Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang

Pangeran Ular Dan Sang Putri Yang Hilang
Kepanikan Ratu Pradita


__ADS_3

Dewi mulai berlatih dengan tekun. Apa yg pangeran Candra ajarkan padanya selalu ia ulangi setiap kali ada waktu luang hari-hari telah berlalu,Dewi sudah mempelajari banyak hal dasar, namun dia susah untuk naik level. Dia tidak bisa berlatih tenaga dalam dengan baik seperti ada penghalang di tubuhnya. Setiap gadis itu ingin mengeluarkan kekuatannya ia gagal lagi dan lagi. Dan membuat Dewi menjadi kesal sendiri. Padahal dia merasa memiliki bakat itu.


"Arrgghh... ini sangat menyebalkan.." kesal Dewi. Yg sudah mencoba berkali-kali namun masih tetap gagal juga.


"Tenanglah dinda.. jangan terburu-buru cobalah dengan penuh ketenangan hatimu,karna kekuatan dalam memerlukan konsentrasi dalam menggunakannya". hibur pangeran Candra yg melihat gadis kecilnya kesal.


"Tidak mungkin, aku sudah berusaha sekuat tenaga tapi tidak bisa.. padahal ini hal yg tidak sulit.. seperti tertahan dalam tubuhku,aku tidak bisa mengeluarkan kekuatanku dengan leluasa". Jelas Dewi.


"Sepertinya ada yg tidak beres dengan tubuhnya. Ada mantra yg sengaja dibuat untuk menghalangi kekuatannya entah dengan tujuan apa mantra ini ada padanya". Batin pangeran Candra.


"Sepertinya seseorang telah menyegel kekuatanmu, sehingga kau tidak bisa berlatih tenaga dalam. Kemarilah aku akan membantumu membuka mantranya" kata pangeran Candra pada gadis kecilnya.


"Benarkah begitu..?? Pantas sekali seperti apapun aku berlatih aku tidak bisa mengeluarkan kekuatan dalamku. Baiklah aku percaya padamu..?? karna aku ingin bisa melindungi diriku sendiri kedepannya.". jawabnya seraya mendekati pangeran Candra.


"Baiklah.. semoga ini akan berhasil". kata pangeran Candra.


"Sekarang duduklah bersila dan tutup matamu,aku akan mulai membuka segel yg membelenggu kekuatanmu". kata pangeran Candra yg perlahan mengucapkan mantra-mantranya.


Karna melihat keputus asaan Gadis itu yg sangat ingin menjadi lebih kuat dan melindungi dirinya agar dapat bertemu dengan orang tuanya. Pangeran Candra mencoba membuka segel kekuatan Dewi dengan kekuatannya yg dimilikinya.


Pangeran Candra sebenarnya agak curiga dengan identitas Dewi,apalagi dia memiliki Kalung mustika yg sangat langka. Tidak sembarang orang memilikinya dan hanya bangsa mereka yg biasa memilikinya. Sedangkan ia merasa familiar dengan kalung Dewi. Dia curiga Dewi berasal dari bangsa para ular yg sama seperti dirinya. Dan kini Pangeran Candra tau satu fakta lagi bahwa kekuatan Dewi tersegel oleh seseorang. Menjadikan kecurigaannya semakin besar lagi.


Namun anehnya Dewi sendiri tidak mengetahui kebenaran itu dan dia juga memiliki ketakutan pada ular namun pangeran Candra juga heran kenapa gadis itu tidak takut padanya waktu ia merubah dirinya menjadi seekor ular.


Setelah segel yg mengunci kekuatan Dewi terbuka. Dewi merasa tubuhnya sulit untuk dikendalikan. Rasa panas dan membakar dari dalam tubuhnya hingga tubuhnya terasa akan remuk dan hangus dibuatnya.


Mungkin tubuhnya belum siap dengan kekuatannya yg bangkit secara tiba-tiba itu, karna sejak ia lahir kekuatannya langsung di segel oleh ibundanya untuk menutupi aura siluman pada Dewi dan kekuatan Dewi tertidur selama 16 tahun ini sehingga dia tak memiliki kesempatan untuk mengendalikan kekuatan itu. Dan seharusnya masa segel itu belum berakhir karna umur Dewi belum genap 17 thn.


Dewi yg tak bisa menahannya lagi, mengerang kesakitan karna menahan kekuatan yg tersegel tiba-tiba dibuka dengan paksa.

__ADS_1


"Argghhh..."


Jerit Dewi yg membuat pangeran Candra kaget dan berusaha menenangkannya.


"Bertahanlah dinda.. kau harus tenang.. kendalikan kekuatanmu,jangan takut.. aku disampingmu sekarang". Kata pangeran Candra yg menenangkan Dewi yg tak terkendali itu.


"Aku tidak bisa,ini sungguh menyakitkan". jawab Dewi.


Dewi yg tidak kuat dengan auranya sendiri dia menjatuhkan dirinya dengan posisi hampir sujut kemudian tubuhnya menjadi sesosok ular putih yg besar dengan mata merah menyala dan kekuatan yg tak terkendali seperti sedang mengamuk hingga membuat kekacauan di sekitar tempat mereka berlatih.


"Seharusnya aku tidak gegabah dalam membuat keputusan. Sepertinya mantra ini belum saatnya terangkat dan aku mengacaukannya. Semoga gadis kecilku tak apa". batin pangeran Candra.


Pangeran Candra yg masih terkejut dengan perubahan gadisnya itu segera menenangkannya dengan mentransfer tenaga dalamnya pada tubuh Dewi yg masih berubah menjadi seekor ular putih dan mengamuk.


Setelah gadis itu tenang ia berubah menjadi manusia lagi dan langsung pingsan karna tenaganya terkuras habis.


"Fyuuuuhh... begini lebih baik.. Sungguh nenakutkan jika dia marah lagi suatu saat bisa-bisa semua yg ada di sekitarnya akan porak poranda di buatnya..".


Pangeran Candra lega dibuatnya, karna gadisnya sudah terkendali sekarang.


Gadis itu pingsan ber jam jam dan tubuhnya mengeluarkan banyak keringat dingin.


Dengan telaten pria itu mengurus Dewi yg sedang terbaring tanpa daya itu. ia menyeka keringat Dewi di wajahnya.


Sedangkan di istana ular hitam.


Ratu Pradita merasa jika segel yg ia buatkan pada putrinya telah berhasil dipatahkan oleh seseorang,dia menjadi sangat panik takut terjadi apa-apa dengan putri bungsunya itu.


"Ini sungguh bahaya.. siapa yg membuka segel kekuatan pada putriku? Padahal ini belum waktunya segel itu terangkat,jika dia tak terkendali bisa bahaya sekali..". Batin Ratu Pradita yg sedang panik.

__ADS_1


Ia mondar-mandir kesana kemari mencari cara untuk bisa menemukan putrinya,namun dia tidak mungkin bisa keluar istana,pasti suaminya tidak akan membolehkannya keluar.


"*Bagaimana ini.. apa yg harus aku lakukan..


Wiraka.. iya dia sudah tahu rahasia ini pasti dia mau membantuku mencari adiknya sekarang*". Batin ratu yg setelah berfikir lama sekali ia ingat jika pangeran Wiraka sudah mengetahui rahasianya dan tau di mana adiknya berada ia akan mengirim putra sulungnya mencari sang adik.


"Baiklah.. tidak ada cara lain..". Fikirnya lagi.


"Dayang..!" panggilnya pada pelayannya.


"hamba yang mulia.." jawab dayang itu.


"Panggilkan pangeran pertama kemari.." perintah ratu.


"Baik yg mulia". jawabnya.


Kemudian dayang itu segera pamit undur diri dan mencari pangeran pertamanya yg kebetulan berada tak jauh dari tempat ia berada.


"Maaf pangeran.. yang mulia ratu memanggil anda untuk menemuinya sepertinya sangat penting". kata dayang suruhan ratu Pradita pada Pangeran Wiraka.


"Dimana Ibunda berada?". kata pangeran Wiraka datar.


"Yang mulia ratu berada di kamarnya pangeran". jawab dayang itu lagi sambil menunduk karna takut dengan pangeran Wiraka yg terkenal 11/12 kejam dan sadisnya seperti Ayahnya itu.


Tanpa berkata apapun lagi Pangeran Wiraka melangkah pergi meninggal dayang itu dan mencari sang ibu. Tak butuh beberapa lama ia sudah sampai di tempat ibunya itu.


tok tok tok "Bunda.."


Suara ketukan pintu di kamar ratu Pradita dan pangeran Wiraka yg memanggil ibunya.

__ADS_1


__ADS_2