
Sementara itu Putri Yana dan Putri Hanindya masih beradu pedang dengan ganasnya,, dari kejauhan pangeran Wiraka mengamati adiknya.. dia hawatir adiknya akan dalam bahaya namun ia juga tidak ingin membuat adiknya akan semakin benci padanya jika ia ikut campur urusan pribadinya.
Tadinya Pangeran Wiraka tidak sengaja melintasi tempat itu.. dan mendengar dua orang yg sedang bertarung dan ternyata itu adalah adik perempuannya dan putri Yana.
"Bukankah itu dinda Hanindya.. sedang bertarung dengan siapa dia..?" ucapnya lirih sambil mengamati mereka berdua.
"Ternyata ada gunanya juga si Candra s*ialan itu.. karna pelatihan yg ia berikan, dinda Hanindya jadi gadis tangguh.. ketangkasannya tidak bisa diremehkan.. apa dinda sudah mampu mengendalikan kekuatan dalamnya juga sekarang..?"
"*Tidak. Karna dia juga dinda Nindy memiliki banyak musuh.. huh.. awas kau Candra..!! jika terjadi apa-apa pada adikku,,aku tidak akan mengampunimu..
Sepertinya gadis itu tidak terima adikku bersama Candra br*ngs*k itu.. apa yg membuat Yana menyukainya.. atau hanya mengincar kekuasaannya saja.. hmmm.. menarik juga rupanya*.."
gumam pangeran Wiraka lirih sambil memegang dagunya.
Setelah beberapa lama putri Yana dan putri Hanindya berseteru,, putri Hanindya lengah saat menghindari tebasan dari putri Yana.. tetnyata itu hanya kecohan saja. putri Hanindya terkena pukulan tepat di dadanya.
bug..
Akh..
Suara itu hampir bersamaan terdengar. Putri Hanindya terpental agak jauh dari tempatnya berdiri tadi dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"Berhenti...!!!"
Teriakan pangeran Wiraka dari kejauhan membuat kedua gadis itu menoleh ke asal suara.
Karna takut adiknya akan di habisi oleh putri Yana yg memang mengincar nyawa adiknya itu,, pangeran Wiraka mau tak mau harus melindungi adiknya.
"Dasar tukang onar muncul di sini.. sebel deh aku lihatnya"
batin putri Hanindya yg masih sebal dengan perlakuan awal kakak sulungnya itu,terlihat raut mukanya menjadi masam saat melihat kakak sulungnya itu yg belum dia ketahui identitasnya.
Sedangkan putri Yana juga hanya terdiam dalam sejenak ia berfikir.
__ADS_1
"Apa-apaan ini.. kenapa gadis ingusan ini sepertinya juga mengenal pangeran dari kerajaan ular hitam.. huh.. menyebalkan sekali"
Pangeran Wiraka mendekati mereka berdua.
"Yana.. berani-beraninya kamu melukainya..!!" teriak pangeran Wiraka yg tidak terima adiknya terluka. Sorot matanya tajam pada putri Yana yg seakan-akan ingin menerkamnya saat itu juga.
Putri Yana hanya menanggapinya dengan santai.
"Untuk apa pangeran Wiraka ikut campur dengan urusan kami??
Oh.. jangan-jangan gadis tidak tahu malu ini juga berhubungan dengan pangeran Wiraka..?
prok prok prok..
Ternyata hebat juga ya kamu.. cuma bermodalkan muka cantikmu yg tidak seberapa itu mampu menggaet dua Pangeran mahkota sekaligus.. hebat hebat.. ternyata kau tidak lebih buruk dariku gadis ingusan.
Ternyata kau diam-diam kau juga menghianati pangeran Candra.. hmmm.. Entah apa yg akan dia lakukan padamu jika mengetahui ini.. dasar j****g penggoda".
Pangeran Wiraka yg mendengar adiknya di hina habis-habisan menjadi semakin marah namun ia terkejut melihat perubahan adiknya yg tiba-tiba lepas kendali itu..
"Gawat.. ini akan menjadi bencana.. sepertinya aku tidak bisa meredam amarah dinda Hanindya.. Kekuatanku sangat berbeda dengannya, ini akan sangat membahayakan jiwanya jika aku turun tangan meredam kekuatannya dangan kekuatanku. Hanya ibunda yg mampu.. tapi ibunda tidak mungkin bisa kemari..
hmmm.. aku tau Candra bisa menenangkannya saat dinda Nindy lepas kendali waktu itu.. demi dinda aku harus meninggalkan egoku untuk meminta bantuannya".
Sedangkan Putri Hanindya masih memancarkan aura membunuhnya.
"Kau tidak berhak menghinaku Yana.. Kau bukan siapa-siapa.. beraninya kau menghinaku wanita tak tahu malu.. kau bilang aku gadis rendahan lalu kau apa..??" seketika tempat mereka berpijak bergetar hebat.
Putri Yana yg melihat perubahan gadis kecil yg ia hina tadi sangat terkejut dan ketakutan sampai ia tidak mampu berdiri lagi.. sungguh aura Putri Hanindya sangat kuat sekali hingga kakak sulungnya sendiri tidak sanggup menghadapinya.
Di sela amukan sang putri pangeran Wiraka mencoba menghubungi pangeran Candra lewat telepati.
"Candra.. kali ini kau harus datang ke hutan temui gadis kecilmu.. jika tidak kau akan menyesal" ucap pangeran Wiraka lewat telepati kepada pangeran Candra
__ADS_1
deg..
Pangeran Candra yg mendengarnya tampak terkejut,,ia buru-buru menuju tempat terakhir kali dia bertemu dengan kekasihnya tadi dengan menggunakan kekuatannya.
Cling
Seketika dia sudah berada tepat di mana ia bertemu dengan kekasihnya tadi dan benar saja di sana sudah ada pangeran Wiraka,putri Hanindya dan putri Yana.
Ia terkejut saat ia melihat gadis dengan rambut perak yg indah yg memiliki aura yg sangat mengerikan dan ia juga melihat pangeran Wiraka dan putri Yana yg sudah duduk lemas di tanah.
"Hentikan dinda.. kau harus bisa mengendalikan kekuatanmu,, jika kau lepas kendali itu akan menyakiti dirimu seniri" teriak pangeran Candra pada gadisnya itu.
Namun putri Hanindya tidak menggubrisnya ia malah mendekati putri Yana dan memegang leher putri Yana seraya mengangkatnya hingga tak menyentuh tanah. Putri Yana yg sudah tak berdaya karna tertekan aura kuat dari putri Hanindya hanya pasrah saja.
Karna gadis kecilnya sudah tak merespon perkataannya pangeran Candra mendekatinya dan melumpuhkannya dengan dua kali totokan pada aliran darahnya seketika putri Hanindya jatuh tak sadarkan diri dan genggaman tangannya yg tadi mencekik putri Yana terlepas dan putri Yana terjatuh.
Pangeran Candra menangkap gadis kecilnya itu dan memeluknya. Sedangkan putri Yana yg masih ketakutan tak mampu berkata-kata lagi.
"Apa yg kau lakukan padanya Yana?? aku tau kau pasti memancing emosinya. tidak mungkin dinda Dewi menyerangmu duluan jika kamu tidak memulainya". bentak pangeran Candra pada putri Yana.
"Aku...aku tidak melakukannya.." jawabnya lemah.
"Bohong.. dia telah memprovokasi dinda Hanindya hingga lepas kendali" kata pangeran Wiraka yg geram karna putri Yana berani berbohong dihadapannya.
"Aku akan membuatmu membencinya pangeran Candra.."
Putri Yana yg mendengar belaan pangeran Wiraka pada putri Hanindya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk membuat pangeran Candra membenci kekasihnya,ia tertunduk namun seulas senyum licik terukir di wajahnya.
"Pangeran Candra.. gadismu itu telah berselingkuh dengannya.. makanya aku memberi pelajaran padanya" ucap putri Yana berusaha menghasut.
"Apa kau pikir aku bodoh dan apa kau pikir aku tidak tau kalau kau ingin menyingkirkan kekasihku Yana.. aku tidak bodoh dengan akal licikmu selama ini" Ucap pangeran Candra tegas.
** Sekian dulu cerita hari ini.. tunggu author up date besok ya..😘😘
__ADS_1