
Pagi-pagi raja Arya meminta pangeran Candra dan putri Hanindya untuk menemuinya. Ia ingin membahas tentang hubungan pangeran Candra dan putri Hanindya yg sempat tertunda kemarin.
Raja,ratu dan juga putri Anjani telah ada di aula terlebih dahulu dan kemudian pangeran Candra menyusul mereka. Hanya ada mereka berlima karna ini masih membahas masalah pribadi saja.
Putri Andini sudah tau tentang identitas putri Hanindya sebagai sepupunya. Dan ia juga di minta oleh raja dan ratu untuk menyimpan rahasia ini dari orang luar.
Setelah mereka semua berkumpul. Mereka berbincang ringan layaknya sebuah keluarga. Entah mengapa putri Hanindya sudah begitu akrab dengan mereka dalam waktu singkat.
Mungkin karna sebenarnya mereka masih memiliki ikatan kekerabatan.
Setelah mereka berbincang ringan ahirnya raja menanyakan hal yg serius pada pangeran Candra dan putri Hanindya.
"Putriku.. apa kau mencintai Candra dengan setulus hatimu dan tanpa paksaan?" tanya sang raja pada putri Hanindya memastikan.
"Ya yang mulia.. hamba sangat mencintainya tanpa paksaan dari siapapun.." jawab putri Hanindya tanpa ragu.
"Putriku.. panggil aku ayah.. bukankah ayah sudah bilang,aku ini pamanmu dan anggaplah aku sebagai pengganti ayahmu.. kelak jika ayahmu, raja Darma tidak mengakuimu sebagai putrinya atau dia masih akan merencanakan suatu cara untuk membunuhmu.. ingatlah..! kau masih punya pamanmu ini sebagai seorang ayah untukmu" kata sang raja tulus.
Raja Arya sangat ingin keponakannya itu bisa menganggapnya ayahnya sendiri,karna dia tahu,ayah kandungnya tidak menginginkan putri malang itu. Sehingga ia tak tega melihat keponakannya sangat menderita batin.
"Baiklah ayah.." kata putri Hanindya sangat senang dan terharu. Senyumnya terpancar di wajah cantiknya itu.
"Bagus.." kata sang raja sangat senang sambil menyunggingkan senyum di bibirnya.
"Lalu Putraku.. Apa kau benar-benar mencintai keponakan sekaligus putri ayah ini dengan setulus hati..?" tanya raja serius sambil memegang kedua pundak putri Hanindya yg ada di sampingnya..
"Ya ayahanda.. Ananda sangat mencintainya.. mohon ayahanda merestui kami.." jawab pangeran Candra mantap seraya memohon restu dari sang ayah.
"Baiklah.. karna kalian saling mencintai ayahanda tidak bisa menghalangi kalian untuk bersama,secepatnya kita akan menggelar pernikahan kalian.." kata Raja Arya.
"Terima kasih ayahanda,ibunda atas restu kalian.." kata pangeran Candra dan putri Hanindya bersamaan,mereka sangat bahagia saat itu.
"Ya,,putra putriku. Ayahanda akan mengumpulkan semua anggota istana nanti siang untuk mengumumkan pernikahan kalian,bersabarlah oke.." kata sang raja menepuk bahu putranya sambil tersenyum jahil.
"Ayahanda.." Jawab pangeran Candra sedikit kesal.
__ADS_1
"Hahaha.." tawa sang raja renyah.
Sang ratu menggelengkan kepala melihat kelakuan suaminya yg menggoda putranya itu,,kemudian ia tersenyum bahagia melihat ke utuhan keluarganya yg sangat harmonis tanpa ada masalah yg berarti.
Hanya saja ia masih gelisah jika adik iparnya yaitu raja Darma mengetahui putri yg dia rencanakan akan di bunuhnya dulu, ternyata benar-benar ada dan sekarang telah tumbuh menjadi gadis yg cantik,apakah dia juga masih akan tega menjalankan rencananya yg telah lalu itu.
Terlebih sekarang putrinya akan menjadi istri dan menantu dari musuh bebuyutannya. Apa yg akan raja Darma lakukan jika mengetahui ini semua. Itulah yg di fikirkan raja Arya dan ratu Anjani.
Sedangkan Putri Andini hanya masa bodoh dengan tingkah laku mereka itu. Ia berencana mengajak adik sepupunya itu untuk jalan dengannya.
"Dinda Nindy ayo ikut aku..!" ajak putri Andini sambil menarik tangan putri Hanindya.
Karna putri Hanindya adalah putri adik sepupu dari sang ayah maka putri Andini harus memanggilnya sebagai adik. Dan umur putri Andini juga lebih tua satu tahun dari putri Hanindya. Walaupun putri Hanindya akan menjadi istri kakaknya.
Pangeran Candra yg melihat tingkah laku adiknya menjadi hawatir akan nasip kekasihnya. Dan ia menghentikan aksi adiknya itu.
"Andini... mau kau bawa kemana dia..?" kata pangeran Candra hawatir karna kadang-kadang adiknya itu sangat jahil dan suka mengerjai siapapun.
"Kanda... dia juga adikku bukan milik kanda seorang.. aku ingin mengajaknya keliling istana.. biarkan dia mendapat hawa dari luar.. bisa-bisa dia jamuran kalau bersama kanda terus.." kata putri Andini ketus dan mengejek sang kakak.
Putri Hanindya hanya pasrah saja di tarik kakak sepupunya itu entah kemana.
"Candra.. biarkanlah mereka mengakrapkan diri satu sama lain.. kau ini,,pasti bertengkar terus jika bersama dengan adikmu itu.." kata sang raja lagi yg heran dengan kelakuan putra-putrinya.
"Dinda.. sebenarnya kau dulu ngidam apa waktu mengandung kedua putra putrimu itu..? kenapa semuanya bersifat kekanak-kanakan seperti ini..?"
"Bukannya kanda yg ngidam dulu..?? dinda tidak mengidam apa pun kok" kata sang ratu mengingatkan. Karena dulu waktu ia mengandung kedua anaknya itu tidak merasakan ngidam apapun dan malah raja Arya yg menderita.
"Hahahaha iya kanda lupa,,pantas saja semuanya bikin kanda pusing saja,sejak dalam kandungan pun sudah membuat kanda menderita.. huh.." keluh sang raja.
Raja Arya beranjak dari singgasananya sambil menggandeng ratu Anjani. Pangeran Candra yg melihatnya keceplosan dengan suatu hal.
"Tumben Ayahanda tidak menggendong ibunda.." ucap pangeran Candra tiba-tiba.
"Dasar anak kurang ajar..."
__ADS_1
"Ayo istriku.. kita tinggalkan anak kurang ajar dan posesif itu.." kata sang raja sambil menggandeng tangan Ratu Anjani.
"Hmmmmm... ayahanda kadang-kadang aneh juga" batin pangeran Candra kemudian ikut meninggalkan aula.
.
.
.
.
.
Di tempat putri Andini dan putri Hanindya berada.
"Yunda.. kau akan membawaku kemana..?" tanya putri Hanindya yg masih di tarik kakak sepupunya itu.
"Kita akan keliling istana dinda.. lihatlah pemandangan di sini sangat indah bukan..?? kata putri Andini.
"Ia sangat indah yunda.. Kenapa ada air terjun dan juga danau di sini..? ini sangat indah.." kata putri Hanindya kagum.
"Nah karna Yundamu ini sudah membawa dinda Nindy ketempat yg indah.. sekarang yunda ingin tahu cerita bagaimana dinda bertemu dengan kanda Candra.. ayo ceritakan dinda.. aku sangat penasaran lho..
Sangat jarang dan bahkan belum pernah kanda sangat posesif pada seorang gadis,padaku saja dia tidak peduli huh..!" dengus putri Andini sebal dengan kakaknya itu.
"Apa benar begitu yunda?? ku kira dia akan sama perlakuannya dengan gadis lain yg ia temui.." kata putri Hanindya.
"Dinda.. kanda Candra itu sangat dingin dengan seorang gadis.. kau tau...? dia tidak pernah mau di sentuh wanita manapun lhoo.. sampai-sampai aku kira dia belok.. ups.. haahahaha" tawa putri Andini riang.
** "Hacsshing... astaga... pasti gadis nakal itu sudah mengataiku di depan dinda Nindy.." kata pangeran Candra sebbal.**
** Bersambung dulu ya teman-teman.. semoga terhibur..
** Jangan lupa like and comentnya ya..
__ADS_1
** Makasih yg dah mampir di ceritaku..😘😘