PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
CERITA MAMA MUDA


__ADS_3

Kepergian Julius di luar kota yang katanya mengurus bisnisnya yang sedang sedikit ada masalah itu, menjadikan Windi membuat agenda kumpul- kumpul bersama dengan mama-mama muda yang notabene seorang istri Sultan yang kaya raya. Kali ini mereka membuat acara kumpul- kumpul bareng di villa milik salah satu mama muda sahabat Windi. Dalam pembahasan mereka, si ibu- ibu muda yang masih hot di atas ranjang itu seputaran bagaimana bisa membuat senang suami- suami mereka. Tentu saja hal ini supaya suami- suami mereka tidak mencari wanita lainnya jika sudah mendapatkan pelayanan yang membuat para suami Sultan itu senang. Seperti saat ini mereka terlihat seru ngobrol seputar hubungan suami istri tersebut yang sifatnya sangat pribadi. Tentu saja gelak tawa dan kadang ada rasa malu hinggap diantara mereka.


" Bagaimana dengan kamu Windi? Apakah hubungan rumah tangga kalian baik- baik saja dan tidak ada masalah?" tanya Emely kepada Windi yang sejak tadi hanya diam dan hanya ikut menyimak dari obrolan sahabat- sahabatnya itu. Windi memang sedang lagi ada masalah. Secara pribadi dirinya pun telah mengkhianati suaminya. Ditambah dengan penyelidikan kemarin yang nyatanya ada wanita simpanan dari suaminya di luar kota, dimana suaminya sering meninggalkan dirinya di rumah dengan urusan bisnis. Ternyata ada wanita lain sebagai penyemangat suaminya itu ketika di luar kota dalam mengembangkan urusan bisnisnya.


" Windi? Aku sedang bertanya dengan kamu? Kamu malah melamun saja." protes Emely. Ririn, Rita Tami, Sely jadi ikut menatap Windi.


" Eh iya! Em sebenarnya aku dengan Julius saat ini sama- sama berkhianat." ucap Windi jujur. Semua sahabat- sahabatnya menjadi terkejut.


" Apa? Kamu juga ikut membalas berselingkuh ketika suami kamu memiliki wanita lain diluar sana?" tuduh Ririn to the point.


" Sebenarnya ini bukan masalah aku ikut membalas pengkhianatan dari suami aku yang masih suka bermain wanita di luar sana. Tetapi seperti nya aku saat ini sedang puber kedua dan sedang jatuh cinta dengan laki-laki lain. Namun laki-laki itu masih berstatus lajang dan belum menikah." cerita Windi jujur. Kelima sahabat nya Windi menyimak dengan serius dari cerita Windi.


" Wah, kamu lagi dapat brondong yah, Win?" sahut Sely.


" Begitu lah! Dia adalah sopir pribadi aku sendiri." kata Windi.

__ADS_1


" Apa? Si Lukman yang badannya super maco itu! Wah aku juga mau jika ada laki-laki seperti itu." sahut Tami.


" His kamu ini, suka nya gitu loh!" protes Rita.


" Tapi Lukman miskin! Yah, walaupun dia memiliki badan yang bagus dengan tinggi badan serta berat badan yang ideal. Namun dia itu digaji oleh Julius untuk menjadi sopir pribadi aku dan melindungi aku ketika pergi kemana-mana." cerita Windi.


" Sebenarnya sejak kapan kamu mengetahui kalau Julius suka bermain wanita di luar sana, Win?" tanya Sely.


" Sudah lama! Mungkin satu tahun setelah aku dinikahi oleh Julius. Ketika itu aku mengajak Lukman untuk pergi ke luar kota mencari keberadaan Julius. Aku ingin membuat surprise lantaran Julius saat itu akan berulang tahun. Namun ketika aku sampai di kota itu, aku menemukan Julius sedang enak- enakan dengan wanita malam. Dan kamu tahu, Julius bahkan bersama dua Wanita malam sekaligus. Setelah itu aku menjadi tahu kalau Julius sering jajan ketika perjalanan bisnis atau ke luar kota untuk mengembangkan bisnisnya. Bahkan klien-klien nya pun sengaja menyiapkan wanita-wanita penghibur setelah mereka melakukan kesepakatan kerja sama bisnis. Julius menjadikan hal seperti itu sangat biasa. Walaupun aku tahu, Julius sangat mencintai aku." cerita Windi panjang lebar. Kelima temannya melongo saja.


" Setelah mendengar cerita Windi, aku jadi khawatir tentang suami aku. Suami aku sering ke luar kota. Bahkan terkadang sampai satu bulan baru kembali pulang menemui aku." ucap Rita.


" Tapi kita diuntungkan dengan segala kebutuhan kita tercukupi. Bahkan bisa dikatakan hidup kita sangat berlebih dan mewah." sahut Tami.


" Benar! Tapi aku dari dulu selalu berprasangka baik dengan suami aku dan selalu percaya kalau suami aku setia. Akupun juga tidak aneh- aneh. Aku tidak pernah mengkhianati suami aku." ucap Ririn.

__ADS_1


" Dengan cerita Windi, tidak ada salahnya bukan, kalau kita mencoba menyelidiki suami kita yang sedang di luar kota. Mana tahu ada pelakor itu, dimana suami kita menjadi betah ketika mengurus bisnisnya di luar kota itu." kata Emely.


" Benar! Setelah ini aku akan mencari jasa seorang detektif untuk mencari informasi tentang suami aku dalam setiap pergerakannya ketika di luar kota." kata Rita. Semua yang mendengar rencana Rita jadi tertarik untuk mencari jasa detektif untuk memastikan suami mereka tidak berulah dan tidak menyembunyikan pelakor di luar sana.


" Lalu, apa rencana kamu saat ini, Win? Kamu saat ini juga telah mengkhianati suami kamu. Sedangkan brondong kamu juga menyayangi kamu." tanya Sely.


" Untuk saat ini aku masih enjoy saja jalan dengan sopir pribadi aku. Seperti nya aku sudah mati rasa dengan suami aku ketika menyaksikan pengkhianatan yang selalu ia lakukan. Aku hanya bertahan saja dengan suami aku, lantaran suami aku memenuhi segala kebutuhan aku secara berlebih." jawab Windi. Kelima teman- temannya semua merangkul Windi.


" Hai, kalian kenapa? Aku tidak apa- apa. Saat ini aku masih bisa menikmati hidup aku. Bersama dengan sopir pribadi aku, aku berasa seperti tuan putri yang selalu dihargai sebagai wanita. Lain dengan suami aku yang pulang dan datang kepada ku memperlakukan aku seperti binatang." cerita Windi. Keempat temannya menjadi bergidik mendengar semua cerita Windi.


" Windi! Malang sekali nasib kamu!" kata Rita.


" Mungkin saja, karena aku sudah tahu kelakuan suami aku di luar sana. Yang penting aku saat ini pura-pura baik dan selalu menyambut dia ketika kembali pulang kepada ku." sahut Windi.


" Ya ampun! Kalau aku menjadi kamu, aku memilih berpisah dengan suami kamu dan menikah bersama dengan sopir pribadi kamu itu. Kekayaan dan kemewahan bukanlah jaminan hidup penuh kebahagiaan." ucap Sely. Yang lain ikut membenarkan ucapan Sely.

__ADS_1


" Mungkin saja kalau aku sudah lelah, aku akan memilih berpisah dengan suami aku. Namun suami aku masih menunjukkan manis dan penuh kasih ketika kembali pulang kepada ku. Walaupun terkadang dia memperlakukan aku seperti budak atau pemuas nya saja. Namun aku sadar, kalau semua laki-laki bukankah seperti itu?" kata Windi.


" Tapi kamu beruntung, Windi! Kamu memiliki suami dan brondong yang penuh gairah. Bisa membuat kamu terkapar tidak berdaya.Hahaha." sahut Emely. Semuanya jadi tertawa lepas.


__ADS_2