
Tak butuh waktu lama Dewi pun terlelap dan masuk di alam mimpinya. Dia bermimpi bertemu pangeran tampan berbaju putih,ia melambaikan tangannya
"Kemarilah gadis kecil"
Kata Pangeran itu.
Dewi lalu mendekatinya dan menggapai uluran tangan pria tersebut. Pria itu membawa Dewi kesebuah taman yg indah yg dipenuhi berbagai bunga yg cantik dan juga berbagai macam kupu-kupu terbang di antaranya.
Dewi menarik pria itu dan berlari mengejar kupu-kupu. Ia sangat bahagia.
Dewi tak henti-hentinya mengukir senyum di wajah cantiknya itu sambil menikmati keindahan taman.
"Indah sekali tempat ini,apakah tempat ini milikmu? sungguh mengagumkan". kata Dewi karna kagum dengan keindahan tempat itu.
"Ya.. apa kau sangat menyukainya?" Kata pria itu sambil tersenyum menatap gadis kecil disampingnya,dan mengusap pucuk kepala sang gadis dengan sayang.
Dewi pun hanya menganggukkan kepalanya malu-malu masih dengan senyumnya yg merekah.
Setelah Dewi puas bermain diantara bunga-bunga dan kupu-kupu,Dewi melihat sekeliling tempat itu,nampak pohon rindang yg dibawahnya terdapat rumput yg tumbuh seakan menjadi tikar di tanah yg lapang, serta beberapa bunga juga tumbuh di sekitarnya,menambah indah pemandangan disana.
Ia menghampiri pohon itu dah perlahan merebahkan tubuhnya di atas rumput hijau itu.
Pria itupun juga mengikuti Dewi dan ikut merebahkan dirinya di sebelah gadis itu.
Gadis itu sangat bahagia,, ia membentangkan tangannya dan menutup kedua mata,seraya menghirup udara yg sangat sejuk sambil terlentang di hamparan rumput yg hijau.
"Fyuuhh..."
gadis itu perlahan membuang nafasnya dan menoleh kearah pria di sampingnya.
"Siapakan anda sebenarnya dan darimanakah anda berasal tuan?" dengan malu-malu dewi memberanikan diri untuk bertanya.
Pria itu hanya tersenyum, namun perlahan ia berkata "....namaku Ca+@ aku berasal dari ke#&_&-" kata pria itu pada Dewi.
Dewi tidak bisa mendengar apa yg dikatakan sang pangeran dengan jelas dan hanya terdengar samar di telinganya. Namun Dewi tak berani untuk bertanya untuk kedua kalinya.
Ia hanya memandang pria itu tanpa berkata apapun meskipun sangat penasaran.
Mimpi yg sangat indah,terasa begitu nyata,ia seakan tak rela bangun dari mimpinya.
Bersama pria itu,Ia merasa memiliki sandaran ke-2 setelah neneknya. Walau ia hanya bertemu di alam mimpi. Dia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan pria di mimpinya itu.
__ADS_1
Pria yg sangat lembut dan memperlakukannya dengan penuh kasih sayang,seperti ada sejuta rasa dan cinta yg pria itu tumpahkan padanya.
Hati gadis itu menghangat ketika bersamanya dia sungguh sangat bahagia. Ia berharap akan segera bertemu dengannya lagi.
.
.
.
Pangeran perlahan bangkit dari tempat ia merebahkan diri, Dewi pun mengikutinya.
Perlahan pria itu mendekati gadis kecil di sampingnya seraya menyentuh pipi gadis itu. Dewi lalu menyentuh lengan pria yg menyentuh pipinya. Senyum keduanya terukir jelas.
Kemudian pria tersebut mengatakan sesuatu pada gadis itu,"tunggu aku gadis kecilku suatu saat nanti kita akan bertemu lagi". Pria itu berkata dengan memasang senyum khasnya. Kemudian dalam sekejab sang pangeran menghilang dari pandangan gadis itu.
Dewi menjadi sangat sedih,dan merasa sendiri di tempat yg asing,karna perlahan taman yg begitu indah itu tiba-tiba tertutup kabut pekat,kabut yg semakin pekat membuat Dewi semakin takut dan berusaha berlari mengejar dan mencari keberadaan pria itu.
"Tunggu.."
"tuaan.."
Dewi berteriak memanggil pria itu, berlari mengejarnya tak tentu arah,kabut yg menyelimuti pemandangannya semakin pekat.
"akhh.."
"Bruuk"
Dewi terkejut saat gadis itu terbangun dari mimpinya. Ternyata ia terjatuh dari ranjangnya dengan sangat kacau.
"Aduh sakit sekali pantatku". keluhnya.
"hah.. ternyata cuma mimpi.. cepat sekali paginya,padahal rasanya baru sebentar aku memimpikannya". Dewi menghela nafas dengan kecewa.
"kenapa aku bisa bermimpi bertemu dengan pria itu? pria yg misterius.. wajahnya tidak bisa ku ingat lagi sekarang".
"..Tapi sungguh terasa nyata,perasaan yg juga terasa nyata sama sekali tidak seperti mimpi,seperti aku benar-benar mengalami semuanya,,,,,apa benar apa katanya?..aku akan bertemu lagi dengan pria itu suatu saat nanti?"
"Aku harap kata-katanya itu akan menjadi kenyataan suatu hari aku ingin bertemu dengannya lagi". gumam Dewi.
Gadis itu tidak langsung beranjak dari tempat ia terjatuh tadi dan malah melamun di teras kamar sambil bersandar pada tempat tidur.
__ADS_1
Ia masih terbayang mimpinya semalam. Dia enggan kembali ke kenyataan dan masih ingin kembali lagi di masa-masa indah mimpinya itu.
Dari luar Nenek Galuh yg mendengar ada sesuatu yg terjatuh di kamar Dewi,ia terburu-buru menuju kamar cucunya itu, takut terjadi sesuatu hal menimpa cucu kesayangannya.
tak tak tak krek..
Suara langkah kaki nenek galuh mendekati kamar dewi dan membuka pintu kamar..
"Nak.. ada apa? apa kamu baik-baik saja? nenek mendengar ada sesuatu yg jatuh disini". Tanya nenek Galuh seraya membuka pintu kamar cucunya itu.
Seketika nenek galuh terkejut melihat cucunya duduk di teras dengan rambut dan tempat tidur yg aut-autan (bukan merek obat nyamuk ya hehehe)
Ternyata Dewi belum beranjak dari tempat ia jatuh, dengan polosnya ia nyengir pada nenek Galuh yg terheran-heran karna tingkah cucunya itu.
"heehehe maaf nek,gak sengaja jatuh dari tempat tidur tadi,bangun-bangun ternyata Dewi sudah disini, maaf nek mengagetkanmu,Dewi gak apa apa kok nenek tenang saja". Jawabnya.
"Nenek tidak kaget hanya saja takut terjadi apa-apa padamu tadi makanya nenek buru-buru lari kesini.,"
"Sayangnya tidak lihat kamu pas sedang terjatuh hoho". ledek sang nenek.
"Apa'an sih nenek... sakit tau". kesal Dewi karna diledek sang Nenek.
"Tadi katanya gak kenapa-napa. Lagian kamu tidur saja sampe jatoh begitu..Hmmmm... ada ada saja". imbuhnya.
Dewi yg mendengar kata neneknya itu hanya pasang wajah cemberut saja.
"Ya sudah lain kali hati-hati nak..!" Nenek galuh berhenti meledek saat melihat wajah masam cucunya itu.
"hari sudah pagi.. Sekarang bersihkan dirimu terlebih dahulu..!"
Nenek akan pergi ke pasar membeli kebutuhan pokok karna sudah hampir menipis". kata nenek Galuh.
"Bolehkah aku saja yg pergi nek..?"
"nenek istirahatlah dirumah". tawar gadis itu.
"Hmmm baiklah...
terserah kamu saja.. nenek akan istirahat dirumah saja kalau itu maumu". kata sang nenek pasrah.
"Baiklah nek. aku akan membersihkan diriku terlebih dahulu". kata gadis kecil lagi.
__ADS_1
Nenek galuh tersenyum pada cucunya lalu ia berlalu pergi meninggalkan kamar Dewi.