Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Kembali menemui nenek.


__ADS_3


"Sebentar ya.. aku akan menemui kanda Candra.. Ini untukmu saja.. obati lukamu dengan baik.. jangan bertindak gegabah lagi oke..!! Dan carilah keluargamu yg masih tersisa.. Kalau memang sudah tidak ada harapan,,carilah bibi ratu.. katakan aku yg memintanya..! dia pasti akan mengerti..." kata putri Hanindya dengan kelembutannya.


Sang dayang yg baru tahu bahwa gadis yg menolongnya adalah calon istri pangeran Candra hanya terbengong saja. Dia tidak habis fikir sama sekali.


"*Ternyata ia adalah calon istri dari pangeran Candra..! Aku telah menyebutnya dengan sebutan nona,, tapi dia tidak marah dan membenciku sama sekali. Jika itu putri Yana pasti aku sudah di hajar habis-habisan olehnya.. Sungguh pangeran sangat beruntung mendapatkan gadis yg rendah hati...walaupun ia akan menjadi istri calon raja dia tidak sombong akan hal itu dan masih rendah hati*.." Batin dayang itu kagum yg kemudian ia tersadar dan menerima obat yg di berikan putri Hanindya padanya.


"Terima kasih putri.. Hamba tidak akan melupakan kebaikanmu.. Maafkan dayang rendahan ini yg tidak sopan tadi" Kata dayang itu bersimpuh.


Dia baru sadar jika orang yg menolongnya itu bukan sembarang orang. Ia adalah calon istri dari pangeran di kerajaannya.


"Apa yg kau lakukan dayang..!! Jangan seperti ini.. aku tidak tersinggung sama sekali.. jangan sungkan oke.." Kata putri Hanindya yg kaget karna tiba-tiba dayang itu bersimpuh di hadapannya ketika tahu dirinya adalah calon istri dari pangeran Candra.


"Terima kasih putri.. terima kasih banyak.." kata dayang Utari tak henti-hentinya.


"Baiklah.. aku akan menemui pangeran Candra.. Kau jagalah dirimu baik-baik ya.." kata putri Hanindya dengan senyum ramahnya seraya menepuk pundak dayang itu.


"Baik putri.. " jawab dayang itu seraya menunduk hormat.


Putri Hanindya kemudian meninggalkan dayang itu dan menemui pangeran Candra yg tadi memanggilnya.


"Ayo kita berangkat.. Aku sudah meminta izin pada ayahanda dan ibunda" kata pangeran Candra seraya menggenggam tangan putri Hanindya.


"Baiklah.. ayo..!!" kata sang putri dengan senyum cerianya.


Pangeran menjadi lega melihat gadis kecilnya ceria lagi.


Namun tiba-tiba putri Andini memanggil mereka.


"Kanda.. dinda Nindy.. apa kau tidak akan mengajakku.. Kalian mau kemana??" tanya putri Andini dengan suara ramainya.


Pangeran yg mendengarnya jadi kesal karna waktunya untuk berdua dengan kekasihnya terganggu oleh gadis tukang jahil itu.


"Tidak usah.. kau mengganggu saja.." Jawab pangeran Candra dengan nada kesal.


Putri Hanindya yg mendengar itu melotot pada pangeran Candra. Seketika pangeran Candra menjadi ngeri dengan tatapan itu.


Putri Andini yg melihat tingkah kakaknya menahan tawa susah payah.


"Padahal kanda selalu di takuti setiap orang di kerajaan ini dan tidak pernah takut pada siapapun,, tapi ternyata hanya di pelototi dinda Nindy saja nyalinya sudah menciut hahahaa.. sangat ajaib.." Batin putri Andini sambil menahan tawa.

__ADS_1


"Ayo yunda.. Aku ingin bertemu dengan nenek sekarang.. Apa yunda ingin ikut bersamaku dan kanda Candra..??" kata putri Hanindya kemudian.


"Bolehkah..?? tuh ada ular ganas yg hampir menelanku di sana" ejek putri Andini pada pangeran Candra.


"Boleh kok.. iya kan kanda..??" kata putri Hanindya seraya mencubit pinggang pangeran Candra yg diam-diam memasang wajah masamnya lagi.


"Argh.. ah iya iya dinda.." Kata pangeran Candra sambil menahan cubitan.


"Andini kau boleh ikut sekarang.. tapi kau harus mengganti pakaianmu dengan yg lebih sederhana.. bisa-bisa kau di tertawai orang-orang desa.. dan dipermalukan" kata pangeran Candra pasrah.


"Baiklah.. aku akan mengganti bajuku sekarang.. tunggu aku.." kata putri Andini seraya pergi untuk mengganti bajunya.


"Hahaha rasakan kau.. hai kakak durhaka yg selalu menindasku.. sekarang aku punya tameng.. kau tidak akan bisa menindasku lagi..fufufu sekarang aku yg akan menindasmu balih hwahahaha" putri Andini tertawa jahat dalam benaknya.


Tak berapa lama putri Andini pun kembali dengan pakaian sederhananya.


"Nah sudah beres kan..??" kata putri Andini sambil berputar-putar memperlihatkan bajunya.


"Ayo yunda.. kita berangkat" kata putri Hanindya sambil menyambar tangan putri Andini.


Pangeran Candra menjadi sedih melihatnya dan tidak segera mengikuti para gadis itu.


"Aduh.. kanda kenapa diam saja..? Ayo..!!"


Putri Hanindya yg merasa pangeran Candra tidak segera beranjak dari tempatnya ia pun segera menarik tangan pangeran Candra.


"Ku kira dinda melupakanku.." kata pangeran Candra kemudian.


"Kata siapa..?" jawab sang putri lagi.


"Tidak ada.." Sambil tersenyum manis.


"Ya sudah ayo kita berangkat sekarang kanda.. yunda..!!" ajak putri Hanindya dengan menggandeng keduanya.


"Baiklah dinda.." kata pangeran Candra dan putri Anjani.


Merekapun segera berangkat ke kediaman nenek Galuh saat itu juga.


Tidak berapa lama ia sudah sampai di kediaman nenek Galuh dan mengetuk pintunya.


Tok tok tok..

__ADS_1


"Siapa lagi itu..?? jangan-jangan pemuda tidak sopan santun itu lagi yg datang untuk mengolok-olokku dan cucuku,, lagi-lagi" batin sang nenek dengan muka kesalnya.


Nenek Galuh pun enggan untuk membukakan pintu,dia masih kesal karna ulah Brata kemarin. Dayang Aruni yg melihat nenek Galuh yg kesal sudah tau apa yg nenek Galuh itu fikirkan. Ia berinisiatif untuk membuka pintunya.


Kreek..


"Pangeran,,putri.." kata dayang Aruni saat melihat siapa yg datang.


Mereka bertiga pun hanya tersenyum saja. kecuali putri Andini yg ramai,entah apa yg di katakannya.


"Wow.. ini rumah dinda Andini..? sangat nyaman sekali disini" kata putri Andini yg duduk di bangku teras.


"Dimana.. dimana..??" tanya nenek Galuh yg tiba-tiba berbinar saat dayang Aru mengatakan itu. Kekesalannya tiba-tiba hilang begitu saja karna mendengar cucunya telah kembali.


"Silahkan pangeran.. putri.." kata dayang Aru ramah.


Nenek Galuh pun langsung memeluk cucu kesayangannya dengan gemasnya tanpa berkata apapun.


"Aduh nenek.. Baru berapa hari saja Dewi tinggal kenapa seperti bertahun-tahun tidak bertemu..?" kata putri Hanindya heran.


"Biarkan saja..!! nenekmu ini sangat merindukanmu.. kau tau..!!" jawab nenek Galuh pura-pura cemberut.


Sedangkan pangeran Candra yg melihat adik perempuannya malah duduk di teras rumah ia tampak semakin kesal saja.


"Andini... kau sedang apa disana..?? kemari..!!" tanya pangeran Candra dengan kesal.


"Aku sedang menikmati pemandangan di sini kanda.. sangat sejuk dan indah.." Kata putri Andini sambil senyum-senyum dan menyangga kepalanya dengan santai.


"Ya sudah jangan ikuti kami lagi.." kata pangeran Candra tambah kesal.


"Kanda..." protes putri Hanindya yg mendengar kekasihnya memarahi sang adik.


"Kenapa dinda..?" jawab pangeran yg ekspresi wajahnya tiba-tiba berubah saja. Yg tadinya cemberut dan dingin mendengar putri Hanindya memanggilnya menjadi penuh senyuman.


** Hai hai.. sekian dulu update hari ini ya...


** Kita ketemu lagi besok.. semoga hari kalian menyenangkan.


** Jangan lupa like and comentnya ya..😉😉


** Makasih pembaca setiaku 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2