PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
PERASAAN ITU


__ADS_3

Di rumah Dodo, ,suasana sudah sepi. Papa mama Dodo kembali ke rumah dinasnya. Rumah itu hanya ada Dodo dan adiknya yaitu Sintia. Tidak berapa lama, pintu depan dibuka, rupanya Aziz baru pulang dari rumah Luna.


"Assalammualaikum!" ucap Aziz sambil masuk dan melepas sepatu sport nya.


"Baru pulang Mas?" tanya Dodo yang duduk di kursi sofa panjang menyaksikan film laga kesukaan nya.


" Iya! Kamu sudah makan?" tanya Aziz.


" Sudah! Tadi buat mie goreng." jawab Dodo.


" Oh! Aku bawakan Lalapan ayam bakar. Mana tahu mau makan lagi." kata Aziz sambil meletakkan bungkusan makanan yang di bawanya.


" Sintia mana?" tanya Aziz.


" Di kamar nya Mas!" jawab Aziz yang matanya masih terpaku di layar kaca itu.


" Mas, masuk kamar dulu yah. Mau istirahat!" ucapan Aziz sambil berjalan menuju kamarnya.


Malam sudah semakin larut. Malam ini adalah malam yang membuat hatinya bahagia. Pasalnya, Aziz bisa menjumpai Luna di rumahnya. Badan itu di jatuhkan di atas kasur yang empuk. Seharian dengan kerjaannya di kantor dan berlanjut dengan usaha mencari calon istri.


Aziz senyum - senyum sendiri. Di pandangi nya langit - langit kamarnya. Pikirannya melayang melukiskan wajah Luna yang malam ini membuat hatinya berbunga-bunga. Tiba - tiba pintu kamarnya di ketuk pelan oleh adiknya dan langsung meluncur ke atas kasur Spring Bed nya.


" Kelihatannya ada yang lagi bahagia Nic!" kata Dodo menggoda.


"Iya! Aku lagi PDKT dengan seorang wanita." cerita Aziz.


" Pasti wanita itu sangat menarik, sampai Mas Aziz jatuh hati!" sahut Dodo.


" Tentu saja!" ucap Aziz.


" Kapan di kenalkan ke kami Mas?" tanya Dodo.


" Ah.. buru - buru sekali! Nanti kalau sudah ada di genggaman Mas, pasti akan aku ajak main ke rumah ini." cerita Aziz.


" Ada foto nya gak Mas?" tanya Dodo.


" Ada! Tapi kalian tidak boleh tahu dulu sampai wanita itu, aku kenalkan kemari." ucap Aziz.


" Idih! Yang lagi jatuh cinta." sahut Dodo meledek.


" Bagaimana dengan kamu?" tanya Aziz.


" Aku juga sama Mas! Masih Pdkt. Nanti kalau sudah aku dapatkan wanita ini,pasti akan aku kenalkan dengan Mas,papa,mama dan juga adik kesayangannya ku." jawab Dodo.


" Iya deh! Semoga kita sukses yah!" kata Aziz.


" Sukses apa Mas?" tanya Dodo.


" Sukses mendapatkan calon istri dong!" jawab Aziz.


" Amin! Amin Mas!" ucap Dodo.


" Hoam! Mas mau tidur dulu. Kamu keluar sana!" kata Aziz akhirnya.


" Tidur apa tidur?" goda Dodo.


" Tidur sana!" sahut Aziz sambil memukul pundak Dodo dengan guling nya.


" Belum ngantuk aku Mas!" kata Dodo.


" Aduh! Mengganggu saja kamu!" ucap Aziz sambil membaringkan tubuhnya.


" Oh iya Mas! Bagaimana kabar anak walikota yang seksi itu?" tanya Dodo.


" Oh si Tia?" jawab Aziz.


" Iya! Kenapa tidak di jadikan pacar saja Mas?" ucap Aziz.


" Males!" jawab Dodo.

__ADS_1


" Tia cantik, perhatian dengan Mas Aziz, dari dulu pantang menyerah berusaha mendekati Mas Aziz. Dari keluarga berada. Kurang apa lagi Tia itu." kata Dodo.


" Kurangnya karena aku tidak menyukainya!" ucap Aziz.


" Astaga! Cewek secantik dan seseksi itu bisa di tolak dengan Mas Aziz loh. Lalu Mas Aziz mau yang bagaimana lagi?" tanya Dodo.


" Ambil saja untuk mu kalau kamu mau Dodo!" sahut Aziz.


" Hahahaha!" Dodo tertawa.


" Dia terlalu cemburuan dan suka mengatur. Itu yang tidak aku sukai." cerita Aziz.


" Namanya sudah cinta dengan Mas Aziz." sahut Dodo.


" Sudahlah! Jangan membahas masalah pribadi Mas. Coba kamu ceritakan masalah cewek yang berusaha kamu dekati." kata Aziz.


" Dia wanita yang sangat spesial Mas! Dia mandiri, tangguh, dan sangat menyenangkan kalau diajak bicara." cerita Dodo.


" Lalu?" tanya Aziz.


" Dia seorang janda Mas!" tambah Dodo.


" Kenapa rupanya dengan janda?" tanya Aziz.


" Mana tahu kakak akan melihat sebelah mata wanita ini karena status nya janda." jawab Dodo.


"Teruskan ceritamu!" kata Aziz.


" Penyebab perceraian nya adalah suaminya menghendaki nikah lagi dengan wanita lain. Dengan alasan, belum bisa memberikan keturunan. Padahal selama ini, suami nya sudah menjalin hubungan dengan wanita lain di belakangnya." cerita Dodo.


" Detail sekali ceritamu, Dodo." sahut Aziz.


" Karena dia sudah lama aku mengenalinya. Dia punya anak laki - laki yang masih berumur satu tahun dari adopsi nya." kata Dodo.


" Aku berusaha mendekati nya Mas! Tetapi kegagalan rumah tangga nya membuat dia sangat berhati - hati menjalin hubungan dengan pria manapun termasuk aku. Padahal aku kawan dekat nya lama,bahkan sebelum dia berkenalan dengan mantan suaminya itu." cerita Dodo.


" Aku tidak menyerah Mas! Cuma kadang takut jika suatu saat nanti mengecewakan wanita itu." kata Dodo.


"Sudahlah! Ayo semangat dong" kata Aziz.


*****


Di sebuah villa. Rodeo dan Lisa sedang menikmati masa - masa berdua. Mereka berenang di kolam yang cukup luas di belakang villa. Tidak lama kemudian Rita dan pasangannya yang masih muda datang dengan pakaian bikini nya.


" Hai! Aku boleh gabung kan?" tanya Rita sambil menggandeng manja cowok muda di sampingnya.


" Ayo kemari lah Rita!" teriak Lisa.


" Wah! Seperti nya kita harus buat taruhan nih. Siapa yang bisa duluan sampai ujung, pemenangnya bisa memakai aku semalam ini." kata Rita.


" Wah! Kamu mah modus suka Rodeo kan?" sahut Lisa.


" Hahahaha! Berbagi sebentar ini kenapa Lis!" ucap Rita.


" Kamu mau gak Rodeo?" tanya Lisa.


" Terserah kamu saja Lisa!" jawab Rodeo.


" Baiklah!" ucap Lisa akhirnya.


" Wanto sayang! Usahakan kamu yang menang yah sayang! Biar malam ini, aku melayani kamu sampai puas." ucap Rita dengan gaya nakalnya.


" Baiklah! Untukmu aku akan berusaha menang." kata Wanto.


Akhirnya Wanto dan Rodeo mulai bersiap - siap untuk berenang sampai ke ujung.


" Siap semua nya?" teriak Rita.


" Satu...dua...tiga...mulai!" teriak Rita lagi.

__ADS_1


Wanto dan Rodeo dengan semangat berenang dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan Rita satu malam.


Lisa hanya bersorak - sorak saja melihat perlombaan pejantan tangguh itu. Rita yang menjadi taruhannya, sangat bersemangat. Akhirnya, tidak berapa lama kemudian pemenang lomba itu adalah Rodeo. Wajah Lisa kecewa. Ini artinya malam ini dia akan sendirian tanpa Rodeo.


Rita mulai menghampiri Rodeo dan menciumnya. Wanto mulai sedikit terbakar api cemburu. Tapi dengan cepat, Rita menggandeng kedua pejantan tangguh itu.


" Wanto! Malam ini kamu bisa menghabiskan malam mu dengan Lisa." ucap Rita manja.


" Hah?" Lisa terkejut.


" Kenapa Lisa? Kamu tidak mau menerima kebaikan ku?" tanya Rita.


" Aku malam ini istirahat dulu Rita, kamu mainlah bertiga!" kata Lisa.


" Gila kamu! Hahahaha!" umpat Rita.


"Perutku lagi sakit! Aku mau massage dulu nanti malam." ucap Lisa.


" Baiklah! Kalau begitu aku mau bersenang - senang dulu dengan Rodeo dan Wanto." kata Rita sambil menggandeng kedua cowok ganteng itu.


" Liaa! Kamu tidak apa - apa bukan?" tanya Rodeo.


" Tidak masalah! Bersenang - senang lah kalian!" kata Lisa.


Akhirnya Mereka berlalu meninggalkan kolam renang itu. Kini tinggal Lisa sedang duduk santai di tepi kolam.


Tidak jauh dari Lisa duduk, ada sepasang mata memperhatikan gerak - gerik Lisa. Laki - laki itu adalah Somat si penjaga villa.


" Mau tambah minumnya lagi Tante?" tanya Somat yang mulai berani mendekati Lisa. Ditangannya ada dua gelas minuman yang menghangatkan badan.


" Hah? Oh boleh! Kamu penjaga villa ini yah?" tanya Lisa.


" Iya betul!" jawab Somat.


" Kamu masih sangat muda! Berapa umurmu?" tanya Lisa yang melihat Somat dari ujung kepala ke ujung kaki. Kulitnya sangat kotor dan hitam. Melihatnya saja tidak akan timbul hasrat.


" Saya ingin memperlihatkan sesuatu kepada Tante." kata Somat sambil membuka layar ponselnya dan mencari gambar di galerinya. Foto itu lalu di tunjukkan ke Lisa.


" What? Kenapa ada foto aku dengan Rodeo?" tanya Lisa.


" Hehehe. Foto ini bisa aku sebar luaskan di media sosial loh Tante." kata Somat mengancam.


" Hah? Jangan! Aku bisa di cerai oleh suamiku." teriak Lisa.


" Bisa! Bisa di atur tante.!" ucap Somat terkekeh sambil melihat tubuh seksi Lisa yang hanya mengenakan bikini.


" Hah? Apa mau mu? Kamu mau uang berapa banyak?"tanya Lisa.


" Hehehe! Aku ingin kamu melayaniku!" ucap Somat mulai menelan ludahnya.


" Apa? Kamu cowok hitam legam,kotor,dekil,bukan tipe aku!" teriak Lisa.


' Baiklah kalau begitu! Malam ini aku bisa mengirim foto - foto ini di semua media sosial." ucap Somat mengancam.


" Ah Jangan! Jangan! Baiklah! Baik! Aku terima tawaranmu. Tapi tolong di hapus semua foto - foto itu." kata Lisa.


" Hahahaha! Tentu saja Tante!" ucap Somat.


" Mau di mana?" tanya Lisa.


" Di sini boleh saja!" jawab Somat.


" Hah?" Lisaa terkejut karena kesadaran nya masih penuh.


" Ayo ikuti aku ke dalam! Tolong bawakan aku botol wine itu masuk. Aku perlu gila untuk bisa melayani mu." ucap Lisa sambil berjalan menuju ruangan. Somat mengikutinya dengan dua botol wine di tangannya. Air liurnya sudah menetes melihat jalan Tamara yang menggoda.


" Sial! Kenapa aku harus berhadapan dengan laki - laki kampungan seperti dia!" umpat Lisa pelan.


*******

__ADS_1


__ADS_2