PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
BELANJA


__ADS_3

Di dalam supermarket, Dodo berjalan tidak jauh dari Luna. Luna mulai mencari - cari barang - barang kebutuhan sehari - hari untuk satu bulan ke depan. Dodo mulai usil, ikut - ikutan memasukkan barang ke dalam keranjang. Luna hanya memandang Dodo dan tersenyum saja.


" Kamu minum susu ini, Dodo?" tanya Luna sambil membaca susu yang diambil Dodo.


" Untuk kamu! Bagus untuk kalsium!" ucap Dodo.


" Aku gak suka susu sapi seperti ini!" ujar Luna sambil mengembalikan kotak susu cair itu.


" Kamu harus minum ini!" sahut Dodo sambil memasukkan lagi kotak susu cair itu.


Akhirnya karena tidak ingin ribut, Luna membiarkan kotak susu cair milk itu masuk kedalam keranjang troli.


Beberapa cemilan - cemilan ikut di masukkan oleh Dodo. Akhirnya Luna hanya memandangi Dodo sambil tersenyum tanpa ada penolakan lagi.


" Perlengkapan mandi sudah!" gumam Luna.


" Mie instan belum!" sahut Dodo sambil ikut mendorong troli belanja itu.


" Ih benar - benar makanan tidak sehat!" ucap Luna.


" Tapi ini yang bikin nagih terus!" sahut Dodo.


" He em! Apalagi yah?" tanya Luna.


" Ke tempat buah yuk!" ajak Dodo.


" Iya betul! Aku paling suka buah kiwi. Selain banyak vitamin C nya, buah ini bikin nagih juga." ucap Luna.


" Hehehe! Aku suka anggur merah!" sahut Dodo.


" Ambil semua untuk kamu! Aku bayar!" ucap Luna.


" Belanja hari ini,biar aku yang bayar!" ujar Dodo.


" Idih sombongnya!!! Percaya sekali kalau banyak duit, orang kementrian keuangan ini yah!" ujar Luna.


" Hehehe.. !!" Dodo hanya terkekeh.


Tidak jauh dari Dodo dan Luna berbelanja, ada Aura dan Aziz sedang mencari sesuatu di market itu.


Aziz dari kejauhan melihat keberadaan Luna dan Dodo sedang berbelanja. Diam - diam Aziz mencuri pandang ke arah mereka. Masih ada kecemburuan ketika melihat Luna dan Dodo berjalan berdua. Apalagi sesekali Dodo sering menggandeng pinggang Luna ketika mendorong troli.


" Kamu lihat apa sayang?" tanya Aura.


" Eh? Nyari kopi dimana yah?" tanya Aziz mulai gelagapan.


" Di sebelah sana! Kamu mau beli kopi apa sayang?" tanya Aura mesra.


" Kopi rasa vanilla!" jawab Aziz.


" Oh! Ayo ada di sana sayang!" ajak Aura. Aziz pun mengikuti langkah Aura sehingga kehilangan jejak Luna dan Dodo yang sedang belanja.


" Mas! Kita perlu beli alat kontrasepsi tidak?" tanya Aura.


" Untuk apa sayang? Bukankah kita belum punya anak?" tanya Aziz.


" Tapi aku belum ingin punya anak, sayang! Aku belum siap!" ucap Aura.


" Kenapa? Aku sudah ingin sekali loh Aura!" ujar Aziz.


" Tapi aku masih sangat muda Mas! Umur aku saja masih 26 Tahun." ucap Aura.


" Terserah kamu saja lah!" sahut Aziz akhirnya.

__ADS_1


" Sayang, jangan marah dong! Kalau nanti aku sudah siap jadi ibu, pasti kita langsung punya anak yang banyak." ucap Aura sambil melingkarkan tangannya ke tangan Aziz.


" Iya! Terserah kamu!" sahut Aziz kecewa.


" Sudah tidak ada yang dibeli lagi kan?" tanya Aziz.


" Sudah!" jawab Aura singkat.


" Ayo ke kasir!" ajak Aziz sambil berjalan menuju kasir dan mulai dengan antriannya.


Kembali matanya melihat Luna dan Dodo sedang bercanda di antrian kasir. Pemandangan itu,membuat Aziz jadi penuh kecemburuan. Rasa yang dulu pernah ada mulai bermain dan berputar di otak nya. Kenangan yang pernah dilalui bersama Luna pun mulai berputar-putar seperti rol film di pikirannya.


" Ah Luna! Mungkin saja karena kita tidak berjodoh!" pikir Aziz.


Di depan kasir, Dodo dan Luna mulai berebut untuk membayar semua belanjaannya. Dodo yang menyodorkan kartu debitnya langsung diterima oleh petugas kasir dengan senyum hangat.


" Hadeuh! Mbak nya gak adil loh, yang di ambil kartu Dodo. Mentang - mentang Dodo ganteng yah?" ucap Luna pelan.


Dodo yang mendengar Omelan Luna hanya senyum saja.


" Kartu kamu tidak laku Luna!" sahut Dodo sambil mengambil tangan Luna dan menggenggamnya.


" Kamu ngapain megang - megang tanganku?" bisik Luna.


" Biar kamu tidak lari lagi dari aku!" jawab Dodo ikut berbisik.


" Aku capek lari - lari terus Dodo! Apalagi kalau lari dari kenyataan bahwa aku mulai membutuhkan kamu!" kata Luna pelan hampir tak terdengar oleh Dodo.


" Apa? Ulangi sekali lagi dong!" ucap Dodo.


" Enggak ada ulang - ulangan! Kita tidak lagi duduk di bangku sekolah." kata Luna mencoba bercanda.


" Ini pak kartunya! Terimakasih sudah berbelanja disini!" ucap petugas kasir yang cantik itu.


" Asyik! Mesra yah kalau kasirnya cewek cantik!" ucap Luna sambil mendorong troli belanjaannya.


" Apakah kamu mulai cemburu Luna?" tanya Dodo sambil menggandeng tangan Luna.


" Eh?" Luna terkejut.


" Mana Biar aku yang dorong!" ucap Dodo sambil mengambil troli belanjaannya.


" Mau makan dulu apa pulang?" tanya Luna


" Makan di luar saja!" ajak Dodo.


" Baiklah! Biar aku yang bayari kali ini yah!" sahut Luna.


" Gak usah!!Hari ini aku saja yang bayari! " kata Dodo.


" Uang aku untuk apa kalau semua kamu yang bayar?" ujar Luna.


" Hehehe!" Dodo hanya tersenyum mendengar ucapan Luna.


" Luna! Tunggu sebentar yah! Aku mau ke toilet dulu!" ujar Dodo sambil melangkah menuju ke toilet.


Luna mulai menunggu Dodo dengan troli belanjaannya. Tiba - tiba dari belakang ada yang memegang pundaknya pelan.


" Hai! Nunggu siapa?" tanya seorang pemuda dengan pakaian santai.


" Eh! Astaga naga! Eh Mas Aziz!" ucap Luna terkejut.


" Kamu menunggu siapa?" tanya Aziz sambil pura - pura bertanya.

__ADS_1


" Menunggu Dodo. Dia lagi di toilet mas!" jawab Luna.


" Oh! Kamu tambah cuantik sekarang loh!" kata Aziz akhirnya.


" Hah? Cantik juga istri mas Aziz!" sahut Luna.


" Ahhh! Belanja bulanan yah?" tanya Aziz.


" Iya betul mas!" jawab Luna singkat.


" Dulu aku yang sering menemani kamu belanja bulanan. Sekarang?" ucap Aziz.


" Iya mas!" sahut Luna.


" Luna! panggil Dodo pelan.


" Mas Aziz lagi belanja juga yah? Dimana mbak Aura?" tanya Dodo sambil menengok ke kanan dan kiri.


" Lagi di salon!" jawab Aziz.


" Oh gitu!" ucap Dodo.


" Mas! Kami duluan yah!" imbuh Dodo sambil menggandeng pinggang Luna dan mendorong troli belanjaan.


" Kami duluan ya mas!" ucap Luna sambil ikut membantu mendorong troli belanja.


Dodo dan Luna meninggalkan Aziz yang berdiri mematung menatap kepergian mereka.


Dodo mulai memasukkan barang - barang belanjaan di dalam mobilnya. Luna menatap Dodo yang tidak bersuara.


" Pasti kamu haus ya?" tanya Luna.


" Enggaklah! Cuma cemburu saja!" jawab Dodo.


" Kenapa?" tanya Luna.


" Kalian berdua berjumpa, saling pandang, melepas kerinduan..." Omelan Dodo tidak di teruskan lantaran mulut nya di bungkam oleh telapak tangan Luna.


" Seneng lihat kamu cemburu!" ucap Luna.


" Aku selalu cemburu, apalagi kalau ingat dahulu kamu memilih Mas Aziz dari pada aku." ucap Dodo.


" Sudahlah! Kalau begitu kita main bakar - bakar saja yuk!" kata Luna.


" Kamu tidak bisa membakar masa lalu dengan cepat, Luna!" sahut Dodo.


" Hahaha!" Luna terkekeh.


" Rayuan kamu sudah basi! Lagi pula Author novel ini sering nulis rayuan gombal seperti itu...hahaha." ucap Dodo.


" Ya ampun! Aku harus bagaimana untuk bisa merayu kamu?" tanya Luna.


" Kamu cukup like, komen kasih vote novel ini saja! Hahaha."jawab Dodo.


" Astaga!" sahut Luna.


Mereka mulai masuk kedalam mobil dan Dodo mulai menghidupkan mesin mobil itu lalu mulai cepat menjalankan mobil nya.


" Hari ini aku cukup bahagia!" ucap Dodo.


" Kenapa?" tanya Luna.


" Karena seharian ini, jiwa dan ragaku kamu jaga, Luna!" jawab Dodo sambil tersenyum.

__ADS_1


Luna yang mendengar nya jadi terkekeh dan mencubit lengan Dodo dengan lembut.


__ADS_2