Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Terheran-heran


__ADS_3

Dayang Utari yg belum terbiasa mengobrol dengan putri Hanindya merasa kagum dengan sifatnya yg tidak membeda-bedakan kasta dan status mereka.


Bahkan sang putri tidak menganggap mereka sebagai dayang melainkan seperti temannya sendiri,atau bahkan saudaranya.


"Beruntungnya aku bertemu dengan putri Hanindya.. Jika tidak,,mungkin aku sudah tidak ada,karna putus asa atas ulah putri Yana yg menyiksaku tanpa ada habisnya itu**"


"Terima kasih tuan putri.. atas bantuan dan pertolonganmu. Seumur hidup aku tidak akan pernah menghianatimu dan melupakan kebaikanmu selama ini" Batin dayang Utari sambil menyunggingkan senyum penuh kebahagiaan.


Namun dayang Aruni yg sudah terbiasa dengan sikap tuan putrinya itu diam saja saat sekilas mendapat pandangan heran dari dayang Utari.


Lalu tidak berapa lama dia malah meledek rekannya itu.


"Iya.. Kamu cantik.. Tapi tidak secantik aku dan tuan putriku.. wleeek.." ejek Aruni.


"Hishh kau menghancurkan imajinasiku saja.." kata dayang Utari cemberut dengan ejekan dayang Aru barusan.


Memang sejak dayang Aru mengikuti putri Hanindya dan nenek Galuh dia terbiasa bercanda ria dengan mereka. Apalagi dengan Nenek Galuh yg hampir tiap hari bersamanya.


"Sudah-sudah.. Kalian jangan saling mengejek. Ayolah.. bantu aku sekarang.. Aku bisa-bisa terlambat karna ulah kalian ini" kata putri Hanindya pura-pura merajuk dan marah.


Yg tiba-tiba membuat dayang Utari menjadi takut dan lupa dengan sifat putri yg memang suka bercanda, karena dia fikir putri Hanindya akan marah dan menghukumnya seperti putri Yana sebelum dia bisa lepas darinya.


"Eh.. b-baik putri.." kata Dayang Utari drngan gugup dan kemudian kembali membantu merias tuan putrinya itu dengan wajah sangat takut.


"Uh.. gawat.. sepertinya aku telah melakukan kesalahan. Seharusnya aku tidak berbicara sembarangan pada tuan putri tadi" Batin dayang Utari yg ketakutan.


"Haiss.. Apa Utari ini tiba-tiba takut pada putri Hanindya hanya karna putri Hanindya merajuk saja. Sepertinya dia belum mengerti sifat putri Hanindya yg sebenarnya" Batin dayang Aru.


"Kerjain tidak ya..?" batin Aru lagi.


Dayang Aru yg melihat gelagat rekannya itu ingin sekali tertawa,dan juga ingin sekali dia mengerjainya, namun dia takut dayang Utari akan kabur dan mengira putri benar-benar marah dan menganggapnya serius. Sehingga dia akan semakin merasa terancam.


"Hmm.. mungkin begini saja.."


Akhirnya dia memiliki cara untuk membuat dayang Utari mengerti dengan sifat putri Hanindya yg sebenarnya agar dia tidak salah faham lagi.


"Hmmm.. Yg ingin cepat-cepat bertemu pangerannya.. Sangat tergesa-gesa sekali rupanya.. Sampai-sampai mau memarahi kami.. huh.." ledek dayang Aru yg Akhirnya malah menggoda sang putri untuk meyakinkan dayang Utari agar tidak salah paham lagi akan pemikiran rekannya itu pada putri Hanindya.

__ADS_1


"Biarkan saja.." balas putri Hanindya cuek.


"Atau jangan-jangan kamu mau juga yaa dengan pangeran tampan...??" ledek sang putri tiba-tiba.


"Ahh.. tidaak.. saya mana ada putri..?" jawab dayang Aru dengan wajah bersemu merah karna malu.


"Ahahaha.. ketahuan ya.. Lihat wajahmu di cermin Aru..! Kau sangat lucu sekali dengan wajah memerahmu itu.."


"Tidak putri.. Anda salah faham.." sanggah dayang Aru dengan wajah semakin memerah.


"Katakan.. Siapa orang itu?? beraninya mengambil Aru-ku" ledek putri Hanindya dengan tawa cerianya.


"Tidak ada putri.. Anda benar-benad salah faham.. Aku tidak dengan siapapun juga.." sanggah dayang Aru dengan sangat malu.


"Hahaha.. Sudah ketahuan masih saja mengelak.." sahut sang putri lagi.


"Ah... sial.. aku terjebak di permainanku sendiri.. Bisa-bisa putri meledekku habis-habisan untuk kedepannya.. Bagaimana ini..?" batin dayang Aru yg kebingungan.


"Tapi baguslah.. Utari menjadi tersenyum setelah mendengan candaan kami tadi.. Akhirnya aku berhasil meyakinkannya"


Sedangkan yg di fikirkan dayang Utari adalah..


Akhirnya dayang Utari mengerti akan sifat putri Hanindya yg memang suka bercanda dgn tingkahnya yg sangat manja itu.


Akhirnya ia memutuskan untuk ikut masuk di obrolan mereka berdua.


"Kalau benar begitu.. Mari kita jodohkan dia dengan seseorang saja putri.." sahut dayang Utari yg mulai bisa mengikuti obrolan mereka pelan-pelan.


"Woow.. kamu benar Utari.. ayo kita lihat apa dia masih tidak akan menyerah dan masih akan menutupinya dariku..?" sahut putri Hanindya.


"Aah.. tidak.. Aku tidak mau di jodohkan.." ucap dayang Aru sambil menutup telinganya.


"Kenaaapa??" tanya putri Hanindya penasaran.


"Pasti dia tidak ingin meninggalkan kekasihnya,putri.. hahaha.." sahut dayang Utari lagi.


"Ya.. kau benar Utari.. Ahaha.. Ayoo sekarang kau tidak bisa mengelak dariku Aru.. Katakanlah.. siapa dia..?" tanya putri Hanindya yg sangat penasaran.

__ADS_1


"Dasar gadis jelata.. memang kau lebih pantas bergaul dengan orang-orang rendahan seperti mereka itu,,kau sama sekali tidak pantas menjadi calon ratu di kerajaanku..!! Nikmatilah kegembiraanmu sekarang.. Karna suatu saat nanti aku akan merebut itu semua darimu gadis tidak tahu malu.. fuffuufu"


Ternyata putri Yana sedang menuju ke ruangan mereka dan mendengar canda tawa mereka bertiga.


.


.


.


.


tok tok tok tok..


Saat mereka sedang asyik-asyiknya bercanda,terdengar suara ketukan pintu yg berasal dari ruangan itu yg sedikit terbuka.


"Masuklah.." jawab putri Hanindya saat mendengar ketukan pintu.


Putri Yana pun masuk dan seketika mengagetkan mereka yg berada di ruangan itu.


"Ada apa ini? Kenapa ular busuk itu kemari lagi? Apa akan membuat masalah lagi dengan putri??" Batin dayang Aru dan dayang Utari yg heran.


Namun berbeda dengan putri Hanindya,dia masih biasa saja menghadapi putri Yana itu. Dia sama sekali tidak takut atau penasaran sekalipun.


"Ada apa?? Apa kau mencariku..?" tanya putri Hanindya santai.


"Ya.. Aku di perintahkan paman raja untuk menemuimu dan.." jawab putri Yana terputus.


"Sial sekali.. pasti mereka akan menertawakanku jika tahu aku akan meminta maaf kepada gadis jelata ini" batinnya.


"Katakan..!" sahut putri Hanindya datar saat melihat keraguan pada putri Yana.


"Dasar *a*ang.. berani sekali dia memerintahku,kalau saja bukan demi keringanan hukumanku,aku tidak akan mau meminta maaf padamu dasar gadis jelata" sungut putri Yana dalam hati.


"Aku.. aku ingin meminta maaf atas kesalahanku sebelumnya.." jawab putri Yana terbata-bata.


"Apa-apaan itu.. Yg benar saja ular busuk ini meminta maaf pada putri..? Tidak mungkin sekali itu terjadi. Ini kejadian yg sangat langka.. Pasti aku telah bermimpi sambil berjalan.." Batin dayang Aru dan dayang Utari secara bersamaan yg tidak percaya dengan apa yg ia lihat dan dengarkan itu.

__ADS_1


plaak


__ADS_2