
Hari yang di nanti telah tiba di depan mata. Segala acara dan prosesi pernikahan adat Jawa sudah di lalui dengan lancar. Tinggal tahap terakhir adalah sungkeman. Sungkeman adalah berlutut di depan kedua orang tua masing-masing mempelai sebagai bentuk penghormatan. Karena telah membesarkan mereka hingga akhirnya dapat menjalankan kehidupan baru bersama pasangan nya.
Walaupun Ini pernikahan yang kedua bagi Luna. Tetapi bagi Dodo ini adalah pernikahan nya yang pertama dan terakhir. Senyum merekah dan kebahagiaan terpancar dari masing-masing wajah mereka. Semburat keceriaan dan kegembiraan terpancar dalam hati mereka.
Di depan papa mama nya, Dodo berlutut. Papa dan mama Dodo mulai terharu dengan prosesi adat Jawa yang terakhir itu. Kenapa tidak? Sudah sekian lama, mereka masih menganggap Dodo masih seorang anak kecil, yang perlu dimarahi, diarahkan,dibimbing, diperhatikan dan juga masih dibawah ketiak mama dan papa nya. Kini Dodo akan menjadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab terhadap istri dan anak - anak nya kelak.
Di depan mama nya, Dodo mulai berlutut sambil bersalaman.
"Mama! Restu dan doa mama sangat saya harapkan untuk kelanggengan rumahtangga saya. Semoga saya bisa menjadi imam yang baik dalam bahtera rumah tangga ini." ucap Dodo pelan dengan suara bergetar.
"Aamiin Dodo! Doa mama selalu menyertai kamu!" sahut Bu Sukma terlihat meneteskan air matanya. Pelukan hangat seorang ibu dan anak itu terjadi.
Kini Dodo beralih berlutut di hadapan papa nya sambil berjabat tangan dengan erat.
"Papa! Saya mohon doa restu. Agar saya bisa menjadi ayah yang baik bagi anak-anak saya kelak dan selalu berbuat baik dengan istri serta orang tua saya!" ucap Dodo dengan penuh keharuan.
Pak Suntoro terlihat berkaca-kaca. Seorang laki-laki yang dikenal sangat tangguh itu pun bisa meneteskan air mata nya ketika seorang anak memohon doa restu agar bisa langgeng dalam menjalani mahligai rumah tangga.
" Amin! Doa papa selalu menyertai kamu." sahut Pak Suntoro.
Demikian juga dengan Luna, Luna mulai sungkeman dari orang tua kandungnya sampai dengan orang tua dari Dodo. Dodo pun beralih berlutut di depan mertuanya. Mengharapkan keikhlasan dan keridhloan orang tua Luna, meminta restu untuk menjadikan Luna sebagai istrinya dan menjadi ibu bagi anak-anak nya kelak.
Keharuan dari prosesi sungkeman itu terlihat jelas. Seorang ayah dan ibu dengan anaknya yang berlutut untuk memohon restu dalam menempuh hidup baru. Mereka butuh pengakuan dan dia restu orang tua. Agar perjalanan rumahtangga mereka bisa dilalui dengan penuh kebahagiaan dan ridlo nya.
Pernikahan Luna dan Dodo tergolong meriah dan mewah. Tamu - tamu undangan yang hadir dari dua keluarga besar dan rekan - rekan kantor Dodo dan Luna sudah mulai ramai berdatangan. Senyum lebar dari kedua mempelai terlihat menawan. Wajah mereka ceria sehingga rasa letih dan capek pun tidak ia rasakan. Betapa tidak dari pagi mereka sudah melalui prosesi awal yaitu prosesi ijab kabul atau akad nikah. Sebagai bukti bahwasanya mereka sah menjadi suami istri secara hukumnya dan agama. Saling berjanji menunaikan kewajiban masing-masing sebagai istri dan suami.
Tidak jauh dari kedua mempelai duduk. Ada Aziz dan Sintia yang berpakaian rapi adat Jawa. Tampaknya Aziz sudah sangat Legawa dengan kebahagiaan adiknya itu,yaitu Dodo. Nyatanya Aziz berani menghadapi ini semua dengan mendampingi Dodo ketika prosesi akad nikah tadi pagi. Dan sampai sekarang pun, Aziz bisa duduk lama bertahan di acara pernikahan Dodo dan Luna. Aziz terlihat santai menatap dari kejauhan kebahagiaan Dodo yang bersanding dengan Luna. Demikian halnya Sintia. Sintia pun ikut senang melihat kakaknya tercapai keinginan nya untuk bisa menikah dengan wanita yang di cintai nya.
Karin yang perutnya sudah kelihatan membuncit dan sebentar lagi akan melahirkan bersikeras datang menghadiri acara sakral Dodo dan Luna, sahabatnya itu. Karin dan Galah mendatangi Dodo dan Luna di kursi pengantin. Dodo dan Luna berdiri menyambut tamu yang kembali antri untuk bersalaman.
" Wah !!! Ratu Luna! Kamu benar-benar bikin pangling! Cuantik nya tidak ketulungan loh!" ucap Karin histeris sambil mencium pipi kanan dan kiri sahabat nya itu.
"Eh Terimakasih banyak Karin! Kamu datang ke acara pernikahan aku dengan Mas Dodo." ucap Luna.
" Eh Mas Dodo? Hehehe!" Karin terkekeh dengan sebutan baru bagi Dodo oleh Luna.
"Eh kamu Karin!" sahut Luna malu sambil mencubit lengan Karin.
"Selamat Dodo! Akhirnya impian kamu terwujud bisa bersanding dengan Ratu Luna yang cantik ini!" ucap Karin sambil memberi salam Dodo.
" Terimakasih banyak Karin! Terimakasih Galah!" sahut Dodo dengan senyum mengembang sambil memeluk Galah di belakang Karin.
Rodeo dan Silvi pun hadir di acara pernikahan Dodo dan Luna. Dengan berpakaian yang senada, mereka mulai mendekati kedua mempelai untuk memberikan ucapan selamat.
"Dodo! Titip Luna ya! Jaga dia baik - baik! Jangan seperti aku yang tidak mampu menjadi imam yang baik untuk nya." ucap Rodeo sambil memeluk Dodo dengan hangat.
"Tentu Mas!" sahut Dodo singkat singkat sambil tersenyum dan menjabat tangan Rodeo erat.
" Luna!" panggil Dodo sambil berbisik.
"Aku akan mendatangi Mas Aziz dulu!" kata Dodo sambil turun dan melangkah ke arah Aziz.
" Mas Aziz!" panggil Dodo sambil memeluk kakaknya itu.
" Eh Dodo!" ucap Aziz pelan dan menjadi terharu.
" Mas Aziz! Aku minta doa restu mas Aziz! Semoga pernikahan ku dengan Luna bisa langgeng dan berjodoh dunia dan akhirat." ucap Dodo dengan suara bergetar.
" Aminn! Iya adikku! Semoga kalian berdua bahagia dunia dan akhirat! " sahut Aziz dengan suara bergetar.
"Aku minta maaf Mas Aziz!" ucap Dodo masih dengan pelukannya.
" Iya! Aku titip Luna ya! Bahagiakan dia. Dan jadilah kamu suami yang baik untuk nya." kata Aziz pelan dengan suara yang menahan sedih nya.
" Aziz terlihat meneteskan air matanya. Masih dengan keharuan dan akhirnya kesedihan itu kembali datang tatkala Aziz menyesali segala yang telah ia perbuat. Dia tidak bisa menjaga dan merawat hubungan yang tulus dan penuh keindahan itu. Begitu mudah nya, Aziz melepaskan logam mulia itu ditangannya. Sehingga akhirnya terlepas dan ditemukan oleh adiknya yaitu Dodo. Itulah perumpamaan yang terjadi.
__ADS_1
" Aku berjanji akan membahagiakan Luna mas! Semoga Mas Aziz bisa mendapatkan seseorang yang baik dan tepat." ucap Dodo.
" Amin!" sahut Aziz akhirnya dengan senyum yang dipaksakan.
Dodo mulai melepas kan pelukan itu. Beberapa mata melihat mereka berpelukan menahan pilu. Siapa lagi kalau bukan Luna, mama dan papa Dodo. Mereka yang paling tahu dan paham perasaan Aziz dan Dodo saat ini.
" Sudah sana! Kembalilah ke pengantin mu! Luna nanti bisa menangis jika melihat kita berdua seperti ini." suruh Aziz sambil mengusap bahu Dodo.
" Iya mas! Terimakasih banyak!" sahut Dodo.
" Mas Dodo!" panggil Sintia yang duduk di sebelah Aziz.
" Eh? Sintia adikku yang cantik!" sahut Dodo.
" Sombong sekali loh! Aku dari tadi di sini loh! Di lewatkan begitu saja." gerutu Sintia.
" Iya adikku! Ada apa?" tanya Dodo dengan duduk berjongkok.
" Mas berdiri saja! Gak enak dilihat orang!" ucap Sintia.
" Tidak apa-apa!" sahut Dodo.
" Selamat menempuh hidup baru ya mas! Akhirnya Mas Dodo bisa bersanding dengan Mbak Luna! Semoga langgeng sampai kakek nenek. Menjadi keluarga yang mawadah warahmah!" ucap Sintia panjang dan lebar.
" Aminn!! Terimakasih Sintia! Kamu kasih kado buat mas apa nih?" tanya Dodo sambil mencium pipi kanan dan kiri adiknya itu.
" Aku gak ngasih ke mas Dodo tapi mau kasih mbak Luna!" ucap Sintia.
" Ya tidak apa-apa! Punya Luna nanti punya mas Dodo juga loh!" sahut Dodo.
" Oh begitu yah?" sahut Sintia.
"Sudah yah! Mas harus kembali ke singgasana. Ratu ku duduk sendiri menanti mas!" ucap Dodo sambil tersenyum.
" Hahahaha! Macam Raja dan Ratu saja!" sahut Sintia sambil terkekeh.
" Luna!" panggil Dodo ambil berbisik setelah kembali duduk disebelah nya.
" Iya mas!" sahut Luna ikut berbisik.
" Terimakasih banyak sudah memilih aku sebagai suami kamu." ucap Dodo sambil memegang tangan Luna.
"Aku juga mas! Terimakasih banyak sudah mencintai aku dengan penuh kesabaran selama ini." kata Luna penuh keharuan.
" Aku bahagia Luna! Bisa menjadikan kamu istriku dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak." ucap Dodo.
" Aku juga bahagia mas! Bisa memegang amanah itu nanti akhirnya." sahut Luna
" Semoga cinta kita kekal dan abadi Luna!" ucap Dodo dengan harap.
" Aminn! aminn ya Allah! " sahut Luna sambil tersenyum.
" Mama!" panggil Rizki yang berlari mendekati Luna dan Dodo.
" Eh? Rizki! Kamu ganteng banget! Mengalahkan papa Dodo lah!" sahut Luna sambil mencium pipi Rizki.
" Papa Dodo juga ganteng ma!" ucap Rizki akhirnya.
" Terimakasih Rizki!" sahut Dodo sambil memeluk Rizki.
" Luna!" panggil Dodo pelan.
" Setelah ini, kita buat adik untuk Rizki yah!" ucap Dodo sambil tersenyum nakal.
" Eh??" sahut Luna sambil tersenyum dan mencubit pinggang Dodo.
__ADS_1
" Loh! Kita sudah halal loh sayang!" ucap Dodo menggoda lagi.
" Iya! Kamu mau berapa, adik Rizki nanti!" ujar Luna menantang.
" Tujuh!" sahut Dodo singkat.
" Astaga!" keluh Luna sambil tersenyum dan menoel pinggang Dodo.
" Banyak anak banyak rezeki loh,sayang!" sahut Dodo sambil berbisik.
" Iya!" ucap Luna terlihat Luna mengeluh sambil menarik nafas panjang.
" Hehehe!" Dodo terkekeh melihat reaksi Luna yang hanya tersenyum malu-malu.
Takdir manusia sudah diatur oleh Nya. Jodoh, rejeki,maut sudah tertulis dalam lauhulmahfuz. Kitab Allah yang mencatat seluruh kejadian di alam semesta ini. Siapa yang akan mengira? Awal nya Luna lebih dekat dan berpacaran dengan Aziz. Bisa kembali dekat dan menikah dengan Dodo. Rahasia Tuhan siapa yang tahu?
Manusia bisa berencana. Tetapi ketetapan Nya sudah mutlak dan sudah digariskan. Manusia punya segala pilihan. Tetapi dari pilihan itu manusia lah yang akan menentukan nasibnya sendiri.
Jangan pernah menyalahkan Tuhan. Ketika kita gagal dalam menjalankan rencana - rencana indah kita. Bisa jadi sesuatu yang luput dari diri kita, itu lebih baik menurut Tuhan. Kita tidak tahu. Rahasia yang tersembunyi, dibalik setiap permasalahan diri kita. Dengan kekuatan mata hati kita yang tajam,mudah - mudahan kita bisa menemukan hikmahnya. Di balik semua peristiwa.
Tidak seterusnya manusia berbuat kejahatan. Tidak seterusnya manusia berbuat kebaikan. Adakalanya manusia berbuat salah dan khilaf. Tidak ada musuh yang kekal dan tidak ada kawan sejati yang abadi. Adakalanya manusia berpikiran egois dan tidak perduli dengan orang lain.
Demikian juga yang pernah dilalui oleh Lisa, ,Rita,Pras,Momo, Wisnu, dan juga Rodeo. Mereka tidak selalu berbuat khilaf. Adakalanya akan sadar dititik jenuh dan kembali ke jalan Tuhan. Jalan yang menjadikan mereka malu dengan perbuatan yang tidak sesuai. Karena malu lah sifat kecil dari keimanan seseorang dalam beragama.
*******
Aku adalah manusia lemah dan hina. Aku adalah makhluk Tuhan yang selalu bergantung dengan Nya tanpa terkecuali. Makhluk yang telah di sempurna kan dari makhluk ciptaan lain Nya.
Aku adalah butiran debu yang mampu menorehkan kepedihan di mata. Melekatkan kotoran yang ber kerak. Membuat noda - noda kecil semakin menebal karena tiada tersuci kan.
Lisa sudah menemukan jati dirinya sebagai manusia ciptaan Tuhan yang harus tunduk dan bersujud di hadapan nya. Dunia kelam nya sudah ditinggalkan nya. Malam - malam diwarnai oleh pertaubatan dan tangis penyesalannya.
Kebahagiaan hidup yang di rasakan Rita pun demikian. Rita mulai mendapatkan kenikmatan yang hakiki ketika bersujud dan rukuk menyerahkan diri kepada Tuhannya. Mengakui segala dosa dan kemaksiatan nya di masa lalu. Kebahagiaan yang mana lagi yang kita rasakan penuh kenikmatan ketika perjumpaan kita dengan Nya.
Siapa yang tahu hati manusia bisa berubah. Siapa yang berhak membolak-balik kan hati kita. Siapa yang akan memberikan cahaya petunjuk kebenaran. Tuhanlah yang memberikan segala hidayah Nya. Seperti halnya Rodeo yang didekatkan dengan Silvi, menjadikan dirinya mulai kembali kejalan yang diridhoi Nya.
Kebahagiaan yang dirasakan Luna dan Dodo pun berbeda. Mereka sudah bersatu dalam ikatan pernikahan. Keinginan hidup bersama dan membangun rumah tangga bersama sudah terwujud sesuai keinginan dan angan-angan nya.
Setiap orang bisa berubah. Setiap orang bisa merubah nasibnya. Seperti halnya merubah haluan dari niat dan tujuan awal.
Terimakasih sudah membantu aku untuk melupakan kamu. Karena mengingat mu akan membuat perih dan luka itu semakin melebar. Rasa rindu yang membuat pilu dan sesak di kalbu. ( suara jeritan Aziz )
Terimakasih Tuhan! Engkau telah mempertemukan aku dengan orang pilihan untuk aku. Menjadikan aku berubah lebih baik dari dulu. Bersama kamu, aku menjadi manusia yang lebih berarti untuk diriku dan sekitarku. Iya, Silvi! Terimakasih telah menerima aku dengan segala kekurangan aku. ( Suara jerit Rodeo)
Terimakasih Tuhan! Engkau telah memberikan seorang wanita yang baik untuk menjadi pendamping hidup ku. Engkau anugerah kan wanita Sholehah yang akan mengiringiku ke jalan Mu. Bersama anak - anakku melalui bahtera hidup. ( Suara jerit Dodo)
Aku seperti tidak mengenal Tuhan, ketika aku terbelenggu dalam cinta manusia.
Aku seperti tidak mengenal diriku sendiri, ketika aku gila dan menggilai mu.
Aku seperti tidak melihat, tatkala mataku rabun melihat sosok mu bagiku begitu sempurna.
Aku seperti tuli, tatkala aku tidak mampu mendengar suara nasihat naluri ku yang suci.
Aku seperti tersihir, ketika cinta dan kerinduan itu menjeratku.
Cinta dan rindu itu memasung ku dalam penjara hati.
Seketika aku lupa.
Bahwa Engkau lah Yang Membolak-balik kan hatiku.
Tetapkan lah hatiku dalam Kecintaan Mu Yang Abadi.
Tuhan...Rengkuh lah aku dalam kekuatan iman ku.
__ADS_1
Raihlah jemariku agar aku tidak terjatuh lagi.