
Setibanya di rumahnya, Momo melepas pakaiannya yang menurut nya pakaian yang ia kenakan sangat norak sekali. Momo mulai berjalan menuju bathtub di rumahnya. Rumah yang didapat nya dari Pras sebelum, Pras benar-benar meninggalkan dirinya dan kembali pada istrinya.
Momo mulai memikirkan bagaimana caranya mendapatkan uang yang banyak kembali. Dirinya teringat akan tempat panti asuhan yang baru saja dirinya tiba-tiba berada di tempat itu. Selain itu kiriman untuk saudara- saudaranya yang lain juga perlu MoMo pikirkan. Keluarga nya tahunya dia bekerja di kota menjadi pegawai kantor yang posisinya bagus. Sehingga Momo termasuk berhasil dalam perantauan itu. Namun siapa yang menyangkanya jika Momo selama ini menjual harga dirinya kepada om- om yang tentu saja tidak mendapatkan sesuatu yang menurutnya kurang memuaskan ketika di rumahnya.
Saat ini Momo mulai pusing, tabungannya mulai menipis sedangkan kebutuhan hidup nya semakin besar. Belum dirinya sudah menjanjikan untuk memberikan sumbangan ke yayasan yatim piatu itu. Paling tidak ada sedikit manfaat pada hidupnya. Itu pikir Momo.
Setelah selesai dengan mandinya dan mulai bersolek, Momo berencana mencari sumber ATM nya. Hari ini Momo ada kencan dengan seseorang yang masih disembunyikan identitasnya. Melalui jaringan sosial media, Momo mendapatkan sasaran nya. Belum tahu kebenaran wajah laki-laki itu, dalam benak Momo yang penting kesepakatan pertama dari uang yang akan diperolehnya menjanjikan. Dan benar saja keduanya akhirnya ketemuan di salah satu hotel berbintang.
Di siang hari yang terik karena panas sinar matahari, akhirnya Momo berjumpa dengan laki- laki itu. Setelah berbincang cukup lama di resot di hotel itu, pria itu mengajak Momo segera masuk ke kamar yang sudah beberapa hari dirinya menginap di sana. Momo, tidak ada rasa takut dan khawatir sama sekali dengan ajakan pria yang baru saja dia kenalinya.
Kini keduanya sudah berada di kamar yang luas dan mewah. Pria itu sengaja memilih kamar dengan fasilitas yang lengkap. Momo mulai berpikir, laki-laki setampan itu tanpa diberi imbalan jasa pun, mungkin Momo akan dengan senang hati melakukan tugas nya.
__ADS_1
" Duduk lah!" ucap laki-laki itu seraya mengambilkan minuman beralkohol.
" Terimakasih, Kamu sudah berapa hari berada di sini?" tanya Momo. Laki-laki itu menyodorkan gelas dengan minuman yang sudah ia tuangkan dengan minuman beralkohol itu.
" Lima hari. Aku sedang ada urusan bisnis di kota ini." kata laki-laki itu. Momo manggut-manggut.
" Oh, begitu yah." sahut Momo.
" Hem, kurang lebih baru tujuh tahun ini." jawab Momo.
" Lama juga yah. Oh iya, jika kamu bisa memberikan servis yang memuaskan dan membuat aku senang, aku akan memberikan upah yang lebih. Ini diluar dari harga yang sudah disepakati." kata laki-laki itu.
__ADS_1
" Jangan khawatir Julius, aku pastikan kamu akan kecanduan dengan aku." kata Momo.
"Benarkah?" ucap Julius. Julius kini mulai mendekati Momo dan mulai membelai bagian-bagian yang sengaja terbuka oleh Momo.
" Duduk lah Julius, biar aku yang aktif." perintah Momo. Julius masih memegang gelas minuman nya dan mulai mengisi kembali minuman itu. Julius duduk di kursi sedangkan Momo sudah terlihat berjongkok di depan Julius. Julius memegang kepala Momo yang sedang melakukan aksinya. Julius mulai meremang.
" Benar juga, kamu memang sudah pengalaman. Tujuh tahun ini tentu sudah banyak yang kamu kerjain bukan?" tanya Julius.
" Tidak! Hanya beberapa saja. Aku menjadi wanita simpanan suami orang. Dari sana sumber ATM aku." sahut Momo.
" Baiklah, jika begitu aku bisa mempertimbangkan kamu menjadi wanita simpanan aku." kata Julius.
__ADS_1
" Kamu harus menghidupi aku, Julius! Jangan lupa aku harus menghidupi saudara- saudara aku dan anak-anak yatim saat ini." kata Momo. Julius mengernyitkan dahinya.