Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Berlatih dengan Pangeran Candra


__ADS_3

Pangeran Wiraka yg kesal memutuskan untuk pergi keluar istana untuk memperbaiki suasana hatinya yg sedang kesal itu. Sambil berjalan pun dia masih menggerutu lagi dan lagi,seperti anak kecil yg sedang merajuk saja.


"Huh... ibunda benar-benar menyebalkan.. sebenarnya siapa anaknya itu?? apa jangan-jangan aku cuma anak pungut? kenapa selalu membela si Candra itu terus-terusan.. Ibunda saja kalau memujiku pasti masih di ikut-ikutkan dengan sifat ayahanda!". kata pangeran Wiraka yg mengomel kesal.


"Dan lagi adikku juga di ambil olehnya.. aku sendiri belum sempat menikmati waktuku bersamanya sudah keduluan sama si Candra itu..!" gerutunya lagi-lagi. padahal umur Pangeran Wiraka sudah hampir 21 tahun tapi jika ia sedang marah dengan ibundanya seperti anak kecil saja.


Berbeda jika ia marah dengan orang lain yg bukan keluarganya.. dia akan mengamuk dan memberi pelajaran orang yg membuatnya kesal tanpa ampun lagi.


Begitulah sifat pangeran Wiraka,kadang kejam dan kasar dan kadang bersikap kekanak-kanakan kadang juga manja pada sang Ibunda.


Setelah dia terus-terusan mengomel akhirnya bosan sendiri dan memutuskan untuk masuk keistana kemudian menuju kamarnya dan istirahat karna memang hari sudah larut.


******


Matahari sudah menampakkan cahayanya,Dewi yg sudah selesai dengan aktivitas paginya akan pergi ke hutan lagi karna ia sudah membuat janji dengan Pangeran Candra untuk berlatih ilmu bela diri padanya.


Setelah ia menghabiskan sarapannya ia masih berbincang-bincang dengan neneknya Dia akn berpamitan pada nenek Galuh untuk pergi ke hutan lagi.


"Nenek.. Dewi akan pergi kehutan lagi hari ini". Kata Dewi dengan senyum mengembang di bibirnya.


Pagi itu dia sangat bersemangat sekali.. entah karna ia akan segera melatih kemampuannya atau karna ia akan bertemu pangeran Candra. Yg pasti air mukanya sangat bahagia sekali hingga nenek Galuh dibuat heran olehnya.


"Hmmm baiklah.. jaga dirimu baik-baik nak.. nenek kemarin sangat khawatir saat kau ke hutan.. untungnya tidak terjadi apa-apa padamu".


"Dewi baik-baik saja nek.. lihatlah..". jawab Dewi sambi berputar-putar di hadapan sang nenek dengan memasang senyumnya yg menggemaskan.

__ADS_1


"Ya ya ya baiklah.." jawab nenek Galuh pasrah.


"Apa kau sudah menemukan keluarga kandungmu hingga membuat wajahmu berseri-seri seperti itu nak?" tanya nenek Galuh yg melihat kegembiraan cucunya itu.


"Ada apa dengan gadis kecilku ini? kenapa sepertinya sangat bahagia apakah dia akan menemui kekasihnya atau dia sudah menemukan keluarga kandungnya.. bikin penasaran saja anak ini". Batin nenek Galuh.


"Hehehe belum nek.. Hari ini Dewi akan berlatih ilmu bela diri dengan seseorang". jawab Dewi.


"Hah..? siapa? setahu nenek kamu tidak suka bergaul dengan siapapun.. apa kau menemuka seorang guru yg hebat? dan kenapa tiba-tiba ingin berlatih bela diri" tanya nenek Galuh dengan heran dan penasaran..


"Emmmm ada nek... kemarin aku bertemu dengan seseorang.. bukan seorang guru hebat sih.. tapi dia lumayan hebat juga jadi aku minta dia untuk mengajariku agar aku bisa melindungi diriku sendiri ketika ada masalah dan marabahaya yg menyerangku nanti.. dan aku bisa menjaga nenek juga". kata Dewi pada neneknya dengan senangnya.


"Hmmm baiklah berhati-hatilah nak..". Kata Nenek galuh pada cucu kesayangannya itu.


"Baik...jangan hawatir aku akan segera kembali..". Pamit gadis kecil itu seraya melangkahkan kakinya pergi.


Dewi yg sudah sampai di dalam hutan duduk di bawah pohon rindang.. seperti sedang menunggu seseorang disana. Sambil menikmati kesejukan angin di hutan itu yg begitu menyegarkan fikiran.


"Apa kau sudah lama menungguku..?" tanya seorang pemuda pada gadis di hadapannya yg membelakanginya itu.


Seketika Dewi membalikkan pandangannya ke arah suara yg berbicara padanya.


Benar saja setelah beberapa lama datanglah seorang pemuda ia mengenakan pakaian ber warna biru yg biasa saja.. tidak terlihat seperti seorang Pangeran. Sepertinya dia sengaja dan dia tujukan untuk mengelabuhi musuhnya. Namun masih tidak dapat menyembunyikan ketampanan dan kegagahannya hingga membuat Dewi terpana di buatnya.


"Emmm tidak.. aku belum lama sampai..". Jawab Dewi seadanya karna memang ia bingung akan merespon seperti apa seharusnya karna kegugupannya.

__ADS_1


Hatinya gugup ketika matanya bertatapan dengan pemuda itu seketika ia menundukkan kepalanya,rasanya wajah dan telinganya terasa panas saat menahan malunya itu. Karna memang baru kali ini dia berteman dengan seorang pria, sehingga Dewi belum merasa terbiasa dan masih terasa kecanggungannya. Apa lagi Dewi sepertinya memang memiliki perasaan terhadap pangeran Candra sejak ia memimpikan bertemu dengannya.


Pangeran Candra yg melihatnya menjadi gemas dan tidak tahan ingin mencubit hidunnya,namun karna Dewi menunduk dia hanya mengacak pucuk kepala Dewi.


"Lucunyaaa...".


Batin pemuda itu seraya mengacak rambut Dewi. Namun gadis itu hanya diam saja sambil menyembunyikan senyum malunya.


"Baiklah.. kita langsung mulai latihan sekarang". kata pangeran Candra.


Dewi hanya menganggukkan kepalanya saja sambil tersenyum tipis.


"Rasanya seperti kencan dengan kekasih saja.. aduhh gugupnyaa...". batin Dewi.


Setelah itu mereka latihan bersama tak jauh dari tempatnya tadi. Dewi cukup cepat dalam berlatih fisik. Tanpa harus di ulang-ulang oleh pangeran Candra,Dewi sudah bisa mengikutinya dengan baik.


Hari demi hari telah berlalu mereka berlatih setiap hari dengan serius sepanjang hari tanpa merasa lelah karna tekat Dewi yg kuat untuk mengasah kemampuannya maka pangeran Candra hanya menuruti kemauan Dewi saja.


Dewi berharap mampu mencari orang tuanya tanpa ada halangan dan rintangan yg berarti karna dunia ini sangat luas dan penuh dengan lika liku dan hambatannya dan dia harus menghadapi tantangan itu semua untuk bertemu dengan orang tua yg sangat ia rindukan itu.


Setelah Dewi menguasai kekuatan fisiknya,Pangeran Candra berencana akan melatihnya ilmu tenaga dalam gadis itu. Pangeran Candra merasa sepertinya Dewi memiliki bakat untuk itu.


"Karna kau telah menguasai teknik-teknik fisik, sekarang aku akan melatih mu tenaga dalam, karna musuh mu adalah bangsa siluman yg tidak sebanding dengan perlawanan kekuatan fisik saja,kau masih akan kewalahan saat melawannya jika hanya berbekal tenaga fisik". kata pangeran Candra pada gadisnya itu.


"Baik... terima kasih telah mengajariku banyak hal". Jawab Dewi.

__ADS_1


"Ya.. itu bukan hal besar.. jangan lah sungkan,lagi pula aku menyukainya dan dapat menjadi latihan juga untuk mengasah kemampuanku dan mengoreksi kekurangannya". Jawabnya.


"Mari aku ajarkan sekarang. Kau bersiaplah..".


__ADS_2