PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
JANJI SUCI DAN HARAPAN


__ADS_3

Di rumah Karin. Karin sudah satu minggu ini tidak selera makan. Galah menjadi kebingungan dengan kondisi yang dialami oleh istrinya itu. Setiap masuk beberapa sendok nasi, Karin merasa mual dan semua yang sudah masuk di dalam perutnya dimuntahkan semuanya. Galah menjadi panik dengan semua itu.


" Ayo kita periksakan kesehatan kamu di dokter spesialis. Atau aku akan menghubungi dokter keluarga supaya kemari saja, hem." ucap Galah berusaha tenang dengan semua yang dialami oleh istrinya. Karin menggelengkan kepalanya.


" Engga sayang! Aku lagi gak suka makan nasi saja." protes Karin.


" Ya, sudah! Kamu mau makan apa sayang? Aku akan pesankan makanan untuk kamu. Puding atau salad buah?" kata Galah menawarkan.


" Mau puding, salad buah dan juga rujak." ucap Karin. Galah terkekeh mendengar semua permintaan Karin.


" Yakin mau dihabiskan semuanya?" tanya Galah. Karin menganggukkan kepalanya dengan cepat.


" Mau gado- gado juga." tambah Karin. Galah membulat matanya namun tetap mengambil ponsel nya memesan makanan semua yang diinginkan oleh Karin.


Setelah beberapa waktu makanan itu telah diantar oleh kurir. Karin dengan semangat memakannya dimulai dari salad buah. Galah menatap Karin dengan pandangan yang aneh. Sampai akhirnya semua makanan yang dipesan tadi, habis oleh Karin.


" Sayang!" ucap Galah dengan menatap Karin dengan tatapan aneh.


" Ada apa mas? Semua makanan tadi membuat aku berselera dan aku merasa tidak mual." kata Karin.


" Iya, semoga sehat selalu yah sayang! Kamu jangan sakit- sakit lagi." ucap Galah sambil mengusap perut Karin. Karin membulat matanya.


" Loh, kenapa mengusap perut aku? Aku belum..." ucap Karin.


" Ayo kita periksa ke dokter, mana tahu kamu hamil sayang." ucap Galah dengan bersemangat. Karin mencoba mengingat terakhir kalinya dirinya datang bulan.


" Benar! Seperti nya aku memang sudah telat mas. Eh, kita beli alat tes kehamilan dulu setelah itu baru kita periksa ke dokter untuk memastikan kebenarannya jika aku memang hamil." kata Karin.


" Biar aku belikan alat tes kehamilan itu di apotek depan rumah kita." ucap Galah bergegas keluar mencari barang yang dimaksudkan. Karin mengusap perut nya yang masih rata.


" Semoga saja benar adanya kalau aku hamil. Aamiin." ucap Karin sambil tersenyum.


@@@@@@@

__ADS_1


Pagi itu, Karin telah mencoba menggunakan alat tes kehamilan tersebut dengan simple urine nya. Karin masih berada di dalam kamar mandi pagi itu. Galah masih tidur di atas peraduan nya lantaran sepanjang malam dirinya telah menggarap lahannya.


Karin keluar dari kamar mandi dengan air mata yang mengucur deras. Karin mendekati Galah yang masih tertidur itu. Diguncang nya tubuh Galah hingga terbangun.


" Ada apa sayang? Kamu kenapa kok pagi- pagi sudah berdrama queen sih? Ada apa sayang? Sini aku peluk dulu." ucap Galah dengan suaranya yang bariton khas bangun tidur. Karin dalam dekapan Galah saat ini. Tubuh nya masih terguncang karena tangisan nya.


" Ada apa kamu, ayo cerita! Apa yang membuat kamu sedih?" tanya Galah. Karin akhirnya duduk dan Galahpun ikut duduk mengusap air mata Karin yang jatuh di pipinya.


" Ini kamu lihat sendiri!" kata Karin sambil menyerahkan benda yang disebut sebagai alat tes kehamilan itu. Galah mulai melihat benda itu. Galah masih belum paham apa maksudnya.


" Ini apa maksudnya, sayang? Dua tanda garis merah ini artinya apa sih?" tanya Galah dengan blo'on nya. Karin jadi geregetan.


" Mas, aku hamil!" ucap Karin. Galah membulat matanya lalu segera memeluk tubuh Karin.


" Terima kasih Tuhan! Terimakasih istriku! Akhirnya kita akan dipercaya untuk memiliki seorang baby kembali. Lalu kamu kenapa menangis sih? Bukannya seharusnya kamu bahagia dengan kehamilan ini sayang?" kata Galah.


" Aku menangis lantaran bahagia, mas!" sahut Karin. Galah jadi terkekeh dibuat nya. Karin kali ini seperti anak- anak tingkahnya.


Galah mengecup lembut dahi Karin. Pasangan suami istri itu benar-benar bahagia mengetahui kabar kehamilan itu.


" Ayolah sayang! Hari sabtu ini memang aku khususkan untuk kamu." ucap Galah. Karin memeluk suaminya dengan manja.


"Kita ajak Tata, putri kita juga yah!" sahut Karin.


"Iya, kita ajak Tata juga. Tapi kita ajak mbak pengasuh Tata juga yah, sayang! Aku juga tidak mau nanti kamu kerepotan dan capek mengurus Tata, putri kita yang saat ini sedang aktif dan lincah," kata Galah. Karin mengangguk saja atas usul suami nya.


@@@@@@@


Di rumah kediaman Julius.


Julius sedang bercengkrama dengan istrinya Windi. Keduanya saling berpelukan dengan hangat. Walaupun setelah jiwanya Windi masih ada nama Lukman. Namun Windi masih bisa bersikap hangat dengan suaminya itu.


" Windi sayang! Aku ingin baby di rumah kita. Bisakah kamu memberikannya untuk aku, sayang?" kata Julius. Windi mendongakkan kepalanya.

__ADS_1


" Baby?" sahut Windi.


" Benar! Aku ingin rumah ini menjadi ramai dengan anak-anak kita. Kamu mau kan, hamil anak-anak aku, sayang?" kata Julius.


" Hamil? Aku menjadi ibu?" ucap Windi.


" Apakah kamu sudah siap, sayang?" tanya Julius.


" Eh?? Aku.. aku sangat bahagia jika bisa hamil dan itu dari benih kamu, sayang! Tapi berjanji lah dengan aku, Julius." ucap Windi.


" Apa yang menjadi keinginan kamu! Aku akan penuhi semuanya asalkan kamu bisa memberikan aku baby yang lucu, satu, dua, tiga, empat, atau lima." kata Julius.


" Sebanyak-banyaknya pun, aku akan menerimanya. Jika Tuhan menghendaki nya. Namun berjanjilah untuk ku satu hal." kata Windi.


" Katakan aku harus berjanji apa dengan kamu." tantang Julius.


" Setia lah dengan aku! Jangan mengkhianati aku lagi, Julius!" ucap Windi. Julius sesaat terdiam.


" Apakah itu sangat sulit, Julius?" tanya Windi. Julius memeluk hangat Windi. Sorot mata Julius mengisyaratkan begitu menyayangi istrinya.


" Terima kasih, sayang! Selama ini kamu masih bertahan mendampingi aku, walaupun kamu tahu diluar sana suka bermain wanita." ucap Julius sambil merangkum kedua pipi milik istrinya itu. Windi menangis tersedu. Betapa hatinya sangat sakit jika mengingat itu, dan pada akhirnya Windi pun melakukan hal yang sama berkhianat dengan Lukman.


" Maafkan aku Julius, aku juga telah mengkhianati kamu. Tapi setelah ini aku juga berjanji tidak akan mengkhianati kamu lagi. Asal kamu juga demikian halnya." batin Windi. Rahasia ini akan tetap ia jaga.


" Aku berjanji dengan kamu, sayang! Setelah ini aku tidak akan bermain dengan wanita-wanita lain di luar sana. Berjanji lah kepada ku, untuk selalu bertahan di samping aku dan memberikan aku baby sebagai penerus ku." kata Julius sambil mengusap air mata Windi. Windi sangat terharu dan bahagia mendengar janji dari Julius. Semoga setelah ini Julius benar-benar memegang janji nya. Julius merengkuh tubuh Windi dan membelainya dengan lembut.


@@@@@@@


Kebahagiaan seperti apa yang diinginkan oleh setiap manusia?? Apakah harta yang melimpah? Ataukah istri atau suaminya yang tampan dan cantik? Atau kedudukan yang tinggi dan dihormati oleh banyak orang?


Sesungguhnya kebahagiaan yang sejati ada di hati. Ada kehidupan yang abadi setelah kehidupan di dunia ini. Kamu tinggal memilih nya, mau mengejar yang mana? Jika kamu mengejar akhiratmu, dunia mu akan terikut. Jika kamu hanya mengejar dunia mu, niscaya akhirat kamu akan terlupakan.


Sesungguhnya manusia dalam kerugian dalam hal ini jika lebih mengutamakan hawa nafsu nya serta mencari kebahagiaan duniawi saja.

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2