
Ratu melihat putra sulungnya telah berada di ambang pintu,ia pun segera memanggil putranya untuk menghampirinya.
"Masuklah Putraku.." kata ratu Pradita pada putra sulungnya itu.
"Ada apa Ibunda mencariku?" tanya pangeran Wiraka yg penasaran karna tidak biasanya Ibundanya akan mencarinya seperti ini.
"Kemarilah putraku.."
Pangeran Wiraka pun segera mendekat pada ibunya.
"Ibunda memerlukan bantuanmu". kata Ratu Pradita lagi.
"Apa yg ananda bisa bantu ibunda?" jawab putranya.
"Dengarlah putraku.. Segel kekuatan pada adikmu Hanindya(nama pemberian dari ratu Pradita untuk putrinya bungsunya) sudah di angkat oleh seseorang dan usia adikmu belum genap 17 tahun pasti kekuatannya akan mengamuk karna belum stabil,ibunda sangat khawatir". Kata ratu Pradita yg sangat gelisah ia takut keberadaan putrinya akan diketahui oleh suaminya.
"Tenanglah ibunda.. aku akan mencari Dinda secepatnya.. pasti tidak akan terjadi apa-apa padanya.. ibunda jangan khawatir biar ananda yg mengurus ini". jawab pangeran Candra seraya menenangkan kehawatiran sang ibu.
"ananda akan berangkat sekarang juga semoga tidak terjadi apa-apa pada dinda Hanindya" kata pangeran Wiraka lagi
"Baiklah.. hati-hati putraku dan jangan membawa siapapun jaga rahasia ini baik-baik.. kalau tidak kau akan kehilangan adikmu". kata Ratu Pradita mewanti-wanti putra sulungnya itu.
"Baik ibunda.. Ananda tau itu, ananda mohon undur diri". Pamit pangeran Wiraka pada sang ibu.
"Ya putraku pergilah.."
Dan kemudian pangeran Wiraka menghilang dari hadapan ibundanya dalam sekejap mata.
Sungguh sifat yg bertolak belakang pada Pangeran Wiraka,jika ia sedang bersama sang ibu,dia akan menjadi anak yg penurut dan penuh kelembutan. Berbeda saat ia bersama orang lainnya kecuali adiknya Mahendra dia akan memiliki sifat kasar dan kejam pada orang lainnya.
Ratu Pradita menghela nafasnya sedikit lega karna putranya telah membantunya mencari putri bungsunya itu.
"Hah... syukurlah.. masih ada yg bisa aku harapkan,sebenarnya aku bisa saja pergi tapi kanda yg posesif itu pasti akan mencariku lagi lagi".
Kemudian dari arah luar terdengar suara orang yg sedang memanggil ratu Pradita.
"Dindaa..."
__ADS_1
Panggil raja Darma pada ratu Pradita.
"Nah kan benar kataku.. baru saja belum lama bertemu denganku sudah mencariku lagi". kata ratu Pradita pelan sekali sambil memutar bola matanya jengah.
"Iya kanda ada apa mencariku??". jawabnya kemudian ia menuju suaminya.
.
.
.
.
Sedangkan di tempat Dewi dan Pangeran Candra berada,Dewi masih terbaring ditemani oleh pangeran Candra disana namun perlahan ia sadar.
"Uwhh... kepalaku sakit.." keluh Dewi yg baru saja tersadar dari pingsannya.
"Dimana ini???". Dewi mengerjap-erjapkan matanya yg masih buran melihat sekitarnya.
"Kau sudah bangun dinda?" Tanya pangeran Candra padanya.
"Istirahatlah dulu.. kita masih dihutan dan kau tadi pingsan saat kita berlatih, pulihkan tenagamu dulu". kata pangeran Candra lembut.
Mendengar itu Dewi menjadi ingat kejadian tadi saat tiba-tiba ia berubah menjadi ular dan mengamuk. Dewi menjadi terkejut mengingat dirinya yg tadi mengerikan.
"Kenapa aku bisa berubah menjadi ular..? siapa aku sebenarnya??". Dia kemudian melamun mengingat kejadian yg ia alami.
"Dinda.. ada apa?" tanya pangeran Candra yg melihat gadisnya sepertinya agak syok setelah ia menjawabnya dan mengatakan dia pingsan tadi.
"Kanda.. Katakan padaku apa tadi itu benar-benar terjadi? benarkah aku bukan manusia lagi? lalu bagaimana aku menghadapi nenek nantinya? pasti dia akan takut melihatku.. Aku takut nenek akan membenciku.. hiks hiks hiks" tangis gadis kecil itu yg belum bisa menerima kenyataan bahwa dia adalah seorang siluman ular.
Pangeran Candra menghapus air mata Dewi dan memeluk gadis kecilnya yg sangat sedih itu untuk menenangkannya.
Dewi mengeratkan tangannya di punggung pria yg memeluknya itu dan membenamkan wajahnya di dada bidang pangeran Candra, dengan tangisnya yg masih terdengar.
"Tenanglah dinda.. ini memang takdirmu kau harus tegar dan harus bisa menerima kenyataan ini.. aku yakin nenekmu masih akan menyayangimu.. Aku tau dia adalah seorang yg baik dan tidak akan membencimu walaupun kau menjadi seekor ular atau apapun itu,karna dia sangat menyayangimu, rasa sayangnya padamu sudah sangat mendarah daging walaupun kau bukan cucu kandungnya..
__ADS_1
Sudahlah jangan bersedih lagi.. Nenekmu akan menerimamu apa adanya,kalaupun dia tidak menerimamu lagi kau tidak sendiri.. bukankan aku juga sama sepertimu" kata pangeran Candra sambil menyentuh kepala Dewi dengan lembut.
Gadis itu merasakan hangatnya kasih sayang Pangeran Candra ia merasa sedikit tenang dibuatnya. Tangisnya mulai mereda dan tidak terdengar lagi.
"Nah seperti ini lebih baik.. Jangan menangis lagi.. kau akan terlihat sangat jelek jika menangis". katanya sambil mengusap sisa sisa air mata di pipi gadis kecilnya itu dengan tersenyum lembut.
"Biarkan saja..!". jawab Dewi agak kesal dengan ledekan pangeran Candra yg sengaja menggodanya.
Tiba-tiba ada seseorang yg menegur pangeran Candra dengan teriakan seramnya yg tiba-tiba menarik Dewi jauh dari tempat pangeran Candra.
"Jangan sentuh dia.. Kau tidak pantas bersamanya". kata orang itu yg ternyata pangeran Wiraka.
"Lepaskan aku..! apa yg kau lakukan..?". teriak Dewi saat pangeran Wiraka menarik paksa tubuhnya.
"Lepaskan dia Wiraka.. apa yg akan kau lakukan padanya..? jangan berlaku tidak sopan dia milikku..!" kata pangeran Candra yg marah saat gadisnya di tarik pria lain dan itu adalah pangeran Wiraka.
"hmm Kata ini lagi.." batin pangeran Wiraka dan adiknya Dewi secara bersamaan.
".. sepertinya Candra cemburu dan sangat marah karna dinda aku tarik darinya.. mungkin dia fikir aku menyukainya, karna dia belum tau kalau akulah kakaknya biar saja aku kerjai dia". batin pangeran Wiraka sambil tersenyum licik pada pangeran Candra.
"Hahahaha jangan harap dia milikku sekarang.. jangan coba-coba mengambilnya dariku Candra". ejek pangeran Wiraka seraya memeluk adiknya erat-erat.
"Kau tidak berhak membuat keputusan sepihak Wiraka dia tidak menyukaimu dan benci padamu" kata pangeran Candra dengan geram.
dan di sisi lain Dewi memberontak dari genggaman pangeran Wiraka yg memeluknya.
" Kau ini bicara apa??? siapa yg milikmu? aku tidak sudi bersama pria kejam sepertimu.. lepaskan aku..!!" teriak Dewi dengan marah.
Tanpa sengaja Dewi mengeluarkan kekuatannya saat memberontakkan diri dan pangeran Wiraka terpental agak jauh darinya.
"Sebegitukah bencinya kau padaku dinda". Batin pangeran Wiraka yg didorong jauh oleh kekuatan Dewi.
Sedangkan Dewi yg melihat itu menatap kedua tangannya kehernan.
"Benarkah aku yg melakukannya?" batin Dewi keheranan melihat pangeran Wiraka yg terpental karna dindorong oleh dirinya..
"Kekuatan dinda tidak terkendali.. ini gawat dia bisa saja melukai seseorang tanpa sengaja jika tidak segera ia latih"
__ADS_1
Fikir pangeran Candra yg melihat kejadian itu.