
Di rumah kediaman Pak Suntoro. Di rumah belakang, Pak Suntoro dan Bu Sukma duduk di meja makan. Sintia, Dodo, Aziz dan Aura pun berkumpul di meja makan kayu yang memanjang. Pak Suntoro masih fokus dengan makanan yang ada di atas piring nya. Bu Sukma yang lagi sibuk mengupas mangga mulai memperhatikan Dodo. Malam itu suasana keakraban keluarga besar Pak Suntoro terasa hangat. Memang hari Sabtu dan Minggu yang menjadikan keluarga besar itu selalu berkumpul bersama.
"Kelihatan nya, sebentar lagi ada yang mau menikah nih?" ucap Aziz sambil melirik ke arah Dodo.
" Siapa Mas?" tanya Sintia yang lugu.
" Itu! Yang duduk di sebelah kamu!" jawab Aziz menyindir.
Semua mata melihat ke arah Dodo. Dodo jadi salah tingkah diperhatikan semua anggota keluarga yang duduk di meja makan itu. Pak Suntoro tiba - tiba menghentikan aktivitas makannya.
" Kenalkan dengan Papa dan mama dulu, Dodo!" ucap Pak Suntoro.
" Papa dan mama sudah mengenal wanita itu!" sahut Aziz dengan nada tidak suka.
" Siapa?" tanya Bu Sukma sambil mengusap pundak anak laki-laki nya yang belum menikah itu. Dodo terlihat terkejut karena takut dengan penolakan kedua orang tua nya nantinya.
" Papa! Mama! Ini adalah pilihan aku. Aku harus menikahi wanita itu. Papa dan mama harus mengijinkan aku untuk menikahi dia." ucap Dodo yang belum memperjelas siapa wanita yang di maksud.
" Bawa gadis yang hendak kamu nikahi itu ke mari. Papa dan mama juga harus tahu." ucap Pak Suntoro.
" Papa! Papa sudah mengenalnya! Dia adalah Luna! Mantan aku!" sahut Aziz dengan suara keras.
Pak Suntoro dan Bu Sukma saling berpandangan. Aura dan Sintia hampir tersedak dengan ucapan Aziz. Memang ada rasa tidak suka yang muncul dari bahasa Aziz.
" Tidak ada wanita lain, yang bisa kamu sukai selain wanita bekas kakak kamu, Dodo???" ucap Pak Suntoro kasar.
"Dodo! Anak mama kan semua keren, ganteng, kenapa semua tidak bisa memilih wanita yang pas dan cocok sih?" ujar Bu Sukma.
"Mama! Luna sudah pas dan cocok menurut aku. Jadi, tolong restu mama dan papa sangat aku harapkan." kata Dodo.
" Iya pa! Ma! Kasihan Mas Dodo dari dulu memang menyukai Mbak Luna. Mas Aziz saja yang menikung nya..UPS...!?!!" ucap Sintia lalu menutup mulutnya sendiri.
Aura hanya tersenyum saja melihat sedikit ketegangan di keluarga besar itu.
" Kamu anak kecil, tahu apa?" sahut Aziz emosi.
" Papa dan mama, tolong sekali ini hargai pilihan saya. Dodo sudah sangat cocok bersama Luna. Apapun yang menjadi kekurangan Luna dan masalah apapun yang akan timbul nantinya, biar saya yang tanggung sendiri." ucap Dodo.
" Bagaimana ma! Apa pendapat kamu?" tanya Pak Suntoro ke istrinya.
" Ya sudahlah!! Biar saja Dodo yang menentukan pilihan pendamping hidup nya sendiri. Mama ingin tahu, ke depan nya gimana kehidupan rumah tangga Dodo dan Luna!" ucap Bu Sukma.
" Mama yakin memberi restu Dodo?" tanya Aziz dengan ekspresi tidak senang.
" Baiklah Dodo, , kamu urus sendiri semua persiapan nya! Tapi kalau ada apa-apa dengan rumah tangga kalian nantinya, papa dan mama angkat tangan!!?" ujar Pak Suntoro.
" Terimakasih Pa! Ma! Restu kalian sangat penting untuk kehidupan baru aku dengan Luna!!" ucap Dodo senang sambil mencium tangan mama dan papa nya.
" Tapi bukan berarti mama dan papa suka dengan Luna yah!!!!" sahut Bu Sukma.
" Mama dan papa pasti nanti suka dengan Luna!!" sahut Dodo semangat.
" Amin????? Selamat Mas Dodo! Aku akan bantu persiapan pernikahan mas Dodo nantinya." ucap Sintia bersemangat.
" Ngomong - omong kapan Mas?" imbuh Sintia.
" Yang pasti secepatnya.. Mas akan rembukan dengan Luna dulu." ucap Dodo tersenyum senang.
" Kenapa dulu aku tidak diijinkan pa? Ini tidak adil bagi aku??" ucap Aziz sambil berdiri dan meninggalkan meja makannya.
Sedangkan Aura mengikuti Aziz yang meninggalkan tempat duduknya itu.
Pak Suntoro dan Bu Sukma saling berpandangan. Sintia dan Dodo mulai merasa tidak enak dengan situasi yang timbul dari reaksi Aziz.
"Tenang mas!!? Nanti Mas Aziz bisa legowo dengan semua nya." ucap Sintia membuat tenang suasana.
" Jadi pa! Ma! Mbak Luna itu kawan kuliah Mas Dodo. Jadi mereka sudah lama dekat nya!" cerita Sintia yang berusaha membuat papa dan mama nya menyukai Luna. Tapi hasil yang di dapat kan kedua orang tua nya itu cuek bebek fokus dengan makanan nya.
" Ih kasihan nya aku?? Di cuekin papa mama, mas!!" ucap Sintia.Dodo dan Sintia saling pandang dan akhirnya pecahlah tawa mereka.
__ADS_1
" Hahaha!!" Dodo dan Sintia pun jadi tertawa.
*******
Dengan orang yang tepat, impian kamu akan jadi hebat. Bersama orang yang hebat, harapan kamu akan menjadi gemilang. Lingkungan dan kawan yang baik pun akan menjadikan kamu pribadi yang kuat secara spiritual dan mental. Kesuksesan yang selalu di depan mata menjadikan orang sekeliling kamu akan merasa kebahagiaan nya.
Demikian juga hidup yang dilalui Luna. Dia beruntung memiliki sahabat, teman dan juga kekasih seperti Dodo. Bersama Dodo perjalanan karier nya lebih matang. Semua juga ada peran Karin sebagai sahabat dekatnya dulu dari bangku kuliah bersama Dodo.
Malam itu, setelah obrolan dengan keluarga nya. Dodo langsung meluncur ke rumah Luna. Dodo sangat bersemangat untuk rencana menikahi Luna secepatnya. Usianya sudah matang untuk menjalani kehidupan bersama keluarga baru nya kelak. Angan - angan indah sudah berlari - lari di otak nya. Bayangan akan hidup bahagia bersama Luna dan anak-anak nya kelak sudah berputar-putar seperti rol film. Saat itu imajinasi Dodo sudah jauh. Makanya sambil nyetir pun, Dodo senyum - senyum sendiri tidak jelas.
Hingga melewati toko bunga, akhirnya Dodo berhenti dan membeli seikat bunga mawar putih. Dodo kembali tersenyum sambil mencium bunga mawar putih itu.
" Semoga Luna suka dengan bunga ini!!!" gumam Dodo sambil tersenyum tidak jelas.
Sesampainya di rumah Luna. Rizki masih belum tidur dan sedang bermain dengan Luna. Padahal sudah cukup larut malam. Dodo langsung nyelonong masuk ke dalam karena pintu depan terbuka dan tidak di kunci.
" Hore!!!! Om Dodo datang!!!" teriak Rizki langsung berlari ke arah Dodo yang membawa ikatan bunga mawar putih itu.
" Eh??? Belum tidur Rizki yah??" sambut Dodo sambil mencium pipi kanan dan kiri Rizki.
" Belum ngantuk om!!" jawab Rizki sambil mengambil ikatan bunga mawar putih dari tangan Dodo.
" Ini untuk Rizki ya om??" tanya Rizki.
" Eh???" Dodo tersenyum sambil memandang Luna yang menatap Dodo yang mematung.
" Duduklah Dodo!! Aku buatkan kopi dulu!!" ucap Luna yang buru - buru pergi ke dapur.
" Rizki!!! Ayo buruan tidur!!!" teriak Luna sambil berjalan ke belakang.
" Ayo tidur!!! Om temani di kamar!!" ajak Dodo sambil menggandeng Rizki masuk ke kamarnya.
" Om bunga nya!!" ucap Rizki sambil menyerahkan ikatan bunga mawar putih itu.
" Ssstttt bunga ini untuk mama Rizki." ucap Dodo berbisik.
" Astaga!!!" ujar Dodo.
" Seharian ngapain aja mama sama Rizki??" tanya Dodo mulai menyelidik.
" Renang di rumah om!!" jawab Rizki sambil memeluk guling nya.
" Ya sudah bobok dulu, besok siang kita jalan-jalan sama om!" rayu Dodo.
" Beneran om??" tanya Rizki.
" Iya!!!" sahut Dodo sambil mengusap dengan lembut kepala Rizki sampai tertidur.
Hampir setengah jam akhirnya, Rizki benar - benar sudah tertidur pulas. Luna mengintip pelan di pintu kamar Rizki.
" Sudah tidur??" tanya Luna dengan suara pelan.
" Sudah!?" jawab Luna ikut bersuara pelan dan meninggalkan kamar Rizki menuju ruang tengah.
" Kopi nya ada di atas meja!" ucap Luna sambil menyelimuti Rizki lalu menyusul Dodo yang sudah duduk ruang tengah.
" Kamu dari mana? Malam sekali kemari nya?" tanya Luna.
" Di rumah saja! Papa dan mama lagi pulang ke rumah,jadi tadi ada obrolan sedikit dengan mereka sambil makan malam." cerita Dodo sambil menyalakan rokok nya. Luna mulai mematikan AC di ruangan itu.
" Oh!!?? Jadi sudah makan kan??" tanya Luna.
" Sudah!!! Kamu sudah makan belum?? Oh iya ini untuk kamu!!!" ucap Dodo sambil memberikan ikatan bunga mawar putih itu ke Luna. Luna mengambil bunga mawar putih itu dari tangan Dodo.
" Wangi!!! Hemmm Terimakasih Dodo!"' ucap Luna tersenyum.
" Kamu suka??" tanya Dodo yang masih menikmati rokok dan kopi hitamnya.
" Suka!! Semuanya yang dari kamu, pasti aku suka!!" jawab Luna sambil menimang-nimang bunga mawar putih itu.
__ADS_1
" Hehehe!!! Kamu sudah mulai bisa merayu, Luna!!" sahut Dodo sambil memandangi wajah ayu Luna yang tanpa riasan.
" Ada obrolan apa dengan papa dan mama kamu?" tanya Luna.
" Kamu mau tahu banget atau mau tahu sekali???" Tanya Dodo.
" Mau tahu goreng!! Ada tidak??? Ditanya malah ikut - ikutan kayak ABG sekarang loh!!!" ucap Luna dengan mulut manyun ke depan.
" Ehhh??? Cemberut!!! Kemari lah Luna!! Duduk didekat ku!!" suruh Dodo.
Luna mulai bergerak dan duduk di samping Dodo.
" Luna!! Kita menikah yuk!" ajak Dodo sambil mengambil tangan Luna. Luna hanya menatap dengan lembut wajah Dodo.
" Ayolah!!! Siapa takut???" sahut Luna berusaha membuat suasana menjadi tidak romantis.
" Ais!!! Mulai lagi nih!! Aku serius Luna!!" ucap Dodo dengan tangannya yang menggenggam erat tangan Luna.
" Papa dan mama kamu??? Kamu siap di cap sebagai anak durhaka?" tanya Luna akhirnya dengan serius. Dodo hanya tersenyum dan mulai berani mendekati wajah Luna. Dodo mulai memainkan bibir Luna dengan jarinya yang lentik.
" Dengan restu orang tua kita, mudah - mudahan kita bisa hidup bahagia, Luna." ucap Dodo sambil mengecup lembut bibir Luna yang sedari tadi di mainkan oleh jari lentiknya. Luna mulai memejamkan matanya. Kali ini benar-benar ingin menikmati sentuhan hangat dari bibir Dodo.
" Jadi??? Papa dan mama kamu setuju??" ucap Luna lirih sambil menyudahi ciuman hangat Dodo.
" Iya Luna!!" jawab Dodo dengan senang.
" Aku ikut senang Dodo!! ucap Luna.
" Jadi kapan kita bisa menikah??" tanya Dodo.
" Akhir tahun ini saja yah?" imbuh Dodo.
" Hah?? Akhir tahun ini, berarti bulan depan dong??" tanya Luna.
" Iya semakin cepat semakin baik bukan?? Biar kita bisa cepat punya anak." ucap Dodo sambil tersenyum nakal.
" Astaga!!?" sahut Luna sambil mencubit pinggang Dodo.
" Ehhh?? Tuh kan!! Milih kalau mencubit nya." ucap Dodo.
" Mau di cubit di mana?" sahut Luna sambil kembali mencubit pinggang Dodo sampai beberapa kali.
" Ehhh?? Luna!!" panggil Dodo pelan.
" Iya ada apa??" sahut Luna.
" Kita buat bulan Desember saja ya sayang??" kata Dodo sambil merapatkan tempat duduknya hingga memeluk Luna disampingnya.
" Apa bagus nya kamu saja lah!! Aku ikut saja!!" jawab Luna.
" Alhamdulillah!! Semoga Tuhan memberkati kita. Semoga Tuhan memberikan kelancaran, kesuksesan di acara pernikahan kita nanti." ucap Dodo akhirnya.
" Amin!!! Amin!!!" sahut Luna.
" Aku mau buat nasi goreng dulu!!" imbuh Luna sambil bangkit dari tempat duduknya. Tapi dengan cepat Dodo menarik kembali lengan Luna yang membuat Luna jadi terduduk di pangkuannya.
" Nanti saja, sayang!! Aku kan masih ingin berdua-dua an dengan kamu!!" ucap Dodo sambil memeluk pinggang Luna.
" Kalau begitu,kita masak nasi goreng berdua yuk!!" ajak Luna sambil mengusap lembut kepala Dodo.
Dodo menatap Luna dengan mesra. Tangan lembut Luna membuat Dodo bergejolak. Akhirnya Dodo dengan ganas menyerobot bibir mungil Luna. Luna kembali hanyut dalam kehangatan dan keromantisan situasi itu. Seperti terhipnotis, keduanya menjadi sangat rakus dengan kedua bibir yang menyatu.
" Aku lapar!!" kata Luna yang membuat ciuman itu terhenti.
" Ehh?? Hehe??? Ayo aku bantu masak!" ucap Dodo akhirnya.
Cinta adalah keinginan. Cinta adalah dorongan. Cinta adalah ambisi. Cinta menjadikan seseorang bersemangat. Cinta membuat seseorang bertenaga. Cinta akan menghantarkan kita ke puncak kenikmatan yang selalu ingin dekat dengan Sang Pencipta.
*******
__ADS_1