat nanti kau akan bertemu dengan orang tua kandungmu,kau jangan berkecil hati,jangan menyalahkan orang tuamu,kita tidak tau kesulitan apa yg di alami orang tuamu sehingga kau di tinggalkan di dalam hutan itu". Hiburnya.


Nenek Galuh memeluk Dewi erat, beliau tau,pasti cucunya belum bisa menerima kenyataan itu dengan mudah.


"Sudah jangan menangis,, cucu nenek yg paling cantik,nanti jadi jelek dong... tuu kan matanya sudah hampir bengkak sekarang..". Hibur sang nenek, kemudian Dewi tersenyum pada nenek Galuh.

__ADS_1


"Nah kalau begini kan cantik,,cucu kesayangan nenek". kata nenek Galuh lagi.


__ADS_2