Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Kesombongan yg haqiqi


__ADS_3


Putri Hanindya semakin memancing Brata untuk mempermalukannya. Brata yg tidak tahu ia sedang di jebak,ia semakin angkuh dan menyombongkan diri pada putri Hanindya untuk memamerkan kekuasaannya.


"Benarkah..?? siapa pemilik restoran ini jika kau tahu..?" Kata putri Hanindya menantang.


"Eh.. Em.. tentu saja dia teman dekatku.." Kata Brata berbohong dengan sombong.


"Oh.. begitu..!! Coba kau panggilkan pemilik Restoran ini jika benar dia temanmu..!! Pasti dia tidak akan menolakmu bukan..? Kebetulan aku juga ingin bertemu dengannya.." pancing putri Hanindya lagi.


"B-baiklah.." kata Brata agak gugup.


Kegugupan Brata karna dia sama sekali tidak tahu siapa pemilik restoran itu yg sebenarnya. Pemiliknya sangat misterius bahkah tidak ada yg mengetahuinya dengan pasti.


Ada yg bilang adalah seorang gadis cantik yg masih sangat muda,ada yg mengarang pemuda yg sangat tampan,ada juga yg mengatakan seorang nenek tua. Namun tidak pernah ada yg tahu kepastiannya, Brata hanya tahu jika pemiliknya adalah orang paling kaya dan dermawan di kota ini, itu saja.


Namun ia masih optomis si pemilik kedai itu akan mengenalnya dan dia bisa menaklukan gadis yg ia inginkan dan ia hina itu.


"Kenapa malah diam.. katanya kau ingin memperkenalkannya padaku tuan muda Brata..? apa jangan-jangan kau hanya membohongiku saja??" pancing sang putri lagi.


Dayang Aru yg mengetahui semuanya susah payah menahan tawa.


"Hahaha.. Aduh putri.. yg benar saja kau ini..Padahal pemiliknya kau sendiri,,tapi malah mengerjai pemuda sombong ini habis-habisan dan mengatakan ingin bertemu pemiliknya.. aduh.. akubtidak tahan lagi.. tapi coba kita lihat bagai mana pemuda ini nanti menanggung malu di hadapan banyak penggemarnya itu.." batin dayang Aruni dengan tawanya di dalam hati.


"Siapa bilang..?? Aku benar-benar mengenalnya.. sekarang aku akan memanggil pelayan untuk memanggil pemiliknya.. Setelah itu kau harus bersedia menjadi wanitaku oke..!!" kata pemuda itu dengan sombong seraya memanggil seorang pelayan.


Ia kebetulan sudah mendapatkan tempat duduk di restoran itu. Dan duduk dengan bergaya bak penguasa yg mampir di tempat temannya.


Putri Hanindya hanya memasang muka datar saat Brata mengatakan kesombongannya itu.

__ADS_1


"Pelayan.. Kemari kau..!!" Dengan nada sombong. Sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja.


"Iya tuan muda..? Ada yg bisa saya bantu..??" tanya pelayan itu sopan.


"Aku ingin bertemu pemilih restoran ini.. bilang saja aku teman dekatnya dia pasti akan mengenaliku.." kata pemuda itu dengan sombongnya.


"Hahaha.. dasar bodoh.. pemilik keduanya ada di depan matamu..!! yg kau hina dan kau rendahkan itu.. apa kau sangat buta..huffft??" Kesal dayang Aru dengan kebodohan pemuda itu.


Sungguh rasa kesal, gemas dan ingin tertawa yg di alami dayang Aruni semakin memuncak saja,ingin sekali ia terbahak-bahak saat itu juga, tapi pasti akan mengacaukan rencana junjungannya itu. Sehingga ia tetap mempertahankan ekspresi datarnya susah payah.


Sedangkan pelayan yg di panggil oleh Brata tidak pernah tahu siapa pemilik restoran tempat ia bekerja. Dia bingung,namun akhirnya dia mengatakan kejujurannya itu,dia pasrah jika orang berkuasa di hadapannya akan marah atau tidak.


Karna dia sangat mengenal tuan muda Brata itu,jika ia menyinggungnya sedikit saja dan tidak memberinya muka entah apa yg akan ia alami esok hari atau bahkan sekarang.


"T-tapi tuan.. pemilik restoran ini jarang datang... dan saya sendiri tidak tahu siapa pemiliknya" jawab pelayan itu agak gugup.


"Lalu siapa yg bertanggung jawab dengan restoran ini sekarang..? panggil saja dia..!!" Bentak pemuda sombong itu dengan kesal.


Para wanita di sana semakin mengejek putri Hanindya dengan hinaan pedas mereka. Namun putri Hanindya masih diam dengan seribu bahasa.


Dia tetap tenang dengan pendiriannya. Di ikuti juga oleh dayang Aru yg sedari tadi hanya memperhatikan mereka saja dan sangat penasaran dengan apa yg akan terjadi pada manusia sombong itu.


Tak berapa lama pun sang pelayan itu datang dengan membawa seorang lelaki paruh baya.


"Silahkan berbicara dengan tuan Danu, tuan muda Brata.. Beliau adalah orang kepercayaan pemilik kedai ini.." kata pelayan itu sopan.


"Baiklah.." kata pemuda itu tanpa mengucap terima kasih. Namun dengan sombong ia mengibas-ngibaskan tangannya mengusir sang pelayan.


Pelayan itupun segera menunduk hormat dan undur diri.

__ADS_1


"Tuan muda Brata.. Apa anda mencari saya..?? Saya Danu.. orang kepercayaan pemilik kedai ini. Ada yg bisa saya bantu..??" kata pria paruh baya itu dengan ramah.


"Aku ingin bertemu dengan teman dekatku, si pemilik kedai ini,,dan membuat dia sadar jika aku sangat di hormati dan di segani di kota ini.. sehingga dia tidak berani menolakku lagi..!!" kata pemuda itu dengan angkuh sambil menunjuk putri Hanindya yg menyilangkan tangannya acuh dan berdiri tak jauh dari tempat Brata duduk.


"Ha.. sejak kapan nyonya Galuh berteman dengan tuan muda angkuh ini..??" Batin tuan Danu lalu ia menengok ke arah seseorang yg di tunjuk oleh Brata.


Matanya terbelalak kaget saat melihat cucu tunggal dari sang majikannya itu. Ia lalu mempersilahkan duduk dengan tergopoh-gopoh menyuapkannya.


"Eh.. Nona muda..!! Silahkan duduk nona muda..! Ternyata anda yg kemari bukan nyonya Galuh.. Maafkan pak tua ini yg tidak mengenali anda..


Kenapa tidak mengirim pesan saja agar saya bisa menjemput anda secepatnya,nona jadi repot-repot kemari sendirian.." Kata pria paruh baya itu sangat hormat.


Seketika Brata bengong karna melihat sikap si pengurus kedai yg sangat sopan pada gadis yg dia hina itu. Dia sangat malu sekarang karna telah menghinanya di depan banyak orang. Pasti sekarang banyak yg mencemoohnya balik pikirnya.


"Hah.. kenapa dia menyebut gelandangan itu nona muda..? apa yg sebenarnya terjadi di sini..?" Kata beberapa orang yg berbisik-bisik.


Semua orang di kedai itu yg terheran. Mereka tidak habis fikir pengurus kedai atau restoran yg mewah itu sangat menghormati gadis lusuh itu.


Putri Hanindya tersenyum pada tuan Danu yg ramah itu sambil melepaskan silangan tangan di dadaya dan duduk. Kemudian ia menanggapi keramahan pengurus kedai itu dengan ramah pula.


"Tidak apa.. tidak perlu sungkan padaku paman.. Aku hanya ingin melihat perkembangan usaha nenek saja tidak akan lama.. Dan lagi aku tidak sendirian.. Aku bersama temanku Aru" kata putri Hanindya dengan senyum tulusnya.


"Apa..? putri menganggapku temannya.. sungguh aku sangat terharu sekali.." Batin dayang Aruni.


Namun berbeda dengan orang-orang di kedai itu. Memikirkan hal lain.


"Apa..? jadi dia adalah cucu pemilik restoran mewah ini..???" batin beberapa orang yg tadi mencemooh sang putri.


** skip dulu ya man teman.. semoga terhibur..

__ADS_1


** Jangan lupa like and coment ok..😉


** makasih yg selalu setia menunggu update dari author..😘😘


__ADS_2