
Karin dan Galah akhirnya terbang ke Bali. Mereka langsung menjumpai Luna dan Dodo di penginapan itu. Mau tidak mau, akhirnya bulan madu yang penuh keintiman dan keromantisan itu sedikit terganggu oleh kedatangan Karin dengan Galah. Karin dan Galah ikut menikmati bulan madu mereka yang tertunda itu bersama pasangan pengantin baru itu. Luna dan Dodo akhirnya menikmatinya bulan madu di Bali itu bersama-sama dengan sahabat karibnya yaitu Karin dan Galah.
Padahal perut Karin sudah mulai membuncit, namun nekad melakukan penerbangan di pulau dewata Bali itu. Luna pun tidak mengira jika sahabat dekatnya itu benar-benar nekad menyusulnya ke Bali. Kini mereka satu penginapan yang sama.
Setelah seharian menikmati keindahan di pulau dewata itu, mereka kini duduk bersama untuk makan malam sebelum mereka kembali ke kamarnya masing-masing. Mereka seharian mendatangi tempat- tempat wisata dan juga oleh-oleh khas Bali. Betapa Luna sangat menikmati semuanya itu, apalagi ada sahabat nya yaitu Luna. Dodo merasa tersisihkan ketika melakukan perjalanan wisata di tempat-tempat itu. Galah menahan tawanya ketika raut wajah Dodo tidak menyukai jika istrinya itu direbut oleh Karin ketika berada di tempat wisata itu.
" Maafkan istri aku, Do! Nanti kamu puas- puasin setelah kembali dari jalan- jalan ini." bisik Galah kepada Dodo. Dodo nyengir kuda.
" Kalau mereka sedang berdua seperti itu. Kita tidak dianggap nya." keluh Dodo. Galah membenarkan ucapan Dodo.
__ADS_1
Kini mereka sudah masuk ke kamarnya masing-masing setelah menyantap hidangan malam bersama. Dodo sudah tidak sabar ingin mengeksekusi wanita yang sudah mengisi relung hatinya yang paling dalam itu. Dodo mulai menjam@h bagian-bagian yang membuat Luna mendesis dan menahan kenikm@tan.
" Dodo! Tidak kah malam ini kita libur dahulu, sayang!" kata Luna sambil menahan rasa yang kian membuncah. Dodo semakin liar merem@s dan memainkan gunduk@n yang menempel di bawah lehernya. Luna sedikit membusungkan d@da nya sesaat Dodo sudah mulai menyes@p bagian goa miliknya di bawah sana. Cairan itu mulai membasahi daerah sana. Dan seperti nya sudah siap untuk dihujani oleh sesuatu yang akan membuat Luna kembali tak berdaya dan pasrah.
Dodo mulai memainkan ritmenya, menggunc@ng tubuh Luna setelah benda tumpul yang mengeras dan menegang itu telah masuk ke goa itu. Pekikan lumayan keras lolos dari mulut Luna. Untung saja bibir mungil itu sudah dibungkam dengan ciuman liar dan panas oleh Dodo. Keduanya semakin memainkan olahraga di atas ranjang itu dengan penuh gairah.
Akhirnya sampai beberapa saat, keduanya memekik pelan lalu saling berpelukan erat.
" Semoga di sini secepatnya akan kita peroleh buah kasih kita. Aku sudah menanamkan benih itu di sini, Luna sayang!" ucap Dodo sambil mengatur nafasnya dan mengusap bagian perut Luna. Luna tersenyum seraya mengusap puncak rambut Dodo yang kini berada di atas perut ratanya.
__ADS_1
@@@@@@@
Beberapa bulan berlalu, setelah mereka berbulan madu di pulau Bali. Karin telah melahirkan anaknya dengan jenis kelamin seorang wanita. Sedangkan Luna pun mendapatkan kabar yang menggembirakan dengan kehamilan nya. Betapa Dodo merasakan kebahagiaan itu ketika mengetahui jika Luna telah positif hamil.
" Syukur lah, Luna! Kita akan menjadi orang tua dari anak-anak kita." kata Dodo seraya mencium kening Luna ketika pertama mengetahui kabar bahwa Luna telah positif hamil.
" Aku akan menjadi ibu, Do! Aku bukanlah wanita yang mandul, Do!" ucap Luna dengan berbinar. Dodo merengkuh Luna dan memeluk nya. Betapa selama ini, Luna tidak pernah merasakan hamil itu. Ketika menikah dengan Rodeo pun dirinya menantikan saat- saat ini. Tuhan telah memberikan kepercayaan itu ketika menikah bersama dengan Dodo. Luna merasakan menjadi wanita yang sempurna ketika bisa mengandung dan hamil itu.
Kebahagiaan hidup seseorang tidak diukur oleh materi semata. Namun kebahagiaan itu sendiri sejatinya ada di hati kita sendiri. Rasa syukur dan ikhlas menjalankan takdir itu sendiri, akan membawa langkah dan perjalanan kita menjadi ringan dan tanpa beban.
__ADS_1