PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
DISEMBUNYIKAN


__ADS_3

Sepulang dari kantor Aziz sengaja datang ke kantor Luna. Luna masih sibuk dengan kerjaan nya. Aziz masih setia menunggu di kursi tamu diruang eksekutif Luna. Sesekali mata Aziz mencuri pandang wajah ayu Luna yang putih bersinar itu. Wajahnya yang polos dan lugu, tidak ada yang ditunjukkan dari kelelahan yang sebenarnya.


Aziz mulai membuka ponsel nya. Di hape itu, banyak sekali chat masuk dari Aura. Tangan Aziz mulai sibuk membalas chat yang dikirim oleh Aura untuk dirinya. Tiba - tiba Luna datang dan duduk disebelah kanan nya.


" Hayo! Chatingan dengan siapa?" ucap Luna yang sengaja mengagetkan Aziz.


" Astaga! Jantung aku hampir copot." sahut Aziz.


" Jadi benar? Chatingan dengan Aura?" kata Luna menyindir.


" Eh Aura? Aura siapa?" ucap Aziz mulai panik.


" Aura? Calon istri kamu Mas!" ucap Luna.


" Mana ada begitu! Kamu ngarang saja!" sahut Aziz.


" Terus siapa yang mengangkat telepon kamu waktu aku menghubungi kamu Mas?" tanya Luna.


" Bukan siapa-siapa kok!" sahut Aziz mengelak.


" Hem! Ya sudah kalau tidak mau jujur." kata Luna.


" Tidak ada sayangku! Tidak ada wanita lain selain kamu sayang?" kata Aziz sambil mencoba memeluk tubuh Luna.


Luna mengelak dan berdiri mengambil ponselnya yang berbunyi. Setelah mengangkat telepon itu, Luna kembali duduk di kursi tamu.


" Dari relasi." ucap Luna.


" Oh? Serius amat!" ucap Aziz.


" Namanya relasi nya cowok, so pasti naksir aku lah!" sahut Luna menggoda.


" Awas yah, kalau macam - macam!" ucap Aziz sambil meraih tubuh langsing Luna.


" Jadi, siapa itu Aura?" tanya Luna.


" Kawannya Sintia!" jawab Aziz singkat.


" Hadeuhhh! Semuanya berbohong dan berbohong nya tidak kompak. Kelihatan sekali kalau kalian menyembunyikan sesuatu." pikir Luna.


" Kawan Sintia? Tapi kok bisa memegang ponsel kamu Mas?" tanya Luna.


" Gak tahulah! Waktu itu ponsel aku tertinggal di ruang tamu. Mungkin saja kawannya Sintia itu iseng - iseng mengangkatnya. Nanti kalau berjumpa,biar aku tegur dia!" cerita Aziz bohong.


" Sudahlah! Ayolah pulang?" ajak Aziz.


" Mas! Aku bawa mobil juga loh!" sahut Luna.


"Mobilnya ditinggal saja di kantor!" sahut Aziz.


" Besok pagi? Aku kerja naik apa?" tanya Luna.


" Besok pagi, biar aku jemput!" jawab Aziz.

__ADS_1


" Enggaklah! Kamu akhir - akhir ini selalu tidak menepati janji. Aku jadi tidak yakin,kalau kamu besok pagi bisa menjemput aku." kata Luna.


" Tidak sayang! Aku janji, akan mengantar kamu pergi ke kantor." ucap Aziz.


" Jangan suka berjanji Mas! Janji itu akan memberatkan kamu." sahut Luna.


" Astaga!" sahut Aziz.


" Kamu harus percaya sama aku dong sayang!" ucap Aziz.


" Iya deh! Percaya!" sahut Luna sambil tersenyum.


" Ayo pulang! Kita makan dulu di resto langganan aku." ajak Aziz.


*******


Sepulang dari makan malam dan mengantar Luna pulang ke rumahnya. Aziz bergegas pulang kerumah. Di teras depan ada Milik sedang duduk santai sambil menikmati kopi hitam kesukaan nya. Sebungkus rokok favorit nya tentu saja slalu menemani dalam lamunannya.


" Eh Dodo! Tumben duduk di luar." sapa Aziz sambil memainkan kunci mobilnya.


" Sumpek di dalam! Ada cewek Mas Aziz tuh menunggu didepan." ucap Dodo.


" Siapa?" tanya Aziz.


" Beginilah kalau punya cewek lebih dari satu." sahut Dodo sewot.


" Eh kamu!" ucap Aziz sambil menoyor kepala Dodo.


" Mas Aziz! Di cari Mbk Aura!" teriak Sintia yang sibuk dengan laptop nya.


" Eh? Dimana dia?" tanya Aziz.


" Lagi di dapur! Katanya masakin buat Mas Aziz." jawab Sintia.


" Oh!" sahut Aziz sambil masuk kedalam kamar nya.


Didalam kamarnya, Aziz mulai berganti baju santai di rumah. Kaos oblong polos dipadu dengan celana pendek kain.


" Papa dan mama belum pulang hari ini?" tanya Aziz.


" Ini hari apa to Mas? Bukankah mama dan papa datang nya setiap hari Sabtu-Minggu saja. Itupun kalau Sabtu Minggu tidak ada acara dinas luar." kata Sintia.


" Oh! Kirain ini hari Sabtu loh!" sahut Aziz.


" Kalau hari Sabtu, mana mungkin Mas Aziz masuk kantor." ucap Sintia.


" Iya! Kamu sudah makan Sin?" tanya Aziz.


" Sudah! Tadi makan bersama dengan Mas Dodo." jawab Sintia.


" Dodo kenapa sih, kok murung banget!" tanya Aziz.


" Gak Tahu! Tanya saja sendiri!" jawab Sintia.

__ADS_1


" Halo Mas Aziz! Ayo cobain masak kan aku!" teriak Aura sambil membawa mangkuk yang berisi mie goreng.


" Aduh! Aku sudah kenyang!" sahut Aziz yang menolak mangkuk yang berisi mie itu dari Aura.


" Jangan begitu dong Mas! Mbk Aura sudah capek-capek masak untuk Mas Aziz." kata Sintia.


" Ya sudah satu sendok saja yah!" sahut Aziz sambil mengambil mie goreng dari tangan Aura.


********


" Sudah malam Aura! Kamu tidak pulang?" tanya Aziz sambil berbaring malas di atas kasurnya dengan acara live musik yang dihidupkan keras.


" Aku nginap disini saja!" jawab Aura.


" Eh! Mana bisa begitu! Tidak enak dengan adik - adik aku Aura!" ucap Aziz.


" Ah mereka sudah dewasa semau. Hubungan mereka dengan pacarnya pasti juga sama dengan apa yang kita lakukan." ucap Aura.


"Jangan samakan adik - adikku dengan hubungan kita Aura!" sahut Aziz.


" Ah itu hanya soal waktu saja. Suatu hari nanti mereka juga akan memahami hubungan kita ini. Kita sudah sama-sama dewasa." kata Aura.


" Kamu tidak perlu sungkan dengan aku. Aku sudah menjadi milik kamu seutuhnya." tambah Aura.


Aura mengambil tas trevel kecilnya. Di dalam tas itu ada beberapa baju gantinya. Aura mulai mengganti bajunya dengan baju tidur yang seksi. Mata Aziz mulai melotot tak berkedip menyaksikan keindahan ciptaan Tuhan itu. Aziz mulai menelan air liurnya.


" Eh aku lupa! Kalau aku bawa wine untukmu!" ucap Aura sambil membuka tas travel nya kembali dan mengambil botol wine didalamnya.


" Nah ini dia! Bikin hangat badan kita! Malam ini kita bersenang - senang." ucap Aura.


" Kenapa harus minuman itu Aura!" ucap Aziz.


" Tidak bagus untuk kesehatan kamu Aura!" tambah Aziz.


" Minuman ini akan membuatku lebih semangat untuk hidup Mas!" kata Aura sambil menuang wine itu ke dalam gelas kecil dan meneguknya.


" Mas Aziz harus minum sedikit dong!" ucap Aura sambil menyodorkan gelas kecil itu ke arah Aziz.


" Aura! Aku tidak suka minuman itu!" sahut Aziz.


" Ayolah!" paksa Aura.


Akhirnya gelas yang berisi wine itu terminum juga oleh Aziz.


" Aku tidur duluan Aura! Besok aku harus bangun pagi!" kata Aziz sambil menutupi badannya dengan selimut.


" Mas Aziz tidak asyik!" sahut Aura.


Aura akhir nya sendiri minum wine itu sampai habis. Pandangan nya mulai kabur. Tubuhnya mulai lunglai. Badannya mulai panas padahal AC sudah menyala. Pakaian tidur yang seksi itu dibukanya kembali dan pikiran nakal muncul didalam otak liar Aura.


Tangannya dengan cepat menarik selimut Aziz. Aura dengan nekat mulai membangunkan Aziz dengan cara nakalnya. Akhirnya Aziz menikmati segala apa yang dilakukan Aura. Matanya terpejam antara rasa kantuk dan nikmat yang dirasakannya.


Akhirnya pergumulan itu terjadi lagi sampai Aziz melayang - layang ke negeri dongeng yang penuh sensasi.

__ADS_1


__ADS_2