Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Putri yg terbuang 3


__ADS_3

"Sebenarnya kamu memiliki seorang adik perempuan,Wiraka.. dia adalah kembaran dari adikmu Mahendra,karna ibunda tidak sanggup melihat adikmu dibunuh ayahandamu,ibunda memutuskan untuk membawanya ke dunia manusia agar adikmu itu selamat dari ancaman kekejaman ayahandamu. Dan ibunda memberikan kalung permata pusaka yg satunya lagi pada adikmu untuk melindunginya".


Sang ratu menceritakan rahasianya pada putra sulungnya itu dan saat ia membahas putrinya yg malang,ia meneteskan air matanya karna sangat sedih,dia tidak tau bagaimana keadaan putrinya itu sekarang karna tidak sempat melihat siapa yg menemukan putrinya sehingga kehilangan jejak putri bungsunya itu.


Mendengar cerita sang ibu Pangeran Wiraka terkejut. Ternyata rahasia di balik kalung permata ibundanya tidak sesederhana yg ia bayangkan.


"Jadi kalung itu bunda berikan pada adik perempuanku??" tanya pangeran Wiraka penuh selidik pada sang ibu.


"Ya putraku.. kenapa kau bersikeras ingin mengetahui tentang kalung permata itu,apa kau menemukan sesuatu?" tanya ratu Pradita.


"Bunda.. aku pernah melihat kalung yg sama dengan milik ibunda sangat persis seperti ini dan juga memiliki kekuatan perlindungan". jawab pangeran Wiraka.


"Benarkah putraku?? siapa yg memakainya?? apakah ada kemungkinan bahwa itu adikmu??" tanya ratu Pradita pada putranya .


"Tidak mungkin ibunda.. dia hanya manusia biasa tidak memiliki aura siluman dan tidak memiliki kekuatan juga,pasti dia orang yg mencurinya dari adikku". kata pangeran Wiraka menyangkal.


"Kenapa kau juga tau jika kalung itu memiliki kekuatan perlindungan" tanya ratu Pradita lagi.


"Karna aku menyerangnya dengan kekuatanku dan dari kalung itu keluar sinar yg menjadi pelindungnya,aku rasa dia bukan adikku karna tidak mengeluarkan aura siluman sama sekali pada dirinya" jelas pangeran Wiraka lagi.


"Tidak putraku.. sebenarnya aku telah menyegel kekuatannya agar ia tak di ketahui oleh ayahandamu dan bawahannya. sebelum dia berumur 17 tahun,kekuatannya belum akan bangkit. Kecuali ada yg membuka segelnya. Ibunda juga memberinya mantra agar ia juga takut dengan jenis ular apapun untuk menghindarkannya dari bangsa ular. Dan ketahuilah putraku.. jika kalung itu tidak bisa di miliki oleh sembarang orang, karna hanya pewaris sah yg akan sanggup mengenakannya". jelas sang ratu lagi.


"Tidak mungkin... berarti gadis itu adikku sendiri dan aku hampir mencelakainya.." kata pangeran Wiraka.

__ADS_1


"Kenapa ibunda menyembunyikan ini semua dariku? ibunda tau aku sangat ingin memiliki adik perempuan dan ternyata aku memilikinya tapi tidak pernah mengetahuinya". protesnya.


"Aku hampir mencelakai adikku sendiri.. padahal dia sangat mirip dengan ibunda tapi aku sangat ceroboh.. bahkan dia mengenakan kalung pusaka yg sama dengan milik ibunda seharusnya aku mengetahui itu". sesalnya lagi dan lagi ia sangat merasa bersalah.


Walaupun Pangeran Wiraka adalah orang yg keras dan bengis juga kejam,ia akan sangat sayang pada keluarganya terutama ibunda dan adiknya.


Ia sangat menyayangi pangeran Mahendra hingga kadang pangeran Mahendra iya perlakukan seperti adik perempuan yg lemah selalu ia jaga dan tidak diperbolehkan kemanapun karna katanya(kata pangeran Wiraka) sangat berbahaya hingga pangeran Mahendra menjadi pemuda rumahan dan ilmu kanuragannya hanya dasar saja sangat jauh dari ibundanya dan juga pangeran Wiraka sendiri, karna tidak diperbolehkannya keluar istana dan mengasah kemampuannya.


Ratu Pradita yg mendengarnya agak kasihan dan prihatin dengan putranya itu.


"Ibunda kan sudah nengatakannya barusan jika ayahmu akan membunuh adik perempuanmu jika ia tahu". jelasnya lagi


"Ibunda juga terpaksa menyembunyikan ini semua demi nyawa adikmu, putraku".


"Sekarang usia adikmu sudah hampir 17 tahun. Kekuatannya akan segera bangkit. Ibunda takut itu akan mengancam nyawanya". kata Ratu Pradita lesu.


"Tenanglah ibunda.. aku akan melindunginya dari apapun bahkan dari ayahanda sendiri.. aku akan melindungi adikku melebihi diriku sendiri". tegas Pangeran Wiraka.


"Terima kasih putraku.. kau adalah seorang kakak yg baik meskipun kadang sifat ayahandamu mendominasi padamu". puji ratu pada putra sulungnya.


"Ibunda sedang memujiku atau mengejekku??". kata pangeran Wiraka dengan nada kesal.


"Hmmm mungkin dua duanya". jawab ratu santai.

__ADS_1


"Huh..."


"Ibunda kau tau keponakanmu Candra? gadis yg kemungkinan adiku itu berhubungan dekat dengannya. Bahkan dia mengatakan bahwa gadis itu miliknya. Dan sepertinya mantramu sudah berangsur memudar bunda.. kalau tidak,tidak mungkin adikku itu tidak takut padanya dan padaku. kami sama-sama bangsa ular juga,bukan?. seharusnya adikku akan takut. Dan sepertinya keponakanmu itu sangat menyayangi adikku itu.. sungguh aku tidak rela dia dengan si Candra itu". Jelasnya


"haahh... sukurlah kalau begitu ibunda sangat lega mendengarnya. Ibunda tau Candra adalah seorang yg baik walau kadang iya dingin dengan orang lain.. ia pasti akan sangat menyayangi orang yg ia cintai seperti kanda Arya". Ratu Pradita menghela nafas lega karna putrinya di lindungi oleh keponakannya sendiri,namun itu membuat pangeran Wiraka jadi kesal padanya.


"Ibunda kenapa malah senang..? kau tau sendiri ayahanda sangat bermusuhan sejak dulu dengan kerajaan ular putih itu dan aku juga membenci Candra karna ia selalu lebih unggul dariku. dan sekarang dia akan merebut adik perempuanku dariku yg belum pernah bisa aku menggapainya..!


hah... sungguh menyebalkan sekali...! dan ibunda malah mendukungnya" protesnya.


"Putraku.. walau bagaimanapun Candra adalah sepupumu.. dia masih saudaramu dan dia orang yg sangat baik. Yah entahlah apa yg di fikirkan oleh ayahandamu demi kekuasaan ia korbankan segalanya hingga putrinya sendiri hampir menjadi korban,padahal ramalan itu belum tentu benar". jawab sang ratu.


"Ah terserah ibunda saja lah..!" kata pangeran Wiraka dengan kesalnya dan meninggalkan ibundanya.


Ratu Pradita hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan putra sulungnya itu.


"Astagaaa.. anak ini keras kepala sekali sama persis seperti kanda Darma".


Setelah itu ratu Pradita larut dengan fikirannya,ia sangat merindukan putri kecilnya itu dan termenung amatlah lama.


"Putriku.. kira-kira seperti apa kau sekarang..? Ibunda sangat merindukanmu nak.. semoga kau baik-baik saja.. 16 tahun telah berlalu pasti kau hampir sebesar Andini putri kanda Arya dan pasti sudah sangat cantik sekarang. Ibunda harap kau akan selalu baik-baik saja anakku.. ibunda akan selalu mencari cara untuk melindungimu".


Selang beberapa saat setelah ia tersadar dari lamunannya sang ratu meninggalkan tempat itu dan pergi mencari suaminya mungkin suaminya akan mencarinya karna ia sudah lama meninggalkan sisinya.

__ADS_1


__ADS_2