PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
MOMO TAMAT


__ADS_3

" Windi, aku harus segera pergi! Perusahaan cabang di luar kota sedang ada masalah. Kamu tidak apa- apa kan jika aku pergi?" kata Julius. Windi segera menyambar handuk kimono nya untuk dikenakannya di badannya yang polos. Sedikit mengintip dibagian d@@da nya. Windi melingkarkan kedua tangan dileher Julius. Kali ini Windi benar-benar sangat manja dengan Julius. Padahal baru saja Windi mendapatkan gempuran oleh Julius sampai beberapa kali.


" Julius sayang! Padahal aku masih ingin. Bahkan ini belum juga pagi. Malam masih panjang untuk kita lewatkan." ucap Windi sambil bergelayut manja dengan Julius. Julius mengecup dahi Windi dengan lembut. Julius benar-benar menunjukkan rasa sayangnya dengan Windi.


" Dua hari aku pergi nya, sayang! Tidak lama kan? Kamu bisa jalan- jalan dan kumpul- kumpul bersama teman-teman kamu yang lain, sayang. Atau kamu shoping biar Lukman yang akan mengantarkan kamu jalan- jalan." kata Julius.


" Dua hari yah? Aku pasti akan sangat rindu lagi dengan kamu, Julius sayang." sahut Windi.


" Iya, aku tahu kamu sangat menyayangi aku Windi. Aku pergi yah!" ucap Julius sambil melepaskan pelukan Windi. Julius bergegas keluar dari kamar utamanya dan diikuti oleh Windi sampai di depan rumah. Julius pergi dengan sopir nya melesat menuju luar kota dimana anak cabang perusahaan nya ada di sana. Dan di luar kota itulah ada Momo tinggal.


" Pak Jon, kita langsung ke apartemen wanita itu pak." suruh Julius. Pak Jon tersenyum melihat Julius dari kaca spion.


" Kangen dengan Momo yah pak!" sahut Pak Jon.


" Kangen sih tidak! Namun seharian ini dia tidak kasih kabar ke aku. Aku mulai khawatir dengan wanita itu." kata Julius.

__ADS_1


" Apakah pak Julius sudah benar-benar menyukai non Momo?" tanya Pak Jon.


" Entahlah, tapi wanita itu bisa membuatku nyaman dan senang." sahut Julius.


" Apakah bekalnya non Momo lebih besar dua kali lipat dari kepunyaan bu Windi, pak?" canda Pak Jon. Julius seketika tertawa terbahak- bahak.


" Kamu bisa saja pak Jon!" kata Julius. Julius kini membayangkan Momo dengan segala Kegenitan nya.


@@@@@@@


" Momo! Aku datang!" kata Julius sambil celingukan mencari keberadaan Momo. Namun Julius seketika dibuat terkejut dengan keadaan Momo yang mengenaskan di atas tempat tidur di kamar mereka.


" Momo!" ucap Julius panik yang mendapati Momo dalam keadaan tidak sadarkan diri. Kondisi nya benar-benar memprihatinkan. Julius segera minta bantuan supaya Momo segera dibawa ke rumah sakit.


" Siapa yang melakukan ini, Momo?" tanya Julius seraya memeluk tubuh Momo yang benar-benar mengerikan dari wajah sampai bagian badan atas.

__ADS_1


Julius melihat Momo dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun dan luka bakar itu masih basah dan melepuh di bagian wajah serta bagian badannya. Momo belum bisa berkata-kata.


Cukup lama bantuan itu akhirnya datang dan tentunya pak Jon pun ikut membantu. Julius memberikan baju kimono untuk dikenakan pada Momo. Beberapa petugas medis telah membawa Momo ke rumah sakit dan segera di rawat secara intensif di sana.


" Siapa yang melakukan ini? Apakah Momo memiliki banyak musuh atau saingan?" pikir Julius.


Pak Jon menyetir mobilnya dengan pelan. Pak Jon terdiam dan banyak tanda tanya dalam benaknya.


" Aku menemukan Momo sudah dalam keadaan seperti itu, pak Jon! Aku rasa, Momo banyak juga musuhnya. Atau memang ada yang sakit hati terhadap dirinya. Namun beberapa perhiasan yang aku berikan tidak ada di tempat nya. Dan Momo dalam keadaan tidak mengenakan pakaian. Apakah Momo telah mengkhianati aku juga, Pak Jon?" kata Julius.


" Non Momo belum menjadi istri tuan muda. Dan anda hanya menjalin kesepakatan seperti jual beli saja pak Julius. Mungkin kejadian itu setelah non Momo melakukan transaksi dengan pelanggan nya." pendapat Pak Jon.


" Wanita j@@@ lang tetap seperti itu. Tidak bisa merasa cukup dengan satu saja." kata Julius.


" Tetap istri andalah yang lebih baik dari wanita-wanita penghibur yang Anda temui, pak Julius." sahut Pak Jon.

__ADS_1


" Kamu benar!" sahut Julius.


__ADS_2