PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
TIDAK ADA MUSUH YANG KEKAL


__ADS_3

Jika aku menjadi api kamulah bara itu. Jika aku menjadi burung kamulah sayap itu. Jika aku menjadi coklat kamu lah pemanis nya. Aku akan resah jika kamu jauh dari hatiku. Aku menjadi gila, jika kamu pergi dari aku. Itulah cinta. Semua akan menjadi indah jika semua di bentuk dengan bahan-bahan yang sesuai takaran nya. Demikian kehidupan ini, bisa kita lewati dengan mudah jika kita bisa memilih dan menetapkan keputusan yang tepat.


Demikian halnya dengan Dodo. Harapan nya untuk menikah dengan Luna sudah di depan mata. Tinggal selangkah lagi, mereka akan melalui segala mahligai rumah tangga bersama - sama.


Janji Tuhan memang benar-benar nyata. Janji Tuhan akan terbukti pada akhirnya. Manusia hanya berusaha memperoleh kasih Nya dengan perbuatan - perbuatan yang mulia. Cinta sesungguhnya adalah Cinta Nya. Cinta Nya tidak terbatas dan pilih - pilih. Yakinlah bahwa kita selalu di Cintai Nya, dengan cara yang berbeda. Jangan pernah putus asa terhadap Kasih Nya. Karena Kasih Nya tidak pernah berkarat seperti Logam mulia.


Berbeda dengan cinta yang lain. Cinta yang terpendam adalah cinta yang terbungkus rapi karena diam tidak berani diungkapkan. Keputusan yang tepat adalah menyimpan perasaan ini dengan rapat - rapat. Karena semua tidak pernah mungkin.


Siang ini seperti janjinya, Dodo mengajak bermain Rizki. Tentu saja Luna ikut mendampingi. Seperti keluarga kecil lainnya, sebentar lagi Rizki akan memiliki keluarga yang utuh kembali.


Tidak jauh dari tempat duduknya, Luna memandangi Dodo yang bermain dengan Rizki, anak laki-laki nya. Memang bukanlah anak kandungnya, tapi Rizki sudah diangkat menjadi anaknya. Tidak ada yang membedakan itu semua. Sampai kapanpun, Rizki tetap menjadi anak Luna.


" Mama! Ayo ikut main!" ajak Rizki sambil menarik tangan Luna.


" Mau main apa sayang?" tanya Luna.


" Main bom bom car yuk!!" ajak Rizki.


" Luna!! Ayolah!!" Dodo pun ikut mendorong Luna.


" Ehh...iya!!" sahut Luna yang akhirnya mengikuti kemauan Dodo dan Rizki masuk ke area permainan bom bom car.


Dodo mulai memberikan kartu permainan itu ke petugas jaga dan menggesek nya.


" Mama sama Rizki saja!" kata Rizki.


" Jangan Rizki! Rizki sama om Dodo saja! Nanti kita tabrak mobil mama!" sahut Dodo sambil menarik tangan Rizki.


" Hahahaha iya om!" ucap Rizki sambil mengikuti Dodo naik dalam mobil - mobil an itu.


" Ehh?? Mama sendiri nih!! Awas yah! Memangnya mama takut??" ucap Luna sambil naik ke dalam mobil itu. Dan mulailah permainan bom bom car.


" Ayo kita ke arah mama!" teriak Dodo yang sudah menjalankan mobilnya.


" Om tabrak lagi!" teriak Rizki sambil tertawa terbahak - bahak.


" Kalian yah!!" ucap Luna sambil menabrak mobil Dodo.


Rizki tertawa kegirangan.


" Eh mama agak jauh dari kita. Ayo kita kejar Om!" ajak Rizki yang tangan nya ingin menyetir mobil itu.


" Ayo Rizki! Tabrak mama!" teriak Dodo.


Darrtttt!!!!!!


Darrtttt!!!!!!


" Eh sudah habis! Lagi om!" ajak Rizki.


" Oke! Sekali lagi Luna!!" ajak Dodo.


" Ayolah!!! Gak takut aku!!" sahut Luna.


Beberapa kali mereka memainkan bom bom car. Rizki terlihat ceria dan sangat bahagia dengan permainannya itu.


" Lapar tidak, sayang??" tanya Luna ke Rizki.

__ADS_1


" Mau makan apa kita??" tanya Dodo.


" Apa saja! Yang seger - seger saja yuk!!" ajak Luna.


" Mau seger?? Mandi Luna!" sahut Dodo sambil menggandeng Luna.


" Mama!! Ada papa di sana!" teriak Rizki sambil menunjuk ke arah laki - laki dan wanita yang cukup jauh dari mereka berjalan.


" Ehh??" Luna mulai mengikuti arah telunjuk Rizki kemudian berubah memandang ke arah Dodo.


" Ayo kita ke resto itu saja!!" ajak Dodo akhirnya.


*******


" Rizki ayo di habiskan makanan nya!" ucap Luna.


" Sudah kenyang ma!" sahut Rizki sambil melihat - lihat sekeliling nya.


" Luna! Kamu tidak tambah lagi?" tanya Dodo.


" Hehehe.. nanti kalau gendut, tidak muat baju kebaya nya." jawab Luna.


" Hehe! Nanti bisa pesan yang dauble XL, Luna!!" ujar Dodo.


" Ehh??" Keluh Luna.


" Sekalian menempa cincin nya yuk!" ajak Dodo.


" Ehh?'' Luna hanya tersenyum menatap Dodo.


" Papa!!!" teriak Rizki sambil berlari mengejar Rodeo yang berjalan melewati Resto itu.


Rizki mendekati Rodeo yang sedang jalan dengan Silvi. Rodeo berhenti karena panggilan Rizki.


" Eh?? Rizki dengan siapa sayang??" ucap Rodeo sambil jongkok dan menciumi anak laki-laki nya itu.


" Sama mama dan Om Dodo di dalam." jawab Rizki.


" Papa, kenapa lama tidak pulang - pulang?" tanya Rizki yang mulai tersedu.


" Ehh?? Papa sibuk dengan kerjaan!" jawab Rodeo yang gelagapan mau menjawab apa.


" Rodeo, Itu anak kamu yah?" tanya Silvi.


Tidak berapa lama, Luna mendekati mereka yang berdiri mematung menatap pertemuan Rizki dan papa nya.


" Mama! Papa kenapa tidak mau pulang ke rumah?" ucap Rizki sambil melihat mama nya.


" Papa bukan tidak mau pulang, sayang! Papa memang lagi kerja!" ucap Rodeo sambil membelai rambut Rizki.


" Eh?? Bagaimana kalau kita minum dulu di dalam?" ajak Luna sambil melihat Silvi dan Rodeo.


Rodeo dan Silvi saling berpandangan. Akhirnya Silvi mengangguk kan kepalanya pelan sebagai isyarat kepada Rodeo.


" Ayo!" ajak Luna sambil menggandeng tangan Rizki.


Di dalam Dodo ikut mengamati gerak - gerik Luna yang akhirnya masuk bersama Rodeo dan Silvi.

__ADS_1


" Eh Mas Rodeo Duduklah!" sapa Dodo sambil bersalaman dengan Rodeo dan Silvi.


" Aku Dodo, Mas! Calon suami Luna!" imbuh Dodo memperkenalkan diri nya.


" Oh!!! Kamu sudah tahu nama aku bukan? Ini calon istri aku, Silvi!" ucap Rodeo tidak mau kalah.


" Oke!! Mau minum apa?" tanya Luna.


" Apa sajalah!!" jawab Rodeo sambil menatap Luna.


" Baiklah!" sahut Luna.


Suasana agak sedikit kaku setelah Luna pergi untuk memesan minuman untuk Rodeo dan Silvi. Hanya Rizki yang bermanja-manja duduk di pangkuan papa nya.


" Papa! Waktu mama ulang tahun, kenapa papa juga gak pulang?" tanya Rizki.


" Eh iya! Papa lupa ulang tahun mama!" jawab Rodeo sambil melirik Silvi.


" Papa harus kasih kado mama loh!" ucap Rizki.


" Iya nanti!" sahut Rodeo.


" Ini minum kalian?" kata Luna yang baru datang dan kembali duduk di kursi itu.


" Bagaimana kabar mu mas?" tanya Luna akhirnya.


" Aku baik - baik saja, Luna!" jawab Rodeo.


" Hem mbak Silvi! Jangan sungkan yah? Di minum dulu!" ucap Luna.


" Iya Mbak! Terimakasih banyak!" ujar Silvi sambil tersenyum.


" Kamu kapan menikah, Luna?" tanya Rodeo.


" Ehh??" Luna terkejut sambil melihat Dodo.


" Bulan Desember! Jangan khawatir, Mas Rodeo pasti kami undang!" sahut Dodo.


" Iyalah! Hubungan silaturahmi kita jangan sampai terputus." ucap Rodeo akhirnya.


" Hehe. .. Alhamdulillah! Perubahan ini pasti karena Mbak Silvi!" ucap Luna sambil memegang tangan Silvi.


" Eh ..mbak Luna! Jangan melebih-lebihkan. Mas Rodeo memang ingin berubah Mbak." sahut Silvi.


" Syukurlah! Aku ikut senang!" ucap Luna.


" Kalian mau menikah kapan?" tanya Dodo menggoda.


" Kami??" tanya Silvi sambil melihat Rodeo.


" Secepatnya!" sahut Rodeo akhirnya sambil tersenyum.


" Alhamdulillah!!! Semoga berjodoh dunia dan akhirat!!" ucap Luna.


" Aamiin..aamiin!!!" sahut Dodo, Rodeo dan Silvi bersamaan.


Akhirnya tawa mereka pecah. Suasana selanjutnya semakin hangat.

__ADS_1


Tidak selamanya orang yang kita benci itu, menjadi musuh kita. Tidak selamanya kawan sejati itu, akan berpihak kepada kita. Tidak ada kawan sejati yang abadi. Tidak ada pula, musuh yang kekal. Semuanya bisa berubah. Seperti halnya, tidak selalu manusia berbuat kejahatan. Tidak melulu berbuat kebaikan. Adakalanya manusia punya celah dan kesalahan. Itulah manusia. Tidak ada yang sempurna!!!!!! Tidak ada yang kekal dan abadi, Selain DIA.


*******


__ADS_2