
"Tapi yang mulia.. Asal-usul juga sangat penting.. kita tidak tau apa yg akan terjadi kedepannya jika mengabaikannya.." kata C menimpali lagi.
"Ya kau benar saudaraku..Hmmm.. teruskan saran kalian,aku akan mendengarnya". Kata sang raja memberi keleluasaan untuk mereka berpendapat.
Ia ingin mengetahui sejauh mana rakyatnya menilai keputusannya. Dan seberapa besar mereka menghormati dirinya.
Sedangkan putri Hanindya hanya meremas pakaiannya mendengar banyak orang yg tidak menyukainya.
Pangeran Candra yg berada di sampingnya mengetahui kegelisahan calon istrinya. Ia lalu meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya erat. Lalu ia berbisik lirih di dekat telinga sang putri.
"Tenanglah dinda.. Ayahanda akan membereskannya untukmu.. Ayahanda tidak akan terima keponakannya di hina habis oleh seseorang yg tidak tahu apa-apa" bisik pangeran Candra.
"Ya kanda.." kata putri Hanindya lirih.
Ratu Anjani dan putri Andini juga memberi dukungannya melalui senyumannya.
.
.
.
.
"Bukankah lebih baik jika putri Yana yg menjadi pendamping pangeran Candra yang mulia..? beliau seorang putri yg berpendidikan dan juga sangat anggun.. sangat cocok bersama dengan pangeran kami.." kata B menghasut.
"Bagus.. sekali..!! rencanaku berjalan lancar..hahahaha". Dalam benak putri Yana.
"Ya benar yang mulia.. saya mendengar yang mulia juga sudah berencana menjodohkan putri Yana dan pangeran Candra beberapa waktu lalu.. kenapa sekarang berubah menjadi gadis tidak di kenal itu..?" imbuh yg lainnya.
Sang raja masih diam mendengar mereka mengutarakan pendapatnya itu. Ia sedikit geram dengan ulah mereka yg menghina keponakannya habis-habisan.
"Sepertinya aku belum mengatakannya sekalipun pada Rendra atau Yana.. kenapa sudah ada yg mendengarnya..?" Batin raja heran.
"Ada yg bilang bahwa calon istri pangeran Candra adalah gadis antah brantah entah dari mana,,yg telah merayu sang pangeran dan membuat pangeran jatuh cinta. Mohon yang mulia menyelidiki asal-usulnya lebih dahulu..!" kata D menimpali.
"Ya yang mulia.. bisa jadi dia hanya mengincar posisi dan kedudukan saja" timpal B.
Putri Yana menyeringai dengan puas dengan pertentangan para hadirin di aula itu.
"Bagus.. aku telah berhasil membuat nama gadis jelata itu hancur di mata mereka hahaha"
Flash back on
__ADS_1
Putri Yana yg marah dan ber api-api melampiaskan kemarahannya pada dayang Utari. Ia menyiksanya tanpa ampun hingga ia puas. Setelah itu ia memanggil dayang kesayangannya untuk menghadapnya.
"Trisa.. kemari kau..!!" Teriak putri Yana pada dayang kepercayaannya.
"Ya putri.. ada hal apa yg bisa hamba bantu..?" kata dayang Trisa.
"Hmmm.. biasanya kau sangat pintar memberi sebuah ide yg cemerlang padaku.." kata putri yana sambil menyeringai.
"Tentang apa putri..?" tanya sang dayang.
"Menurutmu apa cara yg mudah untuk menghancurkan nama baik seseorang??" tanya putri Yana.
Dayang Trisna diam sejenak. Lalu mengutarakan ide liciknya pada putri Yana.
"Hamba rasa jika orang-orang membencinya dan menjelek-jelekkannya maka namanya akan buruk dan menarik khalayak umum semakin membencinya putri". Kata dayang Trisa.
Putri Yana berfikir sejenak dengan apa yg di katakan dayang kepercayaannya itu.
"Nah sudah dapat. Aku akan membuat orang-orang membencinya dengan sebuah hasutan dan rumor buruk. Sekarang kau cari dua orang luar istana untuk menghasut gadis tak tahu diri itu..!" kata putri Yana.
"Baik putri.. saya mengenal beberapa orang,di luar istana,dia pasti mau saya mintai bantuan dengan memberikan beberapa imbalan" kata dayang Trisa.
"Bagus.. panggil dia sekarang juga..!" kata putri Yana memerintah dayangnya.
"Baik putri.." jawab sang dayang seraya memberi hormat dan berlalu pergi.
"Hormat hamba putri.. Apa yg bisa saya lakukan untuk anda??" tanya kedua pemuda itu.
"Aku ingin kau menghasut calon istri pangeran Candra di acara pengumuman pernikahannya nanti,aku yakin raja akan segera membuat pengumuman itu. Saat acara itu belum di mulai kau harus menghasut banyak orang dan buatlah rumor bahwa gadis itu adalah rakyat jelata,tidak berpendidikan dan di pungut oleh pangeran Candra entah dari mana,yg terpenting kau harus mengatakan dia telah merayu pangeran Candra dan berbuat licik. Mengerti..??" jelas putri Yana dengan seringaiannya yg seram.
"Baik putri.. itu sangat mudah bagi kami.." jawab salah satu pemuda.
"Bagus.. aku memiliki dua permata pusaka.. meskipun tidak begitu berharga aku yakin kalian akan menyukainya. Ambil ini..!" kata putri Yana sambil memberikan dua permata pusaka itu.
"Terima kasih putri.. kami tidak akan mengecewakanmu.." kata kedua pemuda itu tersenyum saat melihat benda itu,lalu ia mengambilnya sambil berlalu pergi.
"Hahaha.. kau akan habis gadis jelata..!!" tawa putri Yana yg telah berhasil menyusun rencana liciknya.
"Trisa.. ambilkan aku arak..!! kali ini aku akan merayakan rencana indahku..hahahaha" perintahnya pada sang dayang.
"Baik putri.." kata sang dayang. Lalu ia membawa beberapa kendi arak untuk junjungannya.
"Silahkan putri.." ujar sang dayang.
"Tunggu.. malam ini kau harus memanggilku Ratu.. mengerti..??" Kata putri Yana.
__ADS_1
"Baik ratuku.." kata dayang itu lagi.
"Hahaha menyenangkan.. " kata putri Yana di selingi tawanya yg menggelegar dalam ruangan.
"Hi.. dasar tidak tahu malu" batin sang dayang yg jijik dengan kelakuan junjungannya itu sambil akan berlalu pergi.
"Hei tunggu..!! Sebelum itu singkirkan ular bodoh yg tak berdaya di pojokan itu..dan jangan sampai ada yg melihatnya mengerti..??!" kata putri Yana lagi sambil menunjuk dayang Utari yg sudah tak berdaya.
"Baik putri.." jawab sang dayang.
"Apa tadi kau bilang..?" protes putri yana sambil memegang telinganya.
"Eh.. B-baik ratu.." kata sang dayang gugup.
"Nah itu baru benar.." seringai putri Yana bangga.
"Hi... mengerikan..! untung aku cerdas dan selalu memberi ide bagus pada putri Yana. kalau tidak aku juga akan berakhir seperti dia.." batin dayang Trisa sambil menyeret dayang Utari yg sudah sangat tak berdaya.
Flash back off
Begitulah sebenarnya yg terjadi sebelumnya. Putri Yana telah menyuruh orang untuk menghasut khalayak umum di aula.
Kebencian dan kemarahan putri Yana semakin menggebu pada putri Hanindya. Ia berusaha mengambil segala cara untuk menyingkirkan saingannya untuk memduduki tahta ratu.
.
.
.
.
"Apa masih ada lagi yg ingin mengutarakan pendapat..?" Kata sang raja yg mulai jengkel.
"Tidak yang mulia.. kami sudah selesai.." jawab beberapa orang sedikit gugup.
Mereka tahu sang raja menjadi muram setelah mereka mengatakan hal-hal itu padanya.
"Bagus.. sekarang aku akan mengatakan sesuatu pada kalian..!" kata sang raja lagi.
"Aku tidak mungkin membuat keputusan yg terburu-buru. Selain itu.. Putraku Candra pasti dapat memilih seseorang yg tepat untuk dirinya sendiri...
** Kita skip dulu ya friend...
** Semoga terhibur..😉😉
__ADS_1
** Jangan lupa like and coment atau saran juga boleh lho ya..
** Makasih dah mampir di karyaku semuanya..😘😘