
Lukman telah merencanakan sesuatu untuk mencelakai Momo. Setelah Julius kembali pulang ke istrinya, Lukman mulai menjalankan misinya. Lukman hendak menjalankan misinya dengan penuh perencanaan. Saat ini Momo sedang menjalani perawatan kulit, wajah di klinik kecantikan langganan nya. Dia harus mulai merawat tubuh dan wajah nya sebagai modal utama supaya laki-laki yang menjalin hubungan dengan nya bisa semakin lengket dan tidak meninggalkan nya. Apalagi saat ini, Momo sudah menjadi wanita simpanan dari pengusaha muda yang tajir melintir. Dirinya harus menggunakan sebagai uang yang didapat nya untuk merawat tubuh dan kulit nya.
Seharian ini Momo telah memanjakan dirinya di tempat yang menyiapkan paket lengkap soal kecantikan dan kulit. Hingga sore hari, akhirnya Momo selesai dengan semua itu. Momo bergegas mencari makan karena perutnya berasa lapar. Momo memilih ke rumah makan di dekat apartemen pemberian Julius.
Lukman tetap mengikuti Momo setiap langkah nya hingga Momo masuk ke sebuah rumah makan dan duduk di sana. Lukman mulai mendekati Momo di tempat duduk nya.
" Hai, boleh aku bergabung di sini?" tawar Lukman. Momo sekilas menatap wajah super ganteng milik Lukman. Momo seketika mulai terpana karena tubuh Lukman yang benar-benar seksi dan kekar.
" Silahkan, aku sedang sendirian kok." sahut Momo ramah dan easygoing.
" Kamu sudah memesan makanan?" tanya Lukman.
" Sudah, sebentar lagi juga akan diantar oleh pelayan rumah makan di sini. Kamu kalau mau makan atau minum pesan saja." kata Momo.
__ADS_1
" Sudah, aku pun juga sudah memesannya." sahut Lukman. Lukman cukup lama memperhatikan penampilan Momo dan kecamatan Momo yang memang lebih menantang dibandingkan dengan Windi. Dengan bekal buah d@@ da yang besar cukup membuat mata laki-laki akan mudah tergoda untuk menyentuh nya. Bahkan Lukman sampai naik turun jakunnya.
" Bagaimana aku bisa tega untuk membuat rusak wajah perempuan ini?" pikir Lukman. Namun seseorang yang laki-laki yang merupakan orang suruhan Lukman seperti nya sudah menyiapkan air keras di tangan nya. Lukman belum memberikan kode terhadap laki-laki tersebut.
Sampai akhirnya antara Lukman dan Momo mulai masuk dalam obrolan yang panjang sambil makan makanan yang telah di pesannya di rumah makan itu.
" Sebentar yah, aku ke toilet dulu." kata Lukman seraya ke belakang mencari toilet di rumah makan itu. Lukman mendekati laki-laki yang sudah menyiapkan benda untuk mencelakai Momo. Lukman menerima barang yang dibawa oleh laki-laki itu.
" Biar aku sendiri saja yang melakukan nya. Kamu lebih baik pulang saja. Dan ini imbalan buat kamu." kata Lukman sembari memberikan uang kertas beberapa lembar kepada laki-laki suruhan nya itu. Laki-laki itu pergi dari tempat itu. Lukman menyimpan air keras itu ke dalam tas ranselnya. Air keras itu mungkin hanya satu liter saja dan disimpan di dalam botol.
Setelah itu Lukman kembali mendekati Momo di tempat duduknya. Momo tersenyum melihat Lukman yang kembali mendatangi dirinya.
" Aku pikir, kamu tidak akan kemari lagi lantaran pulang bersama istri kamu." kata Momo.
__ADS_1
" Aku masih lajang tahu! Enak saja kau menuduh aku sudah beristri." sahut Lukman.
" Mana tahu! Kamu kepergok oleh istri kamu duduk dengan aku, lalu pulang karena takut." kata Momo.
" Hahaha. Tidak, aku masih bebas karena belum menikah. Jadi, kita bisa langsung kencan kan?" tanya Lukman.
" Kamu berani bayar aku berapa? Aku habis spa, dan perawatan wajah juga loh." kata Momo.
" Satu jam berapa?" tanya Lukman lagi.
" Seperti nya kamu bukan orang kaya. Baiklah, aku akan memberikan kamu cuma- cuma dan gratis deh. Aku penasaran dengan punya kamu." kata Momo ambigu. Lukman seketika membulat matanya.
" Oh tidak! Aku belum pernah mencicipi buah yang segede milik Momo ini." batin Lukman.
__ADS_1
" Milik Windi mungkin hanya setengah nya saja." pikir Lukman sambil mengira- ngira ukuran nya sambil menatap bagian itu.
" Ayolah aku sudah tidak sabar." ucap Lukman. Kali ini Lukman menikmati Momo dulu baru setelah nya harus tega dengan misinya untuk merusak wajah Momo dengan air keras.