
Ular putih jelma'an pangeran pun perlahan mendekati gadis itu dan perlahan merayap padanya. Dan tiba-tiba menggosok-gosokkan kepalanya pada tangan Dewi yg tadi tak sengaja terpukul oleh nenek Galuh. Seakan ia merasa bersalah pada gadis itu.
Gadis itu tersenyum melihat ular itu bertingkah manja padanya.
"Tak apa,jangan bersedih putih,ini tak seberapa,pasti akan segera sembuh". Gadis itu berkata dengan lembut,ia kemudian menyapukan tangan kirinya pada kepala ular tersebut.
"Aku tau itu pasti sangat sakit,kau hanya menghiburku saja".
Selang beberapa saat nenek Galuh kembali sambil membawa krim obat untung luka Dewi.
Ia melihat cucunya sedang membereskan tempat tidurnya dengan satu tangan. Dan di lihatnya ular itu masih setia menunggui Dewi disisinya,tanpa penyerangan atau apa, membuat nenek Galuh merasa tenang akan keselamatan cucunya.
"Kemarikan tanganmu nak,nenek akan mengoles obat untukmu". Pinta nenek Galuh sambil mengulurkan tangannya.
"Dewi bisa sendiri nek,nenek harus banyak-banyak istirahat". Tolak dewi karna tidak enak merepotkan neneknya.
"Kamu bicara apa nak,sudah sini kemarikan..!
ini karna kesalahan nenek juga," nenek Galuh menyambar tangan Dewi dengan pelan sambil mengoleskan krim penyembuh memar pada tangan Dewi yg sudah membengkak itu dan mengobrol pada cucunya.
"Jika saja nenek tidak gegabah pasti kau tak akan seperti ini".
__ADS_1
Lagian ini juga tidak membuat nenekmu ini lelah,nenek sudah merawatmu sejak kecil dan buktinya nenek baik-baik saja kan..? lagian nenek juga tidak melakukan apa-apa di rumah ini,jangan khawatirkan nenek, lihatlah nenekmu ini masih segar bugar".
"Iya-iya nenek masih terlihat muda dan cantik seperti umur 17 tahun hehehe" Canda gadis itu.
"Wow kalau begitu nenek ini akan menjadi kakakmu donk hahaha?" nenek Galuh membalas candaan cucu kesayangannya.
Tidak bisa di pungkiri walaupun mereka tidak memiliki hubungan darah sedikitpun tetapi rasa sayang nenek Galuh pada cucunya itu sangat-sangat besar. Begitu pula sebaliknya.
"ssssh"
Dewi mendesis menahan sakitnya.
"oh oh baiklah nenek terlalu bersemangat tangan nenek bergetar-getar rupanya. hingga membuatmu kesakitan tak sengaja tertekan mf sayang".
"Yasudah hari ini kamu jangan berpetualang ke hutan, dirumahlah saja dan pulihkan lukamu".
"Lagian di hutan ada apa sih? kamu suka sekali kesana,jangan-jangan kamu kencan dengan orang utan ya? hahaha" tawa nenek Galuh pecah mulai bercanda lagi.
"Ah nenek teganya,emang nenek mau punya cucu menantu orang utan?" balasnya.
"Hahahaha kenapa nak? mau kenalin ke nenek ya? hohoho.." tanya nenek Galuh sambil agak menutup mulutnya dengan jari-jemarinya memberi kode,dia mengira cucunya slalu ke hutan dengan kekasihnya,hingga membuat cucunya slalu bersemangat sampai-sampai memberi kode orang utan segala deh si nenek.
__ADS_1
Dewi pun yg mengerti maksut neneknya langsung menjawab.
"Nenek... Dewi tidak mengenal satupun pemuda,siapa yg akan Dewi kenalkan pada nenek coba? lagian Dewi kan masih kecil begini hehehe". sambil bertingkah sok imut.
Pangeran Candra yg menyaksikan sepasang cucu dan neneknya sedang bersenda gurau itu hanya diam saja sambil senyum-senyum di hati melihat kedekatan mereka.
(btw ular kalo ular senyum gimana ya...🤔 hii seyem)
Masa iya kamu tidak menyukai seorang pemuda di desa kita ini? dari sekian banyak pemuda masa tidak ada satupun yg menarik hatimu?. Haduh tyap hari perginya malah ke hutan terus,kapan nenek mendapat cucu baru?" dengus sang nenek dalam candanya.
"Aduh neek... cucumu ini masih kecil masih ingin dimanja-manja sama nenek,masa iya nenek rela melepaskanku kepada orang lain huhuhu teganya..". Dewi berpura-pura pasang muka sok sedih pada neneknya itu sambil bergelayut memeluk neneknya.
"Yasudahlah nak,nenek hanya ingin ada yg menjagamu saja,nenekmu ini sudah tua,jika terjadi sesuatu padamu nenek sudah tidak mampu menolongmu." katanya.
"Tak apa nek,Dewi bisa jaga diri kok.. lihatlah cucumu ini berulang kali kehutan tidak terjadi apa-apa kan?"
"Baiklah-baiklah nenek percaya padamu". Nenek Galuh tersenyum dan mengecup kening cucu kesayangannya dan berlalu pergi.
Sedangkan pangeran Candra yg tau Nenek Galuh ingin cucunya memiliki pendamping untuk melindunginya, memikirkan cara dan berfikir bagaimana ia akan bertemu dengan Dewi dengan wujut manusianya dan membuat gadis kecilnya itu memilihnya untuk bersamanya. Dia tidak mau gadisnya itu memilih orang lain nantinya.
"Dewiku.. aku harap kau akan mencintaiku meskipun kita tak sama,aku sungguh mencintaimu dan berharap kau akan bersamaku untuk selamanya,aku berjanji akan menjagamu melebihi nyawaku".
__ADS_1
Setelah itu pangeran pun pergi tanpa sepengetahuan Dewi.