Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Berbaikan


__ADS_3


Di depan pintu dayang Aru dan pangeran Wiraka masih berdebat saja. Putri Hanindya yg mendengar keributan itu segera keluar untuk mengetahui apa yg terjadi di luar.


Dia melangkah ke arah pintu depan menghampiri dayangnya yg sedang berdebat dengan seseorang.


"Aru.. ada apa..??" tanya putri Hanindya santai.


Tapi saat matanya tertuju pada pemuda di ambang pintu ia terkejut.


"Jangan kemari putri.. dia orang jahat..!!" kata Aru panik.


"Kanda Wiraka..!" sebut putri Hanindya yg terkejut. Dia tidak menyangka kakaknya yg menyebalkan itu akan mengunjunginya.


"Dinda Nindy.. Lihatlah dayangmu yg tidak punya sopan santun ini.. dia melarangku bertemu denganmu.." kata Pangeran Wiraka kesal.


"Sudahlah Aru.. biarkan dia masuk. dia tidak akan menyakitiku.." kata sang putri santai.


"Tapi putri..??" sela sang dayang yg masih hawatir dengan keselamatan tuan putrinya.


"Tidak apa Aru.. tenanglah..!" kata sang putri lagi.


"Baiklah putri.." dayang Aru kemudian pasrah dengan apa yg di katakan junjungannya itu.


Dayang Aru kemudian masuk ke dalam agak ragu. Ia masih takut tuan putrinya akan di sakiti oleh pemuda itu.


"Ada apa kanda ke sini..? tidak biasanya.." kata sang adik dengan muka yg kesal.


"Tidak ada.. Kanda hanya ingin mengunjungimu saja tidak ada yg lain.." jawab sang kakak dengan nada lembutnya yg sangat asing di telinga putri Hanindya.


"Sejak kapan kakakku yg menyebalkan ini menjadi lembut dan penuh perhatian.. huh.. jangan bilang cuma pura-pura..!!" batin sang adik yg kesal.


Pangeran Wiraka pun mengetahui kekesalan sang adik dari raut wajahnya. Ia tahu bahwa adik bungsunya itu masih marah dengannya.


"Apa dinda masih memusuhi kanda karna perlakuan kanda yg telah lalu..? kanda minta maaf.. Kanda mohon maafkan kanda dinda.. Kanda tidak pernah membencimu hanya saja kanda terlalu gengsi dan egois.. Maaf..!!" kata pangeran Wiraka sambil menundukkan kepalanya dengan memelas.


Putri Hanindya yg melihat kakaknya itu jadi kasian dengan sang kakak. Hatinya sedikit terbuka dan kebenciannya pada sang kakak berangsur memudar.


Dari sikap si kakak dia tahu kakaknya itu bersungguh-sungguh dalam meminta maaf padanya.


"Astagaa.. seorang pangeran Wiraka yg terkenal kejam dan sombong itu meminta maaf pada tuan putri..? sangat jarang terjadi hal seperti ini.." batin dayang Aru yg sedari tadi mengintip. Ia sangat heran dengan apa yg ia lihat dan ia dengar itu.


Tanpa ia sadari kehawatirannya tadi telah menghilang dari hatinya.

__ADS_1


"Aru... sedang apa kau ini..??"tanya nenek Galuh berbisik di telinga Aru,beliau tiba-tiba di belakang dayang Aru ikut mengintip bersamanya karna penasaran dengan apa yg di lihat oleh sang dayang barusan.


"Oh.. sedang melihat cucuku yg sedang mengobrol.." kata nenek Galuh menjawab pertanyaannya sendiri barusan dengan santai.


Dayang Aru yg kaget spontan berteriak tertahan karna tidak tahu sebelumnya kalau nenek Galuh ada di belakangnya.


"Ahhpp.. " teriak sang dayang sambil sepontan menutup mulutnya sendiri.


"Nenek mengagetiku saja.." protes Aru sambil berbisik.


"Apa sih yg di lakukan Aru di situ..? berisik sekali.." kata sang putri yg ada di luar bergumam karna sempat mendengar sedikit jeritan Aru barusan.


"Apa..dengan siapa cucuku mengobrol Aru..??" tanya nenek Galuh lagi ketika melihat pemuda yg bersama cucunya itu.


Setelah ia menyadari pemuda itu,nenek Galuh kaget karna pemuda itu bukan pangeran Candra melainkan orang asing yg belum pernah ia lihat sebelumnya.


"Dia kakak kandung tuan putri nek.." jawab Aru lagi.


"Ooh..Syukurlah..! Ku kira cucuku berselingkuh dengan pria lain.." kata nenek Galuh tanpa merasa bersalah saat mengatakannya.


"Apa..? jadi cucuku sudah menemukan keluarganya yg sebenarnya..??" lagi-lagi nenek Galuh tersadar akan sesuatu yg ganjal.


"Astaga nenek.. Apa kau baru mengetahuinya barusan..?" heran Aru.


"Ya.. Baru saja dengar.. entahlah.. nenek ini sudah pikun Aru.. mengertilah..!!" kata nenek Galuh santai.


"Apa kita hanya akan melihatnya dari sini nek..?" tanya Aru,karna nenek Galuh dari tadi malah mengikutinya untuk mengintip tidak keluar untuk menyambut tamu.


"Biarkanlah kakak adik itu berbaikan..! sepertinya cucuku sedikit membenci kakaknya itu jika ku perhatikan,dia sangat tidak ramah bicara dengan kakaknya" kata nenek Galuh serius.


"Tumben sekali nenek Galuh berfikir dengan serius.. biasanya dia masa bodoh.."


"Hmmm.. baiklah.. kita lihat mereka dari sini saja kalau begitu.." kata Aru yg menyetujui usul nenek Galuh.


Mereka akhirnya hanya melihat putri Hanindya yg sedang mengobrol dengan kakaknya dari balik pintu.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Melihat adik bungsunya hanya diam saja,pangeran Wiraka mengulang pertanyaannya lagi.


"Dinda.. apa kau tidak akan memaafkan aku..??" tanya pangeran Wiraka lagi dengan memelas.


"Tidak.." kata sang adik dengan datar seperti tidak mempedulikannya.


"Baiklah.. aku tahu kau tidak akan memaafkanku,,karna aku memang sudah sangat keterlaluan.." kata pangeran Wiraka sedih.


"Maksudku.. tidak mungkin aku tidak memaafkan kanda.." kata putri Hanindya lagi dengan disertai senyum manisnya.


"Apa..? benarkah....??" wajahnya yg tadinya lesu tak bersemangat setelah mendengar kata sang adik kini berbinar-binar kesenangan seperti anak kecil yg tadinya merajuk meradapat banyak permen dari orang tuanya.


"Ya.. tentu saja.." kata sang adik lagi.


"Terima kasih dinda.." dengan spontan pangeran Wiraka memeluk adiknya dengan erat.


Nenek Galuh dan dayang Aru yg melihat dari balik pintu ikut bahagia melihat mereka berbaikan layaknya kakak adik yg rukun.


"Arrrghh kanda.. aku tidak bisa bernafas..." keluh sang adik karna pelukan sang kakak terlalu erat.


"Hahaha.. maaf dinda.. kanda sangat bahagia mendengarnya.." kata pangeran Wiraka sambil melepaskan pelukannya pada sang adik.


"Ehmm.. ehmm.." terdengar deheman seseorang di ambang pintu, ternyata itu adalah pangeran Candra yg datang untuk menjemput sang kekasih untuk ke istananya.


Putri Hanindya dan pangeran Wiraka yg sedang asik berbaikan seketika mereka menoleh ke arah suara orang yg berdehem ria di balik pintu yg memang tidak tertutup sehingga terlihatlah pangeran Candra di sana.


"Hmmmm.. ternyata ada kakak beradik yg telah berbaikan di sini.." sindir Pangeran Candra pada mereka berdua.


"Emmh iya kanda.. sejak kapan datang..?" tanya putri Hanindya malu-malu.


"Apa-apaan sih.. mengganggu momen bahagiaku bersama dinda Nindy saja.." kata pangeran Wiraka dengan wajah cemberut.


"Hmmm.. yg sudah dapat maaf dari adiknya sombong sekali.." Ledek pangeran Candra lagi.


"Terserahku lah..! Huh dasar pengganggu..!" gumam pangeran Wiraka dengan sifat kasarnya yg belum bisa dia hilangkan.


Dia masih gengsi untuk bersikap baik dengan kakak sepupunya atau calon adik iparnya itu.


Putri Hanindya yg melihat kakaknya yg kasar itu ingin sekali mengerjainya.


** Skip dulu ya man teman.. insya allah nanti author sambung lagi okee... Di tunggu aja ya..

__ADS_1


** jangan lupa like and comentnya.. author tunggu loh..😉😉


** Makasih yg udah setia menunggu update dari author..😘😘


__ADS_2