
Pangeran Candra yg melihat gadis itu sedang malu dan mencoba menutupinya dengan memalingkan wajahnya menjadi sangat gemas.
"Ada apa? kenapa kau memalingkan wajahmu dariku?" kata pangeran Candra.
"Aku... aku tidak apa.."
gadis itu semakin tersipu,ia menundukkan kepalanya saat ia melihat tangannya ia baru sadar bahwa ia tidak merasakan sakit lagi sejak tadi ia terbangun. Gadis itupun bertanya-tanya dalam benaknya.
"Apakah dia yg menyembuhkan lukaku? Bagaimana cara dia mengobatiku tanpa ada rasa sakit sedikitpun yg tertinggal..???" batinnya heran.
Pangeran Candra melihat gadisnya sedang bingung setelah melihat tangannya yg sudah sembuh itu,ia hanya tersenyum lega melihat gadis itu telah baik-baik saja.
"Baiklah aku akan pergi,mf jika aku mengganggu istirahatlahmu, istirahatlah kembali" kata pria itu,ia tersenyum sambil menyentuh kepala Dewi dan beranjak pergi.
Namun tiba-tiba gadis itu menghentikannya.
"Tunggu..!!" kata Dewi agak sedikit keras.
"Apakah kau yg menyembuhkan aku??" tanya gadis itu pada pangeran Candra.
"emm.. ya.."
jawab pangeran Candra singkat sambil tersenyum tampan.
"T-terimakasih.. dan bolehkah aku tau namamu? kata Dewi sambil menunduk.
__ADS_1
"Ya..lain kali jangan lakukan itu lagi.. Dan lain kali aku yg akan melindungimu"setelah itu ia menghilang,namun sebelum itu ia mengatakan sesuatu..
"Ohya kau boleh memanggilku Candra,ingatlah namaku gadis kecil" Kata pangeran Candra sesaat setelah ia menghilang dari hadapan gadis itu.
"lagi-lagi aku melihat sihir.. tak bisa ku percaya di dunia ini benar-benar ada hal seperti itu" batinnya kagum dengan trik pangeran Candra.
"Wajahnya sangat tampan.."
Candra,Candra,Candra... sepertinya aku pernah mendengarnya..". ia berfikir keras tentang kefamiliaran pria itu, seketika ia ingat dengan pria misterius dalam mimpinya.
"gassp.. iya benar dia adalah pria itu.. tak kusangka ia bener-benar menemuiku lagi seperti janjinya.." gumam Dewi pelan.
"Tunggu.. tunggu.. apa katanya tadi..? melindungiku..? benarkah..? kenapa dia berkata demikian?". Gadis itu masih bergulat dengan fikirannya. Ia senyum-senyum sendiri mengingatny.
"aduhh aku sangat gugup sekarang..."
"tapiii apa benar pria itu adalah seseorang yg aku mimpikan?,apa dia menyelami mimpiku.. sungguh menakutkan.." gumamnya lagi.
Gadis itu terus memikirkan apa yg telah ia alami akhir-akhir ini hingga susah untuk memejamkan matanya lagi..
Keesokan harinya ia bangun pagi sekali,ia menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri dan neneknya.
Setelah itu ia memutuskan untuk pergi kehutan,untuk mencari kebenaran identitasnya. Maka dari itu sebelum ia berangkat ia ingin meminta saran dari neneknya terlebih dahulu.
Setelah ia selesai sarapan dengan sang nenek,ia menanyakan pendapat neneknya itu.
__ADS_1
"Nek, ..aku penasaran sekali dengan identitasku yg sebenarnya, bolehkah aku mencari tau tentang itu?" Tanya Dewi untuk memulai pembicaraannya dengan sang nenek.
"Apa kamu serius cucuku? nenek tidak bisa menahanmu juga,tapi kau akan mencarinya dimana?" tanya nenek Galuh.
"Aku akan mencari di sekitar hutan nek,siapa tau aku akan menemukan kerabatku di sekitar sana". jelas sang cucu.
"Aneh sekali cucuku ini..!! Kenapa mencari keluarganya harus di hutan..?"
Nenek Galuh menjadi heran dengan jawaban cucunya itu.
"Kenapa harus mencari di sana nak? kenapa tidak mencarinya di kota sebelah atau ke desa lainnya..?" tanya nenek Galuh penasaran.
"Entahlah nek hatiku merasa ada sesuatu di hutan itu dan aku sama sekali tidak tertarik untuk mencari di desa lain atau ke kota,aku hanya ingin ke hutan itu saja." Kata cucu kesayangannya dengan santai.
"Tapi hutan itu sangat berbahaya nak,jika kau masuk lebih dalam kita tidak pernah tau apa yg ada di dalamnya,hutan itu kata penduduk sekitar sini sangat berbahaya dan penuh dengan mitos". Kata nenek Galuh mencoba menasehati cucu kesayangannya itu karna hawatir akan nasip cucunya.
Nenek Galuh merasa khawatir jika cucunya masuk ke dalam hutan, karna ia pernah mendengar desas-desus yg mengatakan di hutan itu banyak siluman dan lain sebagainya. Hatinya menjadi sangat gelisah sekarang.
"Tak apa nek,cucumu ini akan menjaga diri dengan baik. ...bolehkan nek..? aku janji akan pulang tepat waktu.. Dewi kan sudah sering ke hutan,pasti tidak apa-apa". bujuk gadis itu dengan manja.
"Hmmm yasudahlah tapi kau harus hati-hati disana,semoga kau menemukan apa yg kau cari nak". Kata sang nenek memberikai izinnya dan menasehatinya. Nenek Galuh tau jika cucunya memiliki keinginan sangat sulit untuk menghentikannya.
"Bawalah ini untuk menjaga dirimu" kata nenek galuh sambil memberikan sebuah belati pada gadis itu.
Belati itu adalah pemberian suaminya ketika masih muda dulu.
__ADS_1
"Terima kasih nek aku akan menjaganya, dan terimakasih sudah mengizinkanku pergi, nenek istirahatlah dirumah. Dewi akan segera pulang" imbuhnya sambil mencium pipi sang nenek dengan manjanya.
"Dewi berangkat dulu ya nek" Gadis itu lalu beranjak pergi ke hutan.