
"Tidak apa Aru.. sekarang kau harus memanggilku dengan nama..! jangan putri,yang mulia atau menyebutmu hamba saat kita hanya berdua saja" kata putri lagi dengan senyum tulusnya.
"Baiklah nona.." jawab dayang Aru yg bingung untuk memanggilnya bagaimana.
"Aduh Aru.. kau sangat kaku sekali..
hah.. terserah kamu saja lah.. Aku ingin bertemu nenek untuk membahas bisnisnya di kota Sabat itu" kata putri Hanindya sambil menghela nafas dengan jengah dan berlalu pergi.
"Baik nona.." kata dayang Aru menahan tawa.
"Fufufu... putri sangat lucu sekali kalau sedang kesal.. orang lain sangat ingin di panggil begitu dia malah tidak mau.. Hmmm.. mungkin dia sangat kecewa dengan yg mulia raja Darma itu.. Ah.. sudah lah.." Batin sang dayang yg memikirkan junjungannya. Dan kemudian ia pergi mengerjakan sesuatu.
.
.
.
.
.
Ke esokan harinya Putri Hanindya dan dayangnya berangkat ke kota Sabat,tak butuh waktu lama mereka sampai di kota itu secepat kilat karna menggunakan kekuatan mereka untuk berteleportasi.
"Aru.. pilihlah apapun yg kau mau.. aku akan membelikannya untukmu nanti.." kata putri Hanindya pada dayangnya.
"Baiklah nona..
Sebenarnya apa usaha nenek di sini nona..? Aku lihat kalian tidak kekurangan suatu apapun. Tapi juga terlihat sederhana dari luar" tanya sang dayang penasaran.
__ADS_1
"Kau tahu Aru.. sebenarnya nenek sangat kaya raya,usahanya adalah usaha kuliner,dan dia merintisnya dari nol dengan mendiang kakek dulu sejak mereka masih muda. Dan sebenarnya usaha nenek sudah sangat besar disini,tapi dia ingin hidup tentram dan damai di desa"
"Yah.. Karna disini tidak aman baginya,, kakek dulu meninggal karna dibunuh,, ada yg tidak suka dengan bisnis mereka yg semakin berkembang. Dan sekarang bisnis nenek ia titipkan kepada orang kepercayaannya disini. Dia sangat baik dan sering berkunjung ke rumah" kata putri Hanindya panjang kali lebar.
"Oh.. jadi begitu ternyata.. pantas saja" kata dayang Aru sambil manggut-manggut.
"Pantas saja nenek Galuh tidak takut dengan ancaman bocah tengik itu akan membelinya sebagai budak.. Ternyata sebenarnya nenek Galuh sangat kaya raya rupanya.." batin sang dayang yg sudah mengerti.
"Lalu kenapa kita menyamar dengan menggunakan pakaian yg sangat sederhana ini putri eh nona..??" Tanya sang dayang penasaran. Karna demi untuk ke kota Sabat,sebelumnya mereka harus berputar-putar mencari pakaian yg sangat tidak pantas bagi seorang putri kerajaan,sehingga membuat sang dayang heran.
"Kau harus tahu Aru.. disini sangat berbahaya. Kita harus berhati-hati dan menyembunyikan identitas kita sebaik mungkin. Jika kita memakai pakaian yg sangat bagus dan mencolok akan menarik perhatian para penjahat,," kata putri Hanindya menjelaskan.
"Oh ya benar kau sangat cerdas putri" jawab sang dayang.
"Sebenarnya aku pernah pergi ke pasar dan menggunakan pakaian yg biasa ku pakai,,untung saja aku beruntung waktu itu.. jika tidak mungkin aku akan di rampok atau apa ya..sedangkan waktu itu aku tidak memiliki keahlian bela diri apapun.. huh.. tapi keberuntungan tidak akan selalu bersamaku.. lebih baik aku berjaga-jaga" batin putri saat mengingat kejadian dahulu.
"Nah Aru,,sekarang kita menuju ke tempat usaha nenek saja.." ajak putri Hanindya.
Mereka menuju tempat kuliner nenek Galuh. Ternyata disana penuh dan sesak. Banyak sekali antrian. Namun karna Putri Hanindya hanya ingin memantau perkembangan bisnis sang nenek ia nyelonong masuk begitu saja untuk menemui orang kepercayaan neneknya. Namun ada yg tidak suka dengan sikap sang putri. Dia lalu menegurnya.
"Kenapa kamu tidak ikut mengantri..? jika kamu ingin makan di sini,,kau harus menaati peraturan disini dong..!!" bentak seorang wanita yg tidak suka dengan tindakan putri Hanindya itu.
"Aku tidak ingin makan di sini.. aku hanya ingin bertemu dengan seseorang yg mengurus restoran ini" jawab sang putri santai.
"Oh.. ternyata kalian ingin meminta sumbangan ya..?? Lagi pula sepertinya kalian tidak akan mampu membayarnya.. penampilan saja seperti gelandangan.. ingin makan di tempat se mewah ini..?? Mimpi saja lah..!!" kata seorang gadis dengan sinis.
"Ada apa ini..?" Tanya seorang pemuda yg berpenampilan sangat mewah, ia juga ingin memesan makanan di restoran itu.
"Ah.. tuan muda Brata.. Lihatlah ada dua orang gadis yg tidak menaati peraturan di sini.. Dia tidak mau mengantri dan sepertinya akan meminta sumbangan saja pada restoran mewah ini" Jawab perempuan itu berubah lembut saat berbicara dengan pemuda itu namun masih dengan ejekan pedasnya pada sang putri.
Putri Hanindya sama sekali tidak menanggapinya. Dia hanya diam, ingin mendengar apa yg akan di katakan oleh Brata.
__ADS_1
"Begitukah..?? Hmmm.. bagaimana jika aku yg akan membayar pesanan makanannya...??" jawab pemuda itu mengerti.
"Tapi.. aku ingin kau menjadi wanitaku,, bagaimana..? Kemudian Brata mengajukan satu syarat pada putri Hanindya dengan sinis.
"Apa..? tuan muda ingin gelandangan itu menjadi wanitanya..? sangat di sayangkan.. kalau aku sudah pasti menerimanya.." kata seorang wanita pada yg lainnya saat mendengar Brata ingin menjadikan putri Hanindya sebagai wanitanya.
"Ya aku dengar dia adalah salah satu orang terkaya di negara ini.. Coba kita lihat pasti gadis itu akan dengan senang hati menerimanya. Dia pasti sadar jika bersama tuan muda Brata hidupnya akan berkecukupan dan tidak perlu mengemis lagi" Timpal gadis lainnya.
"Cih..!! Apakah kau fikir aku akan menukar diriku dengan sebuah makanan,, tuan muda Brata yg terhormat..?" jawab putri Hanindya sinis dengan senyumnya yg penuh arti.
"Jangan harap..!!" sambung sang putri lagi dengan nada mengejek.
Para wanita yg mendengar penolakan sang putri pun tidak habis fikir dengan perkataan sang putri saat menolaknya dengan kasar.
"Apa..? hanya seorang pengemis saja kenapa sangat sombong..? padahal tuan muda Brata sudah berbaik hati mengangkatnya menjadi seorang selir yg terhormat. Dia malah menyia-nyiakannya.." kata beberapa orang geram.
"Hahaha.. kau lihat..? banyak sekali yg ingin menggantikan posisimu untuk menjadi wanitaku Dewi.. Tapi kenapa kau menolakku..?? aku yakin kau kemari hanya untuk menggoda pemilih restoran mewah ini agar hidupmu tercukupi.. Iya kan?? mengaku saja lah..!! Lebih baik terima saja tawaranku..!!" kata Brata dengan angkuhnya sambil memegang dagunya dengan congkak.
"Hahaha sombong sekali kamu tuan muda Brata.. seperti seluruh dunia ini milikmu saja.." kata putri Hanindya dengan tawa renyahnya.
"Ya memang.. aku adalah anak seorang juragan kaya di negri ini.. kau hanyalah semut kecil bagiku,, sekali injak akan mati jika aku menginginkannya. Bahkan pemilik restoran ini saja sangat menghormatiku..!!" kata pemuda itu dengan angkuh.
"Hmmm.. kena kau pemuda sombong..!!!" Batin sang putri sambil menyeringai.
** Sekian update hari ini.. semoga suka dengan ceritaku ya..
** Jangan lupa like and coment atau saranππ
** Makasih buat temen-temen yg selalu menanti ceritaku yg sederhana ini..
** Love you all..ππ
__ADS_1