Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Kembali ke istana


__ADS_3

Masih tentang Brata


Keseharian Brata hanya ia habiskan bermain wanita,berjudi dan minum saja. Ia tak mau tau jika harta orang tuanya nanti akan habis. Yg ia tau hanyalah berfoya-foya dan bermain-main saja.


Namun orang tuanya juga tidak mempedulikan hal itu,sehingga ia menjadi pemuda yg bebas dan masa bodoh tanpa meng-hiraukan aturan apapun.


Dan karna ketidak pedulian orang tuannya itu juga yg menjadi penyebab pembentukan karakter yg sangat buruk padanya.


Kini ia menyukai putri Hanindya,ia sama sekali tidak peduli Dewinya itu menyukainya atau tidak. Yg ia fikirkan hanyalah bagaimana ia bisa memilikinya apapun caranya.


Entah strategi apa yg akan ia rencanakan selanjutnya untuk merebut gadis yg membuatnya menjadi semakin gila itu.,setelah ia tau tentang kekasih Dewinya itu, ia hanya pergi begitu saja sambil sesekali ia marah-marah di perjalanan.


******


Di hutan, pangeran Candra dan putri Hanindya sengaja tidak menggunakan kekuatannya untuk pergi ke istana.


Putri Hanindya yg memintanya,dengan alasan ia ingin tau jalan menuju rumah kekasihnya itu. Walau yg sebenarnya ia fikirkan adalah untuk mengulur waktu saja.


Ia benar-benar sangat gugup,belum cukup bernyali bertemu dengan calon mertuanya itu.


"Kanda.. apakah kita masih jauh dari istana??" Tanya putri Hanindya penasaran.


"Masih lumayan dinda.. apa kau lelah??" Jawab pangeran Candra dan kemudian ia bertanya balik.


"Ti-tidak kanda.. A..ku hanya sedikit gugup saja" jawabnya lirih dan terbata-bata.


Pangeran Candra tersenyum,lalu menggenggam tangan kekasihnya itu,agar Putri Hanindya merasa lebih tenang.


"Aku tau... makanya kamu memilih berlama-lama di jalan supaya dapat menunda waktu untuk bertemu dengan ayahanda dan ibunda kan..?" tebak pangeran Candra yg memang tepat sasaran.


"Kanda tau saja apa yg aku fikirkan.." jawab putri Hanindya yg menjadi sangat malu karna ketahuan.


Pangeran Candra menghentikan langkahnya dan berbalik menatap putri Hanindya yg masih tersipu karna taktiknya ketahuan.


"Tenanglah dinda.. mereka orang yg baik.. mereka pasti tidak akan membuatmu dalam kesusahan" kata pangeran Candra menenangkan kekasihnya sambil menatap lekat pada kekasihnya itu.


"Tapi mungkin juga banyak orang yg akan membenciku kanda.." jawabnya melemah.


Putri Hanindya berfikir, mungkin putri Yana yg hampir mencelakainya kemarin itu juga tinggal di kerajaan pangeran Candra,jadi pastinya akan bertemu dengan gadis licik itu juga nanti.


Putri Yana sudah pasti akan membalas dendam dan memberi perhitungan pada dirinya kapan saja, karna masih tidak meninggalkan pangeran Candra seperti permintaan putri Yana kemarin.

__ADS_1


Pangeran Candra yg melihat gadisnya termenung agak hawatir,ia lalu menanyakan apa penyebabnya.


"Dinda.. apa yg kau fikirkan?? apa kau takut Yana akan mengusikmu nanti??" tebak pangeran Wiraka yg lagi-lagi tepat sasaran.


"Kanda.. Kenapa kau selalu tau apapun yg aku fikirkan??? jangan-jangan kau menyelami fikiranku ya,??" kata putri Hanindya kesal karna fikirannya di ketahui pangeran Candra lagi-lagi.


"Tidak dinda.. aku hanya menebak saja. Kemarilah.. kita akan istirahat disini terlebih dahulu. Sepertinya kau sangatlah lelah".


Pangeran Candra menuntun gadis kecilnya untuk duduk bersamanya di bawah pohon yg rindang untuk menghilangkan rasa penat dan letihnya putri Hanindya.


"Bolehkah dinda tau apa yg terjadi kemarin padaku kanda? kenapa aku bisa bersamamu kemarin? bukankah yg aku lihat si ular hitam yg menyebalkan itu ya..?" tanyanya bingung.


"Kenapa?? kecewa ya??? Karna bukan dia yg mengantarmu.." goda pangeran Candra pura-pura memanyunkan bibirnya.


"Apa-apain sih kanda.. aku serius.. kenapa juga aku berharap dengan orang aneh itu..? eh salah ular aneh maksudnya". kata putri Hanindya asal.


* Pangeran Wiraka "Hasshing" bersin-bersin.


* "Siapa yg berani memarahiku??"


"Dinda.. jangan menghinanya,walau bagaimanapun dia tetap ka.... emmh" kata pangeran Candra tidak jadi ia lanjutkan.


"Kenapa tidak jadi..?" karna kata-kata pangeran Candra terpotong Putri Hanindya jadi curiga.


Namum pangeran Candra malah mengganti topik pembicaraanya untuk mengalihkan perhatian kekasihnya itu. Yg malah membuat putri Hanindya sedikit kesal padanya.


"Apaan sih kanda ini.. mau bicara apa dia hingga tidak jadi dibicarakan.. membuatku sangat penasaran saja"


"oh tidak kanda lupa,dinda menanyakan kejadian kemarin kan..?, tahu tidak..? kemarin dinda sangat menakutkan,seperti singa yg mengamuk dan siap menerkam mangsanya,dinda mengangkat Yana dgn satu tangan saja dgn mencekik lehernya. Apa dinda lupa??" kata Pangeran Candra mengalihkan pembicaraannya yg hampir keceplosan.


"Hah..? kenapa aku jadi sekejam itu??" tanya putri Hanindya penasaran dan melupakan hal yg tadi.


"Fyuuh.. selamat.." batin pangeran Candra lega.


"Entahlah dinda.. kanda kebetulan lewat disana,jadi kanda menghentikanmu,kanda takut kau akan mengamuk dan akan membakar hutan yg indah ini". jawabnya tidak tentu arah tentang pembicaraannya.


"Cih.. Kenapa tidak bilang saja kanda menghawatirkan dia..? huh..!!" kata gadis itu kesal.


"Hahaha tidak dinda.. Aku hanya meng-hawatirkanmu seorang,tidak ada yg lain.." jelas pangeran Candra.


"Hemmp... Bohong..! dia kan orang yg di jodohkan denganmu" jawab putri Hanindya sambil memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Hmmm... tidak percaya..cemburu yaa..?? "


"cih.. kata siapa??" mengelak.


"Terus kenapa bibirnya gini..?" sambil memajukan kedua bibirnya


"Hahahaha... Kanda aneh sekali tau..!!" putri Hanindya malah tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi pangeran Candra yg sangat lucu.


"Kenapa tertawa? dinda tadi seperti itu juga kok..!" Balasnya sambil memajukan bibirnya lagi.


"Tidak.. Kanda jelek..!! hahaha.."


"Berarti dinda juga donk tadi..waktu dinda marah juga begini..???" sambil mengulangi ekspresinya tadi lagi-lagi.


" Aah tidaak.. kanda sangat jelek.."


Putri Hanindya sangat malu karna ekspresinya di tirukan dgn aneh oleh pangeran Candra berkali-kali. Sehingga Ia menggelitiki pangeran Candra sampai terpingkal-pingkal kegelian.


"Dinda ampun... hahahaha" tawa pangeran Candra dan putri Hanindya memenuhi alam sekitarnya.


"Rasakan ini kanda..." masih menggelitiki.


"Dinda awas di belakangmu ada ular hitam besar..!! teriak pangeran Candra


"Aargggh..!!"


Karna kaget dan merasa takut Putri Hanindya berteriak dan tiba-tiba memeluk pangeran Candra dengan eratnya.


"Bagaimana ularnya sudah pergi belum kanda..?" teriaknya di pelukan pangeran Candra.


Pangeran Candra tidak menyangka jika gadis kecilnya itu masih takut dengan ular. Niatnya hanya mengerjainya saja tidak disangka akan mendapat pelukan dari kekasihnya itu.


"Tapi bohong.." kata pangeran Candra lagi tanpa merasa bersalah ia tertawa dengan puas.


"Aaaarghh... Kanda membohongiku.." protes putri Hanindya kesal sambil memukul pelan dada bidang yg ia peluk tadi.


** Bersambung dulu ya...


** Terima kasih yg sudah mampir di karyaku.. semoga terhibur๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


** Jangan lupa like 'n comentnya ya..

__ADS_1


__ADS_2